Demisioner Sekretaris Cabang PMII Merangin Kecam Pernyataan Sekda yang Sebut PMII Layaknya Preman

Yugi Parionandes Kecam Pernyataan Sekda Merangin soal PMII Disebut Preman

 Medekapost.com | Pernyataan Sekretaris Daerah Kabupaten Merangin yang menyebut Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) layaknya preman menuai kecaman keras dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Demisioner Sekretaris Cabang PMII Merangin sekaligus Pengurus PKC PMII Provinsi Jambi, Yugi Parionandes.

Yugi menilai ucapan tersebut sebagai bentuk penghinaan serius terhadap organisasi mahasiswa sekaligus mencerminkan sikap arogan seorang pejabat publik.

“Pernyataan itu sangat keterlaluan, tidak beretika, dan mencederai akal sehat. Seorang Sekda seharusnya menunjukkan kapasitas sebagai birokrat yang bijak, bukan justru melontarkan ucapan yang merendahkan dengan menyamakan organisasi mahasiswa seperti preman,” tegas Yugi, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, PMII merupakan organisasi kaderisasi nasional yang memiliki sejarah panjang dalam perjuangan intelektual, sosial, dan kebangsaan. Karena itu, pernyataan tersebut tidak hanya menyerang kader PMII di Merangin, tetapi juga melukai marwah kader PMII secara luas.

Ia juga menegaskan bahwa pejabat publik yang anti kritik dan mudah terpancing emosi menunjukkan ketidakmampuan dalam memahami prinsip demokrasi. Kritik dari mahasiswa, kata dia, merupakan bagian dari kontrol sosial yang dijamin dalam sistem demokratis.

“Jika pejabat alergi terhadap kritik lalu merespons dengan kata-kata kasar, itu menunjukkan kegagalan dalam memahami perannya sebagai pelayan masyarakat. Jabatan tidak boleh dijadikan tameng untuk merendahkan rakyat dan mahasiswa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yugi mendesak Sekda Merangin untuk segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada seluruh kader PMII dan masyarakat. Ia menilai, tanpa klarifikasi dan permintaan maaf, pernyataan tersebut berpotensi memperburuk citra birokrasi Pemerintah Kabupaten Merangin di mata publik.

“Jangan merasa paling berkuasa. Jabatan itu sementara, tetapi ucapan akan terus diingat masyarakat. Kami meminta agar segera disampaikan permintaan maaf secara terbuka,” tegasnya.

Ia juga memastikan bahwa PMII tidak akan gentar menghadapi intimidasi verbal dari pihak mana pun, serta akan terus menjalankan fungsi perjuangan dan pengawalan kebijakan pemerintah demi kepentingan rakyat.

“PMII lahir untuk melawan ketidakadilan, bukan untuk tunduk pada arogansi kekuasaan,” tutupnya. (*)

Penampakan Kayu Gelondongan dan Alat PETI Hanyut di Sungai Saat Banjir di Sarolangun

Banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, sejak Sabtu (26/4/2026), memicu kepanikan warga di sepanjang aliran Sungai Batang Asai. 

JAMBI -  Banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, sejak Sabtu (26/4/2026), memicu kepanikan warga di sepanjang aliran Sungai Batang Asai.

Arus deras yang datang tiba-tiba membawa material kayu dalam jumlah besar. Batang-batang pohon tampak berhamburan mengikuti derasnya aliran sungai, memperlihatkan betapa parahnya kerusakan yang terjadi di hulu.

Sejumlah desa dilaporkan terdampak cukup serius, di antaranya Desa Teluk Kecimbung dan Pulau Melako.

Warga setempat menyebut air naik dengan cepat disertai lumpur dan potongan kayu, sehingga sulit untuk melakukan penyelamatan barang.

Tak hanya itu, banjir juga menyeret sejumlah peralatan tambang emas ilegal atau PETI (Penambangan Emas Tanpa Izin). Mesin dompeng yang biasa digunakan penambang dilaporkan hanyut terbawa arus, menjadi pemandangan yang mencolok di tengah bencana.

Kondisi ini memicu sorotan masyarakat terhadap maraknya aktivitas PETI dan penebangan hutan di kawasan tersebut. Banyak pihak menilai, kerusakan lingkungan di daerah hulu menjadi faktor utama yang memperparah dampak banjir.

“Kayu-kayu besar yang hanyut ini jadi bukti nyata hutan sudah rusak. Ditambah aktivitas dompeng yang tidak terkendali,” ujar salah seorang warga.

Baca juga: Hujan Deras, 409 Rumah di Tiang Pumpun Merangin Dihantam Banjir, Jembatan Putus

Banjir bandang yang membawa material kayu dan peralatan tambang ini mempertegas kekhawatiran publik soal lemahnya pengawasan terhadap aktivitas ilegal di wilayah Sarolangun.

Hingga kini, warga masih waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang belum stabil dan debit air sungai yang masih tinggi.

Gubernur Jambi Al Haris Evaluasi Keras Soal PETI, Banjir Bandang di Sarolangun Jadi Sorotan

Gubernur Jambi, Al Haris, merespons cepat bencana banjir besar yang melanda Kabupaten Sarolangun.

Tak hanya fokus pada penanganan darurat, ia juga menyoroti keras aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) atau dompeng yang diduga memperparah kerusakan lingkungan, khususnya di sepanjang aliran sungai.

Air Rendam Rumah hingga Atap

Ya, Al Haris mengaku telah menerima laporan sejak malam hari, baik dari pemerintah daerah maupun pantauan langsung di media sosial.

Beberapa wilayah yang terdampak paling parah di antaranya Sarolangun, Batang Asai, dan Batin VIII.

“Kondisinya memang parah, air merendam rumah warga hingga ke atap,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Ia memastikan akan turun langsung ke lokasi setelah menyelesaikan agenda kementerian yang tengah dihadirinya.

Banjir Sesuai Peringatan BMKG

Menurut Al Haris, bencana ini sejalan dengan peringatan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika terkait potensi banjir pada April.

Ia menjelaskan, periode ini merupakan fase peralihan sebelum memasuki musim kemarau.

“Setelah April, kita akan menghadapi potensi kekeringan pada Mei hingga Juli,” jelasnya.

Dompeng Jadi Sorotan

Di tengah bencana, beredar informasi mengenai rakit dompeng yang hanyut terbawa arus.

Hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa aktivitas tambang ilegal telah merusak ekosistem sungai.

Al Haris pun mengingatkan bahwa praktik PETI merupakan aktivitas terlarang yang berdampak serius terhadap lingkungan.

“Dompeng merusak bibir sungai dan mengacaukan alur alami. Ini harus jadi bahan evaluasi bersama,” tegasnya.

Ia bahkan mengajak masyarakat untuk merefleksikan penyebab banjir besar yang terjadi.

“Apakah ini murni bencana alam, atau akibat ulah manusia sendiri yang merusak lingkungan?” lanjutnya.

Bantuan Masih Menunggu Data

Terkait penanganan, Pemerintah Provinsi Jambi masih menunggu laporan resmi dari pemerintah daerah setempat.

Hingga kini, belum ada data pasti terkait jumlah korban maupun total kerugian.

Meski demikian, Al Haris menegaskan seluruh pihak telah diminta siaga penuh.

Ia menginstruksikan jajaran seperti BPBD, TNI, Polri, hingga relawan untuk bergerak cepat membantu warga terdampak.

“Semua harus bersiaga dan memberikan bantuan maksimal di lapangan,” pungkasnya.

Editor : ALDIE PRASETYA | Sumber: TribunJambi

Pagar dan Atap Lahan Milik Jurnalis jambi 28TV di Tigo Luhah Tanjung Tanah Raib Digondol Maling

Pagar dan Atap Lahan Milik Jurnalis jambi 28TV di Tigo Luhah Tanjung Tanah Raib Digondol Maling

Kerinci – Aksi pencurian kembali terjadi di wilayah Kecamatan Danau Kerinci. Kali ini, lahan milik seorang jurnalis Jambi 28TV yang berada di Tigo Luhah Tanjung Tanah menjadi sasaran pelaku.

Lahan berukuran sekitar lebar 30 x panjang 15 meter persegi tersebut diketahui kehilangan pagar seng dan bagian atap bangunan sederhana. Dari kondisi di lapangan, terlihat pagar sudah dalam keadaan rusak dan sebagian besar material seng hilang, diduga dicabut dan dibawa kabur oleh pelaku.

Peristiwa ini baru diketahui saat pemilik lahan datang untuk mengecek kondisi lokasi. Saat tiba, ia mendapati pagar telah terbongkar dan area tampak terbuka .

Deza, jurnalis Jambi 28TV, menyampaikan kekecewaannya atas kejadian tersebut.

Baca Juga: Polres Kerinci Gelar Rekonstruksi Kasus Dugaan Asusila Oknum Guru SMPN di Sungai Penuh

“Saat saya datang, kondisi sudah seperti ini. Pagar seng dan atap sudah tidak ada lagi. Ini sangat merugikan, karena sebelumnya masih terpasang, ujar Deza.

Ia menduga aksi pencurian dilakukan saat lokasi dalam keadaan sepi dan tidak terpantau dalam beberapa waktu. Material seng yang mudah dilepas menjadi target empuk bagi pelaku.

Jurnalis muda tersebut berharap pihak berwajib dapat  meningkatkan keamanan di wilayah tersebut.

“Saya berharap kedepannya perlu ada perhatian dan keamanan dari pihak kepolisian, karena kejadian seperti ini bisa terulang jika tidak di tanganin lebih serius” tambahnya.

Kasus ini menjadi peringatan bagi pemilik lahan kosong lainnya agar lebih meningkatkan pengawasan, terutama di area yang jarang dikunjungi.

Warga sekitar juga diimbau untuk lebih waspada dan segera melaporkan jika melihat aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka.(Ali)

Gubernur Al Haris Bangga Dua Daerah Jambi Berprestasi

Gubernur Al Haris Bangga Dua Daerah di Jambi Dapat Apresiasi dari Pemerintah Pusat. (Kominfo Jambi)

Palembang - Gubernur Jambi Al Haris menghadiri Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 se-Sumatera yang berlangsung di Wyndham Opi Hotel, Jakabaring, Palembang, pada Sabtu malam (25/4/2026). Selain itu, acara ini mempertemukan seluruh kepala daerah se-Sumatera, mulai dari gubernur hingga bupati dan wali kota.

Kemudian, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyelenggarakan kegiatan tersebut. Dalam kesempatan itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto hadir langsung, sementara itu sejumlah perwakilan kementerian dan lembaga seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan, Bappenas, dan BPS juga turut hadir.

Al Haris Apresiasi Capaian Daerah di Provinsi Jambi

Selanjutnya, Gubernur Al Haris menyampaikan rasa bangganya atas capaian dua daerah di Provinsi Jambi. Kota Sungai Penuh berhasil meraih peringkat pertama dalam kategori penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting, sehingga Wali Kota Alfin menerima penghargaan tersebut secara langsung. Di sisi lain, Kabupaten Tebo juga berhasil meraih peringkat pertama dalam kategori pengendalian inflasi, yang kemudian Bupati Agus Rubiyanto terima langsung.

Baca Juga: Gubernur Al Haris di Halal Bihalal Sumbagsel: Kita Harus Saling Bantu Bangun Daerah

Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan bahwa pemerintah pusat mengalokasikan insentif fiskal sebesar Rp1 triliun dari DIPA Kemendagri untuk daerah berprestasi. Dengan demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah memberikan anggaran tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

Dasar Kebijakan dan Skema Insentif Kinerja Daerah

Lebih lanjut, Tito menjelaskan bahwa Kemendagri memberikan insentif tersebut berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah serta PP Nomor 12 Tahun 2019. Oleh karena itu, program ini mendorong peningkatan kinerja daerah melalui sistem penghargaan berbasis capaian.

Di samping itu, ia menambahkan bahwa pemerintah akan menyalurkan insentif tersebut kepada sekitar 500 pemerintah daerah yang terdiri dari provinsi, kabupaten, dan kota. Dengan begitu, pemerintah menargetkan peningkatan kepatuhan serta kinerja daerah dalam mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Indikator Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah

Kemudian, Tito juga menjelaskan bahwa pemerintah menilai daerah berdasarkan beberapa indikator, seperti pertumbuhan ekonomi, pengendalian inflasi, penurunan kemiskinan, penurunan pengangguran, dan pengembangan creative financing.

Empat Kategori Penghargaan Pemda di Sumatera

Dalam ajang tersebut, pemerintah memberikan penghargaan kepada daerah di Sumatera dalam empat kategori utama. Pertama, kategori pengendalian inflasi yang menilai keberhasilan daerah dalam menjaga stabilitas harga. Kedua, kategori penurunan tingkat pengangguran yang menilai upaya daerah dalam menciptakan lapangan kerja.

Bacaan Lainnya: Hujan Deras, 409 Rumah di Tiang Pumpun Merangin Dihantam Banjir, Jembatan Putus

Selain itu, kategori ketiga yaitu penurunan kemiskinan dan stunting menilai keberhasilan daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, kategori keempat yaitu creative financing menilai inovasi pembiayaan pembangunan daerah.

Daftar Penerima Penghargaan Kemiskinan dan Stunting

Pada kategori penurunan kemiskinan dan stunting, pemerintah menetapkan Kabupaten Mesuji, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kabupaten Bengkalis sebagai pemenang di tingkat kabupaten. Kemudian, di tingkat kota, pemerintah memberikan penghargaan kepada Kota Sungai Penuh, Kota Pekanbaru, dan Kota Batam. Selain itu, Provinsi Kepulauan Riau juga ditetapkan sebagai penerima terbaik di tingkat provinsi.

Daftar Penerima Penghargaan Pengendalian Inflasi

Sementara itu, pada kategori pengendalian inflasi, pemerintah menetapkan Kabupaten Tebo, Kabupaten Musi Rawas Utara, dan Kabupaten Labuhan Batu Utara sebagai pemenang di tingkat kabupaten. Di sisi lain, Kota Langsa, Kota Prabumulih, dan Kota Bukittinggi meraih penghargaan di tingkat kota. Akhirnya, Provinsi Bengkulu juga masuk dalam daftar penerima penghargaan di tingkat provinsi.(*)

Polres Kerinci Gelar Rekonstruksi Kasus Dugaan Asusila Oknum Guru SMPN di Sungai Penuh

Polres Kerinci Gelar Rekonstruksi Kasus Dugaan Asusila Oknum Guru SMPN di Sungai Penuh.(Ist)

Sungai Penuh – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kerinci menggelar rekonstruksi kasus dugaan tindak asusila terhadap anak yang melibatkan seorang oknum guru aparatur sipil negara (ASN), Sabtu (25/4/2026), di salah satu sekolah menengah pertama negeri di Kota Sungai Penuh.

Rekonstruksi dilaksanakan di lokasi kejadian dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif. Dalam proses tersebut, tersangka berinisial YA memperagakan sejumlah adegan yang menggambarkan kronologi peristiwa berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik.

Baca Juga: Diduga Lakukan Pencabulan, Oknum Guru PPPK SMPN di Sungai Penuh Diringkus Polisi

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kerinci, Very Prasetyawan, menjelaskan bahwa rekonstruksi dilakukan untuk mencocokkan keterangan antara tersangka, korban, serta kondisi tempat kejadian perkara (TKP), sehingga proses penyidikan dapat berjalan secara objektif dan komprehensif.

“Rekonstruksi ini penting untuk memperjelas rangkaian peristiwa serta memastikan kesesuaian keterangan dalam proses penyidikan,” ujarnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, dugaan tindak asusila tersebut terjadi dalam kurun waktu tertentu di lingkungan sekolah. Sejumlah lokasi diduga menjadi tempat kejadian, di antaranya ruang kegiatan siswa dan fasilitas umum sekolah.

Kasus ini terungkap setelah pihak keluarga korban melaporkan dugaan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian. Korban disebut mengalami tekanan psikologis yang berdampak pada rasa takut untuk kembali mengikuti aktivitas di sekolah.

Dalam proses pemeriksaan, tersangka diduga menggunakan pendekatan persuasif disertai iming-iming tertentu, serta memberikan tekanan apabila korban menolak. Dugaan perbuatan tersebut disebut terjadi lebih dari satu kali dalam rentang waktu beberapa bulan.

Baca Juga: Hujan Deras, 409 Rumah di Tiang Pumpun Merangin Dihantam Banjir, Jembatan Putus

Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan dari pihak sekolah dan masyarakat. Pihak terkait diharapkan meningkatkan pengawasan serta memperkuat sistem perlindungan terhadap peserta didik guna mencegah kejadian serupa.

Saat ini, tersangka telah diamankan dan menjalani proses hukum lebih lanjut. Atas dugaan perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 82 Ayat (2) junto Pasal 76E Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Polisi menegaskan bahwa penanganan kasus ini akan dilakukan secara profesional dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, serta tetap mengedepankan perlindungan terhadap korban.(*)

Hujan Deras, 409 Rumah di Tiang Pumpun Merangin Dihantam Banjir, Jembatan Putus

BANJIR DI MERANGIN - Banjir di Kecamatan Tiang Pumpung, Kabupaten Merangin, akibat luapan air Sungai Batang Tembesi, Minggu (26/4/2026). Lebih 409 rumah terendam air, jembatan putus.(Ist)

MERANGIN - Hujan deras yang mengguyur di sebagian besar Kabupaten Merangin, mengakibatkan beberapa desa terendam oleh air yang disebabkan meluapnya air sungai di wilayah Merangin, Jambi, Minggu (26/4/2026).

Di Kecamatan Tiang Pumpung, banjir terjadi akibat luapan air Sungai Batang Tembesi.

Di Desa Rantau Limau Manis dan Desa Baru Sungai Sakai, sebagian rumah warga terendam banjir.

Kapolsek Muara Siau, Iptu Agung Heru, saat dikonfirmasi Tribun Jambi via telepon seluler, mengatakan banjir terjadi malam hari.

"Banjir yang merendam sebagian rumah warga di Desa Rantau Limau Manis dan Desa Baru Sungai Sakai Kecamatan Tiang Pumpung itu terjadi pada Sabtu malam (25/4/2026) sekira pukul 22.00 WIB," kata Iptu Agung Heru.

"Kami mendapatkan informasi debit air Sungai Batang Tembesi mulai naik setinggi 2 meter dari bantaran sungai, sekitar pukul 22.00 Wib. Selanjutnya, kami berkoordinasi dengan pihak terkait," tambah Iptu Agung Heru.

Iptu Agung Heru mengungkapkan setelah pihaknya mendapatkan informasi itu, pihaknya bersama instansi terkait langsung meninjau lokasi pada pagi harinya.

BANJIR DI MERANGIN - Banjir di Kecamatan Tiang Pumpung, Kabupaten Merangin, akibat luapan air Sungai Batang Tembesi, Minggu (26/4/2026). Lebih 409 rumah terendam air, jembatan putus, fasilitas umum rusak.(Ist)

"Di Desa Baru Sungai Sakai debit air sungai mulai surut sekitar pukul 00.00 WIB. Sedangkan di Desa Rantau Limau Kapas debit air sungai mulai surut sekitar pukul 02.00 WIB. Pada pagi harinya kami bersama pihak, BPBD Merangin, Pemdes, Pemcam, dan Kodim 0420 Sarko meninjau lokasi, dan memang benar debit air sudah surut hanya saja masih meninggalkan bekas lumpur sungai di sekitar rumah warga," ungkap Iptu Agung Heru.

Akibat meluapnya air Sungai Batang Tembesi, kata Iptu Agung Heru, di Desa Rantau Limau Manis ada 277 unit rumah warga terdampak banjir, 12 unit rumah tidak terkena banjir.

Ada sebanyak 5 unit rumah warga yang rusak berat akibat banjir, 3 unit rumah warga yang rusak sedang.

Baca Juga: Gubernur Al Haris di Halal Bihalal Sumbagsel: Kita Harus Saling Bantu Bangun Daerah

Selain itu, Infrastruktur jembatan gantung di Desa Rantau Limau Kapas mengalami rusak berat tidak bisa dilalui oleh kendaraan bermotor.

Di Desa Baru Sungai Sakai terdapat sekitar 132 unit rumah warga terdampak banjir, 15 unit rumah warga tidak terdampak banjir, 3 unit rumah mengalami rusak berat, fasilitas umum pagar sekolah SD, PAUD di Desa Baru Sungai Sakai mengalami rusak berat.

"Untuk korban jiwa sementara ini, alhamdulilah, tidak ada, peristiwa banjir ini di akibatkan meluapnya air sungai batang tembesi, diduga hujan lebat di sekitar jangkat, jangkat timur, lembah masurai, mengakibatkan banjir bandang, yang disebabkan volume air sungai secara tiba tiba meningkat, jelas Iptu Agung Heru. 

Jembatan gantung di di Desa Rantau Limau Kapas, Kabupaten Merangin, rusak berat tidak bisa dilalui oleh kendaraan bermotor akibat diterjang banjir, Minggu (26/4/2026).(Ist)

Jembatan Gantung di Merangin putus akibat Banjir

Iptu Agung Heru mengimbau kepada seluruh warga sekitar yang memiliki rumah disekitar bantaran sungai untuk sementara tidak menempatinya, dan menginap di rumah saudaranya yg aman dari jangkauan air sungai, karena di takutkan akan terjadi banjir susulan, mengingat intensitas curah hujan di Merangin masih cukup tinggi. 

Iptu Agung Heru juga mengajak dan berharap kepada seluruh stakeholder terkait untuk bersama sama bahu membahu dan bergotong royong membantu saudara kita yang tertimpa bencana.(Adz/Sumber: TribunJambi)

Gubernur Al Haris di Halal Bihalal Sumbagsel: Kita Harus Saling Bantu Bangun Daerah

Gubernur Jambi, Al Haris, menghadiri acara Halal Bihalal bersama masyarakat perantau Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) di Griya Agung, Rumah Jabatan Gubernur Sumatera Selatan, Sabtu (25/4/2026).(Doc/Ist)

MERDEKAPOST.COM - Gubernur Jambi, Al Haris, menghadiri acara Halal Bihalal bersama masyarakat perantau Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) di Griya Agung, Rumah Jabatan Gubernur Sumatera Selatan, Sabtu (25/4/2026). 

Pertemuan yang diinisiasi oleh Menko Pangan Zulkifli Hasan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi lima provinsi di wilayah selatan Sumatera.

Acara ini dihadiri oleh deretan tokoh nasional, mulai dari Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Mendagri Tito Karnavian, hingga Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto.

Tampak pula tokoh senior seperti Aburizal Bakrie dan Hatta Rajasa, serta para kepala daerah dari Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi, dan Bangka Belitung.

Suasana akrab terasa sejak awal acara yang kental dengan nuansa budaya. Alunan musik kulintang khas OKU Timur menyambut sekitar 1.500 undangan yang terdiri dari pejabat, tokoh adat, hingga petinggi BUMN. 

Baca Juga: Bupati Monadi Dampingi Tim Kemenkes Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan RSUD Tipe C

Provinsi Jambi pun turut unjuk gigi dengan menampilkan Tari Srikandi asal Kabupaten Merangin.

Mendagri Tito Karnavian dalam sambutannya menekankan bahwa pertemuan ini bukan bentuk primordialisme sempit, melainkan semangat natural putra daerah untuk berkontribusi bagi tanah kelahiran.​

"Ini ide Pak Zulkifli Hasan dan sangat penting bagi kita. Kita ingin berbuat sesuatu untuk wilayah masing-masing di tengah tantangan yang ada. Wajar jika putra daerah ingin berkontribusi bagi kampung halamannya," ujarnya.

Senada dengan itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan mengajak seluruh elemen masyarakat Sumbagsel untuk bersatu.

"Sumbagsel ini kaya potensi. Sekarang saatnya kita dorong bersama agar bisa berkembang seperti daerah lain yang sudah lebih dulu maju," tegasnya.​

Gubernur Jambi Al Haris menyambut positif momentum ini. Baginya, kehadiran banyak tokoh asal Sumbagsel di jajaran pemerintahan pusat adalah aset besar yang harus disinergikan untuk pembangunan daerah.

"Intinya, kalau lima kepala daerah ini bersatu, banyak yang bisa kita kerjasamakan. Antarwilayah punya kelebihan masing-masing. Kita juga punya banyak putra daerah terbaik di pusat yang bisa membantu kita di daerah," katanya.

Ia berharap pertemuan ini menjadi titik awal kolaborasi yang lebih konkret. 

"Ini bukan sekadar silaturahmi, tapi bukti bahwa tokoh Sumbagsel punya kontribusi besar bagi nasional. Pertemuan ini diharapkan memperkuat peran daerah dalam mendukung pembangunan nasional," imbuhnya.​

Baca Juga: Resmikan Kantor Engineering Baru, PT SAS dan Group Kian Bersinergi dengan Masyarakat

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru selaku tuan rumah menyampaikan bahwa acara ini sengaja menonjolkan kriya dan budaya lokal agar para perantau tidak lupa dengan akar mereka.

"Kita satu rumpun. Ada Wong Sumsel, Bengkulu, Jambi, Lampung, hingga Bangka Belitung. Pertemuan ini bukan untuk unjuk gigi, tapi untuk menunjukkan bahwa kita solid," ungkap Herman Deru.

Ia juga mengapresiasi kehadiran para Gubernur yakni Rahmat Mirzani Djausal (Lampung), Helmi Hasan (Bengkulu), Al Haris (Jambi), dan Hidayat Arsani (Bangka Belitung) beserta jajaran Forkopimda masing-masing daerah.

"Ini kehormatan besar, semoga ke depan kita lebih bersatu membangun Sumbagsel," pungkasnya. (*)

Bupati Monadi Dampingi Tim Kemenkes Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan RSUD Tipe C

 


Bupati Monadi Dampingi Tim Kemenkes Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan RSUD Tipe C

Kerinci - Bupati Kerinci Monadi, S.Sos, M.Si mendampingi tim dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam kegiatan peninjauan lokasi/lahan yang direncanakan untuk pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe C di Kabupaten Kerinci, Jum'at/24 April 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan layanan kesehatan bagi masyarakat. Dalam peninjauan tersebut, tim Kementerian Kesehatan melakukan evaluasi terhadap sejumlah aspek penting, mulai dari kesiapan lahan, aksesibilitas, kondisi geografis, hingga dukungan infrastruktur penunjang lainnya.

Baca Juga: 16 Peserta Lulus Seleksi Administrasi Seleksi Pimpinan Baznas Sungai Penuh

Bupati Kerinci menyampaikan bahwa pembangunan RSUD Tipe C menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah guna memperkuat sistem pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanganan rujukan medis di wilayah Kerinci dan sekitarnya.

“Pemerintah Kabupaten Kerinci berkomitmen penuh untuk mendukung percepatan pembangunan RSUD Tipe C ini. Kehadiran rumah sakit ini nantinya diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih optimal, cepat, dan terjangkau bagi masyarakat,” ujar Bupati.

Sementara itu, perwakilan tim dari Kementerian Kesehatan mengapresiasi kesiapan Pemerintah Kabupaten Kerinci dalam menyediakan lahan serta komitmen dalam mendukung program pembangunan fasilitas kesehatan. Mereka juga memberikan sejumlah masukan teknis sebagai bahan penyempurnaan rencana pembangunan.

Baca Juga: Resmikan Kantor Engineering Baru, PT SAS dan Group Kian Bersinergi dengan Masyarakat

Dengan adanya peninjauan ini, diharapkan proses pembangunan RSUD Tipe C Kabupaten Kerinci dapat segera direalisasikan sesuai dengan standar yang ditetapkan, sehingga mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Pemerintah Kabupaten Kerinci berharap dukungan dari semua pihak agar pembangunan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

Resmikan Kantor Engineering Baru, PT SAS dan Group Kian Bersinergi dengan Masyarakat

  

Merdekapost.com – PT Sinar Anugerah Sukses (SAS) dan group meresmikan Kantor Engineering NBT Coal Site Pauh pada Kamis (16/04/2026) di kawasan konsesi tambang di wilayah administrasi Desa Lubuk Napal, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun. 

Peresmian ini menjadi langkah perusahaan dalam meningkatkan kerja operasional sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat sekitar. Peresmian Kantor Engineering yang baru ini dihadiri oleh jajaran manajemen perusahaan, karyawan, serta Kepala Desa. 

Direktur PT SAS dan Group, Kameswara Helly, menjelaskan bahwa pembangunan kantor ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan fasilitas yang lebih memadai bagi Departemen Engineering. Sebelumnya, keterbatasan lahan menjadi kendala utama dalam penyediaan sarana operasional.

“Seiring dengan perkembangan aktivitas tambang, kini kami memiliki ketersediaan lahan yang lebih memadai. Lokasi ini menjadi tahap awal pembangunan fasilitas Kantor Engineering, ke depan akan dilanjutkan dengan pembangunan mess karyawan serta sarana pendukung lainnya,” ujar Helly.

Ia menambahkan, wilayah administrasi Desa Lubuk Napal dipilih karena dinilai strategis, mengingat dekat dengan tiga wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang dikelola NBT Coal yaitu PT Sinar Anugerah Sukses, PT Jambi Anugerah Coalindo serta PT Bakti Sarolangun Sejahtera.

“Di sini sudah selayaknya menjadi lokasi utama pengembangan fasilitas. Selain itu, kehadiran office kita ini diharapkan mampu menciptakan kohesi yang lebih kuat antara perusahaan dan masyarakat,” jelasnya. Mulai dari keterikatan sosial serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan masyarakat setempat.

NBT Coal Group juga terus mengoptimalkan pelaksanaan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM), yang menjadi salah satu kewajiban perusahaan dalam setiap pengajuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

“Program PPM menjadi jembatan utama bagi perusahaan dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat. Selain itu, kami juga memiliki berbagai program bantuan lain di luar PPM yang turut mendukung pembangunan di sekitar wilayah operasional,” terang Helly.

Meski demikian, ia mengakui bahwa saat ini sektor pertambangan tengah menghadapi tantangan, khususnya terkait pengajuan RKAB yang mengalami penyesuaian kuota di berbagai perusahaan. “Kami berharap pengajuan RKAB ke depan dapat disetujui secara optimal oleh pemerintah, sehingga kegiatan operasional perusahaan dapat berjalan maksimal,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Lubuk Napal, Suhadi, menyampaikan apresiasi terhadap NBT Coal Group karena telah membuat keputusan tepat, membangun Office Engineering di wilayah kerja di daerah administrasi desa mereka, bukan di desa lain, sehingga memberi dampak nyata bagi masyarakat sekitar konsesi.

“Kami sangat berterima kasih, akan jadi harapan baru bagi warga desa kami, semoga ke depan mulai dari pemberdayaan masyarakat desa, program sosial, peluang kerja, hingga mendapat kemudahan akses, karena kehadiran kantor ini otomatis berdampak pada infrastruktur di desa nantinya,” lanjut Suhadi.

Ia juga berharap perusahaan dapat terus mempertahankan kondisi dan situasi saat ini, dengan masyarakat tetap dalam hubungan yang harmonis, saling memberikan dampak positif bagi pembangunan desa maupun bagi perusahaan. (*)

Diduga Lakukan Pencabulan, Oknum Guru PPPK SMPN di Sungai Penuh Diringkus Polisi

SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kerinci bertindak cepat dalam mengamankan seorang pria berinisial YA (43), seorang guru PPPK, yang diduga kuat melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur. 

Penangkapan dilakukan pada hari Jumat (24/04), menyusul laporan resmi yang diterima dari pihak keluarga korban.

Peristiwa yang mencederai kehormatan dunia pendidikan ini diduga terjadi pada Senin, 20 April 2026, sekitar pukul 09.00 WIB di lingkungan SMPN 4 Sungai Penuh. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku diduga melancarkan aksinya di dalam toilet sekolah dengan cara memaksa korban dan melakukan pelecehan seksual secara fisik.

Dalam kasus ini, teridentifikasi terdapat dua korban yang masih berstatus sebagai pelajar di sekolah tersebut, masing-masing berinisial HA (12 tahun) dan MRS (13 tahun).

Setelah menerima Laporan Polisi Nomor LP/B/40/IV/2026/SPKT, Tim Opsnal Satreskrim langsung melakukan penyelidikan mendalam. Berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat, tim berhasil melacak keberadaan pelaku di kediaman kerabatnya di Desa Simpang Tiga Rawang.

Oknum guru YA saat diamankan Petugas.(Adz/Ali)

"Terduga pelaku YA bersikap kooperatif saat diamankan oleh tim di lapangan. Saat ini yang bersangkutan telah kami bawa ke Mapolres Kerinci untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut," ujar Kasat Reskrim Polres Kerinci.

Pelaku kini telah diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kerinci. Dalam proses hukumnya, tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yaitu Pasal 82 ayat (2) Jo Pasal 76 E Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Mengingat pelaku berprofesi sebagai tenaga pendidik yang seharusnya melindungi, maka ancaman hukumannya dapat ditambah sepertiga (1/3) dari ancaman pidana pokok sesuai ketentuan yang berlaku.

Polres Kerinci menegaskan komitmennya untuk mengawal kasus ini hingga tuntas. Berbagai langkah penyidikan akan terus dilakukan, meliputi:

- Pemeriksaan intensif terhadap tersangka.

- Penyempurnaan administrasi penyidikan (Mindik).

- Penggelaran perkara untuk pendalaman materi kasus.

- Koordinasi dengan pihak terkait guna pendampingan psikologis bagi para korban.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk tetap waspada dan tidak ragu melaporkan jika menemukan indikasi tindakan serupa, demi menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi anak-anak.(Ali/Mpc)

Sumber: Polres Kerinci

16 Peserta Lulus Seleksi Administrasi Seleksi Pimpinan Baznas Sungai Penuh

Seleksi Pimpinan Baznas Sungai Penuh, 16 Peserta Lulus Seleksi Administrasi Ikuti Tes Tertulis.(iST)

SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM – Tahapan Seleksi Calon Pimpinan Baznas kota Sungai Penuh periode 2026-2031, masuk tahap tes Tertulis. Tim Seleksi mengumumkan sebanyak 16 peserta dinyatakan lulus admistrasi dan berhak mengikuti tahapan Tes Tertulis berikutnya.

Berikut nama peserta yang lulus seleksi administrasi:
1. Nasriman
2. Ibrahim
3. Atma Bahar
4. Jasrial Zakir
5. Yalasri Darwis
6. Adi Ikhlas
7. Ahmad Rosidi
8. Yapendra
9. Arifman
10. Muhammad Ajmain
11. M. Nazar
12. Marsal
13. Sumarto
14. Samsudin
15. Nandha Mario Nugraha
16. Aulia

Baca Juga:

Peserta yang di nyatakan lulus akan melanjutkan ke tahap seleksi kompetensi berupa tes tertulis dan presentasi makalah yang di jadwalkan pada 23–24 April 2026, serta tes wawancara pada 28 April 2026 di Ruang Pola Kantor Wali Kota Sungai Penuh.

Tim seleksi menegaskan bahwa seluruh peserta wajib membawa identitas diri, alat tulis, serta hadir 30 menit sebelum pelaksanaan. Seluruh proses seleksi tidak dipungut biaya dan keputusan bersifat final.

Seleksi ini menjadi bagian penting dalam menentukan pimpinan Baznas yang profesional dan mampu mengelola zakat secara optimal di Kota Sungai Penuh.(Adz)


Polres Kerinci Amankan Sekelompok Pemuda Terkait Dugaan Pengeroyokan di Desa Air Panas Baru

 

Merdekapost.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kerinci berhasil mengungkap dan mengamankan sejumlah pemuda yang diduga terlibat dalam tindak pidana kekerasan secara bersama-sama terhadap orang atau pengeroyokan. Insiden ini terjadi di kawasan Desa Air Panas Baru, Kecamatan Air Hangat, Kabupaten Kerinci.

Kronologis Kejadian

Peristiwa bermula saat korban bersama rekannya, N, dihubungi oleh salah satu terduga pelaku berinisial D. Pelaku mengajak korban untuk bertemu di jalan Desa Air Panas Baru dengan alasan ingin menyelesaikan sebuah permasalahan yang ada di antara mereka.

Namun, niat baik korban untuk menyelesaikan masalah tersebut justru berujung nahas. Setibanya di lokasi yang telah disepakati, pelaku D ternyata tidak sendirian; ia sudah menunggu bersama gerombolan temannya.

"Begitu korban dan saksi (N) turun dari sepeda motor, mereka langsung diserang dan dipukul secara membabi buta oleh pelaku D dan teman-temannya," ujar pihak kepolisian saat memberikan keterangan awal.

Pasca Kejadian dan Laporan Polisi

Setelah melakukan aksi kekerasan tersebut, para pelaku langsung melarikan diri dari tempat kejadian perkara (TKP). Sementara itu, korban yang mengalami sejumlah luka akibat pengeroyokan tersebut segera dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Tidak terima atas perlakuan para pelaku, korban kemudian mendatangi Mako Polres Kerinci untuk membuat laporan resmi.

Tindakan Kepolisian

Merespons laporan tersebut, pihak Kepolisian segera melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan para terduga pelaku. Saat ini, para pelaku beserta barang bukti telah berada di Polres Kerinci untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut guna mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.

Para pelaku terancam dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang tindak pidana kekerasan secara bersama-sama di muka umum terhadap orang atau barang, dengan ancaman hukuman penjara yang berlaku. (*)

Sidang 2 Rekan Alung dalam Kasus Sabu 58kg di Jambi Ditunda, Hakim Berhalangan

Dua rekan Alung menunggu persidangan di Pengadilan Negeri Jambi, Kamis (23/4/2026) terkait kasus sabu 58 kilogram. Di Polda, kasus Alung masih dalam penyidikan. 

JAMBI, MP - Sidang terhadap dua rekan Alung Ramdhan, yakni Agit Putra Ramadhan dan Juniardo, kembali mengalami penundaan pada Kamis (23/4/2026).

Jika sebelumnya sidang ditunda karena saksi dari Jaksa Penuntut Umum tidak dapat hadir, kali ini penundaan disebabkan Ketua Majelis Hakim berhalangan hadir.

Sidang lanjutan terhadap kedua terdakwa yang diduga sebagai kurir sabu tersebut dijadwalkan kembali berlangsung pada Kamis (30/4/2026) mendatang.

"Iya ditunda, tadi informasi Ketua Majelis Hakim sedang di luar kota dan kemungkinan sampai jam lima belum tiba di Jambi.

"Jadi sidang lanjut minggu depan," kata penasihat hukum terdakwa.

Agenda persidangan sebelumnya seharusnya mendengarkan keterangan saksi dari Jaksa Penuntut Umum.

Bahkan, dua orang saksi diketahui telah hadir di Pengadilan Negeri Jambi.

Diketahui, Agit Putra Ramadhan dan Juniardo telah menjalani sidang perdana pada Kamis (2/4/2026) di Pengadilan Negeri Jambi dengan agenda pembacaan dakwaan dari jaksa.

Dalam dakwaan jaksa, Agit Putra Ramadhan alias Agit bersama Juniardo alias Ardo serta beberapa pihak lain, termasuk M Alung Ramadhan, diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika jenis sabu dengan barang bukti seberat 58 kilogram.

Alung Masih Disidik

Sementara itu, Alung yang sempat melarikan diri selama enam bulan sejak hari pertama pemeriksaan di Mapolda Jambi, hingga kini masih dalam proses penyidikan oleh pihak kepolisian.

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji, menegaskan bahwa penanganan perkara oleh Ditresnarkoba tetap berjalan sesuai prosedur dan menjunjung prinsip keadilan.

Ia juga menyampaikan bahwa tidak seluruh informasi dapat disampaikan kepada publik karena proses penyidikan masih berlangsung.

“Perlu dipahami bahwa tidak semua materi penyidikan dapat disampaikan ke publik pada tahap ini.

"Hal tersebut dilakukan untuk menjaga integritas proses hukum dan memastikan penyidikan berjalan optimal,” jelas Erlan.(*)

Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Bupati Kerinci dan Kajari Sungai Penuh Tandatangani MoU dan PKS

Bupati Kerinci dan Kajari Sungai Penuh Tandatangani MoU dan PKS Pemkab dengan Kejari Sungai Penuh.(Adz)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si bersama Kepala Kejaksaan Negeri Sungai Penuh Robi Harianto S., S.H., M.H resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kabupaten Kerinci dengan Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, Rabu (22/4/2026) di Ruang Pola Kantor Bupati Kerinci..

Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pendampingan hukum, meningkatkan tata kelola pemerintahan yang bersih, serta mendukung upaya penyelamatan aset daerah demi kepentingan masyarakat Kabupaten Kerinci.

Melalui sinergi ini diharapkan setiap kebijakan dan program pembangunan dapat berjalan lebih tertib hukum, transparan, dan akuntabel, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.

"Kerinci Maju Pemerintahan Bersih Pelayanan Terbaik untuk Masyarakat"

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs