FKKMI Sumbagtama Tegaskan Peran Koperasi Mahasiswa sebagai Pilar Ekonomi Masa Depan


 Merdekapost.com | Pada Jumat, 1 Mei 2026, telah diselenggarakan rangkaian kegiatan yang meliputi Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil), Hari Lahir (Harlah) FKKMI, serta Pendidikan Dasar (Diksar) Koperasi Mahasiswa se-Sumatra. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, di antaranya Deputi Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi RI beserta rombongan, perwakilan Deputi Bidang Talenta dan Daya Saing Koperasi, Kepala Bidang Pelatihan Perkoperasian, Dinas Koperasi Sumatera Utara, unsur BA dan PMO wilayah Sumut, civitas akademika Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara (UNUSU) Medan, Wakil Dekan II, Ketua BPP FKKMI, Koordinator Wilayah BPW 1 FKKMI SUMBAGTAMA, seluruh jajaran pengurus, serta koperasi mahasiswa (Kopma) se-Sumatra dan peserta Diksar yang memenuhi ruangan.

Kegiatan yang berlangsung pada 1–3 Mei 2026 ini sukses diselenggarakan oleh BPW 1 FKKMI SUMBAGTAMA di Aula Kampus Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara, Medan. Acara tersebut dihadiri oleh delegasi koperasi mahasiswa dari berbagai provinsi di Sumatra.

Momentum ini menjadi sangat penting dalam memperkuat peran Forum Komunikasi Koperasi Mahasiswa Indonesia (FKKMI) sebagai wadah kolaborasi dan pengembangan koperasi mahasiswa di tingkat regional.

Rangkaian kegiatan meliputi Rakerwil sebagai forum strategis dalam merumuskan program kerja, peringatan Harlah FKKMI sebagai refleksi perjalanan organisasi, serta Diksar sebagai sarana mencetak kader koperasi mahasiswa yang berintegritas, profesional, dan berdaya saing.

Dalam sambutannya, Koordinator Wilayah BPW 1 FKKMI SUMBAGTAMA menegaskan bahwa koperasi mahasiswa harus mampu bertransformasi menjadi lebih adaptif dan inovatif di tengah perkembangan zaman. Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis koperasi, khususnya di wilayah Sumatra.

Sementara itu, Ketua BPP FKKMI Pusat menyampaikan bahwa koperasi mahasiswa bukan sekadar organisasi, melainkan juga sebagai laboratorium praktik ekonomi kerakyatan. Melalui Rakerwil dan Diksar ini, diharapkan lahir kader-kader unggul yang mampu membawa koperasi mahasiswa menjadi lebih maju dan profesional.

Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara dalam sambutannya turut mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada UNUSU sebagai tuan rumah. Ia berharap kegiatan ini dapat melahirkan gagasan inovatif serta memperkuat sinergi antar koperasi mahasiswa dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional.

Sebagai keynote speaker sekaligus pembuka acara secara resmi, Deputi Pengembangan Usaha Koperasi menekankan pentingnya transformasi koperasi di era digital. Dalam pidatonya, ia menyampaikan bahwa koperasi mahasiswa harus menjadi pionir dalam pengembangan usaha berbasis teknologi, memperkuat tata kelola kelembagaan, serta meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun global.

Melalui kegiatan ini, BPW 1 FKKMI SUMBAGTAMA diharapkan semakin solid dalam menjalankan perannya sebagai penggerak koperasi mahasiswa di Sumatra. Kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam mewujudkan koperasi mahasiswa sebagai pilar kemandirian ekonomi generasi muda yang tangguh, inovatif, dan berkelanjutan.(*)

Ini Daftar Nama Ketua DPW dan DPD PAN Provinsi Jambi yang Dilantik Ketum Zulkifli Hasan

PAN - Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Jambi 

JAMBI, MERDEKAPOST.COM - Daftar nama DPW dan DPD PAN Provinsi Jambi yang baru saja dilantik.

Pelantikan ketua dewan pimpinan wilayah (DPW) dan dewan pimpindan daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Jambi digelar pada Kamis (30/4/2026) di Abadi Convention Center Kota Jambi.

Pelantikan ini dihadiri Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas), Ketua MPP PAN Hatta Rajasa, Wakil Ketua Umum Eddy Soeparno, Viva Yoga serta anggota DPR RI Uya Kuya, H. Bakri dan pengurus DPP.

PAN Provinsi Jambi ditargetkan bisa meraih 3 polisi kepala daerah pada Pilkada mendatang.

Berikut nama-nama Ketua dan DPD PAN Provinsi Jambi :

Ketua DPW : Al Haris (Gubernur Jambi)

Sekretaris: Madian Saswadi

Bendahara: Pit Arzuna

Ketua DPD DPD Kabupaten dan Kota :

- Tanjab Barat: Anwar Sadat (Bupati Tanjab Barat)

- Tanjab Timur: Asnawi

- Muaro Jambi: Bambang Bayu Suseno (Bupati Muaro Jambi)

- Kota Jambi: Maulana (Wali Kota Jambi)

- Batanghari: Firdaus Fattah

- Sarolangun: Tedy Irawan

- Merangin: Al Hanim Assodiqi

- Bungo: Dedy Putra (Bupati Bungo)

- Tebo: Suryadi

- Kerinci: Monadi (Bupati Kerinci)

- Sungai Penuh: Alvin (Wali Kota Sungai Penuh). (*)

Pedagang Berhamburan Saat Pasar Teluk Nilau Terbakar, Kerugian Ditaksir Milyaran Rupiah

Pedagang Pasar Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, mencoba menyelamatkan barang. Puluhan kios hangus akibat kebakaran, Jumat (1/5/2026) sore.(iST) 

Kuala Tungkal, Merdekapost.com - Kepanikan pedagang terjadi saat kebakaran hebat melanda Pasar Tradisional Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung, Jumat (1/5/2026).

Pedagang berhamburan menyelamatkan diri, meninggalkan kios-kios mereka yang mulai dilalap api.

Di tengah kepulan asap tebal dan kobaran api yang membesar, para pedagang berusaha menyelamatkan barang dagangan seadanya. 

Beberapa terlihat mengangkut barang dengan tergesa, sementara yang lain hanya bisa pasrah menyaksikan api menghanguskan sumber penghidupan mereka. 

Warga sekitar turut membantu, bahu-membahu mengevakuasi barang yang masih bisa diselamatkan.

BACA JUGA: 2 Pria dan 4 Ton Solar Diamankan di Jambi, BBM Subsidi Dijual Harga Solar Industri

Namun, upaya tersebut terhambat oleh tiupan angin kencang yang membuat api cepat menjalar. Kobaran api membumbung tinggi ke langit, melahap kios demi kios yang ada disana.

Suasana berubah menjadi pilu ketika sejumlah pemilik kios tak kuasa menahan tangis. 

Jerit histeris terdengar di antara kerumunan, menyaksikan harta benda mereka ludes dalam hitungan menit.

Informasi sementara menyebutkan sekitar 20 kios terbakar, meski jumlah pasti masih dalam pendataan pihak pemadam kebakaran yang kini berada di lokasi.

Hingga saat ini, petugas terus berupaya memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas ke area lainnya.

Camat Pengabuan Ismail menyebut, belum diketahui pasti penyebab kebakaran hingga saat ini tim masih fokus memadamkan api.

"Belum diketahui penyebabnya, nanti kita sampaikan," ujarnya.

Ia memprediksi kebakaran tersebut lebih dari 20 kios, namun pihak nya masih melakukan pendataan. 

Kerugian Ditaksir hingga Miliaran Rupiah

Kondisi lokasi kebakaran di kawasan Pasar Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jumat (1/5/2026). Camat Pengabuan memperkirakan kerugian mencapai miliaran rupiah. 

Kerugian akibat kebakaran di kawasan Pasar Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jumat (1/5/2026) sore, mencapai miliaran rupiah.

Camat Pengabuan, Ismail, mengatakan hingga malam ini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

"Untuk penyebabnya belum diketahui. Kalau kerugian diperkirakan miliaran rupiah,” ujarnya.

Berdasarkan data sementara, sekitar 10 kios dilaporkan telah hangus terbakar.

Untuk data pastinya, pihak kecamatan masih melakukan pendataan lanjutan di lokasi kejadian.

“Data sementara sekitar 10 kios terbakar. Kami masih mendata, nanti informasi lengkap akan kami sampaikan,” kata Ismail.

Kronologi 

Kebakaran terjadi begitu cepat dengan kobaran api yang membesar dan membubung tinggi.

Kondisi tersebut diperparah oleh embusan angin kencang di lokasi.

Akibatnya, sejumlah kios di kawasan pasar tidak sempat diselamatkan.

Hingga pukul 18.20 WIB, api dilaporkan belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.

“Saat ini masih proses pemadaman,” ujar Ismail.

Petugas pemadam kebakaran bersama warga setempat terus berjibaku menjinakkan api.

Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitar pasar.

Proses pemadaman berlangsung hingga sore hari.

Sementara itu, warga berbondong-bondong memadati lokasi kejadian.

Mereka menyaksikan langsung kebakaran yang melanda pusat aktivitas ekonomi tersebut.

Pendataan kerugian dan penyebab kejadian masih terus dilakukan oleh pihak terkait. (Red)

7 Pelaku PETI Ditangkap di Merangin, Polda Jambi Buru Pemilik Alat Berat

Jambi, Merdekapost.com - Kepolisian Daerah Jambi melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) berhasil mengungkap praktik penambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Kabupaten Merangin. Dalam operasi yang dilakukan pada Rabu (29/4)

Pada kesempatan tersebut petugas mengamankan tujuh orang pelaku yang tengah melakukan aktivitas tambang ilegal menggunakan alat berat di Desa Bungo Tanjung, Kecamatan Pangkalan Jambu.

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang resah terhadap maraknya aktivitas tambang ilegal di wilayah tersebut. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Subdit IV Ditreskrimsus Polda Jambi langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan para pelaku di lokasi kejadian.

Baca Juga: 2 Pria dan 4 Ton Solar Diamankan di Jambi, BBM Subsidi Dijual Harga Solar Industri

Dari hasil pemeriksaan, diketahui enam dari tujuh pelaku merupakan warga asal Sumatera Utara yang berperan sebagai operator dan kernet alat berat. Sementara satu pelaku lainnya merupakan warga lokal yang bertugas menguras air di lubang tambang. Para pelaku saat diamankan sedang menjalankan aktivitas penambangan menggunakan excavator yang berada tidak jauh dari permukiman warga.

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol. Erlan Munaji, menjelaskan bahwa pengungkapan ini merupakan tindak lanjut dari informasi masyarakat yang diterima sehari sebelumnya.

“Pengungkapan kasus tersebut menindaklanjuti informasi masyarakat terkait adanya aktivitas PETI di Desa Bungo Tanjung, Kecamatan Pangkalan Jambu,” ujar Erlan.

Selain mengamankan tujuh tersangka, petugas juga menyita sejumlah barang bukti berupa kunci alat berat excavator yang digunakan dalam aktivitas ilegal tersebut. Seluruh tersangka beserta barang bukti kini telah diamankan di Mapolda Jambi untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Polda Jambi juga mengungkap bahwa pihak pemilik alat berat dan pemodal kegiatan tambang ilegal tersebut telah teridentifikasi dan saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Kami menegaskan bahwa Polda Jambi berkomitmen untuk terus menindak tegas segala bentuk aktivitas penambangan emas tanpa izin yang merusak lingkungan dan merugikan masyarakat. Keberhasilan pengungkapan ini merupakan bentuk respons cepat atas laporan masyarakat sekaligus wujud keseriusan kami dalam menjaga kelestarian lingkungan dan penegakan hukum di wilayah Jambi.

Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas PETI serta segera melaporkan apabila menemukan adanya praktik serupa. Sinergi antara masyarakat dan kepolisian sangat penting dalam upaya pemberantasan kejahatan yang berdampak luas seperti ini,” ujar Kabid Humas Polda Jambi mewakili Kapolda Jambi.(Tim)

2 Pria dan 4 Ton Solar Diamankan di Jambi, BBM Subsidi Dijual Harga Solar Industri

109 jerigen dengan total kapasitas 4.000 liter atau sekitar 4 ton, disita Polresta Jambi dari 2 pelaku penyalahgunaan BBM subsidi di Kota Jambi.(Ist) 

JAMBI - 109 jerigen dengan total kapasitas 4.000 liter atau sekitar 4 ton, disita Polresta Jambi dari 2 pelaku penyalahgunaan BBM subsidi di Kota Jambi.

Selain 4 ton BBM subsidi jenis solar, polisi juga menyita satu unit mobil Hino Dutro warna hijau nomor polisi BH 8374 YU.

2 pelaku ditangkap Unit Tipidter Satreskrim Polresta Jambi di di kawasan Jalan Lingkar Timur, Kecamatan Jambi Timur pada Jumat (17/4/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

Kedua pelaku yakni DES (41), warga Kecamatan Bangunrejo, sopir kendaraan berisi solar subsidi dan pemilik BBM berinisial DL (43), warga Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi.

Pengungkapan penyalahgunaan BBM subsidi ini bermula saat menghentikan mobil Hino Dutro hijau dnegan nomor polisi BH 8374 YU karena mencurigakan.

Saat diperiksa ditemukan 109 jerigen berkapasitas 35 liter, sehingga total solar yang diamankan sekira 4.000 liter.

Keterangan polisi, solar subsidi ini diduga akan dijual ke pihak industri dengan harga non subsidi.

Dua pelaku lantas dibawa ke Polresta Jambi untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Keduanya disangkakan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023  (Pasal 40 angka 9), mengatur sanksi pidana penjara maksimal 6 tahun dan denda maksimal Rp 60 miliar bagi penyalahguna pengangkutan/niaga BBM, gas bumi, atau olahan yang disubsidi pemerintah. 

(*Adz/ Sumber: Tribunjambi.com)

Membanggakan, Perempuan Kerinci Kembali Torehkan Prestasi tingkat Provinsi Jambi

Ny. Septi Malinda Murison berhasil membawa kebanggaan daerah, Dua Perempuan Kerinci Torehkan Prestasi tingkat Provinsi Jambi.(Adz)

Jambi, Merdekapost.com - Perempuan Kerinci kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Jambi dalam Peringatan Hari Kartini ke-148 yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Jambi, Rabu (30/4/2026).

Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Kerjasama Organisasi Wanita Provinsi Jambi (BKOW), Gabungan Organisasi Wanita dari Kabupaten Kerinci yang dipimpin Ny. Septi Malinda Murison berhasil membawa kebanggaan daerah.

  • Suci Mutia Ilviza menerima Penghargaan Perempuan Inisiator Bidang Sosial dan Literasi Al-Qur’an Tahun 2026.
  • Resna Amelia meraih Juara II Lomba Cerita Perjuangan Kartini di Era Digital.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa perempuan Kerinci terus hadir sebagai sosok tangguh, mandiri, dan berdaya, sejalan dengan semangat Kartini di era ekonomi digital menuju Jambi Mantap Jilid II dan Indonesia Emas 2045.

Selamat kepada para perempuan inspiratif Kerinci. Terus berkarya dan menginspirasi..!

(*Adz)

Wako Alfin Beri Kuliah Umum di Unja: Sukses Tak Instan, Kunci Utamanya Konsistensi dan Kerja Keras

Wako Alfin Beri Kuliah Umum di Unja: Sukses Tak Instan, Kunci Utamanya Konsistensi dan Kerja Keras.(mpc)

JAMBI, MERDEKAPOST.COM – Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH, memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jambi yang digelar di Auditorium UNIFAC, Kamis (3/4/26).

Kuliah umum tersebut mengangkat tema “Membangun Kota, Merawat Amanah, Seni Kepemimpinan di Tengah Dinamika Politik Modern,” yang menyoroti pentingnya kepemimpinan adaptif di era perubahan.

Dalam paparannya, Alfin membeberkan sejumlah arah kebijakan dan program strategis Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam mendorong pembangunan daerah yang lebih maju dan berdaya saing. Program tersebut antara lain “Sungai Penuh Maju, Unggul, Sehat dan Agamis,” “Sungai Penuh Melayani,” “Sungai Penuh Ilok,” serta penguatan program pemberdayaan perempuan.

BACA JUGA: Bunda Zulva Kukuhkan Ketua Relawan Rumah Bunda se-Kabupaten Batang Hari

Selain menyampaikan materi kebijakan, Alfin juga memberikan motivasi kepada mahasiswa agar terus bersemangat dalam menempuh pendidikan serta mempersiapkan diri sebagai generasi penerus bangsa yang berintegritas.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan bukanlah hasil yang instan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan kerja keras dan konsistensi.

“Tidak ada kesuksesan yang datang tiba-tiba. Semua butuh proses. Mulailah dari hal kecil, bangun kebiasaan baik, dan jaga konsistensi dalam setiap langkah,” ujarnya.

Baca Juga: Juarai JSFL Wilayah Kerinci, SMAN 6 Siap Unjuk Gigi di Level Provinsi Jambi

Dalam kesempatan tersebut, Alfin turut membagikan kisah perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan saat merantau hingga akhirnya dipercaya memimpin Kota Sungai Penuh.

Kegiatan kuliah umum ditutup dengan sesi diskusi interaktif. Mahasiswa terlihat antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar kepemimpinan, hukum, serta praktik pemerintahan di daerah, yang kemudian dijawab langsung oleh Wali Kota.

Juarai JSFL Wilayah Kerinci, SMAN 6 Siap Unjuk Gigi di Level Provinsi Jambi

KERINCI – SMA Negeri 6 Kerinci kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih juara pertama pada ajang Jambi School Football League (JSFL) Wilayah Kerinci 2025. Atas capaian tersebut, SMAN 6 Tanjung Tanah Kerinci resmi mewakili Kabupaten Kerinci untuk berlaga di tingkat Provinsi Jambi tahun 2026.

Berdasarkan jadwal resmi, kompetisi tingkat provinsi akan digelar mulai 12 hingga 17 Mei 2026. SMAN 6 Kerinci tergabung di Grup A bersama SMAN 1 Sarolangun dan SMAN 8 Kota Jambi.

Pada laga perdana, SMAN 6 Kerinci akan menghadapi SMAN 1 Sarolangun pada Selasa, 12 Mei 2026 pukul 07.30 WIB. Selanjutnya, mereka dijadwalkan bertemu SMAN 8 Kota Jambi pada Kamis, 14 Mei 2026 pukul 14.00 WIB.

PLH Kepala Sekolah SMAN 6 Kerinci, Erwady, kepada media ini menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian yang diraih para siswa.

“Alhamdulillah, ini adalah hasil dari kerja keras, disiplin, dan semangat juang anak-anak serta dukungan penuh dari para pelatih dan pihak sekolah. Kami sangat bangga atas prestasi ini,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pihak sekolah akan terus memberikan dukungan penuh kepada tim untuk menghadapi pertandingan di tingkat Provinsi Jambi.

“Kami berharap tim SMAN 6 Kerinci dapat tampil maksimal, menjaga sportivitas, dan membawa nama baik sekolah serta Kabupaten Kerinci. Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat,” pungkasnya. Kamis (30/4/2026).

Ajang ini akan menjadi pembuktian bagi SMAN 6 Kerinci untuk bersaing dengan tim-tim terbaik dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Jambi. Jika berhasil lolos dari fase grup, mereka akan melaju ke babak semifinal pada 16 Mei 2026, sebelum puncaknya di partai final pada 17 Mei 2026.(*)

Bunda Zulva Kukuhkan Ketua Relawan Rumah Bunda se-Kabupaten Batang Hari

 

Merdekapost.com – Bertempat di Kantor Kecamatan Muara Bulian, Rabu (29/04/2026), Ketua TP PKK Kabupaten Batang Hari, Bunda Zulva Fadhil, secara resmi mengukuhkan Ketua Relawan Rumah Bunda se-Kabupaten Batang Hari. Para ketua relawan yang dikukuhkan merupakan istri dari seluruh camat di Kabupaten Batang Hari.

Pengukuhan tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat peran Relawan Rumah Bunda sebagai mitra pemerintah dalam memberikan pelayanan sosial dan pendampingan kepada masyarakat di setiap kecamatan.

Dalam sambutannya, Bunda Zulva Fadhil menyampaikan harapannya agar Relawan Rumah Bunda mampu menjadi perpanjangan tangan Pemerintah Kabupaten Batang Hari dalam membantu masyarakat, khususnya dalam bidang sosial, pemberdayaan keluarga, serta pelayanan kemasyarakatan lainnya.

“Relawan Rumah Bunda diharapkan hadir di tengah masyarakat sebagai wadah yang mampu memberikan perhatian, kepedulian, dan solusi bagi berbagai persoalan sosial di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Camat Muara Bulian Zuhri turut melantik Asih Verawati sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan Muara Bulian. Pelantikan tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat pembinaan dan pelayanan Posyandu di tingkat kecamatan demi meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak.

Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah perwakilan dinas dan badan terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang Hari, serta para tamu undangan lainnya. (*)

Terungkap Saat Sidang, Uang Rp1 M Diserahkan untuk Eks Kadisdik Jambi Varial Adhi Putra

JAMBI - Terungkap saat sidang, adanya aliran dana ke mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Varial Adi Putra sebesar Rp 1 miliar.

Sidang kasus korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik alat praktik SMK pada Dinas Pendidikan Provinsi Jambi digelar Pengadilan Tipikor Jambi pada Selasa (28/4/2026).

Pada sidang  kasus yang merugikan keuangan negara hingga Rp21 miliar itu, jaksa menghadirkan sejumlah saksi yang juga berstatus tersangka didalam kasus ini.

Yakni Zainul Havis mantan Kabid SMK sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Wawan Setiawan pemilik PT Indotec Lestari Prima, Endah Susanti pemilik PT Tahta Djaga Internasional, serta Rudi Wage Soeparman selaku perantara proyek.

Dalam keterangannya, Rudi Wage menyebutkan jika dia menyerahkan uang sebesar Rp 1 miliar dalam koper di salah satu hotel di Jakarta.

Uang itu diserahkan ke seseorang bernama Hendra yang disebut sebagai kakak kandung Vahrial Adi Putra.

"Saya lihat langsung, saya cek isinya Rp 1 miliar," kata Rudi Wage di persidangan.

Penyerahan uang ini diserahkan pada April 2022.

Selain uang ini, Rudi Wage juga menyerahkan uang Rp700 juta. Uang ini disebut sebagai seseorang bernama Firman.

Uang ini juga diserahkan kepada Hendra yang ditujukan ke Varial Adi Putra.

Rudi juga membeberkan proses proyek senilai sekitar Rp65 miliar itu dibagi ke dalam 17 paket pekerjaan yang mencakup berbagai kompetensi, seperti multimedia, tata busana, hingga perhotelan.

Data paket pekerjaan ini didapatkan dari seseorang bernama David, lengkap dengan daftar sekolah, jenis pekerjaan, serta pagu anggaran. 

Selanjutnya, paket-paket tersebut ditawarkan kepada sejumlah penyedia, termasuk Firman, Jajang, hingga pihak lain.

Saksi juga mengaku mentransfer uang Rp 165 juta kepada David atas permintaan Zainul Havis, serta transfer lainnya untuk berbagai keperluan yang disebut kebutuhan dinas.

Kasus ini bermula pada tahun 2022.

Di mana pada tahun anggaran 2022 terdapat kegiatan pengadaan peralatan praktik utama Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik SMK di Dinas Pendidikan Provinsi Jambi dengan Pagu anggaran sekitar Rp62,1 miliar.

Total anggaran tersebut direncanakan untuk 30 paket pengadaan alat praktik SMK di Provinsi Jambi.

Berdasarkan perhitungan Jaksa, diperkirakan kerugian keuangan negara mencapai Rp21,8 miliar.

Kerugian negara tersebut berasal dari beberapa penyedia, antara lain PT AKP, PT MIT, PT PAS, PT STN, dan PT TDI, dengan nilai kerugian terbesar berasal dari PT TDI.

Dalih penggunaan e-katalog dan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dinilai jaksa hanya menjadi kedok administratif. (*)

Jenazah Nur Alimatun Tiba di Rumah Duka, Mahasiswi STMA Trisakti Asal Jambi Korban Kecelakaan KRL Bekasi

Nur Alimatun, Mahasiswi Cerdas STMA Trisakti Asal Jambi salah satu Korban Kecelakaan KRL Bekasi (Ist/Instagram STMA Trisakti)

JAMBI - Seorang mahasiswi asal Jambi bernama Nur Alimatun Citra Lestari, menjadi korban tewas dalam kecelakaan kereta api di Bekasi.

Kecelakaan kereta api itu melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, pada Senin (27/4/2026) malam.

Data terbaru, ada 15 orang meninggal dunia dalam kecelakaan ini, puluhan orang mengalami luka-luka.

Nur Alimatun Citra Lestari (19), merupakan seorang mahasiswi asal Kota Jambi.

Ia di lahirkan 2007 silam di Jalan Camar II Nomor 38, RT. 13, RW.02 Kelurahan Sungai Asam, Kecamatan Pasar Jambi.

Lokasi rumahnya di kawasan belakang SMP 2 Kota Jambi, tempat tinggal orang tuanya saat ini.

Nur merupakan bungsu tiga dari tiga bersaudara.

Kakak pertamanya perempuan tinggal di Jambi dan belum menikah, saat ini bekerja di Bapas Jambi 

Kakak keduanya tinggal di Bekasi dan telah berkeluarga.

Sosok yang Cerdas

Pendidikan awal Nur Alimatun dimulai dari SDN 6 Kota Jambi.

Setelah itu, Nur melanjutkan ke SMPN 2 Kota Jambi. Sekolah seragam abu-abu putihnya diselesaikan di SMAN 10 Kota Jambi.

Nur merupakan sosok rajin dan cerdas.

Dia mendapatkan beasiswa dari perusahaan asuransi untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi Trisakti (STMA Trisakti).

Kampus STMA Trisakti berada di Jakarta.

Untuk kuliah di sana, Nur Alimatun Citra Lestasi tinggal Bekasi, bersama kakak keduanya.

Dalam aktivitas keseharian, Nur mengunakan trasportasi umum termasuk KRL yang mengalami kecelakaan tersebut.

Orang tua Nur Alimatun bernama Ruslan. Sebelumnya bapak Nur bertugas di Lapas Jambi. 

Arpan, tetangga korban, menceritakan orang tua korban sudah pensiun lima tahun lalu dari lapas.

Arpan juga menceritakan, awalnya korban engan mengambil beasiswa di Jakarta karena dianggap jauh dari rumah.

Namun, karena ada pertimbangan kakaknya yang tinggal di Jabodetabek akhirnya tawaran tersebut diambil.

"Almarhum ini dapat beasiswa, karena kakaknya tinggal di sana, maka dia berangkat juga," ujarnya. 

Jenazah Tiba di Jambi

Jenazah almarhumah tiba di rumah duka di Jalan Camar II Nomor 33, Kelurahan Sei Asam, Kecamatan Pasar, Kota Jambi, pada pukul 08.15 Wib, Rabu (29/4). Tangis haru pecah saat kedatangan peti jenazah si bungsu itu.

Ayah korban, Ruslan mengatakan, kabar duka tersebut diterima keluarga pada Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Informasi itu ia peroleh dari anak kedua yang tinggal di Bekasi.

“Informasi kami terima setengah lima sore dari kakaknya yang di Bekasi,” ujar Ruslan.

Nur Alimatun Citra merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. Ia dikenal sebagai pribadi yang tekun menempuh pendidikan. Saat ini, almarhumah tercatat sebagai mahasiswi semester IV di Sekolah Tinggi Manajemen Administrasi Trisakti.(*)

Demisioner Sekretaris Cabang PMII Merangin Kecam Pernyataan Sekda yang Sebut PMII Layaknya Preman

Yugi Parionandes Kecam Pernyataan Sekda Merangin soal PMII Disebut Preman

 Medekapost.com | Pernyataan Sekretaris Daerah Kabupaten Merangin yang menyebut Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) layaknya preman menuai kecaman keras dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Demisioner Sekretaris Cabang PMII Merangin sekaligus Pengurus PKC PMII Provinsi Jambi, Yugi Parionandes.

Yugi menilai ucapan tersebut sebagai bentuk penghinaan serius terhadap organisasi mahasiswa sekaligus mencerminkan sikap arogan seorang pejabat publik.

“Pernyataan itu sangat keterlaluan, tidak beretika, dan mencederai akal sehat. Seorang Sekda seharusnya menunjukkan kapasitas sebagai birokrat yang bijak, bukan justru melontarkan ucapan yang merendahkan dengan menyamakan organisasi mahasiswa seperti preman,” tegas Yugi, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, PMII merupakan organisasi kaderisasi nasional yang memiliki sejarah panjang dalam perjuangan intelektual, sosial, dan kebangsaan. Karena itu, pernyataan tersebut tidak hanya menyerang kader PMII di Merangin, tetapi juga melukai marwah kader PMII secara luas.

Ia juga menegaskan bahwa pejabat publik yang anti kritik dan mudah terpancing emosi menunjukkan ketidakmampuan dalam memahami prinsip demokrasi. Kritik dari mahasiswa, kata dia, merupakan bagian dari kontrol sosial yang dijamin dalam sistem demokratis.

“Jika pejabat alergi terhadap kritik lalu merespons dengan kata-kata kasar, itu menunjukkan kegagalan dalam memahami perannya sebagai pelayan masyarakat. Jabatan tidak boleh dijadikan tameng untuk merendahkan rakyat dan mahasiswa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yugi mendesak Sekda Merangin untuk segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada seluruh kader PMII dan masyarakat. Ia menilai, tanpa klarifikasi dan permintaan maaf, pernyataan tersebut berpotensi memperburuk citra birokrasi Pemerintah Kabupaten Merangin di mata publik.

“Jangan merasa paling berkuasa. Jabatan itu sementara, tetapi ucapan akan terus diingat masyarakat. Kami meminta agar segera disampaikan permintaan maaf secara terbuka,” tegasnya.

Ia juga memastikan bahwa PMII tidak akan gentar menghadapi intimidasi verbal dari pihak mana pun, serta akan terus menjalankan fungsi perjuangan dan pengawalan kebijakan pemerintah demi kepentingan rakyat.

“PMII lahir untuk melawan ketidakadilan, bukan untuk tunduk pada arogansi kekuasaan,” tutupnya. (*)

Penampakan Kayu Gelondongan dan Alat PETI Hanyut di Sungai Saat Banjir di Sarolangun

Banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, sejak Sabtu (26/4/2026), memicu kepanikan warga di sepanjang aliran Sungai Batang Asai. 

JAMBI -  Banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, sejak Sabtu (26/4/2026), memicu kepanikan warga di sepanjang aliran Sungai Batang Asai.

Arus deras yang datang tiba-tiba membawa material kayu dalam jumlah besar. Batang-batang pohon tampak berhamburan mengikuti derasnya aliran sungai, memperlihatkan betapa parahnya kerusakan yang terjadi di hulu.

Sejumlah desa dilaporkan terdampak cukup serius, di antaranya Desa Teluk Kecimbung dan Pulau Melako.

Warga setempat menyebut air naik dengan cepat disertai lumpur dan potongan kayu, sehingga sulit untuk melakukan penyelamatan barang.

Tak hanya itu, banjir juga menyeret sejumlah peralatan tambang emas ilegal atau PETI (Penambangan Emas Tanpa Izin). Mesin dompeng yang biasa digunakan penambang dilaporkan hanyut terbawa arus, menjadi pemandangan yang mencolok di tengah bencana.

Kondisi ini memicu sorotan masyarakat terhadap maraknya aktivitas PETI dan penebangan hutan di kawasan tersebut. Banyak pihak menilai, kerusakan lingkungan di daerah hulu menjadi faktor utama yang memperparah dampak banjir.

“Kayu-kayu besar yang hanyut ini jadi bukti nyata hutan sudah rusak. Ditambah aktivitas dompeng yang tidak terkendali,” ujar salah seorang warga.

Baca juga: Hujan Deras, 409 Rumah di Tiang Pumpun Merangin Dihantam Banjir, Jembatan Putus

Banjir bandang yang membawa material kayu dan peralatan tambang ini mempertegas kekhawatiran publik soal lemahnya pengawasan terhadap aktivitas ilegal di wilayah Sarolangun.

Hingga kini, warga masih waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang belum stabil dan debit air sungai yang masih tinggi.

Gubernur Jambi Al Haris Evaluasi Keras Soal PETI, Banjir Bandang di Sarolangun Jadi Sorotan

Gubernur Jambi, Al Haris, merespons cepat bencana banjir besar yang melanda Kabupaten Sarolangun.

Tak hanya fokus pada penanganan darurat, ia juga menyoroti keras aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) atau dompeng yang diduga memperparah kerusakan lingkungan, khususnya di sepanjang aliran sungai.

Air Rendam Rumah hingga Atap

Ya, Al Haris mengaku telah menerima laporan sejak malam hari, baik dari pemerintah daerah maupun pantauan langsung di media sosial.

Beberapa wilayah yang terdampak paling parah di antaranya Sarolangun, Batang Asai, dan Batin VIII.

“Kondisinya memang parah, air merendam rumah warga hingga ke atap,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Ia memastikan akan turun langsung ke lokasi setelah menyelesaikan agenda kementerian yang tengah dihadirinya.

Banjir Sesuai Peringatan BMKG

Menurut Al Haris, bencana ini sejalan dengan peringatan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika terkait potensi banjir pada April.

Ia menjelaskan, periode ini merupakan fase peralihan sebelum memasuki musim kemarau.

“Setelah April, kita akan menghadapi potensi kekeringan pada Mei hingga Juli,” jelasnya.

Dompeng Jadi Sorotan

Di tengah bencana, beredar informasi mengenai rakit dompeng yang hanyut terbawa arus.

Hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa aktivitas tambang ilegal telah merusak ekosistem sungai.

Al Haris pun mengingatkan bahwa praktik PETI merupakan aktivitas terlarang yang berdampak serius terhadap lingkungan.

“Dompeng merusak bibir sungai dan mengacaukan alur alami. Ini harus jadi bahan evaluasi bersama,” tegasnya.

Ia bahkan mengajak masyarakat untuk merefleksikan penyebab banjir besar yang terjadi.

“Apakah ini murni bencana alam, atau akibat ulah manusia sendiri yang merusak lingkungan?” lanjutnya.

Bantuan Masih Menunggu Data

Terkait penanganan, Pemerintah Provinsi Jambi masih menunggu laporan resmi dari pemerintah daerah setempat.

Hingga kini, belum ada data pasti terkait jumlah korban maupun total kerugian.

Meski demikian, Al Haris menegaskan seluruh pihak telah diminta siaga penuh.

Ia menginstruksikan jajaran seperti BPBD, TNI, Polri, hingga relawan untuk bergerak cepat membantu warga terdampak.

“Semua harus bersiaga dan memberikan bantuan maksimal di lapangan,” pungkasnya.

Editor : ALDIE PRASETYA | Sumber: TribunJambi

Pagar dan Atap Lahan Milik Jurnalis jambi 28TV di Tigo Luhah Tanjung Tanah Raib Digondol Maling

Pagar dan Atap Lahan Milik Jurnalis jambi 28TV di Tigo Luhah Tanjung Tanah Raib Digondol Maling

Kerinci – Aksi pencurian kembali terjadi di wilayah Kecamatan Danau Kerinci. Kali ini, lahan milik seorang jurnalis Jambi 28TV yang berada di Tigo Luhah Tanjung Tanah menjadi sasaran pelaku.

Lahan berukuran sekitar lebar 30 x panjang 15 meter persegi tersebut diketahui kehilangan pagar seng dan bagian atap bangunan sederhana. Dari kondisi di lapangan, terlihat pagar sudah dalam keadaan rusak dan sebagian besar material seng hilang, diduga dicabut dan dibawa kabur oleh pelaku.

Peristiwa ini baru diketahui saat pemilik lahan datang untuk mengecek kondisi lokasi. Saat tiba, ia mendapati pagar telah terbongkar dan area tampak terbuka .

Deza, jurnalis Jambi 28TV, menyampaikan kekecewaannya atas kejadian tersebut.

Baca Juga: Polres Kerinci Gelar Rekonstruksi Kasus Dugaan Asusila Oknum Guru SMPN di Sungai Penuh

“Saat saya datang, kondisi sudah seperti ini. Pagar seng dan atap sudah tidak ada lagi. Ini sangat merugikan, karena sebelumnya masih terpasang, ujar Deza.

Ia menduga aksi pencurian dilakukan saat lokasi dalam keadaan sepi dan tidak terpantau dalam beberapa waktu. Material seng yang mudah dilepas menjadi target empuk bagi pelaku.

Jurnalis muda tersebut berharap pihak berwajib dapat  meningkatkan keamanan di wilayah tersebut.

“Saya berharap kedepannya perlu ada perhatian dan keamanan dari pihak kepolisian, karena kejadian seperti ini bisa terulang jika tidak di tanganin lebih serius” tambahnya.

Kasus ini menjadi peringatan bagi pemilik lahan kosong lainnya agar lebih meningkatkan pengawasan, terutama di area yang jarang dikunjungi.

Warga sekitar juga diimbau untuk lebih waspada dan segera melaporkan jika melihat aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka.(Ali)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs