Polres Kerinci Amankan Sekelompok Pemuda Terkait Dugaan Pengeroyokan di Desa Air Panas Baru

 

Merdekapost.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kerinci berhasil mengungkap dan mengamankan sejumlah pemuda yang diduga terlibat dalam tindak pidana kekerasan secara bersama-sama terhadap orang atau pengeroyokan. Insiden ini terjadi di kawasan Desa Air Panas Baru, Kecamatan Air Hangat, Kabupaten Kerinci.

Kronologis Kejadian

Peristiwa bermula saat korban bersama rekannya, N, dihubungi oleh salah satu terduga pelaku berinisial D. Pelaku mengajak korban untuk bertemu di jalan Desa Air Panas Baru dengan alasan ingin menyelesaikan sebuah permasalahan yang ada di antara mereka.

Namun, niat baik korban untuk menyelesaikan masalah tersebut justru berujung nahas. Setibanya di lokasi yang telah disepakati, pelaku D ternyata tidak sendirian; ia sudah menunggu bersama gerombolan temannya.

"Begitu korban dan saksi (N) turun dari sepeda motor, mereka langsung diserang dan dipukul secara membabi buta oleh pelaku D dan teman-temannya," ujar pihak kepolisian saat memberikan keterangan awal.

Pasca Kejadian dan Laporan Polisi

Setelah melakukan aksi kekerasan tersebut, para pelaku langsung melarikan diri dari tempat kejadian perkara (TKP). Sementara itu, korban yang mengalami sejumlah luka akibat pengeroyokan tersebut segera dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Tidak terima atas perlakuan para pelaku, korban kemudian mendatangi Mako Polres Kerinci untuk membuat laporan resmi.

Tindakan Kepolisian

Merespons laporan tersebut, pihak Kepolisian segera melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan para terduga pelaku. Saat ini, para pelaku beserta barang bukti telah berada di Polres Kerinci untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut guna mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.

Para pelaku terancam dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang tindak pidana kekerasan secara bersama-sama di muka umum terhadap orang atau barang, dengan ancaman hukuman penjara yang berlaku. (*)

Sidang 2 Rekan Alung dalam Kasus Sabu 58kg di Jambi Ditunda, Hakim Berhalangan

Dua rekan Alung menunggu persidangan di Pengadilan Negeri Jambi, Kamis (23/4/2026) terkait kasus sabu 58 kilogram. Di Polda, kasus Alung masih dalam penyidikan. 

JAMBI, MP - Sidang terhadap dua rekan Alung Ramdhan, yakni Agit Putra Ramadhan dan Juniardo, kembali mengalami penundaan pada Kamis (23/4/2026).

Jika sebelumnya sidang ditunda karena saksi dari Jaksa Penuntut Umum tidak dapat hadir, kali ini penundaan disebabkan Ketua Majelis Hakim berhalangan hadir.

Sidang lanjutan terhadap kedua terdakwa yang diduga sebagai kurir sabu tersebut dijadwalkan kembali berlangsung pada Kamis (30/4/2026) mendatang.

"Iya ditunda, tadi informasi Ketua Majelis Hakim sedang di luar kota dan kemungkinan sampai jam lima belum tiba di Jambi.

"Jadi sidang lanjut minggu depan," kata penasihat hukum terdakwa.

Agenda persidangan sebelumnya seharusnya mendengarkan keterangan saksi dari Jaksa Penuntut Umum.

Bahkan, dua orang saksi diketahui telah hadir di Pengadilan Negeri Jambi.

Diketahui, Agit Putra Ramadhan dan Juniardo telah menjalani sidang perdana pada Kamis (2/4/2026) di Pengadilan Negeri Jambi dengan agenda pembacaan dakwaan dari jaksa.

Dalam dakwaan jaksa, Agit Putra Ramadhan alias Agit bersama Juniardo alias Ardo serta beberapa pihak lain, termasuk M Alung Ramadhan, diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika jenis sabu dengan barang bukti seberat 58 kilogram.

Alung Masih Disidik

Sementara itu, Alung yang sempat melarikan diri selama enam bulan sejak hari pertama pemeriksaan di Mapolda Jambi, hingga kini masih dalam proses penyidikan oleh pihak kepolisian.

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji, menegaskan bahwa penanganan perkara oleh Ditresnarkoba tetap berjalan sesuai prosedur dan menjunjung prinsip keadilan.

Ia juga menyampaikan bahwa tidak seluruh informasi dapat disampaikan kepada publik karena proses penyidikan masih berlangsung.

“Perlu dipahami bahwa tidak semua materi penyidikan dapat disampaikan ke publik pada tahap ini.

"Hal tersebut dilakukan untuk menjaga integritas proses hukum dan memastikan penyidikan berjalan optimal,” jelas Erlan.(*)

Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Bupati Kerinci dan Kajari Sungai Penuh Tandatangani MoU dan PKS

Bupati Kerinci dan Kajari Sungai Penuh Tandatangani MoU dan PKS Pemkab dengan Kejari Sungai Penuh.(Adz)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si bersama Kepala Kejaksaan Negeri Sungai Penuh Robi Harianto S., S.H., M.H resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kabupaten Kerinci dengan Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, Rabu (22/4/2026) di Ruang Pola Kantor Bupati Kerinci..

Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pendampingan hukum, meningkatkan tata kelola pemerintahan yang bersih, serta mendukung upaya penyelamatan aset daerah demi kepentingan masyarakat Kabupaten Kerinci.

Melalui sinergi ini diharapkan setiap kebijakan dan program pembangunan dapat berjalan lebih tertib hukum, transparan, dan akuntabel, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.

"Kerinci Maju Pemerintahan Bersih Pelayanan Terbaik untuk Masyarakat"

Warga Renah Pemetik Apresiasi Gubernur Jambi Atas Perbaikan Jalan Prioritas Pungut Mudik-Sungai Kuning

Akses Ekonomi Lancar, Warga Renah Pemetik Apresiasi Gubernur Jambi Atas Perbaikan Jalan Prioritas Pungut Mudik-Sungai Kuning.(Ist)

JAMBI – Pemerintah Provinsi Jambi melalui UPTD Workshop dan Peralatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) menjalin kerja sama dengan Dinas PUPR Kabupaten Kerinci untuk mempercepat pemeliharaan ruas jalan Pungut Mudik–Sungai Kuning. Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara di Kantor Dinas PUPR Kabupaten Kerinci, Selasa (22/4/2026).

Langkah ini dilakukan sebagai respons atas kondisi jalan yang memerlukan penanganan tanggap darurat guna menjaga fungsionalitas jalan serta mendukung kelancaran distribusi logistik masyarakat di wilayah Renah Pemetik dan sekitarnya.

Dalam kesepakatan tersebut, kedua pihak membagi kewenangan penanganan secara jelas. Dinas PUPR Kabupaten Kerinci bertanggung jawab melaksanakan pemeliharaan rutin berupa galian drainase dan perbaikan badan jalan, termasuk berkoordinasi melalui kegiatan karya bakti TNI. 

Selain itu, penanganan tanggap darurat difokuskan pada pembangunan gorong-gorong dan box culvert.

Bupati Monadi bersama Dandim Kerinci dan Dinas PUPR saat melakukan pengecekan progress perbaikan jalan Renah Pemetik baru-baru ini.(adz)

Sementara itu, UPTD Workshop dan Peralatan Dinas PUTR Provinsi Jambi bertugas melakukan pekerjaan menggunakan material pada titik-titik prioritas di ruas Pungut Mudik–Sungai Kuning. Pekerjaan juga mencakup galian drainase serta perbaikan badan jalan, khususnya pada lintasan Desa Pasir Jaya hingga Desa Sungai Kuning.Referensi Geografis

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPTD Workshop dan Peralatan Dinas PUTR Provinsi Jambi, Muhammad Naufal Afandi, mengatakan kesepakatan ini menjadi dasar hukum sekaligus acuan teknis dalam pelaksanaan di lapangan.

“Kesepakatan ini menjadi dasar hukum dan acuan teknis bagi tim kami di lapangan. Dengan pembagian tugas yang jelas antara provinsi dan kabupaten, kami optimistis pemulihan akses jalan Pungut Mudik–Sungai Kuning dapat dilakukan lebih cepat dan terukur,” ujar Naufal.

Selanjutnya, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Kerinci, Ir. Frans Mellas Pratama, juga menegaskan pentingnya sinergi lintas pemerintah dalam mempercepat penanganan infrastruktur.

Pemerintah Desa Pasir Jaya, Sungai Kuning (Renah Pemetik) menyambut baik kerja sama tersebut.

Warga menilai akses jalan Pungut Mudik–Sungai Kuning merupakan jalur utama yang menunjang aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.

Salah seorang warga, Ahmad (45), mengapresiasi perhatian pemerintah provinsi, khususnya Gubernur Jambi, Al Haris, dalam percepatan penanganan jalan tersebut. 

“Kami sangat terbantu dengan adanya perbaikan ini. Terima kasih kepada Bapak Gubernur Al Haris yang sudah memperhatikan kondisi jalan kami, terutama penanganan di titik-titik prioritas yang selama ini sulit dilalui,” kata Ahmad.

Ia berharap perbaikan yang dilakukan dapat meningkatkan aksesibilitas dan memperlancar distribusi hasil pertanian.(*)

Bupati Monadi Tanda Tangani Komitmen Bersama Percepatan Digitalisasi Desa

Bupati Monadi Tanda Tangani Komitmen Bersama Percepatan Digitalisasi Desa.(Ist)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Pemerintah Kabupaten Kerinci terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat desa melalui Percepatan Digitalisasi Desa Tahun 2026.

Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si bersama Wakil Bupati H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si serta jajaran Pemerintah Kabupaten Kerinci menandatangani Komitmen Bersama Percepatan Digitalisasi Desa, Kamis (23/4/2026) di Ruang Pola Kantor Bupati Kerinci.

Melalui inovasi Aplikasi GEMA DESA (Gerbang Elektronik Masyarakat Desa) yang digagas oleh Dinas Kominfo Kabupaten Kerinci, pelayanan administrasi desa kini diarahkan menjadi lebih mudah, cepat dan transparan.

Pada kesempatan tersebut, Pemkab Kerinci juga memberikan piagam penghargaan kepada 10 desa terbaik penerapan digitalisasi desa tahun 2025 sebagai bentuk apresiasi atas inovasi pelayanan kepada masyarakat.

"Salah satu upaya mewujudkan Kerinci yang berdaya saing, maju dan sejahtera adalah melalui inovasi dan teknologi,” ujar Bupati Monadi.

Langkah ini diharapkan mampu menghadirkan pelayanan desa yang semakin modern, efektif, dan mudah diakses masyarakat.(*Adz)

Polda Jambi Ungkap Praktik Suntik LPG Subsidi ke Tabung Nonsubsidi, 2 Pelaku dan Ratusan Tabung Diamankan

Polda Jambi Ungkap Praktik Suntik LPG Subsidi ke Tabung Nonsubsidi, 2 Pelaku dan Ratusan Tabung Diamankan, Motifnya Isi Gas LPG 3kg Disuntikkan ke Tabung Nonsubsidi di Jambi demi Dapat Cuan Besar.(Mpc)

JAMBI, MERDEKAPOST.COM - Komplotan pengoplos gas di Jambi tertangkap di Desa Pematang Gajah, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi.

Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan ratusan tabung gas LPG subsidi 3 kilogram atau gas melon.

Tabung-tabung tersebut diketahui didatangkan dari Riau menuju sebuah kebun sawit di kawasan Jaluko.

Di lokasi itu, gas LPG subsidi dipindahkan ke tabung nonsubsidi dengan metode penyuntikan.

Praktik ilegal tersebut dilakukan untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji, menjelaskan pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat.

Dua Pelaku Ditangkap, Satu Kabur

Saat penindakan, terdapat tiga orang pekerja di lokasi, yakni RA, RS, dan HA.

Namun, satu di antaranya berhasil melarikan diri dan hingga kini masih dalam pengejaran.

Dua tersangka yang ditangkap adalah RA dan RS.

"HA saat ini masih dilakukan proses pengejaran," ujar Erlan dalam konferensi pers di Mapolda Jambi pada Rabu (22/4/2026).

Ratusan Tabung Diamankan

Dari lokasi kejadian, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain:

  • 323 tabung gas LPG subsidi ukuran 3 kilogram
  • 79 tabung gas 12 kilogram nonsubsidi
  • 15 tabung ukuran 5,5 kilogram nonsubsidi
  • alat suntik gas
  • timbangan
  • drum
  • kompor gas
  • alat masak
  • tutup tabung berwarna putih.

Siapa Pemilik Asli?

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi, Kombes Pol Taufik Nurmandia, mengungkapkan usaha tersebut diduga milik seseorang berinisial DS.

"DS meemrintahkan adiknya MPS untuk mengambil dari Riau. Di mana satu kali angkut sebanyak 320 tabung," ujarnya.

Saat ini, DS masih diburu.

Modus Operandi

Untuk meraih keuntungan yang lebih banyak, gas LPG subsidi dipindahkan ke tabung nonsubsidi melalui proses tertentu.

Dalam praktiknya, terdapat pembagian tugas di antara pekerja.

Satu orang bertugas memanaskan gas agar mencair, sementara lainnya melakukan penyuntikan ke tabung berbeda.

"Disuntik, kemudian itu dipindah ke tabung gas 5 kilo dan 12 kilo. Setelah itu keluarlah nonsubsidi ini dijual ke toko-toko,"ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengaku telah melakukan aktivitas tersebut sebanyak empat kali.

Taufik menyebutkan, akibat perbuatan tersebut, negara mengalami kerugian dari subsidi yang tidak tepat sasaran sebesar Rp44 juta.

Atas perbuatannya, para pelaku terancam hukuman penjara maksimal lima tahun serta denda hingga Rp2 miliar.

(Sumber: Tribunjambi.com/Editor: Aldie Praseta)


Kecelakaan Maut di Depan UNJA Mendalo, Pelajar SMK Tewas

Kecelakaan maut di Mendalo depan Kampus Universitas Jambi. Seorang pelajar SMK tewas di lokasi.(screenshoot/Instagram)

MUAROJAMBI - Peristiwa kecelakaan maut kembali terjadi di kawasan Mendalo, Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (22/4/2026) sore.

Seorang pelajar SMK tewas di lokasi akibat kecelakaan lalu lintas di depan gerbang kampus Universitas Jambi di Mendalo, Kabupaten Muaro Jambi.

Kejadian sekitar pukul 17.00 WIB itu melibatkan sepeda motor yang dikendarai korban. 

Warga yang berada di lokasi mengatakan kecelakaan terjadi saat arus lalu lintas sedang ramai.

Korban Wildan merupakan pelajar salah satu SMK di wilayah itu dan merupakan warga Desa Pematang Gajah, Kabupaten Muaro Jambi.

Dia mengalami luka parah usai terjatuh dari sepeda motornya. 

Nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia .

“Saat itu kondisinya ramai, dan tiba-tiba ia saja sudah tergeletak di jalan,” kata seorang warga.

Tim kepolisian dari Polres Muaro Jambi yang datang ke tempat kejadian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengatur arus lalu lintas yang sempat terganggu akibat kecelakaan.

Sepanjang 2025 10 Kecelakaan di Jalur ini

Kawasan di depan kampus Universitas Jambi di Mendalo dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan lalu lintas. 

Sepanjang 2025, tercatat lebih dari 10 kasus kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur ini.

Sebagian besar melibatkan pengendara motor yang kehilangan kendali saat melintas di tengah meningkatnya volume kendaraan terutama di sore hingga malam hari.

Sebelumnya, pada September 2025, seorang mahasiswa juga mengalami kecelakaan serupa di persimpangan yang sama dan mengalami luka serius. 

Lokasi yang berada di jalur utama menuju pusat pendidikan dan permukiman ini sering dikritik warga karena minimnya rambu peringatan dan marka jalan yang kurang jelas.

Selain itu, pada November 2025, sebuah truk pengangkut bahan bangunan mengalami rem blong dan menabrak pagar pembatas jalan di titik yang tidak jauh dari lokasi kejadian kali ini. 

Insiden tersebut menyebabkan beberapa pengendara lain terjatuh dan mengalami luka. (Red)

4 Mantan Bupati Dua Periode di Jambi Berkumpul, Reuni atau Strategi Politik?

4 Mantan Bupati di Jambi Berkumpul, Reuni atau Strategi Politik?

Jambi - Sebuah pemandangan menarik tertangkap kamera saat empat tokoh besar yang pernah memegang tampuk kekuasaan di berbagai wilayah Provinsi Jambi terlihat duduk bersama dalam satu meja. 

Pertemuan ini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat, mengingat para tokoh yang hadir merupakan para mantan bupati dengan rekam jejak kepemimpinan yang kuat.

Keempat figur tersebut adalah Romi Hariyanto (mantan Bupati Tanjung Jabung Timur), Adirozal (mantan Bupati Kerinci), Mashuri (mantan Bupati Bungo), dan Syahirsyah (mantan Bupati Batanghari). 

Kehadiran mereka dalam satu barisan menciptakan gelombang spekulasi di tengah dinamika politik Jambi yang mulai memanas.

Pertemuan keempat mantan Bupati ini juga viral di medsos, Seperti unggahan foto-foto akun facebook Giffari Halika Utama

4 Mantan Bupati Berpengaruh duduk bersama, Reuni ataukah ada sesuatu yang serius menjelang Perhelatan Pilgub Jambi?. (Doc/Facebook Giffari Halika Utama) 

Reuni Sahabat atau Strategi Politik?

Momen kebersamaan para mantan kepala daerah ini memicu tanda tanya besar di kalangan publik. 

Banyak yang bertanya-tanya apakah pertemuan ini hanyalah sekadar ajang silaturahmi biasa antara sahabat lama yang melepas rindu, atau justru sebuah langkah awal untuk membangun komunikasi politik yang lebih serius.

Pertemuan ini menjadi sangat strategis karena terjadi tepat di saat nama-nama tokoh tersebut mulai kembali diperbincangkan dalam bursa kontestasi politik mendatang. 

Kebersamaan mereka memberikan sinyal adanya upaya untuk menyatukan kekuatan dari berbagai basis wilayah di Jambi, mulai dari wilayah barat hingga pesisir timur.

Figur Berpengaruh dengan Jaringan Luas

Nama-nama yang hadir bukanlah sosok biasa dalam peta politik lokal. 

Sebagai mantan pemimpin di daerah masing-masing, Romi, Adirozal, Mashuri, dan Syahirsyah masih memiliki jaringan akar rumput serta pengaruh yang sangat signifikan. 

Pengalaman mereka dalam memimpin daerah menjadi modal besar yang sulit diabaikan oleh para kompetitor politik lainnya.

Meskipun hingga saat ini belum ada pernyataan resmi mengenai poin-poin yang dibicarakan dalam pertemuan tertutup tersebut, suasana akrab yang mereka tunjukkan menyiratkan adanya kesamaan pandangan. 

Masyarakat kini menanti apakah dari meja bundar para mantan bupati ini akan lahir sebuah poros baru atau kesepakatan besar yang mampu mengubah arah politik di Provinsi Jambi ke depannya.

Profil Singkat 4 Mantan Bupati 

1. Romi Hariyanto: Sang Petarung dari Timur

Lahir pada 3 November 1974, Romi adalah Bupati Tanjung Jabung Timur dua periode (2016–2025). Sebelum menjadi bupati, ia memimpin DPRD Tanjung Jabung Timur selama tiga periode berturut-turut. Kini, Romi memantapkan langkah menuju Pilgub Jambi 2024 berpasangan dengan Letjen TNI (Purn.) Sudirman.

2. Adirozal: Akademisi yang Merambah Politik

Dr. Adirozal membawa warna berbeda dalam dunia politik. Pria kelahiran 23 Oktober 1961 ini adalah mantan Bupati Kerinci dua periode (2014–2024). Sebelum memimpin Kerinci, ia sukses sebagai akademisi dan pernah menjabat sebagai Wakil Wali Kota Padang Panjang. Pengalamannya yang luas di dunia pendidikan dan pemerintahan menjadikannya sosok yang sangat disegani.

3. Mashuri: Sosok Pemimpin yang Dekat dengan Rakyat

Mashuri menjabat sebagai Bupati Bungo selama dua periode (2016–2025). Kariernya bermula sebagai PNS sebelum akhirnya terpilih menjadi Wakil Bupati dan kemudian naik menjadi orang nomor satu di Bungo. Saat ini, ia juga memegang peran strategis sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Jambi.

4. Syahirsyah: Pengalaman Panjang di Batanghari

Ir. H. Syahirsyah merupakan figur senior yang memimpin Kabupaten Batanghari selama dua periode (2006–2011 dan 2016–2021). Ia memiliki latar belakang teknis yang kuat di bidang Pekerjaan Umum dan pernah menduduki posisi Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi. Ketangguhannya dalam memimpin menjadikannya salah satu pilar politik di wilayah tengah Jambi.

Disclaimer: Informasi ini bertujuan sebagai konsumsi publik dan tidak bermaksud menyudutkan pihak manapun. Artikel ini merangkum dinamika terkini tokoh-tokoh daerah di Provinsi Jambi. (Red)

(*Sumber: Tribunjambi.com)

Pemkab Batang Hari Perkuat Penataan Pemakaman demi Ketertiban dan Nilai Religius

 

Merdekapost.com - Pemerintah Kabupaten Batang Hari menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan ketertiban umum melalui pembenahan tata kelola area pemakaman. Pada Rabu (22/04/2026). Upaya ini dilakukan melalui sosialisasi gerakan bersama yang melibatkan berbagai unsur, termasuk tokoh agama dan masyarakat.

Langkah tersebut tidak hanya berfokus pada penataan fisik makam, tetapi juga menekankan nilai-nilai religius dalam pengelolaannya. Penataan dilakukan dengan prinsip kesederhanaan, kerapian, serta keseragaman, sehingga lingkungan pemakaman menjadi lebih tertib dan layak sebagai tempat peristirahatan terakhir.

Perwakilan pemerintah daerah menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga penghormatan terhadap ahli kubur sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata. Selain itu, pengelolaan yang lebih sistematis juga diharapkan mampu menjadi solusi atas keterbatasan lahan pemakaman di masa depan. 

Melalui sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat, Pemkab Batang Hari optimistis penataan ini dapat berjalan optimal serta menciptakan kawasan pemakaman yang tertib, asri, dan bernilai spiritual. (*)

Warga Keluhkan Keberadaan Karaoke Inisial ‘D’ di Kerinci: Diduga Kebal Hukum dan Jadi Sarang Maksiat

 

Merdekapost.com – Keresahan masyarakat terkait aktivitas tempat hiburan malam di Kabupaten Kerinci kembali mencuat. Kali ini, sebuah tempat karaoke yang dikenal dengan inisial ‘D’ menjadi sorotan tajam. Lokasinya yang sangat dekat dengan Komplek Perkantoran Bupati Kerinci dinilai telah mencoreng citra pusat pemerintahan daerah.

Berdasarkan laporan warga sekitar dan pantauan di lapangan, tempat karaoke ini diduga kuat tidak hanya menawarkan jasa hiburan musik, namun juga menjadi sarang berbagai aktivitas ilegal.

Dugaan Pelanggaran Berat

Beberapa poin utama yang menjadi sumber keresahan masyarakat meliputi:

Praktik Prostitusi: Tempat ini diduga menyediakan layanan prostitusi terselubung yang beroperasi setiap malam.

Peredaran Miras & Obat Terlarang: Adanya indikasi kuat penjualan Minuman Keras (Miras) tanpa izin serta peredaran obat-obatan terlarang di lingkungan karaoke tersebut.

Gangguan Ketertiban: Suara kebisingan dan aktivitas hingga larut malam dianggap sangat mengganggu ketenangan warga yang tinggal di sekitar area perkantoran bupati.

Dinilai "Kebal Hukum"

Hal yang paling disayangkan oleh masyarakat adalah kesan bahwa pemilik tempat karaoke berinisial ‘D’ ini seolah-olah kebal hukum. Pasalnya, meski keresahan ini sudah berlangsung lama dan lokasinya berada di "depan mata" pemerintah daerah, hingga saat ini belum ada tindakan tegas atau penertiban yang dilakukan oleh pihak berwenang.

"Kami heran, tempatnya sangat dekat dengan kantor Bupati, tapi kenapa tidak pernah tersentuh hukum? Apakah ada pembiaran atau memang pemiliknya punya pengaruh besar?" ujar salah satu warga yang meminta namanya dirahasiakan demi keamanan.

Desakan Untuk Aparat Penegak Hukum

Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Kerinci, Satpol PP, dan jajaran Kepolisian setempat untuk segera turun tangan melakukan razia dan menutup tempat tersebut jika terbukti melanggar aturan.

Keberadaan tempat karaoke yang diduga menjadi sarang maksiat ini dianggap sangat tidak pantas berada di lingkungan instansi pemerintahan dan dapat merusak moral generasi muda di Kerinci.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola karaoke inisial ‘D’ belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan warga tersebut. (ali)

Nasib di Ujung Tanduk: 3 Tahun Tanpa Dana Desa, Desa Semerah Terancam Dilebur

 

Merdekapost.com – Kondisi memprihatinkan melanda Desa Semerah, Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci. Setelah tiga tahun berturut-turut tidak menerima kucuran Dana Desa (DD) dari pemerintah pusat, desa ini kini menghadapi konsekuensi paling pahit: wacana peleburan wilayah atau penggabungan ke desa tetangga.

​Langkah ekstrem ini mulai dikaji serius oleh pihak pemerintah daerah mengingat roda pemerintahan dan pembangunan di Desa Semerah dianggap telah lumpuh total.

​Kronologi Penghentian Anggaran

​Penghentian penyaluran Dana Desa ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebuntuan anggaran ini disebabkan oleh beberapa faktor krusial yang tak kunjung terselesaikan selama tiga periode anggaran terakhir:

​Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Macet: Adanya kendala administrasi dalam pelaporan penggunaan anggaran tahun-tahun sebelumnya yang tidak kunjung tuntas.

​Konflik Internal Pemerintahan Desa: Perselisihan yang berkepanjangan antara perangkat desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang menghambat pengesahan APBDes.

​Masalah Hukum: Adanya indikasi penyimpangan dana pada masa lalu yang membuat keran anggaran dikunci oleh Kementerian Keuangan hingga ada penyelesaian nyata.

​Dampak Nyata di Lapangan

​Tanpa Dana Desa, pelayanan publik di Semerah kini ibarat "hidup segan mati tak mau." Dampak yang dirasakan warga meliputi:

​Pembangunan Infrastruktur Mandek: Tidak ada perbaikan jalan lingkungan, drainase, maupun fasilitas umum sejak tiga tahun lalu.

​Insentif Perangkat dan Guru Ngaji Terhenti: Banyak perangkat desa, kader Posyandu, hingga guru mengaji yang tidak menerima honorarium secara layak.

​Program Pemberdayaan Hilang: Program bantuan langsung tunai (BLT) dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa praktis terhenti total.

​Opsi Terakhir: Peleburan Desa

​Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) setempat mengisyaratkan bahwa jika dalam waktu dekat tidak ada perbaikan sistemik dari pemerintah desa Semerah, maka opsi merger atau peleburan akan diambil.

​"Sesuai regulasi, jika sebuah desa tidak lagi mampu menjalankan fungsi pemerintahan dan pengelolaan keuangan secara mandiri dalam jangka waktu tertentu, maka pemerintah daerah berhak mengusulkan penggabungan wilayah demi menjamin pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan," ujar salah satu pejabat teknis di Pemkab Kerinci.

​Aspirasi Masyarakat

​Warga desa kini berada dalam kecemasan. Sebagian besar warga berharap ada campur tangan langsung dari Pemerintah Kabupaten untuk melakukan mediasi dan "pembersihan" birokrasi di tingkat desa agar Dana Desa bisa kembali cair tanpa harus kehilangan identitas Desa Semerah melalui peleburan.

​"Kami hanya ingin pembangunan kembali berjalan. Kalau harus dilebur, kami akan kehilangan sejarah desa ini. Kami minta Bupati bertindak tegas terhadap oknum yang menghambat anggaran kami selama tiga tahun ini," ungkap salah satu tokoh masyarakat Semerah. (ali)

Batang Hari Jadi Episentrum Tanam Padi Nasional, Wamentan Ajak Petani Kejar Waktu Musim Tanam

 

Merdekapost.com - Kabupaten Batang Hari kembali mencuri perhatian nasional setelah ditetapkan sebagai pusat pelaksanaan gerakan percepatan tanam padi yang melibatkan 16 provinsi di Indonesia. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, dalam agenda nasional yang digelar secara terpadu dari Muara Bulian.

Kedatangan Wamentan disambut oleh Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief bersama jajaran pemerintah daerah, unsur Forkopimda, serta para petani, Selasa (21/04/2026). Kegiatan dipusatkan di kawasan persawahan program ketahanan pangan, yang menjadi salah satu lokasi strategis pengembangan pertanian di daerah tersebut. 

Dalam arahannya, Sudaryono menekankan pentingnya percepatan masa tanam sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem, khususnya ancaman El Nino yang diprediksi terjadi dalam waktu dekat. Ia mengingatkan bahwa momentum musim hujan harus dimanfaatkan secara optimal agar produksi pangan tetap terjaga. 

Gerakan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui program cetak sawah baru dan optimalisasi lahan pertanian. Selain itu, dialog virtual bersama perwakilan daerah turut digelar untuk memastikan kesiapan pelaksanaan program di berbagai wilayah.

Sementara itu, Bupati Fadhil Arief menyampaikan komitmen daerah dalam mendukung program nasional tersebut. Ia menargetkan peningkatan luas tanam padi hingga lebih dari 8.000 hektare pada tahun ini, meningkat dibanding capaian sebelumnya. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat berupa benih, pupuk subsidi, hingga alat mesin pertanian telah memberikan dampak positif bagi petani. 


Namun demikian, ia juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur pendukung seperti irigasi agar lahan pertanian, khususnya hasil program cetak sawah rakyat, dapat dimanfaatkan secara maksimal dan tidak terdampak banjir.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, Batang Hari diharapkan mampu menjadi contoh keberhasilan dalam percepatan tanam sekaligus mendorong peningkatan produksi pangan nasional secara berkelanjutan. (*)

Gelar Aksi Damai, GNPK-RI Soroti Dugaan Permasalahan Pengadaan Tenaga Kebersihan dan Satpam di RSUD M.H.A.Thalib

Sungai Penuh  – Sejumlah perwakilan lembaga swadaya masyarakat yang di pimpin LSM GNPK-RI Kerinci Sungai Penuh menggelar aksi damai guna menyuarakan aspirasi terkait proses pengadaan barang dan jasa, khususnya dalam perekrutan tenaga kebersihan dan Satuan Pengamanan (Satpam)di RSUD M.H.A Thalib Sungai Penuh, Senin (20/4/2026).

Aksi yang berlangsung tertib tersebut diikuti oleh puluhan peserta yang membawa spanduk dan poster berisi tuntutan transparansi serta akuntabilitas dalam proses pengadaan. Mereka menilai, mekanisme yang berjalan saat ini perlu diawasi secara ketat untuk mencegah potensi penyimpangan.

Koordinator aksi dalam orasinya menyampaikan bahwa pengadaan tenaga kebersihan dan Satpam merupakan bagian penting dalam mendukung operasional instansi, termasuk rumah sakit dan perkantoran pemerintah. Oleh karena itu, prosesnya harus sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Perwakilan LSM GNPK-RI Kerinci Sungai Penuh menggelar aksi damai guna menyuarakan aspirasi terkait proses pengadaan barang dan jasa, khususnya dalam perekrutan tenaga kebersihan dan Satuan Pengamanan (Satpam)di RSUD M.H.A Thalib Sungai Penuh, Senin (20/4/2026).(dir)

“Kami tidak menolak pengadaan tenaga kerja, tetapi kami meminta agar prosesnya dilakukan secara terbuka, adil, dan tidak merugikan tenaga kerja itu sendiri maupun keuangan negara,” ujarnya.

Selain itu, massa aksi juga meminta agar pihak terkait memberikan penjelasan resmi mengenai mekanisme seleksi, nilai kontrak, serta pihak ketiga yang terlibat dalam pengadaan tersebut. Mereka menekankan pentingnya keterbukaan informasi publik sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat.

Aksi damai ini mendapat pengawalan dari aparat keamanan dan berlangsung tanpa insiden. Perwakilan massa juga menyerahkan pernyataan sikap kepada pihak berwenang untuk ditindaklanjuti.

Sementara itu, pihak Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh yang di sampai langsung oleh Kadis Kesehatan Gunardi yang menjadi tujuan aksi menyatakan akan menampung seluruh aspirasi yang disampaikan. 

Mereka berkomitmen untuk melakukan evaluasi terhadap proses pengadaan yang berjalan serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku dan akan mengajak Hearing kembali dengan pihak GNPK-RI dalam waktu dekat terkait tindak lanjut yang di inginkan dan tentunya sesuai dengan aturan dan perundang undangan.

Aksi tersebut diharapkan menjadi momentum perbaikan tata kelola pengadaan barang dan jasa dan kegiatan lainnya khususnya dalam perekrutan tenaga kebersihan dan Satpam, agar lebih transparan, profesional, dan berkeadilan. dalam upaya mendukung Visi dan Misi Wali kota Sungai Penuh Alpin Bakar.SH.(dir)

Wamentan Sudaryono Tiba di Jambi, Disambut Hangat Wagub Abdullah Sani dan Ketua DPW Tani Merdeka

 

Merdekapost.com – Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia (Wamentan RI), Sudaryono, atau yang akrab disapa Mas Dar, resmi melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jambi. Kedatangan sosok yang juga dijuluki sebagai "Panglima Tani Merdeka" ini disambut langsung oleh jajaran pemerintah daerah dan organisasi kemitraan petani di VIP Room Bandara Sultan Thaha.

Penyambutan Resmi di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. Dalam suasana penuh kehangatan, Wamentan disambut langsung oleh:

H. Abdullah Sani, Wakil Gubernur Jambi. Candra Andika, Ketua DPW Tani Merdeka Provinsi Jambi. Jajaran pejabat terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi.

Penyambutan ini menjadi simbol sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam upaya memperkuat sektor pertanian di Jambi. Dalam kesempatan tersebut, Wamentan tampak berbincang akrab dengan Wagub Abdullah Sani dan Candra Andika mengenai potensi serta tantangan pertanian lokal.

Sinergi Bersama Tani Merdeka

Ketua DPW Tani Merdeka Provinsi Jambi, Candra Andika, menyampaikan bahwa kehadiran Wamentan memberikan semangat baru bagi para petani di Jambi. Sebagai organisasi yang fokus pada kesejahteraan petani, Tani Merdeka berkomitmen mengawal program-program strategis kementerian agar tepat sasaran.

"Kami sangat bangga menyambut kedatangan Mas Dar di Jambi. Sebagai Panglima Tani Merdeka, kehadiran beliau menjadi bukti nyata perhatian pusat terhadap kedaulatan pangan di daerah, khususnya bagi kesejahteraan petani Jambi," ujar Candra Andika.

Fokus Kedaulatan Pangan

Kunjungan kerja ini dijadwalkan untuk meninjau sejumlah program prioritas nasional, termasuk koordinasi mengenai perluasan areal tanam dan peningkatan produksi pangan di Jambi. Wakil Gubernur Abdullah Sani berharap kunjungan ini dapat mempercepat pembangunan infrastruktur pertanian dan bantuan teknologi bagi petani Jambi.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan agenda pertemuan formal dan peninjauan lapangan guna memastikan keberlanjutan program pertanian di Provinsi Jambi tetap berjalan optimal. (*)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs