Hari Ke-4 Pencarian Janal Warga yang Hanyut di Sungai Sangir, Basarnas: Masih Nihil

Hari Ke-4 Pencarian Janal Warga yang Hanyut di Sungai Sangir, Basarnas: Masih Nihil

SOLOK SELATAN - Memasuki hari Keempat proses pencarian Janal (48) seorang warga asal Pelompek pasar Baru yang hanyut terseret arus dikawasan Air Terjun Nomor 2, Sungai Dalam, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), Senin (2/11/2026).

Proses pencarian korban hari keempat (Kamis, 5 November) belum membuahkan hasil, upaya pencarian akan dilanjutkan lagi besok, Jum'at (6/11)

"Hari ini hari keempat masih nihil, akan terus kami upayakan, jika tidak hari ini, semoga besok akan ditemukan" Ujar salah seorang tim pencari

Dalam proses pencarian pada hari keempat ini, Tim Gabungan yang terdiri dari Tim SAR Dari Solok Selatan, Tim BPBD Kerinci, TNKS, TNI-Polri serta pihak keluarga dan masyarakat dibagi menjadi 3 kelompok 

"Hari ini tim gabungan menyisir sampai beberapa kilometer dari lokasi korban jatuh, 

"mengingat medannya agak ekstrem dan disertai arus sungai yang cukup deras kami berharap kepada seluruh personil dan warga yang ikut dalam proses pencarian agar bisa menjaga diri dan ekstra hati-hati, jangan sampai nanti terjadi hal yang tidak-tidak" Ujar salah seorang tim SAR.

Selain menyusuri sungai dan juga darat, proses pencarian juga menggunakan drone 

Namun demikian, Hingga sore menjelang maghrib Korban belum juga ditemukan dan pencarian akan dilanjutkan besok (Rabu, 4 November) 

Laporan BASARNAS Padang

Sementara itu, Berdasarkan laporan Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Padang, peristiwa itu terjadi pada Senin (2/11) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, korban bersama rekannya menyeberangi sungai menggunakan tali. Namun, tali pegangan korban terputus sehingga ia terseret arus.

Satu rekan korban, Alex, 43, berhasil selamat. Sementara itu, Janal belum ditemukan.

Operasi pencarian, tim SAR gabungan mengerahkan tiga satuan pencarian (SRU) dengan luas area sekitar 17,5 kilometer. Tim melakukan penyisiran melalui jalur darat dan sungai.

Operasi SAR pada Rabu kemaren berakhir pukul 18.00 WIB dengan hasil nihil, Pencarian kembali dilanjutkan pada Kamis (5/11) mulai pukul 07.00 WIB.

Namun hingga hari keempat juga masih nihil

Pencarian melibatkan personel Unit Siaga SAR Solok Selatan, BPBD, TNI, Polri, petugas Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), serta masyarakat setempat.

(Adz / 🙇🏻 sumber Kantor SAR Padang)

Normalisasi Sungai di Siulak Diduga Asal Jadi, Tanggul Darurat Dibiarkan Hancur

Kerinci – Pengerjaan proyek normalisasi sungai di wilayah Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci, memicu sorotan tajam dari masyarakat. Meski proyek dikabarkan telah rampung, hasil akhir di lapangan justru menyisakan kondisi memprihatinkan yang dinilai dikerjakan asal jadi.

Pantauan langsung di lokasi aliran sungai di Siulak menunjukkan tanggul darurat berupa karung plastik berukuran besar (jumbo bag/geobag) kini dibiarkan hancur, robek parah, dan terbengkalai begitu saja. Ketiadaan pembersihan pasca-konstruksi (site clearance) membuat pemandangan di bantaran sungai tampak berantakan.

Robeknya anyaman karung-karung tersebut mengakibatkan material kerikil serta tanah urukan di dalamnya tumpah dan tercerai-berai. Kondisi ini membuat fungsi tanggul darurat menjadi tidak optimal, sehingga memicu kekhawatiran warga akan terjadinya erosi susulan saat debit air sungai kembali naik.

Selain masalah ancaman erosi, hamparan material karung plastik yang melapuk di dasar dan pinggiran sungai ini juga memicu masalah pencemaran lingkungan. Serat-serat plastik yang terurai berpotensi menjadi sampah mikroplastik yang merusak ekosistem perairan dan mencemari pasokan air ke wilayah hilir.

Baca Juga: Monadi dan Pahrizal Dampingi Perjuangan Kafilah Kerinci, Tujuh Peserta Lolos ke Final

Warga dan sejumlah aliansi masyarakat di Kabupaten Kerinci mendesak instansi terkait, termasuk pihak kontraktor pelaksana, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VI-memperketat fungsi pengawasan teknis dan mutu material agar anggaran negara miliaran rupiah tidak terbuang sia-sia untuk hasil yang rapuh.

Hingga berita ini diturunkan, Kamis (5/11/2026), Belum ada keterangan resmi dari BWS, masyarakat mendesak pihak kontraktor segera turun ke lapangan untuk membersihkan sampah material proyek yang terbengkalai demi menyelamatkan fungsi sungai dan kelestarian lingkungan.(ADZ/sbr: explorenews.id)

Kadis dan Sekretaris Kominfosta Beri Dukungan untuk Kafilah Kota Sungai Penuh, "Tampilkan Kemampuan Terbaik"

Jambi – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Kominfosta) Kota Sungai Penuh, H. Josrizal Helman, S.Si., Apt., bersama Sekretaris Kominfosta Gusdanir Dwinta, SE., mengunjungi Kafilah Kota Sungai Penuh di Kota Jambi, Kamis (5/11/2026).

Kunjungan berlangsung di lokasi pemondokan Kafilah Kota Sungai Penuh. H. Josrizal Helman dan Gusdanir Dwinta bertemu langsung dengan para peserta untuk melihat kondisi sekaligus kesiapan mereka menghadapi perlombaan.

Dalam kesempatan tersebut, H. Josrizal Helman memberikan dukungan dan motivasi kepada seluruh peserta. Ia meminta para peserta menjaga kesehatan, kekompakan, semangat, dan konsentrasi selama mengikuti perlombaan.

Baca Juga: 

Gebyar PAUD Kerinci 2026 Meriah! 500 Anak Unjuk Kreativitas di Danau Kerinci

Monadi dan Pahrizal Dampingi Perjuangan Kafilah Kerinci, Tujuh Peserta Lolos ke Final

“Kami hadir untuk memberikan dukungan dan semangat kepada seluruh peserta. Kami ingin memastikan kondisi mereka tetap baik dan siap mengikuti perlombaan,” kata H. Josrizal Helman.

Ia berharap seluruh peserta mampu tampil maksimal dan menunjukkan kemampuan terbaik dalam setiap perlombaan.

“Jaga semangat dan percaya diri. Tampilkan kemampuan terbaik, karena kalian membawa nama baik Kota Sungai Penuh. Kami berharap perjuangan ini membuahkan hasil yang membanggakan,” ujarnya.

Menurut H. Josrizal Helman, dukungan dari pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam menjaga semangat para peserta selama mengikuti kegiatan di Kota Jambi.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk tetap fokus dan tidak mudah terpengaruh oleh tekanan selama perlombaan.

“Kami percaya para peserta sudah mempersiapkan diri dengan baik. Tetap kompak, jaga kesehatan, dan berikan penampilan terbaik. Apa pun hasilnya nanti, kami tetap mengapresiasi perjuangan seluruh peserta,” tuturnya.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian Pemerintah Kota Sungai Penuh terhadap Kafilah Kota Sungai Penuh yang tengah berjuang dalam perlombaan di tingkat Provinsi Jambi.

Pemerintah berharap seluruh peserta mampu tampil percaya diri, meraih prestasi terbaik, serta membawa nama baik Kota Sungai Penuh.(*)

Gebyar PAUD Kerinci 2026 Meriah! 500 Anak Unjuk Kreativitas di Danau Kerinci

Gebyar PAUD Kerinci 2026 Meriah! 500 Anak Unjuk Kreativitas di Danau Kerinci.(adz)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Ratusan anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memadati kawasan Objek Wisata Danau Kerinci dalam kegiatan Gebyar PAUD Kabupaten Kerinci Tahun 2026. Mengusung semangat belajar sambil bergembira, kegiatan ini menghadirkan sekitar 500 anak dari berbagai kecamatan untuk menunjukkan kreativitas, keberanian, dan bakat mereka sejak usia dini.

Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si., secara resmi membuka Gebyar PAUD 2026. Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kerinci bersama Dinas Pendidikan terus mendorong penguatan pendidikan anak usia dini sebagai fondasi lahirnya generasi yang cerdas, kreatif, mandiri, dan berkarakter.

Baca Juga: Monadi dan Pahrizal Dampingi Perjuangan Kafilah Kerinci, Tujuh Peserta Lolos ke Final

Antusiasme anak-anak terlihat sejak awal acara. Mereka mengikuti berbagai perlombaan dengan penuh semangat, sementara guru pendamping dan orang tua turut memberikan dukungan agar setiap peserta tampil percaya diri.

Bupati Monadi Tekankan Pentingnya Pendidikan Anak Sejak Dini

Pembukaan Gebyar PAUD Kabupaten Kerinci Tahun 2026 turut menghadirkan Bunda PAUD Kabupaten Kerinci, Sekretaris Daerah Kabupaten Kerinci, Ketua Pokja Bunda PAUD, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci, serta jajaran pejabat eselon III dan IV di lingkungan Dinas Pendidikan.

Rangkaian acara diawali dengan laporan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci mengenai pelaksanaan Gebyar PAUD 2026. Selanjutnya, Bunda PAUD Kabupaten Kerinci menyampaikan sambutan sekaligus memberikan motivasi tentang pentingnya pendidikan anak usia dini.

Setelah itu, Bupati Kerinci menyampaikan arahan sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Monadi menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini memegang peranan penting dalam membangun fondasi masa depan generasi muda.

Menurutnya, anak-anak membutuhkan perhatian, pendampingan, dan ruang untuk mengembangkan potensi sejak usia dini. Sebab, pendidikan PAUD tidak hanya membantu perkembangan kecerdasan, tetapi juga membentuk karakter, kreativitas, keberanian, serta akhlak mulia.

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Kerinci terus mendorong sinergi antara pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat untuk menghadirkan pendidikan anak usia dini yang berkualitas.

500 Anak PAUD Tampilkan Bakat Lewat Lima Perlombaan

Gebyar PAUD Kerinci 2026 menghadirkan berbagai perlombaan menarik yang melibatkan sekitar 500 anak dari perwakilan PAUD setiap kecamatan dan lembaga Taman Kanak-Kanak (TK) se-Kabupaten Kerinci.

Adapun lima perlombaan yang memeriahkan kegiatan tersebut meliputi:

Lomba Mewarnai.

Lomba Fashion Show Muslim.

Lomba Doa Sehari-hari.

Lomba Senam Anak Indonesia Hebat.

Lomba Tari Kreasi Rangguk.

Melalui perlombaan tersebut, anak-anak memperoleh kesempatan untuk menyalurkan bakat sekaligus mengembangkan kemampuan diri.

Selain itu, setiap cabang lomba memiliki nilai edukasi tersendiri. Lomba mewarnai melatih kreativitas dan imajinasi, fashion show membangun keberanian, sedangkan lomba doa sehari-hari memperkenalkan nilai-nilai keagamaan.

Sementara itu, senam Anak Indonesia Hebat mengajak anak-anak membiasakan pola hidup sehat. Adapun Tari Kreasi Rangguk menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya lokal Kerinci sejak usia dini.

Dengan demikian, Gebyar PAUD tidak sekadar menghadirkan kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak.

Danau Kerinci Jadi Panggung Keceriaan, Hasil Lomba Diumumkan Hari Itu Juga

Pemilihan Objek Wisata Danau Kerinci sebagai lokasi kegiatan turut menghadirkan suasana istimewa. Keindahan alam dan panorama danau menciptakan nuansa yang asri sehingga menambah semarak Gebyar PAUD Kabupaten Kerinci Tahun 2026.

Menariknya, panitia langsung mengumumkan hasil perlombaan setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai. Dengan begitu, peserta, guru pendamping, dan orang tua dapat mengetahui hasil kompetisi pada hari yang sama.

Lebih dari sekadar ajang perlombaan, kegiatan ini juga mempertemukan berbagai lembaga PAUD dari seluruh kecamatan. Melalui momentum tersebut, para pendidik dapat mempererat silaturahmi, berbagi pengalaman, sekaligus meningkatkan semangat dalam mengembangkan kualitas pembelajaran anak usia dini.

Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci berharap Gebyar PAUD 2026 mampu memperkuat komitmen seluruh pihak dalam memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, menyenangkan, dan berorientasi pada perkembangan anak.

Pada akhirnya, investasi pendidikan sejak usia dini menjadi langkah penting untuk menyiapkan generasi penerus Kerinci yang unggul dan berdaya saing.

Gebyar PAUD Kabupaten Kerinci 2026: Berkumpul, Belajar, dan Bergembira Bersama, Wujudkan Anak Kerinci yang Cerdas Sejak Usia Dini.(adz)

Monadi dan Pahrizal Dampingi Perjuangan Kafilah Kerinci, Tujuh Peserta Lolos ke Final

JAMBI – Dukungan dan perhatian Pemerintah Kabupaten Kerinci terhadap perjuangan kafilah pada Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) ke-55 Tingkat Provinsi Jambi terus ditunjukkan.

Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si., turun langsung mengunjungi kafilah Kabupaten Kerinci di Kota Jambi, Rabu (4/11/2026). Kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan moril sekaligus motivasi bagi para peserta yang tengah berjuang mengharumkan nama Bumi Sakti Alam Kerinci.

Dalam kesempatan itu, Monadi memberikan arahan dan motivasi kepada seluruh anggota kafilah. Ia berharap para peserta tetap menjaga semangat, konsentrasi, serta kepercayaan diri dalam menghadapi setiap tahapan perlombaan, terutama bagi peserta yang berhasil melaju ke babak final.

Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Kerinci tersebut disambut antusias oleh para peserta dan pendamping kafilah.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kerinci, Herlius, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Monadi yang telah meluangkan waktu untuk memberikan dukungan secara langsung.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati Kerinci atas kunjungan, arahan, support, serta motivasi yang diberikan kepada seluruh kafilah. Kehadiran beliau menjadi penyemangat tersendiri bagi para peserta yang sedang berjuang membawa nama daerah,” ungkap Herlius.

Lebih lanjut, Herlius mengungkapkan bahwa hingga saat ini kafilah Kabupaten Kerinci berhasil meloloskan tujuh peserta ke babak final MTQH ke-55 Tingkat Provinsi Jambi.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi seluruh anggota kafilah untuk terus berjuang memberikan penampilan terbaik pada kompetisi keagamaan tingkat provinsi tersebut.

“Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Kabupaten Kerinci. Insyaallah, para peserta yang telah masuk final dapat memberikan penampilan maksimal dan meraih prestasi terbaik, sehingga mampu mengharumkan nama baik Kabupaten Kerinci,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Kerinci, Pahrizal, yang turut mendampingi kafilah selama mengikuti MTQH ke-55, juga menyampaikan dukungan dan apresiasi terhadap perjuangan para peserta.

Menurut Pahrizal, keikutsertaan kafilah Kabupaten Kerinci dalam MTQH bukan sekadar mengikuti perlombaan, tetapi juga menjadi momentum untuk menunjukkan kualitas generasi Qurani serta meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an dan Hadis.

Ia berharap seluruh peserta, khususnya tujuh orang yang telah berhasil melaju ke babak final, dapat mempersiapkan diri secara maksimal, menjaga kesehatan, serta tampil dengan penuh percaya diri.

Pahrizal juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Kerinci untuk terus memberikan doa dan dukungan agar kafilah Kerinci mampu meraih prestasi terbaik dan membawa kebanggaan bagi daerah.

Dukungan langsung dari Bupati Monadi bersama pendampingan Kementerian Agama diharapkan semakin meningkatkan semangat dan kepercayaan diri para peserta dalam menghadapi babak final.

Pemerintah Kabupaten Kerinci optimistis, melalui kerja keras, doa, dan kebersamaan seluruh pihak, kafilah Kerinci dapat menorehkan prestasi membanggakan pada MTQH ke-55 Tingkat Provinsi Jambi.(Adz)

Lebih Dekat dengan Edi Purwanto: Konflik Lahan Menjadi Disertasi untuk Keadilan di Tanah Jambi

 

Opini Oleh: Martayadi Tajuddin *

Jika ada satu persoalan yang paling banyak meninggalkan luka di Provinsi Jambi, itu bukanlah jalan rusak atau banjir musiman, melainkan konflik lahan. Konflik antara masyarakat, khususnya Suku Anak Dalam, dengan korporasi pemegang Hak Guna Usaha adalah cerita yang berulang setiap tahun, berganti nama desa, berganti nama perusahaan, tetapi polanya tetap sama. Masyarakat mengklaim tanah ulayat, perusahaan menunjukkan sertifikat dari Jakarta, negara hadir terlambat dan seringkali hadir sebagai juru sita, bukan sebagai pelindung.

Di tengah kebuntuan yang hampir menjadi takdir itulah, sebuah peristiwa akademik yang dilakukan seorang politisi menjadi relevan untuk kita bedah secara serius.

Pada tahun 2024, Edi Purwanto, yang saat itu masih menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Jambi, menyelesaikan studi doktoralnya di Universitas Jambi dengan disertasi berjudul Politik Hukum Penyelesaian Konflik Lahan yang Berkeadilan di Indonesia. Di negeri di mana banyak gelar doktor politisi diperoleh dari tema yang jauh dari kerja politiknya, pilihan tema ini adalah sebuah pernyataan politik tersendiri. Ia tidak menulis tentang strategi pemenangan pemilu atau tentang komunikasi politik. Ia menulis tentang konflik yang pernah ia coba urai saat membentuk Pansus Konflik Lahan DPRD Provinsi Jambi. Artinya, ia mengubah frustrasinya sebagai Ketua DPRD yang berhadapan dengan buntu nya penyelesaian konflik menjadi sebuah kerja intelektual.

Mengapa ini penting? Karena selama ini penyelesaian konflik lahan di Indonesia, termasuk di Jambi, selalu terjebak dalam dua jebakan. Jebakan pertama adalah penyelesaian legal-formal yang kaku, di mana siapa yang punya sertifikat dialah yang menang, tanpa pernah memeriksa bagaimana sertifikat itu diperoleh dan sejarah penguasaan lahan sebelumnya. Jebakan kedua adalah penyelesaian politik-transaksional, di mana konflik diselesaikan dengan ganti rugi yang tidak seimbang di bawah tekanan, lalu dianggap selesai, padahal bara nya masih menyala.

Disertasi Edi, jika kita baca benang merahnya, mencoba menawarkan jalan ketiga, yaitu politik hukum yang berkeadilan. Ia mencoba mengatakan bahwa hukum penyelesaian konflik lahan tidak boleh netral, ia harus berpihak pada keadilan substantif, terutama pada kelompok rentan seperti Suku Anak Dalam.

Tentu saja, sebuah disertasi tidak akan otomatis menyelesaikan satu pun konflik di lapangan. Suku Anak Dalam di Bukit Dua Belas tidak akan tiba-tiba mendapatkan kembali tanahnya hanya karena ada seorang doktor baru di Senayan. Tetapi nilai dari sebuah disertasi yang ditulis oleh seorang politisi yang sedang memegang kekuasaan bukanlah pada tebalnya naskah, melainkan pada komitmen moral yang mengikat penulisnya.

Ketika seorang politisi telah menulis secara akademik bahwa penyelesaian konflik lahan harus berkeadilan, maka ia telah mengikat dirinya sendiri pada standar yang lebih tinggi daripada janji kampanye. Janji kampanye bisa dilupakan, tetapi karya akademik akan terus ditagih oleh publik dan oleh sejarah.

Di sinilah letak ujian intelektual bagi Edi Purwanto yang kini duduk di Komisi V DPR RI. Komisi V memang membidangi infrastruktur dan perhubungan, bukan secara langsung membidangi agraria yang ada di Komisi II. Tetapi infrastruktur di Jambi tidak bisa dipisahkan dari konflik lahan. Jalan tol, jalan nasional, bendungan, dan perumahan yang menjadi mitra kerja Komisi V semuanya berdiri di atas tanah yang berpotensi konflik. Pertanyaannya adalah apakah kerangka berpikir berkeadilan yang ia tulis dalam disertasinya akan ia bawa juga saat membahas pembangunan infrastruktur? Apakah ia akan berani mengatakan bahwa pembangunan jalan tidak boleh menggusur masyarakat adat tanpa penyelesaian yang adil? Apakah ia akan berani mendorong agar setiap proyek infrastruktur yang didanai APBN di Jambi harus melewati audit konflik lahan terlebih dahulu?

Jambi membutuhkan lebih dari sekadar politisi yang bisa memadamkan api konflik. Kita sudah terlalu sering melihat politisi datang ke lokasi konflik, berfoto bersama warga, memberikan sembako, lalu pergi dan konflik kembali meletus sebulan kemudian.

Yang kita butuhkan adalah politisi yang mampu membangun sistem pencegahan konflik. Dan sistem itu hanya bisa dibangun oleh orang yang memahami anatomi konflik secara akademik dan politik sekaligus. Pengalaman membentuk Pansus memberikan pemahaman politiknya, disertasi memberikan kedalaman akademiknya. Kombinasi inilah yang membuat posisinya unik.

Namun kita juga harus jujur untuk bersikap kritis. Disertasi adalah satu hal, keberanian politik adalah hal lain. Sejarah Jambi mencatat banyak politisi yang fasih berbicara tentang keadilan agraria saat berada di daerah, tetapi menjadi bungkam saat berada di Jakarta, di mana lobi korporasi jauh lebih kuat daripada suara Suku Anak Dalam.

Ujian sesungguhnya bagi Edi bukanlah apakah ia mampu mempertahankan gelar doktornya, melainkan apakah ia mampu mempertahankan keberpihakannya ketika berhadapan dengan kepentingan modal besar yang selama ini menjadi aktor utama dalam konflik lahan di Jambi. Apakah ia akan menjadi seperti kebanyakan politisi yang disertasinya progresif tetapi tindakannya konservatif, atau ia akan menjadi pengecualian?

Opini ini sengaja ditulis bukan untuk memuji, melainkan untuk mengunci. Ketika seseorang telah memilih untuk mengikat dirinya pada tema keadilan lahan sebagai identitas intelektualnya, maka publik berhak untuk menagihnya terus-menerus. Setiap kali ada konflik baru antara SAD dan perusahaan di Batanghari, Sarolangun, atau Tebo, publik berhak bertanya, di mana politik hukum berkeadilan yang pernah ia tulis itu? Dan justru di situlah letak kekuatan branding akademis yang sesungguhnya.

Branding yang paling kuat bukanlah branding yang membuat politisi terlihat hebat, melainkan branding yang membuat politisi terikat pada janji intelektualnya sendiri.

Jika Edi Purwanto konsisten, maka disertasi itu bukan akhir dari perjalanan akademisnya, melainkan awal dari kerja politiknya yang paling substansial. Dan jika itu terjadi, maka Jambi untuk pertama kalinya akan memiliki seorang politisi yang tidak hanya menyelesaikan konflik lahan dengan cara-cara lama, tetapi mencoba menyelesaikannya dengan kerangka keadilan yang ia rumuskan sendiri. (*)

* Penulis ialah Pengamat Kebijakan Publik dan Pembangunan Daerah

Dua Kepala Sekolah Terdakwa Korupsi Alat Praktik SMK Bersaksi dalam Sidang di Pengadilan Tipikor Jambi

 

Tiga kepala sekolah bersaksi dalam sidang korupsi alat praktik SMK di Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Rabu (4/11/2026). Dua dari tiga saksi dalam sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Jambi itu ternyata berstatus terdakwa dalam perkara korupsi lainnya. (Ist)

JAMBI - Persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan alat praktik SMK pada Dinas Pendidikan Provinsi Jambi dengan terdakwa Varial Adhi Putra, Bukri, dan David Hadi Usman menghadirkan fakta menarik.

Dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi, Rabu (4/11/2026), dua dari tiga orang saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) ternyata berstatus sebagai terdakwa dalam perkara korupsi lainnya.

Ketiga saksi yang dimintai keterangan yakni Mashuri, mantan Kepala SMKN 12 Bungo; Ahmad Subhan, mantan Kepala SMKN 4 Tanjung Jabung Timur; serta Joni Afrizal, Kepala SMKN 9 Tebo.

Mashuri diketahui merupakan terdakwa dalam perkara dugaan korupsi penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMAN 2 Bungo.

Sementara itu, Ahmad Subhan juga berstatus terdakwa dalam perkara dugaan korupsi pembangunan gedung sarana dan prasarana SMKN 4 Tanjung Jabung Timur.

Ia dijadwalkan menjalani sidang perdana pada Kamis (5/11/2026).

Ketiganya dihadirkan untuk memberikan keterangan terkait pengadaan peralatan praktik SMK serta pemanfaatannya di masing-masing sekolah.

Dalam persidangan, JPU mendalami proses penerimaan barang hasil pengadaan peralatan multimedia dan busana di sejumlah sekolah.

Di hadapan majelis hakim, para saksi menerangkan bahwa pengiriman peralatan dilakukan dalam tiga tahap selama Agustus 2022.

Salah satu pembahasan dalam persidangan berkaitan dengan peralatan praktik busana yang diterima SMKN 4 Tanjabtim.

Barang yang diterima sekolah tersebut di antaranya gunting listrik bulat, gunting tegak, dan mesin pembuat lubang kancing.

Saksi menjelaskan, sebagian peralatan memang telah digunakan untuk menunjang kegiatan praktik siswa.

Namun, beberapa alat lainnya tergolong jarang dimanfaatkan.

"Gunting tegak dan mesin pembuat lubang kancing jarang digunakan," kata saksi di persidangan.

Sementara itu, saksi Joni Afrizal mengungkapkan bahwa sebagian besar peralatan praktik yang diterima sekolah pada dasarnya sudah dapat digunakan oleh pihak sekolah maupun siswa.

Rugikan Negara Rp21,8 Miliar

Untuk diketahui, dalam perkara ini Varial Adhi Putra didakwa bersama David Hadi Usman dan Bukri.

Perkara tersebut merupakan pengembangan kasus dugaan korupsi pengadaan peralatan praktik utama Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik SMK pada Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2022.

Proyek pengadaan tersebut memiliki pagu anggaran sekitar Rp62,1 miliar yang terbagi dalam 30 paket pengadaan peralatan praktik untuk SMK di Provinsi Jambi.

Namun, dalam pelaksanaannya ditemukan sejumlah persoalan, mulai dari dugaan ketidaksesuaian spesifikasi peralatan hingga permasalahan dalam proses pengadaan.

Akibat dugaan penyimpangan tersebut, negara diperkirakan mengalami kerugian keuangan mencapai Rp21,8 miliar.

Sebelumnya, perkara korupsi pengadaan alat praktik SMK ini juga telah menyeret sejumlah pihak lainnya ke meja hijau.

Empat terdakwa dalam perkara terkait, yakni Rudy Wage, Endah Susanti, Wawan Setiawan, dan Zainul Haviz, telah menjalani proses persidangan dan dijatuhi vonis oleh Pengadilan Negeri Jambi.(Red)

Wako Alfin Terima Sirih Undangan Kenduri Sko dari Tokoh Adat Tigo Luhah Semurup

Wako Alfin Terima Sirih Undangan Kenduri Sko dari Tokoh Adat Tigo Luhah Semurup.(Ist)

SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM – Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, S.H., menerima kunjungan tokoh adat dan anak batino Tigo Luhah Semurup yang mengantarkan sirih serta undangan Kenduri Sko. Kunjungan tersebut berlangsung di Ruang Kerja Wali Kota Sungai Penuh, Rabu (4/11/2026), sebagai bentuk silaturahmi sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat adat.

Wako Alfin bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyambut kedatangan rombongan dengan hangat. Suasana pertemuan berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan.

Dalam kunjungan tersebut, tokoh adat Tigo Luhah Semurup menyerahkan sirih dan undangan secara langsung kepada Wali Kota Alfin untuk menghadiri Kenduri Sko yang akan berlangsung pada Sabtu, 7 November 2026.

Baca Juga:

Wali Kota Alfin Bahas Prioritas Pembangunan Kota Sungai Penuh di Forum REBOAN Kemendagri

Wawako Azhar Hamzah Melauncing Program 'Juara Mas' Dukcapil, Pelayanan Adminduk Warga Kian Mudah

Tablig Akbar Bersama Buya Ristawandi Datu Marajo Batungkek Ameh, Terbuka untuk Umum, Disini Lokasinya!

Melalui kunjungan itu, para tokoh adat berharap Wali Kota Alfin dapat hadir dalam rangkaian kegiatan Kenduri Sko. Kehadiran kepala daerah juga menjadi bentuk perhatian dan dukungan pemerintah terhadap pelestarian adat istiadat serta budaya Kerinci.

Wako Alfin menyambut baik kunjungan dan undangan tersebut. Ia mengapresiasi upaya para tokoh adat dalam menjaga tradisi dan warisan leluhur yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh.

Menurutnya, hubungan yang harmonis antara pemerintah daerah dan pemangku adat memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong sinergi dengan masyarakat adat dalam melestarikan tradisi dan memperkuat identitas budaya daerah.

Silaturahmi tersebut mencerminkan semangat kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat adat. Melalui Kenduri Sko, masyarakat tidak hanya merawat tradisi leluhur, tetapi juga mewariskan nilai-nilai adat kepada generasi penerus.(Adz)m

Belum Sebulan di BNN, Mantan Kapolda Jambi Irjen Krisno Dimutasi Lagi

Irjen Pol. Krisno H Siregar kembali dimutasi pada 2 November 2026.(iST) 

JAMBI, MERDEKAPOST.COM - Belum sebulan dinas di BNN, mantan Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar kembali dimutasi pada November 2026.

Pada mutasi terbaru Polri yakni pada 2 November 2026, Irjen Pol krisno Halomoan Siregar kembali pindah dinas.

Sebelumnya, pada September 2026, Irjen Krisno H Siregar dimutasi dari Kapolda Jambi menjadi  Pati Bareskrim Polri dalam rangka penugasan luar struktur dan mengemban jabatan baru sebagai Deputi Bidang Hukum dan Kerjasama BNN RI.

Pada mutasi November 2026, Krisno H Siregar dimutasi lagi menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Pidnarkoba Bareskrim Polri.

Mutasi Krisno H Siregar ini sesuai Surat Telegram Kapolri dengan nomor ST/2467/XI/KEP./2026 tertanggal 2 November 2026.

Total ada 264 personel yang mengalami pergeseran jabatan, mulai dari tingkat perwira tinggi berdarah jenderal bintang dua dan bintang satu, hingga para perwira menengah berpangkat kombes dan AKBP. 

Mutasi ini mencakup penugasan baru di dalam maupun di luar struktur organisasi Polri, penugasan khusus pada kementerian/lembaga negara, hingga persiapan dalam rangka masa pensiun dan peningkatan kapasitas pengembangan pendidikan kepemimpinan (dikbangti).

Melalui instruksi yang tercantum di dalam telegram tersebut, para pati dan pamen yang dimutasi diminta untuk segera melaksanakan tugas di jabatan yang baru selambat-lambatnya 14 hari terhitung sejak tanggal penetapan keputusan mutasi tersebut dikeluarkan. (*)

Wali Kota Alfin Bahas Prioritas Pembangunan Kota Sungai Penuh di Forum REBOAN Kemendagri

Wali Kota Alfin Bahas Prioritas Pembangunan Sungai Penuh di Forum REBOAN Kemendagri.(Ist)

SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM – Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, S.H., memanfaatkan forum REBOAN (Rembuk dan Bincang-Bincang Otonomi Daerah) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menyampaikan sejumlah prioritas pembangunan daerah. Agenda tersebut mencakup peningkatan sektor pendidikan, kesehatan, pengendalian banjir, hingga pembangunan infrastruktur perkotaan.

Alfin mengikuti kegiatan tersebut secara daring melalui Zoom Meeting dari Ruang Pola Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Rabu (4/11/2026). Ia didampingi para asisten dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh.

Baca Juga: Tablig Akbar Bersama Buya Ristawandi Datu Marajo Batungkek Ameh, Terbuka untuk Umum, Disini Lokasinya!

Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri memimpin kegiatan tersebut. Sejumlah kepala daerah, Sekretaris Jenderal kementerian, serta direktur lembaga terkait turut mengikuti forum tersebut.

REBOAN menjadi ruang komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat koordinasi, menyelaraskan kebijakan, serta membahas berbagai persoalan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Dalam forum tersebut, Alfin memaparkan kondisi umum Kota Sungai Penuh, perkembangan pendapatan asli daerah (PAD), serta tata kelola pemerintahan. Ia juga menyampaikan sejumlah tantangan yang membutuhkan perhatian dan dukungan pemerintah pusat.

Selain itu, Alfin berdiskusi dengan Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri mengenai berbagai persoalan daerah. Ia berharap koordinasi tersebut dapat membuka peluang dukungan pemerintah pusat untuk memperkuat pelaksanaan otonomi daerah di Kota Sungai Penuh.

Baca Juga: Wawako Azhar Hamzah Melauncing Program 'Juara Mas' Dukcapil, Pelayanan Adminduk Warga Kian Mudah

Alfin juga menegaskan sejumlah agenda pembangunan yang menjadi prioritas Pemerintah Kota Sungai Penuh. Prioritas tersebut meliputi peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pengendalian banjir, penguatan sektor pertanian, serta pembenahan pengelolaan persampahan.

Pemerintah Kota Sungai Penuh juga memprioritaskan penataan pasar, revitalisasi Alun-Alun Kota, hingga pembangunan flyover untuk mendukung peningkatan infrastruktur dan kelancaran aktivitas masyarakat.

Melalui forum REBOAN, Alfin berharap pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Sungai Penuh semakin memperkuat sinergi dalam menyelesaikan berbagai persoalan daerah.

Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong kesejahteraan masyarakat Kota Sungai Penuh.(Adz)

Wawako Azhar Hamzah Melauncing Program 'Juara Mas' Dukcapil, Pelayanan Adminduk Warga Kian Mudah

Wawako Azhar Hamzah Melauncing Program  'Juara Mas' Dukcapil, Pelayanan Adminduk Warga Kian Mudah.(iST)

SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM – Pemerintah Kota Sungai Penuh menghadirkan inovasi pelayanan administrasi kependudukan melalui Program Sungai Penuh Melayani dengan meluncurkan Mobil Pelayanan Dukcapil. Program ini bertujuan mendekatkan layanan kepada masyarakat, terutama warga lanjut usia, penyandang disabilitas, orang sakit, serta masyarakat yang memiliki keterbatasan mobilitas.

Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, melaunching program tersebut di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Sungai Penuh, Selasa (3/11/26).

Program yang mengusung semangat JUARA MAS (Jemput dan Antar Urusan Administrasi Kependudukan untuk Masyarakat) ini menjadi salah satu inovasi Pemkot Sungai Penuh untuk mempermudah masyarakat mengakses berbagai layanan administrasi kependudukan tanpa harus menghadapi kendala jarak dan transportasi.

Dalam sambutannya, Azhar Hamzah mengatakan kehadiran Mobil Pelayanan Dukcapil merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Ia berharap masyarakat dapat memperoleh layanan administrasi kependudukan secara lebih mudah, cepat, efektif, dan merata.

Baca Juga: TABLIG AKBAR BERSAMA BUYA RISTAWARDI DATUK MARAJO BATUNGKEK AMEH, TERBUKA UNTUK UMUM

Menurut Azhar, pemerintah harus memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses pelayanan administrasi kependudukan tanpa terkendala kondisi fisik, jarak, maupun keterbatasan lainnya.

"Kita ingin memastikan bahwa pelayanan administrasi kependudukan dapat diakses oleh seluruh masyarakat. Pemerintah harus hadir memberikan kemudahan dan memastikan tidak ada masyarakat yang mengalami kesulitan dalam memperoleh hak pelayanan administrasi kependudukan," ungkap Azhar.

Ia juga berharap mobil pelayanan tersebut mampu memperluas jangkauan layanan Dukcapil sekaligus meningkatkan respons pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok rentan yang membutuhkan pelayanan khusus.

Dalam kegiatan itu, Azhar Hamzah bersama Kepala Dinas Dukcapil, Kepala Dinas Sosial, dan jajaran terkait meresmikan operasional Mobil Pelayanan Dukcapil melalui prosesi pemotongan pita.

Melalui program Sungai Penuh Melayani, Pemkot Sungai Penuh berupaya menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan yang semakin dekat dengan masyarakat. Kehadiran mobil pelayanan ini diharapkan dapat memangkas kendala akses sekaligus mempermudah warga dalam mengurus dokumen kependudukan.(Adz)

Warga Merangin Nilai Edi Purwanto Berpotensi Jadi Penerus Al Haris Pimpin Jambi

 

Merdekapost.com – Meski pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi masih beberapa tahun ke depan, nama Edi Purwanto mulai mencuat sebagai salah satu figur yang dinilai berpotensi melanjutkan kepemimpinan Dr. H. Al Haris sebagai Gubernur Jambi.

Edi Purwanto saat ini menjabat sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan periode 2024–2029. Sebelumnya, ia pernah menduduki posisi Ketua DPRD Provinsi Jambi periode 2019–2024.

Politikus kelahiran Batu Putih, Kabupaten Sarolangun, 4 Juli 1980 tersebut dinilai memiliki pengalaman politik dan kapasitas yang cukup untuk berkontribusi dalam pembangunan Provinsi Jambi.

Pandangan tersebut disampaikan Sobri, warga Bangko, Kabupaten Merangin. Menurutnya, Edi Purwanto merupakan salah satu figur yang patut diperhitungkan apabila nantinya memutuskan maju dalam kontestasi Pilgub Jambi.

Ia menilai, selain memiliki usia yang relatif muda, Edi juga telah memiliki pengalaman di lembaga legislatif, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

“Saya menilai Edi Purwanto merupakan salah satu kandidat yang sangat diperhitungkan jika nantinya maju pada Pilgub Jambi. Beliau masih muda dan memiliki pengalaman dalam berbagai bidang,” ujar Sobri.

Sobri juga menilai kiprah Edi Purwanto selama menjabat sebagai anggota DPR RI telah menunjukkan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat melalui sejumlah program kerja.

Ia mencontohkan pembangunan Jalur Dua Pasar Singkut yang disebutnya sebagai salah satu bentuk kontribusi nyata Edi Purwanto bagi masyarakat.

“Jalur Dua Pasar Singkut menjadi salah satu bukti bahwa Edi Purwanto benar-benar memperjuangkan kepentingan masyarakat,” tambahnya.

Senada dengan Sobri, Rina, warga Bangko lainnya, turut memberikan pandangan positif terhadap sosok Edi Purwanto. Ia menilai Edi merupakan salah satu aset penting yang dimiliki Provinsi Jambi.

Menurut Rina, pengalaman dan kiprah Edi di dunia politik menjadi modal tersendiri apabila ke depan dirinya memiliki keinginan untuk maju sebagai calon Gubernur Jambi.

“Edi Purwanto bukan hanya seorang Anggota DPR RI, tetapi juga merupakan aset Provinsi Jambi. Jika memang nantinya beliau maju dalam Pilgub Jambi, tentu kami mendukung,” ungkap Rina.

Meski demikian, dinamika politik menuju Pilgub Jambi mendatang masih sangat terbuka. Berbagai kemungkinan dan figur potensial diperkirakan akan mewarnai kontestasi politik di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.

Dukungan dan aspirasi masyarakat terhadap sejumlah tokoh pun menjadi bagian dari dinamika demokrasi yang terus berkembang di Provinsi Jambi.(*)

Tablig Akbar Bersama Buya Ristawandi Datu Marajo Batungkek Ameh, Terbuka untuk Umum, Disini Lokasinya!


 Merdekapost.com | Sungai Penuh - Masyarakat Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci diajak untuk menghadiri kegiatan Tabligh Akbar bersama Buya Ristawardi, Datuk Marajo Batungkek Ameh.

Kegiatan keagamaan ini mengangkat tema “Memahami Hakikat Rezeki dan Cara Meraihnya dengan Hati yang Tenang.”

Tabligh Akbar tersebut akan dilaksanakan di dua lokasi berbeda, yakni:

1. Lokasi Pertama

- Hari: Sabtu, 7 November 2026

- Waktu: Pukul 19.30 WIB

- Tempat: Masjid Baiturrahman, Kota Sungai Penuh.

2. Lokasi Kedua

- Hari: Minggu, 8 November 2026

- Waktu: Pukul 13.30 WIB

- Tempat: Masjid Al Jadid, Tanjung Pauh Mudik, Kabupaten Kerinci.

Melalui kegiatan ini, jamaah diharapkan dapat memperoleh pemahaman lebih mendalam tentang hakikat rezeki, bagaimana menyikapinya, serta cara menjemput rezeki sesuai tuntunan agama dengan penuh rasa syukur, ikhtiar, tawakal, dan hati yang tenang.

Tabligh Akbar ini terbuka untuk umum. Seluruh lapisan masyarakat, baik dari Kota Sungai Penuh maupun Kabupaten Kerinci, diundang untuk hadir dan bersama-sama mengambil hikmah serta ilmu dari tausiah yang disampaikan.

Mari manfaatkan kesempatan ini untuk memperkuat keimanan, memperdalam ilmu agama, dan memahami bahwa rezeki bukan hanya tentang banyaknya harta, tetapi juga tentang keberkahan dan ketenangan hidup.

Jangan lewatkan kesempatan berharga ini. Ajak keluarga, sahabat, dan masyarakat untuk hadir!

Tiga Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo Ditahan di Rutan Mabes Polri

Polri mengumumkan tiga tersangka penyadapan Presiden RI Prabowo Subianto, Selasa (3/11/2026). Tiga tersangka itu yakni Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Irjen Pol Ahrie Sonta Nasution, dan Irjen Pol Eko Hadi Santoso.(Ist) 

JAKARTA - Polri menetapkan tiga perwira tinggi sebagai tersangka dalam kasus dugaan akses ilegal atau penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Ketiga tersangka tersebut yakni Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Irjen Pol Ahrie Sonta Nasution, dan Irjen Pol Eko Hadi Santoso.

Penetapan tersangka diumumkan Kabareskrim Polri Komjen Pol Asep Safrudin dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Asep menjelaskan, penetapan ketiga orang tersebut dilakukan setelah penyidik melakukan serangkaian proses penyidikan.

“Berdasarkan hasil penyidikan, penyidik telah menetapkan terhadap 3 orang tersangka dengan inisial LSP,” kata Asep, Selasa (3/11/2026).

Penetapan tersangka diumumkan Kabareskrim Polri Komjen Pol Asep Safrudin dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (3/11/2026).(Ist)

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, ketiganya langsung ditahan di rumah tahanan (rutan) Mabes Polri.

"Terhadap tersangka, kita tahan di Rutan Mabes Polri," kata Kabareskrim Polri Komjen Asep Safrudin dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Asep menyebut, penyidik belum bisa mengungkap seluruh detail perkara tersebut karena proses penyidikan masih berlangsung.

Menurutnya, diperlukan waktu untuk membongkar fakta-fakta dalam kasus dugaan penyadapan tersebut.

"Ini adalah proses awal. Enggak mungkin kami dalam kurun waktu 24 jam menjelaskan dan membongkar semua," ucapnya.

Diduga Terlibat Penyadapan

Dalam perkara ini, ketiga tersangka diduga terlibat dalam praktik penyadapan tanpa prosedur terhadap Presiden Prabowo Subianto, sejumlah pejabat negara, tokoh politik, media, organisasi masyarakat, hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Kabareskrim Polri Komjen Asep Safrudin menyebut, ketiga tersangka masing-masing memiliki inisial LSP, ASN, dan EH.

Mereka adalah Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, mantan sekretaris pribadinya Irjen Pol Ahrie Sonta Nasution, serta Irjen Pol Eko Hadi Santoso yang menjabat sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.

“Terhadap para tersangka tersebut diduga melakukan penyadapan tanpa prosedural terhadap Presiden RI, pejabat negara tokoh politik, media, tokoh ormas, LSM,” ucap dia.

Sementara itu, satu perwira tinggi Polri lainnya, yakni Irjen Slamet Uliandi, masih berstatus sebagai saksi.

Ia merupakan perwira tinggi Bareskrim Polri yang saat ini bertugas di luar struktur.

"Penyidik menetapkan tiga tersangka inisial LSP, ASN, EH dan satu orang saksi inisial SU," kata Asep di Bareskrim Polri.(Adz)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs