Nindya Eltsani, Siswi Sungai Penuh Pembawa Bendera Pusaka di Kirab Monas HUT RI ke-81

Nindya Eltsani Pembawa Bendera Pusaka di Kirab MonasNindya Eltsani Fawwaz, saat bertugas membawa bendera pusaka Merah Putih menaiki Kereta Kencana Garuda Prabayaksa. (Tangkapan Layar) 

SUNGAI PENUH – Suasana peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Jakarta berlangsung penuh khidmat dan meriah pada Senin (17/8/2026). Salah satu momen paling menarik perhatian publik adalah prosesi Kirab Merah Putih dari Monumen Nasional (Monas) menuju Istana Merdeka dan sebaliknya.

Dua purna Paskibraka Duta Pancasila 2025 tampil memukau mengemban amanah besar tersebut.

Nindya Eltsani Fawwaz, siswi SMAN 2 Kota Sungai Penuh asal Provinsi Jambi, bertugas membawa bendera pusaka Merah Putih. Nindya merupakan siswi SMAN 2 Kota Sungai Penuh, kelahiran Padang, 27 Juni 2009.

Sementara itu, Bianca Alessia Christabella Lantang dari Sulawesi Utara bertugas membawa naskah proklamasi. Bianca merupakan siswi SMA Lentera Harapan Tomohon dan lahir di Manado pada 28 Februari 2009.

Nindya dan Bianca menaiki Kereta Kencana Garuda Prabayaksa sepanjang rute kirab. Kereta istimewa buatan Sleman, Yogyakarta ini membawa makna mendalam. Nama “Garuda Prabayaksa” mengandungi arti cahaya besar atau cahaya terang yang memancar.

Perjalanan kereta kencana ini juga menghadirkan pemandangan megah. Pasukan pengawal mengiringi sepanjang jalan, terdiri dari: 45 pasukan motor kawal Polisi Militer, Drum Corps Pelopor Cendrawasih Akademi Kepolisian, 114 Resimen Kavaleri Berkuda Ronggolawe, dan 78 pasukan Kerajaan Nusantara.

Rangkaian kirab ini terbagi dalam dua tahap utama. Sebelum upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi mulai, Sultana Najwa (DKI Jakarta) dan Aliah Sakira (Sulawesi Selatan) lebih dahulu menyerahkan bendera serta teks proklamasi menuju Istana Merdeka.

Setelah seluruh upacara usai, giliran Nindya dan Bianca yang mengembalikan kedua benda bersejarah tersebut kembali ke Monas. Penampilan anggun dan disiplin para purna Paskibraka ini tidak hanya menyempurnakan prosesi HUT RI ke-81, tetapi juga menginspirasi generasi muda di seluruh penjuru negeri. (**)

HUT RI ke-81, Kerinci Teguhkan Semangat Persatuan dan Pengabdian

Kerinci - Khidmat dan penuh nasionalisme, Bupati Kerinci Monadi memimpin langsung Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor Bupati Kerinci, Bukit Tengah, Siulak, Minggu (17/8/2026).

Dengan mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, peringatan kemerdekaan menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperkuat tekad bersama dalam membangun Kerinci yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan.

Suksesnya Paskibraka menjalankan tugas mengibarkan Sang Merah Putih menjadi salah satu momen penuh kebanggaan dalam upacara tahun ini.

Bupati Monadi mengajak seluruh masyarakat Kerinci untuk terus menjaga persatuan, mempererat persaudaraan, serta mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata dan kontribusi terbaik bagi daerah.

Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia

Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.

Kerinci Bersatu, Kerinci Maju

(Adz)

Profil dan Biodata Achmad Fachri M, Putra Jambi Komandan Kelompok 8 Paskibraka Nasional

PASKIBRAKA NASIONAL - Achmad Fachri Mubarok, siswa SMK Negeri 1 Kota Jambi, saat menjalankan tugas sebagai Paskibraka di Istana Negara, Senin (17/8/2026). 

JAMBI - Putra asal Jambi, Achmad Fachri Mubarok, mendapat kepercayaan menjadi Komandan Kelompok 8 dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Siswa SMK Negeri 1 Kota Jambi tersebut tergabung dalam tim Paskibraka Nasional dengan tema "Indonesia Berdaulat" di Istana Negara setelah melewati rangkaian seleksi dari tingkat daerah hingga nasional.

Di balik perannya dalam upacara kenegaraan tersebut, Fachri dikenal sebagai remaja yang sederhana dan mudah bergaul.

Lalu, bagaimana sosok Fachri? 

Profil dan Biodata Achmad Fachri Mubarok

Berikut profil dan biodata singkat Achmad Fachri Mubarok, Paskibraka asal Jambi.

Nama Lengkap: Achmad Fachri Mubarok

Tempat dan Tanggal Lahir: Kota Jambi, 29 Agustus 2009 (16 tahun)

Nama Orang Tua: Selamet Riyadi (ayah), Sukma Dewi (ibu)

Tinggi Badan: 177 cm

Berat Badan: 68 kg

Golongan Darah: AB

Asal Sekolah: SMK Negeri 1 Kota Jambi

Sosok yang Sederhana

Di lingkungan sekolah, Fachri disebut tidak pernah menunjukkan sikap berbeda meski telah meraih prestasi hingga tingkat nasional.

Ia justru dikenal sebagai siswa yang sopan, tidak sombong, serta peduli terhadap teman-temannya.

Kepala SMK Negeri 1 Kota Jambi, Repreanis, mengatakan Fachri memiliki kepribadian yang baik dan sederhana.

"Dia memiliki kepribadian yang baik dan sangat sederhana. Selain itu, dia juga sangat peduli dengan teman-temannya," ujar Repreanis Senin (17/8/2026).

Salah satu hal yang masih diingat pihak sekolah adalah kebiasaan Fachri ketika mendapat rezeki lebih.

Ia pernah membelikan es krim untuk teman-teman satu kelasnya.

Bagi pihak sekolah, hal sederhana tersebut menunjukkan kedekatan Fachri dengan teman-temannya.

Fachri juga dikenal memiliki sikap sopan ketika berkomunikasi dengan guru maupun teman sebaya.

"Orangnya baik sekali, tingkah lakunya cukup sopan. Sikapnya juga sopan. Kalau berbicara dengan saya, seperti orang dewasa," katanya.

Prestasi Fachri dari Bela Diri Karate

Dalam bidang akademik, Fachri disebut bukan siswa yang terlalu menonjol. Namun, ia tetap mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik.

Prestasi Fachri justru berkembang melalui kegiatan di luar akademik, salah satunya bela diri karate.

Perjalanan Fachri untuk menjadi anggota Paskibraka Nasional juga tidak mudah.

Ia sempat berada dalam kondisi hampir tersingkir saat mengikuti proses seleksi.

Namun, kesempatan tersebut berhasil dipertahankan hingga akhirnya Fachri terpilih mewakili Jambi sebagai anggota Paskibraka Nasional.

Pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Senin (17/8/2026), Fachri dipercaya menjalankan tugas sebagai Komandan Kelompok 8.

Kepercayaan tersebut menjadi pencapaian penting bagi Fachri yang kini duduk di kelas X SMK Negeri 1 Kota Jambi.

Di sekolah, Fachri mengambil jurusan Teknik Komputer dan Jaringan.

Menurut pihak sekolah, jurusan tersebut memang telah menjadi minatnya sejak awal masuk SMK.

Meski berasal dari keluarga sederhana, kondisi tersebut tidak membuat Fachri minder ketika bergaul dengan teman-temannya.

"Dia pintar bergaul dan tidak sombong," ujar Repreanis.

Achmad Fachri Mubarok lahir di Kota Jambi pada 29 Agustus 2009. Ia merupakan putra pasangan Selamet Riyadi dan Sukma Dewi.

Remaja berusia 16 tahun tersebut memiliki tinggi badan 177 sentimeter, berat badan 68 kilogram, dan golongan darah AB.

Sekolah Siapkan Kejutan untuk Fachri

Pihak SMK Negeri 1 Kota Jambi kini menantikan kepulangan Fachri setelah menyelesaikan tugas sebagai Paskibraka Nasional.

Sekolah tidak hanya ingin menyambut Fachri sebagai siswa yang telah mengharumkan nama sekolah, tetapi juga memberikan apresiasi atas perjuangan dan kerja keras yang telah dilaluinya.

Repreanis mengatakan pihak sekolah telah menyiapkan rencana untuk memberikan kejutan saat Fachri kembali ke sekolah.

"Kami sudah bicarakan dengan tim manajemen sekolah. Nanti akan ada kejutan ketika Fachri pulang sebagai bentuk penghargaan," katanya.

Pihak sekolah berharap pencapaian Fachri di tingkat nasional dapat menjadi awal bagi prestasi-prestasi berikutnya.

Repreanis juga berharap keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi Fachri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

"Mudah-mudahan dengan prestasi dia ini, Fachri bisa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dan mendapat prestasi yang lebih lagi," harapnya.

Momen Istimewa bagi Kota Jambi

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 menjadi momen istimewa bagi Kota Jambi.

Pada tahun ini, dua putra-putri asal Kota Jambi dipercaya menjadi bagian dari Paskibraka Nasional yang bertugas dalam upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka, Jakarta.

Selain Achmad Fachri Mubarok, terdapat Rizkia Putri yang juga menjadi anggota Paskibraka Nasional dalam upacara tersebut.

Namun, pencapaian Fachri menjadi semakin istimewa karena ia mendapat kepercayaan sebagai Komandan Kelompok 8.

Penampilan Fachri saat menjalankan tugasnya di Istana Merdeka juga mendapat sorotan dalam siaran langsung upacara HUT ke-81 RI.

Di Kota Jambi, pelaksanaan upacara tersebut turut disaksikan Wali Kota Jambi Maulana bersama jajaran Pemerintah Kota Jambi dan Forkopimda dari lobi utama Kantor Wali Kota Jambi.

Saat kamera menyorot Fachri ketika menjalankan tugas, suasana di lokasi dipenuhi rasa bangga.

Bagi Pemkot Jambi, penampilan Fachri menunjukkan bahwa putra-putri daerah mampu tampil di panggung nasional dan dipercaya menjalankan tugas penting dalam upacara kenegaraan.

"Ini satu kebanggaan untuk Kota Jambi, apalagi tahun ini dua perwakilan Kota Jambi ikut Paskibraka Nasional," ujar Wali Kota Jambi Maulana, Senin (17/8).

Maulana mengaku semakin bangga ketika Fachri mendapat sorotan kamera dalam siaran langsung upacara dari Istana Merdeka.

"Apa lagi tadi Fachri di-zoom langsung," tambahnya.

Di usianya yang baru 16 tahun, Fachri berhasil membawa nama Kota Jambi dalam upacara kemerdekaan yang disaksikan masyarakat Indonesia.

Pencapaian tersebut menjadi bagian dari catatan penting Kota Jambi pada HUT ke-81 RI.

Bukan hanya karena dua perwakilan Kota Jambi berhasil menembus Paskibraka Nasional, tetapi salah satunya juga dipercaya memegang peran sebagai Komandan Kelompok 8.

Bagi Wali Kota Jambi Maulana, pencapaian Fachri merupakan kebanggaan bersama.

Di balik barisan Paskibraka yang berdiri tegap di Istana Merdeka, terdapat putra Jambi yang membawa nama daerahnya dalam perayaan kemerdekaan Indonesia.

Pada 17 Agustus 2026, nama Achmad Fachri Mubarok pun menjadi salah satu putra Jambi yang mencatatkan prestasi dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.(Red)

Nazwarifa Ilmira Fahmi Kembali Terpilih sebagai Pembawa Kirab Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Tanjung Jabung Barat

Nazwarifa Ilmira Fahmi Kembali Terpilih sebagai Pembawa Kirab Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Tanjung Jabung Barat

Merdekapost.com | Tanjung Jabung Barat - Suasana haru menyelimuti upacara penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di Alun-Alun Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Senin (17/8/2026).

Di tengah khidmatnya prosesi penurunan bendera, sosok Nazwarifa Ilmira Fahmi, siswi kelas XII SMA Negeri 1 Tanjung Jabung Barat, kembali mendapat kepercayaan untuk menjadi pembawa kirab pada upacara penurunan Bendera Merah Putih.

Kepercayaan tersebut menjadi momen yang sangat berarti bagi Nazwarifa. Di balik langkah tegap dan sikap penuh tanggung jawabnya menjalankan tugas negara, tersimpan kisah perjuangan seorang anak yatim yang terus mengejar cita-cita tanpa kehadiran sang ayah di sisinya.

Nazwarifa merupakan putri dari almarhum Bapak M. Zulfahmi Syarif, S.T. dan Ibu Adv. Era Herawati, S.H., M.H. Meski telah kehilangan sosok ayah tercinta, Nazwarifa tetap tumbuh sebagai seorang anak yang memiliki semangat dan cita-cita tinggi.

Salah satu cita-cita terbesar Nazwarifa adalah melanjutkan pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Kini, ia masih duduk di bangku kelas XII SMA Negeri 1 Tanjung Jabung Barat dan terus berusaha mempersiapkan diri untuk mewujudkan impiannya tersebut.

Bagi Nazwarifa, menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka bukan sekadar tugas seremonial. Kepercayaan membawa kirab pada penurunan bendera menjadi sebuah kehormatan sekaligus pembuktian bahwa keterbatasan dan kehilangan bukan alasan untuk berhenti bermimpi.

Momen haru semakin terasa ketika prosesi selesai. Bendera Merah Putih kemudian diantar langsung ke Rumah Dinas Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., sebagai bagian dari rangkaian kegiatan setelah upacara.

Dalam suasana penuh penghormatan tersebut, perjalanan Nazwarifa menjadi cerita tersendiri. Seorang anak yang kehilangan ayahnya justru mampu berdiri tegap membawa lambang kebanggaan bangsa di hadapan masyarakat dan para pejabat daerah.

Air mata dan rasa bangga seakan bercampur dalam satu momen. Sang ayah, almarhum M. Zulfahmi Syarif, S.T., mungkin tidak lagi dapat menyaksikan secara langsung putrinya menjalankan tugas mulia tersebut. Namun, perjuangan dan keberhasilan Nazwarifa hari ini menjadi bagian dari cerita yang akan selalu dikenang keluarga.

“Menjadi pembawa kirab penurunan Bendera Merah Putih merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan besar bagi saya. Amanah ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar, berjuang, dan memberikan yang terbaik demi membanggakan keluarga. Saya ingin menjadikan setiap pengalaman sebagai langkah untuk meraih cita-cita. Ke depan, saya bercita-cita melanjutkan pendidikan di IPDN dan mengabdikan diri bagi bangsa dan negara,” ujar Nazwarifa penuh semangat. Cita-cita tersebut menjadi semangat yang terus ia bawa dalam menatap masa depan dengan tekad, ketekunan, dan doa.

Kisah Nazwarifa menjadi inspirasi bagi generasi muda Tanjung Jabung Barat. Di usia yang masih belia, ia telah menunjukkan bahwa kehilangan bukan akhir dari perjuangan. Justru dari sebuah kehilangan, dapat tumbuh kekuatan untuk melangkah lebih jauh.

Kini, di penghujung masa SMA, Nazwarifa berdiri di persimpangan menuju masa depan. Dari lapangan upacara, tempat ia dengan penuh khidmat membawa kirab Merah Putih, terpatri sebuah cita-cita besar di dalam dirinya: melanjutkan pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan mengabdikan diri bagi bangsa dan negara.

Semoga langkah Nazwarifa selalu dimudahkan, cita-citanya untuk melanjutkan pendidikan di IPDN dapat terwujud, dan perjuangannya menjadi kebanggaan bagi almarhum ayah, ibunda tercinta, keluarga, sekolah, serta masyarakat Tanjung Jabung Barat.

Selamat dan sukses Nazwarifa Ilmira Fahmi. Teruslah melangkah dan jangan pernah berhenti bermimpi. (rdp)

Bupati Fadhil Ajak Masyarakat Jadikan Semangat Pahlawan sebagai Teladan

 

Merdekapost.com – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Batang Hari menjadi momentum untuk kembali mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun daerah.

Upacara peringatan kemerdekaan yang berlangsung di Lapangan Garuda Muara Bulian, Senin (17/8/2026), dipimpin langsung Bupati Batang Hari Mhd. Fadhil Arief, SE. Kegiatan tersebut diikuti Wakil Bupati H. Bakhtiar, SP, jajaran Forkopimda, kepala OPD, camat dan lurah, ASN, TNI-Polri, pelajar serta tamu undangan.

Usai upacara, Bupati Fadhil mengingatkan masyarakat agar tidak hanya menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai seremoni tahunan. Menurutnya, perjuangan para pahlawan harus diteruskan melalui pengabdian dan kontribusi nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para ASN di Kabupaten Batang Hari yang dinilai tetap menunjukkan komitmen dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat meskipun pemerintah daerah tengah menghadapi tantangan fiskal.

Bupati berharap seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat dapat menghadapi berbagai tantangan secara bersama-sama dengan semangat gotong royong dan pengabdian.

Selain itu, Fadhil mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan, kedamaian dan kerukunan di tengah keberagaman suku, agama maupun lingkungan keluarga. Menurutnya, suasana yang aman dan harmonis merupakan modal penting untuk melanjutkan pembangunan daerah.

“Semangat para pahlawan harus kita lanjutkan dengan menjaga kebersamaan dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat serta daerah,” menjadi pesan yang ditekankan dalam momentum peringatan kemerdekaan tersebut.

Rangkaian kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Batang Hari kemudian dilanjutkan dengan penyerahan remisi kepada anak binaan Lapas Kelas II B Muara Bulian oleh Bupati Batang Hari serta sesi foto bersama. (*)

Apel Kehormatan dan Renungan Suci Digelar di TMP Batang Hari, Kenang Jasa Para Pahlawan

 

Merdekapost.com – Suasana khidmat menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Kabupaten Batang Hari saat Apel Kehormatan dan Renungan Suci dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026) tepat pukul 00.00 WIB.

Apel tersebut dipimpin Kepala Kejaksaan Negeri Batang Hari, Muhammad Irwan, S.H., M.H. Kegiatan turut dihadiri Bupati Batang Hari Mhd. Fadhil Arief bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, kepala OPD, pejabat struktural, ASN, ulama, anggota Pramuka serta sejumlah tamu undangan.

Rangkaian renungan suci berlangsung dengan penuh keheningan sebagai wujud penghormatan kepada para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Para peserta juga memberikan penghormatan kepada para pejuang yang dimakamkan di TMP Kabupaten Batang Hari serta seluruh pahlawan bangsa yang telah gugur dalam perjuangan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati masyarakat saat ini tidak diperoleh dengan mudah. Pengorbanan dan perjuangan para pahlawan menjadi amanah bagi generasi penerus untuk menjaga persatuan serta melanjutkan pembangunan bangsa.

Melalui peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pemerintah Kabupaten Batang Hari mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai kemerdekaan dengan semangat berkarya, memberikan kontribusi positif, serta bersama-sama membangun daerah menuju Batang Hari yang semakin maju dan SuPer Tangguh. (*)

Gubernur Al Haris Ikuti Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI Secara Virtual

 

Merdekapost.com — Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H. mengikuti Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 secara virtual melalui Zoom, bertempat di Ruang Pola Kantor Gubernur Jambi, Senin (17/08/2026).

Mengikuti rangkaian peringatan dari tingkat nasional tersebut, Gubernur Al Haris didampingi Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I., Ketua DPRD Provinsi Jambi Muhammad Hafis, S.E., Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi Sugeng Hariadi, S.H., M.H., Komandan Korem Brigjen TNI Nyamin, S.IP., M.M., Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jambi Brigjen Pol. K. Yani Sudarto, S.I.K., M.Si., Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Dr. H. Sudirman, S.H., M.H., serta Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris, S.E.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Al Haris menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas prestasi putra Jambi, Achmad Fachri Mubarok, siswa SMKN 1 Kota Jambi yang dipercaya mengemban tugas sebagai Komandan Kelompok 8 Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta.

Achmad Fachri Mubarok merupakan anggota Paskibraka Nasional Tahun 2026 yang terpilih mewakili Provinsi Jambi. Kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk menjalankan tugas pada momentum bersejarah tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Provinsi Jambi.

“Ini luar biasa karena bisa tampil di posisi yang luar biasa, yang bertugas sebagai pasukan pengibar bendera,” ujar Gubernur Al Haris.

Menurut Gubernur Al Haris, keberhasilan Achmad Fachri Mubarok terpilih sebagai Paskibraka Nasional sekaligus mendapat kepercayaan mengemban posisi penting tidak terlepas dari kerja keras, kedisiplinan, ketekunan, serta kemampuan yang dimilikinya.

Ia menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda Jambi mampu bersaing dan mengukir prestasi di tingkat nasional apabila diberikan ruang, pembinaan dan kesempatan untuk berkembang.

“Kita tentu bangga. Ini menjadi motivasi bagi anak-anak muda Jambi lainnya agar terus berprestasi dan membawa nama baik Jambi di tingkat nasional,” katanya.

Gubernur Al Haris juga berharap prestasi yang diraih Achmad Fachri Mubarok dapat menjadi inspirasi bagi pelajar dan generasi muda di Provinsi Jambi untuk terus meningkatkan kemampuan, menjaga kedisiplinan serta memiliki semangat juang dalam meraih cita-cita.

Gubernur Al Haris turut mendoakan agar seluruh rangkaian tugas yang diemban Achmad Fachri Mubarok dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar. Ia berpesan agar semangat nasionalisme, kedisiplinan dan kecintaan terhadap Tanah Air terus dijaga.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum penting bagi seluruh masyarakat untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus memperkuat semangat persatuan dan gotong royong dalam melanjutkan pembangunan menuju Indonesia yang semakin maju.

Bagi Provinsi Jambi, tampilnya putra daerah dalam Paskibraka Nasional 2026 menjadi salah satu kebanggaan sekaligus cerminan kualitas generasi muda Jambi yang terus tumbuh dan berprestasi. (*)

Pimpin Upacara HUT RI, Gubernur Al Haris Tegaskan Semangat Proklamasi Mengisi Kemerdekaan Bekerja untuk Indonesia

 

Merdekapost.com - Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH menjadi Inspektur upacara peringatan hari kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Lapangan Garuda Kantor Gubernur Jambi, Senin (17/8/2026) pagi. 

Tampak hadir Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I, Ketua DPRD Provinsi Jambi M. Hafiz Fattah bersama unsur forkopimda Provinsi Jambi diantaranya Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar, Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin, Kajati Jambi Sugeng Hariadi, Kepala BNN Provinsi Jambi Brigjen Pol Asep Saepudin dan Kepala Pengadilan Tinggi Jambi Nainggolan. Hadir juga Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj. Hesti Haris bersama Hj. Komariah Abdullah Sani selaku Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jambi dan undangan lainnya.

Gubernur Al Haris mengungkapkan rasa syukurnya terhadap pelaksanaan rangkaian upacara penaikan bendera yang berlangsung dengan khidmat lancar dan baik. Terlebih, cuaca pagi ini sangat cerah. “Alhamdulillah berlangsung dengan lancar, pasukan paskibraka kita juga lancar dengan tugas-tugasnya, didukung cuaca juga cukup baik. Semua penuh dengan kekhusyukan. Mudah-mudahan ini cerminan cinta kita kepada negara NKRI yang kita cintai ini. Mudah-mudahan semangat proklamasi ini terus di hati kita semuanya untuk berjuang melanjutkan perjuangan dari pendahulu kita. Mengisi kemerdekaan, bekerja dengan sungguh-sungguh untuk Indonesia maju 2045,” ujar Gubernur Al Haris.

Pada peringatan HUT RI ke-81 ini, usai penaikan bendera Gubernur Al Haris selanjutnya menyerahkan remisi HUT ke-81 RI kepada perwakilan tiga orang narapidana yang juga diberikan bantuan modal usaha. Ketiga perwakilan ini adalah Iqbal bin Edi Kelana (Alm), Zulkifli Ashari bin Sutiman, dan Fadillah binti Musa. 

Gubernur Al Haris berpesan kepada narapidana yang mendapat remisi bebas hari ini agar dapat kembali ke masyarakat dengan baik. Untuk itu, Pemprov Jambi memberikan bantuan modal usaha kepada 3 narapidana perwakilan yang mendapat remisi bebas. “Kami juga memberikan apresiasi modal usaha bagi mereka, agar mereka kelak bebas kembali ke masyarakat bisa memulai suatu kehidupan yang baru dengan berusaha,” ucap Gubernur Al Haris.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Al Haris juga meluncurkan pemutihan pajak kendaraan bagi Masyarakat sebagai hadiah di hari kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia. Terkait peluncuran program pemutihan pajak kendaraan, Gubernur Al Haris berharap masyarakat dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Pemprov Jambi, tambah Gubernur Al Haris, memiliki data kendaraan yang masih belum menunaikan kewajibannya membayar pajak.

“Jadi dari berapa tahun mereka menunggak, cukup bayar setahun untuk kita memutihkan. Sehingga kita berharap mereka dengan senang hati membayar pajak. Dan kami memiliki data yang masih nunggak-nunggak itu, kita harapkan sungguh-sungguh dan mau jujur untuk bayar pajak. Karena dari 2,5 juta kendaraan kita itu, 1,2 (juta) nya masih belum bayar pajak. Alias tidak ada kabar beritanya, apakah masih ada kendaraannya atau tidak ada lagi,” kata Gubernur Al Haris.

Upacara Pengibaran Bendera Sang Merah Putih dalam rangka Peringatan Proklamasi HUT RI ke-81 tahun 2026 ini bertindak sebagai Perwira Upacara yaitu AKBP Lego Kardo Sitinjak, ST, MM (Danyon A Pelopor Satbrimob Polda Jambi), Komandan Upacara AKBP Suyatno Sudirman, S.I.K.M.H (Kasubdit 3 Ditreskrimum Polda Jambi).

Sedangkan untuk pasukan pengibar bendera, Pembawa baki Raisha Nienda, asal sekolah SMAN 3 Kerinci, anak dari Joni Emaldi dan Endang Iswari, Pendamping baki Lathifa Hendelisia, asal sekolah SMAN 1 Sungai Penuh, anak dari Hendri dan Delni Juwita. Pembentang bendera Luthfi Alfayyad, asal sekolah SMAN Titian Teras, anak dari Hendri Gunawan dan Taty Rahmawati. Kemudian Danpok Reyhan Barokah, asal sekolah SMAN 1 Batang Hari, anak dari Anda Suganda dan Nurlela, sedangkan untuk penggerek bendera Billy Andreano Buchori, asal sekolah SMAN 1 Sarolangun, anak dari Joni Hatdiyanto dan Iis Mayana. Dan untuk Danpas Fahran Kharic Arrofi, asal sekolah SMAN 2 Sungai Penuh, anak dari Zarman Eka dan Ramaina Umar. (*)

HUT RI ke-81 di Batang Hari Ditutup dengan Prosesi Penurunan Merah Putih yang Penuh Makna

 


Merdekapost.com – Suasana penuh nasionalisme mewarnai penghujung peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Batang Hari. Upacara penurunan Sang Merah Putih digelar di Alun-Alun Muara Bulian, Senin (17/8/2026) sore.

Ribuan masyarakat tampak hadir menyaksikan jalannya prosesi penurunan bendera. Setelah berbagai rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan berlangsung sejak pagi, suasana alun-alun berubah menjadi lebih tenang dan khidmat saat upacara dimulai.

Prosesi penurunan bendera dilaksanakan oleh Paskibraka Kabupaten Batang Hari dengan penuh disiplin. Setiap tahapan upacara berlangsung tertib hingga Sang Merah Putih berhasil diturunkan dan kemudian diserahkan untuk disimpan kembali sesuai tata upacara.

Dalam upacara tersebut, Kapten Inf. Faisol selaku Danramil Mersam bertindak sebagai Komandan Upacara. Sementara itu, Kapolres Batang Hari AKBP Arya Tesa Brahmana dipercaya sebagai Inspektur Upacara.

Pasukan TNI-Polri yang tergabung dalam formasi Pasukan 17-8-45 turut mengambil bagian dalam prosesi. Kehadiran mereka menambah suasana penghormatan terhadap bendera sekaligus memperkuat pesan persatuan dalam momentum peringatan kemerdekaan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Batang Hari Mhd. Fadhil Arief, Ketua DPRD Batang Hari, Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, kepala OPD, ASN, tamu undangan serta masyarakat.

Prosesi penurunan Sang Merah Putih bukan sekadar menjadi penutup rangkaian peringatan HUT RI, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenang perjuangan dan pengorbanan para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Peringatan HUT ke-81 RI di Kabupaten Batang Hari diharapkan dapat semakin memperkuat semangat kebersamaan, persatuan dan gotong royong seluruh elemen masyarakat dalam membangun daerah.

Dengan semangat kemerdekaan, masyarakat Batang Hari diajak terus menjaga nilai-nilai kebangsaan dan berkontribusi dalam mewujudkan Batang Hari yang semakin SuPer Tangguh menuju Indonesia Emas 2045. (*)

Pemkot Sungai Penuh keluarkan Tarif Parkir Terbaru Kendaraan Roda dua dan Empat

Merdekapost.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Sungai Penuh resmi menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwako) Nomor 54 Tahun 2026 yang mengatur tata kelola retribusi parkir di tepi jalan umum.

Aturan baru tersebut menjadi dasar penataan pengelolaan parkir di sejumlah ruas jalan dalam wilayah Kota Sungai Penuh. Salah satu perubahan yang langsung dirasakan masyarakat adalah penyesuaian tarif parkir kendaraan.

Melalui Perwako tersebut, tarif parkir sepeda motor yang sebelumnya Rp1.000 untuk sekali parkir kini menjadi Rp2.000. Sementara tarif kendaraan roda empat naik dari Rp2.000 menjadi Rp3.000 untuk sekali parkir.

Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sungai Penuh, Dianda Putra, S.STP., M.Si., yang juga menjabat sebagai Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, mengatakan aturan tersebut diterbitkan setelah dilakukan kajian terhadap pengelolaan retribusi parkir.

Menurut Dianda, Perwako Nomor 54 Tahun 2026 bukan untuk mengubah aturan pokok yang telah ditetapkan melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2016. Regulasi baru tersebut lebih diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan teknis di lapangan.

“Pada prinsipnya kita tidak mengubah substansi Perda yang sudah ada. Perwako ini memperkuat Perda sekaligus menjadi petunjuk teknis mengenai tata kelola dan besaran retribusi parkir,” ujar Dianda.

Tarif Parkir Motor Rp2.000, Mobil Rp3.000

Penyesuaian tarif menjadi salah satu poin yang mendapat perhatian dalam penerapan Perwako terbaru.

Untuk kendaraan roda dua, pengguna jasa parkir dikenakan tarif Rp2.000 sekali parkir. Adapun kendaraan roda empat dikenakan Rp3.000 sekali parkir.

Dianda menjelaskan, perubahan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan hasil kajian serta kondisi pengelolaan parkir yang berkembang di Sungai Penuh.

“Sudah hampir enam tahun tarif parkir mengacu pada ketentuan sebelumnya. Karena itu, penyesuaian tarif melalui Perwako ini dinilai wajar setelah dilakukan kajian,” jelasnya.

Pemkot juga melakukan pemetaan terhadap lokasi parkir berdasarkan tingkat kepadatan kendaraan. Hasil pemetaan membagi titik parkir menjadi tiga kategori, yakni ramai, sedang, dan sepi.

Kategori ramai ditetapkan untuk lokasi yang memiliki lebih dari 300 kendaraan terparkir per hari. Lokasi dengan jumlah kendaraan sekitar 200 hingga 300 unit masuk kategori sedang, sedangkan titik dengan jumlah kendaraan kurang dari 200 unit per hari dikategorikan sepi.

Berdasarkan uji petik Dishub, terdapat tujuh titik parkir kategori ramai, 15 titik kategori sedang, dan 12 titik kategori sepi.

Ini Daftar Kawasan Parkir yang Dipetakan Dishub

Sejumlah lokasi dengan tingkat aktivitas parkir tinggi berada di kawasan strategis Kota Sungai Penuh. Di antaranya Kincai Plaza, pintu masuk dan depan Pasar Tanjung Bajure, kawasan RSUD Mayjen H.A. Thalib, pelataran Alun-Alun Lapangan Merdeka, Terminal Tipe C, serta kawasan objek wisata Bukit Khayangan.

Untuk kategori sedang, titik parkir tersebar di sejumlah ruas pusat kota. Beberapa di antaranya berada di kawasan dealer Yamaha hingga Optik Dian, depan Rumah Makan Keluarga hingga minimarket Athaya, Toko Gigi Sentosa hingga Toko Sepatu Idola, Rumah Makan Pak Wo hingga Apotek R&D, serta kawasan Toko Buku Citra hingga Rico Offset.

Lokasi lainnya mencakup sejumlah ruas di sekitar Kincai Plaza dan kawasan Pangkalan Ojek SPN.

Adapun kategori sepi meliputi ruas jalan dari Sate Buyung hingga Ampera Marantama, kawasan Toko Rajawali hingga Apotek Sari, sekitar Toko MK Belaty Store, area Kincai Plaza di bawah jembatan penyeberangan untuk kendaraan roda empat, kawasan Toko Mas Bunga Setangkai, Gang Pasar Baru, serta sejumlah lokasi parkir khusus.

Dishub menyatakan seluruh titik tersebut masih memasuki tahap sosialisasi kepada masyarakat dan pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan parkir.

Pengelolaan dapat dilakukan bersama pihak ketiga melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dishub. Setelah perjanjian disepakati dan ditandatangani, Dishub akan menerbitkan Surat Perintah Tugas (SPT) sebagai dasar bagi pengelola menjalankan tugas di lapangan.


Pengelola parkir diwajibkan memberikan karcis resmi kepada setiap pengguna jasa. Karcis tersebut berfungsi sebagai bukti pembayaran sekaligus membantu masyarakat mengetahui nominal retribusi yang dibayarkan.

“Pihak kedua berkewajiban memberikan karcis resmi kepada setiap pengguna jasa parkir, sehingga masyarakat mengetahui nilai pungutan sekaligus memiliki bukti pembayaran,” kata Dianda.

Dari sisi pemerintah, Dishub berkewajiban menyediakan karcis resmi, memasang perlengkapan maupun alat peraga parkir, serta melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pengelolaan parkir.

Pemkot Sungai Penuh berharap penerapan Perwako tersebut dapat membuat sistem parkir lebih teratur dan transparan. Masyarakat juga diharapkan memperoleh kepastian mengenai tarif yang harus dibayarkan ketika menggunakan jasa parkir di tepi jalan umum.

“Kita harapkan dengan terbitnya Perwako Nomor 54 Tahun 2026 ini, seluruh pihak yang terlibat memahami hak dan kewajibannya masing-masing.

Dengan demikian, sistem pengelolaan parkir dapat berjalan lebih tertib, memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, serta berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” pungkasnya.

Dengan adanya aturan baru ini, masyarakat Sungai Penuh perlu mengetahui tarif resmi sekaligus memastikan pembayaran parkir disertai karcis. Bagi pemerintah daerah, penataan tersebut diharapkan dapat menekan potensi pungutan yang tidak sesuai ketentuan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan parkir di kawasan perkotaan.(*)

Siap Kibarkan Bendera Merah Putih, 30 Paskibraka Sungai Penuh Dikukuhkan Walikota Alfin

SUNGAIPENUH– Sebanyak 30 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Sungai Penuh Tahun 2026 yang akan mengibarkan bendera merah putih pada HUT RI ke-81 di kukuhkan pada Sabtu (15/08/2026) di Gedung Nasional Kota Sungai Penuh.

Puluhan pelajar tersebut siap menjalankan tugas pada Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Sebanyak 30 anggota Paskibraka terdiri dari 16 putra dan 14 putri. Mereka akan mengibarkan dan menurunkan Bendera Merah Putih pada upacara tingkat Kota Sungai Penuh di Lapangan Merdeka.

Wali Kota Alfin mengukuhkan seluruh anggota setelah mereka mengikuti rangkaian seleksi, pembinaan, pendidikan, serta latihan fisik dan mental.

Baca Juga: UPDATE Gempa M7,7 NTT: Korban Jiwa 51 Orang, 64 Luka Berat, Status Darurat Berlaku

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat. Seluruh anggota mengucapkan Ikrar Putera Indonesia. Wali Kota Alfin kemudian membacakan pernyataan pengukuhan.

Alfin bersama perwakilan anggota Paskibraka melanjutkan prosesi dengan pemasangan kendit dan penyematan lencana tanda pengukuhan.

Wali Kota Alfin mengapresiasi perjuangan para anggota Paskibraka selama mengikuti seluruh tahapan persiapan.

Baca Juga: 2 Korban Hilang Perahu Karam di Sungai Batanghari Tebo Ditemukan

Ia meminta mereka menjalankan tugas dengan disiplin, tanggung jawab, dan semangat patriotisme.

«“Saudara-saudara adalah putra-putri pilihan Kota Sungai Penuh yang akan mengemban tugas mulia pada upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan jiwa patriotisme. Kibarkan Bendera Merah Putih dengan penuh kebanggaan dan kehormatan,” ujar Alfin.»

Alfin juga meminta para anggota menjaga nama baik diri, keluarga, dan Kota Sungai Penuh selama menjalankan tugas.

Baca Juga: 2 Korban Hilang Perahu Karam di Sungai Batanghari Tebo Ditemukan

Pada Senin, 17 Agustus 2026, seluruh anggota Paskibraka akan menjalankan tugas pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Merdeka Kota Sungai Penuh.

Acara pengukuhan berakhir dengan doa bersama. Para pejabat dan orang tua kemudian memberikan ucapan selamat kepada seluruh anggota Paskibraka.

Wakil Wali Kota Azhar Hamzah, Ketua DPRD Hutri Randa, S.Sos., M.M., Sekda Alpian, S.E., M.M., unsur Forkopimda, anggota DPRD, kepala OPD, Ketua TP PKK, Ketua GOW, Ketua DWP, Ketua PIAD, serta para orang tua turut menghadiri acara tersebut. (Adz)

KM dan CT Dua Warga Nyogan Muaro Jambi Diringkus, Sabu Seberat 48 Gram Diamankan Polisi

KM dan CT Dua Warga Nyogan Muaro Jambi Diringkus, Sabu Seberat 48,06 Gram Diamankan Polisi, Foto Barang Bukti Narkotika yang diamankan Polisi.(Ist)

MUAROJAMBI – Dua warga Desa Nyogan Berhasil di ringkus Satresnarkoba Polres Muaro Jambi, Keduanya merupakan jaringan Pengedar narkotika jenis sabu. 

Dua orang terduga pelaku di amankan berinisial KM dan CT dalam operasi yang di gelar Senin (10/8/2026) sore.

Keduanya diamankan sekitar pukul 18.40 WIB di sebuah rumah yang berada di RT 01 Desa Nyogan. Penindakan dilakukan setelah polisi menerima informasi masyarakat terkait dugaan aktivitas transaksi narkotika di wilayah tersebut.

Baca Juga: 2 Korban Hilang Perahu Karam di Sungai Batanghari Tebo Ditemukan

Berbekal informasi itu, Tim Opsnal Satresnarkoba melakukan penyelidikan dan pengintaian. Gerak-gerik kedua terduga kemudian menguatkan dugaan petugas hingga dilakukan penggerebekan dan penggeledahan.

Hasilnya, polisi menemukan puluhan paket yang diduga berisi sabu. Total terdapat 2 paket ukuran sedang dan 58 paket ukuran kecil dengan berat bruto keseluruhan mencapai 48,06 gram.

Tak hanya sabu, petugas turut menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika, di antaranya alat hisap, telepon seluler, pipet, plastik klip, tas selempang dan barang bukti lainnya.

Baca Juga: UPDATE Gempa M7,7 NTT: Korban Jiwa 51 Orang, 64 Luka Berat, Status Darurat Berlaku

Yang membuat kasus ini semakin menjadi perhatian, berdasarkan pemeriksaan awal, KM mengaku telah menjual sabu di wilayah Nyogan dan sekitarnya sejak 2025. Sementara CT mengaku baru menjalankan aktivitas serupa sejak sekitar Juni 2026. Waktu& Kalender

Pengakuan tersebut kini menjadi bagian dari pendalaman penyidik untuk mengurai lebih jauh jaringan peredaran narkotika yang diduga berada di balik keduanya.

Baca Juga: Surat ke UNESCO Membuka Babak Baru Polemik KCBN Muaro Jambi

KM dan CT bersama seluruh barang bukti telah dibawa ke Mapolres Muaro Jambi untuk menjalani proses penyidikan. Polisi juga masih mengembangkan kasus tersebut guna mengetahui kemungkinan adanya pelaku lain maupun jaringan yang lebih luas.

Atas dugaan perbuatannya, kedua terduga pelaku dijerat Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP sebagaimana diubah dalam Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.(Adz)

Surat ke UNESCO Membuka Babak Baru Polemik KCBN Muaro Jambi

Muaro Jambi Dibawa ke UNESCO, Pemerintah Didesak Selamatkan Kawasan Cagar Budaya.(Ist)

JAMBI, MERDEKAPOST.COM — Polemik perlindungan Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi memasuki babak baru. Persoalan yang selama ini bergulir di tingkat daerah dan nasional kini dibawa ke ranah internasional setelah Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia (LPKNI) melayangkan surat kepada UNESCO di Paris, Prancis, pada 1 Desember 2025.

Surat tersebut menyoroti dugaan persoalan zonasi serta keberadaan aktivitas industri, terutama stockpile batu bara, di dalam dan sekitar kawasan penyangga KCBN Muaro Jambi yang memiliki luas sekitar 3.981 hektare.

Ketua Umum LPKNI Kurniadi Hidayat mengatakan langkah tersebut diambil setelah berbagai desakan kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dinilai belum memberikan perubahan yang signifikan.

Baca Juga: 

2 Korban Hilang Perahu Karam di Sungai Batanghari Tebo Ditemukan

Tanpa Bantuan Pemdes, Warga Pinggir Air Hilir Swadaya Gelar Peringatan HUT RI

Menurut Kurniadi, persoalan perlindungan KCBN Muaro Jambi sebelumnya telah berulang kali disuarakan berbagai elemen masyarakat, mulai dari lembaga swadaya masyarakat, mahasiswa hingga tokoh nasional.

“Pemberitaan terkait cagar budaya yang ada di Muaro Jambi seluas 3.981 hektare ini sudah beberapa kali disuarakan oleh LSM maupun mahasiswa, bahkan tokoh nasional sudah turun langsung ke lapangan. Namun, hasilnya tidak ada yang bergeming,” kata Kurniadi.

LPKNI, lanjut dia, berharap surat kepada UNESCO dapat mendorong perhatian lebih luas sekaligus mempercepat penanganan persoalan yang dinilai telah berlangsung lama.

“Terakhir, kami dari Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia menyurati UNESCO dengan dua bahasa, meminta UNESCO untuk menindaklanjuti masalah ini, karena ini sudah masuk dalam wilayah internasional,” ujarnya.

Pemerintah Mulai Menata

Menurut Kurniadi, perhatian pemerintah terhadap persoalan KCBN Muaro Jambi meningkat setelah langkah LPKNI tersebut. Salah satu isu yang mengemuka adalah keberadaan stockpile batu bara di sekitar kawasan.

Ia menyebut Gubernur Jambi kini menunjukkan kesediaan untuk menata ulang keberadaan stockpile yang dinilai berkaitan dengan persoalan perlindungan kawasan.

Perhatian terhadap KCBN Muaro Jambi juga disebut telah sampai ke tingkat pemerintah pusat. Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka memberikan perhatian terhadap upaya perlindungan kawasan dan mendorong pengawasan yang lebih ketat terhadap kelestarian situs bersejarah tersebut.

Kementerian Kebudayaan di bawah kepemimpinan Fadli Zon kemudian bersinergi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mendorong penataan kawasan. Penanganan aktivitas stockpile batu bara menjadi salah satu persoalan yang ikut dibahas dalam proses tersebut.

Baca Juga: 2 Korban Hilang Perahu Karam di Sungai Batanghari Tebo Ditemukan

Dengan perkembangan itu, persoalan Muaro Jambi tidak lagi semata-mata menyangkut keberadaan aktivitas industri di sekitar situs. Di dalamnya terdapat persoalan yang lebih kompleks, mulai dari penataan ruang, status dan pengelolaan aset negara, aktivitas ekonomi hingga kewajiban negara melindungi kawasan cagar budaya.

Keterlibatan pemerintah pusat juga terlihat dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) melalui Kantor Wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bangka Belitung bersama KPKNL Jambi.

DPR RI turut memberi perhatian terhadap persoalan tersebut. Inventarisasi dan tindak lanjut terhadap aset negara yang berkaitan dengan kawasan Candi Muaro Jambi dilakukan untuk memperjelas status, pengelolaan, dan perlindungan aset di kawasan tersebut.

Izin dan Zonasi Jadi Titik Kritis

Di sisi lain, izin-izin yang pernah diterbitkan pemerintah daerah di sekitar kawasan perlu ditinjau kembali untuk memastikan kesesuaiannya dengan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai pelindungan cagar budaya.

Titik krusialnya bukan semata apakah sebuah kegiatan industri memiliki izin, melainkan apakah izin tersebut sesuai dengan fungsi ruang, zonasi kawasan cagar budaya, serta kewajiban menjaga tinggalan sejarah.

Muaro Jambi bukan sekadar hamparan situs purbakala. Kompleks percandian berbahan bata tersebut merupakan salah satu peninggalan penting yang merekam perkembangan peradaban masa lalu di kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga: UPDATE Gempa M7,7 NTT: Korban Jiwa 51 Orang, 64 Luka Berat, Status Darurat Berlaku

Karena itu, polemik yang berkembang di sekitar KCBN Muaro Jambi pada akhirnya tidak berhenti pada persoalan pemindahan stockpile. Persoalannya adalah bagaimana negara menyeimbangkan kepentingan ekonomi dengan kewajiban melindungi warisan budaya yang nilainya tidak dapat dipulihkan apabila rusak.

Aktivitas industri dapat dipindahkan. Lokasi stockpile dapat ditata ulang. Namun, kerusakan terhadap tinggalan sejarah dapat bersifat permanen.

Kini, setelah persoalan KCBN Muaro Jambi dibawa ke perhatian UNESCO dan mendapat atensi pemerintah pusat, langkah berikutnya berada pada konsistensi pemerintah dalam menata kawasan.

Penataan tersebut tidak hanya membutuhkan keputusan administratif, tetapi juga transparansi mengenai status aset, kepastian zonasi, evaluasi perizinan, serta penegakan aturan perlindungan cagar budaya.

Bagi publik, penyelamatan KCBN Muaro Jambi menjadi lebih dari sekadar agenda pelestarian situs. Persoalan ini menjadi ujian bagi negara dalam memastikan bahwa pembangunan dan aktivitas ekonomi tidak berlangsung dengan mengorbankan warisan sejarah yang tidak mungkin diciptakan kembali.(*)

UPDATE Gempa M7,7 NTT: Korban Jiwa 51 Orang, 64 Luka Berat, Status Darurat Berlaku

MERDEKAPOST.COM – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) merilis pemutakhiran data korban tragedi gempa bumi tektonik dahsyat berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hingga Minggu (16/8/2026) pagi, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58.24 WIB tersebut bertambah menjadi 51 orang, naik dari data sebelumnya yang mencatat 48 korban tewas.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), titik episentrum gempa berada di laut pada jarak 30 kilometer arah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, pada kedalaman 15 kilometer dengan koordinat 8,41 Lintang Selatan dan 121,39 Bujur Timur. 

Gempa ini sempat memicu pemutakhiran peringatan dini tsunami untuk wilayah NTT, NTB, Sulawesi Selatan, hingga Sulawesi Tenggara.

Penambahan Korban Jiwa

Kepala Basarnas, Marsekal Madya M Syafii, menyampaikan secara resmi perkembangan operasi pencarian dan pertolongan pascabencana.

"Kami laporkan untuk update per pukul 09.00 pagi hari ini bahwa total korban meninggal dunia ada 51, penambahan yang pertama di Manggarai Timur ada 3 warga yang dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia," ungkap Syafii dalam konferensi pers, Minggu (16/8/2026).

"Untuk yang ada di (Kabupaten) Manggarai yang tadinya 23 menjadi 24, tambah 1, sehingga totalnya ada 51 korban meninggal dunia," tambahnya.

Selain menelan korban jiwa, guncangan gempa melukai puluhan warga lainnya yang kini tengah mendapatkan penanganan medis secara intensif.

"Untuk yang luka-luka dan luka berat yang mendapatkan perawatan total 64 warga," kata Syafii.

Penetapan Status Tanggap Darurat

Merespons masifnya dampak kerusakan dan jatuhnya korban, Pemerintah Provinsi NTT tengah memproses surat keputusan untuk menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari ke depan di tingkat provinsi.

Sejumlah pemerintah kabupaten setempat juga telah menerbitkan keputusan resmi terkait penetapan status darurat dan pembentukan pos komando:

- Kabupaten Manggarai

Menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 90 hari terhitung sejak 15 Agustus hingga 13 November 2026 melalui Keputusan Bupati No. 319 Tahun 2026, yang disusul penunjukan Pos Komando lewat Keputusan No. 320 Tahun 2026.

- Kabupaten Ngada

Memberlakukan masa Tanggap Darurat Bencana serta pembentukan Pos Komando selama 30 hari (15 Agustus–15 September 2026) berdasarkan Keputusan Bupati No. 441 dan No. 442/KEP/HK/2026.

- Kabupaten Manggarai Timur

Menetapkan status Siaga Darurat Bencana yang berlaku hingga 4 September 2026 melalui Keputusan Bupati Nomor HK/141/Tahun 2026.

Data Pengungsi dan Kerusakan

Sekitar 5.000 warga diketahui mengungsi akibat gempa NTT ini. Berdasarkan pemutakhiran data per Minggu (16/8/2026) pukul 00:00 WIB, konsentrasi pengungsi terbesar di NTT saat ini terpantau di Kabupaten Sikka dengan total 3.356 jiwa. 


Mereka tersebar di GOR Samador sebanyak 1.356 jiwa dan mandiri 2.000 jiwa di 10 titik pengungsian. Sedangkan di Kabupaten Manggarai, jumlah pengungsi mencapai  total 2.078 jiwa. 


Ratusan pengungsi lainnya juga dilaporkan bertahan di Nagekeo sebanyak 500 jiwa, dan dua wilayah di provinsi berbeda, yaitu Bima, hingga Kepulauan Selayar.

Sejumlah warga di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT memilih pergi ke bukit untuk mengungsi pada Sabtu (15/8/2026) malam. 

Mereka memutuskan untuk mengungsi ke bukit karena takut gempa susulan karena pemukiman mereka berada di pesisir pantai. 

Warga kemudian membangun tenda darurat dan tidur beralaskan tikar dan kardus bekas.

Untuk penerangan, mereka membawa mesin genset ke wilayah perbukitan. 

Menurut warga, mereka belum bisa kembali ke rumah karena takut gempa susulan dan trauma Gempa pada tahun 1992 lalu. 

"Banyak warga yang pergi ke bukit untuk mengungsi malam ini, " Kata Jahadin, warga setempat, dikutip dari Pos-Kupang.com.

Sementara itu, Sejumlah warga di Pulau Palue, membangun tenda darurat di lapangan terbuka untuk mengungsi tepatnya di Desa Rokirole.

Sementara data sementara pada pukul 17.00 WIB, Sabtu (15/8/2026), total rumah rusak berat mencapai 157 unit, rusak sedang 41 unit dan rusak ringan 148 unit. 

Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti fasilitas Pendidikan 87 unit, kesehatan 18 unit, tempat ibadah 5 unit, kantor 6 unit dan sejumlah fasilitas umum lain.  

Merespons gempa di NTT, BNPB mengirimkan bantuan pangan dan non-pangan ke wilayah bencana. Sejumlah bantuan dikerahkan melalui gudang logistik yang berada di Kabupaten Flores Timur, NTT. 

Sedangkan dari Jakarta, BNPB juga mengirimkan bantuan melalui baseops TNI AU Halim Perdanakusuma. Total bantuan sebanyak 50 ribu paket dengan berat 275 ton. 

Saat ini, bantuan yang baru tiba di baseops sebanyak 10.500 paket, yang berasal dari Presiden Prabowo Subianto.

Kementerian Sosial juga telah memobilisasi bantuan logistik senilai sekitar Rp4,5 miliar. 

Pusat Pengendalian Operasi BNPB mendapatkan laporan di Kepulauan Selayar, BPBD setempat mendirikan pos pengungsian di tiga titik. Sebaran pengungsian berada di Kecamatan Pasimarannu, Pasilambena dan Takabonerate.

Di lain sisi, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, mengatakan asesmen terhadap kondisi warga masih dilakukan di seluruh wilayah terdampak. 


Kementerian, lembaga dan pemerintah daerah mengidentifikasi kebutuhan paling mendesak, mulai dari makanan, air bersih, tenda, layanan kesehatan, hingga tempat aman bagi pengungsi.


"Pendataan kerusakan dan kebutuhan warga masih terus berlangsung di semua wilayah terdampak, dan kami akan menyesuaikan bantuan dengan perkembangan kondisi di lapangan," ujar Budiman dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).

Budiman menyampaikan duka cita kepada keluarga korban. 

Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan kementerian, lembaga, TNI, dan Polri untuk bergerak cepat dan serentak menangani dampak bencana.

"Pemerintah tidak tinggal diam. Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh jajaran kementerian, lembaga, TNI, dan Polri untuk bergerak cepat dan serentak," katanya.

Penanganan di lapangan melibatkan Tim SAR Gabungan yang terdiri atas 281 personel dari TNI, Polri, BPBD, PMI, dan potensi SAR lainnya. 

Tim tersebut telah mengevakuasi 79 orang terdampak dan masih melakukan pencarian terhadap satu orang yang dilaporkan tertimbun.(*)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs