Sang Ibu Berhasil Diselamatkan, Namun Dua Bocah Kakak Beradik Tewas Tertimbun Longsor Bungo

Proses Evakuasi jenazah korban yang tertimbun reruntuhan bangunan serta tanah longsor di Dusun Empelu, Tanah sepenggal Kabupaten Bungo Jambi, Rabu (13/5/2026) kemarin.

BUNGO, MERDEKAPOST.COM – Bencana tanah longsor menimpa satu unit rumah warga di Dusun Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 12.10 WIB.

Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan dua anak pemilik rumah meninggal dunia setelah tertimbun material longsor dan reruntuhan bangunan. Kedua korban diketahui bernama Arya (10) dan Repita (4).

Sementara itu, ibu korban, Suryani (35), sempat tertimbun hingga bagian kaki. Beruntung, ia berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat meski mengalami luka berat pada bagian kaki.

Wakapolres Bungo, Kompol Aswindo, saat dikonfirmasi di lokasi kejadian mengatakan proses evakuasi korban berlangsung cukup lama karena material tanah bercampur reruntuhan rumah menimpa para korban.

“Evakuasi korban menggunakan alat berat dari Dinas PU dan BPBD Bungo, melibatkan tim SAR gabungan serta warga sekitar. Korban pertama, Suryani, hanya bagian kaki yang tertimbun sehingga lebih cepat diselamatkan,” ujar Aswindo.

Usai mengevakuasi Suryani ke RS Muara Bungo, tim gabungan kembali melakukan pencarian terhadap dua korban lainnya. Proses pencarian dilakukan menggunakan alat berat lantaran material bangunan rumah yang roboh menumpuk di lokasi.

“Setelah beberapa jam pencarian, kedua korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara ayah korban saat kejadian sedang berada di luar rumah,” katanya.

Selain menelan korban jiwa, longsor tersebut juga menghancurkan seluruh bangunan rumah beserta isinya.

Atas kejadian ini, Wakapolres mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bencana di tengah cuaca ekstrem yang masih terjadi di wilayah Kabupaten Bungo.

“Kami turut berduka cita atas musibah ini. Semoga keluarga korban diberi ketabahan dan kekuatan menghadapi cobaan ini. Kami juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada karena cuaca saat ini tidak menentu,” tutupnya. (Red)

Wujud Kenangan dan Kepedulian, Orang Tua Siswa Serahkan Infaq dan Shodaqoh untuk Pembangunan Mushala MIN 1 Kerinci

Kerinci, Merdekapost.com - Suasana haru dan penuh kebersamaan mewarnai acara perpisahan siswa/i kelas VI MIN 1 Kerinci yang berlangsung pada Selasa, 12 Mei 2026. Dalam momentum penuh makna tersebut, para orang tua siswa menunjukkan rasa cinta dan kepedulian mereka kepada madrasah melalui penyerahan infaq dan shodaqoh untuk pembangunan mushala madrasah.

Infaq dan shodaqoh dengan total sebesar Rp2.500.000 diserahkan secara langsung dalam rangkaian acara perpisahan sebagai bentuk kenangan dan kontribusi nyata dari orang tua siswa kepada madrasah yang telah menjadi tempat belajar dan tumbuh bagi putra-putri mereka selama ini. Penyerahan bantuan diterima langsung oleh Ketua Panitia Pembangunan Mushala, Bapak Harmadi, S.Ag., bersama Kepala Madrasah, Ibu Hasminiyeti.S, S.Ag., M.Pd.

Momentum penyerahan bantuan ini mendapat apresiasi dari seluruh tamu undangan dan keluarga besar madrasah. Kepedulian para wali murid menjadi bukti kuatnya hubungan kekeluargaan antara orang tua dan pihak madrasah dalam mendukung kemajuan sarana ibadah di lingkungan sekolah.

Kepala Madrasah, Ibu Hasminiyeti.S, S.Ag., M.Pd, menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya atas perhatian serta dukungan para orang tua siswa. Beliau berharap bantuan tersebut dapat menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat.

Bacaan Lainnya: Komitmen Pejuang Petani, Bupati Kerinci Monadi Teken MoU Cetak Sawah 2026

"Semoga sumbangan yang diberikan menjadi ladang pahala dan membawa manfaat besar bagi kemajuan mushala MIN 1 Kerinci. Terima kasih atas kepedulian dan kenangan indah yang diberikan kepada madrasah tercinta ini," ungkap beliau.

Acara perpisahan yang berlangsung penuh haru tersebut tidak hanya menjadi momen pelepasan siswa/i kelas VI, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, kepedulian, dan semangat gotong royong keluarga besar MIN 1 Kerinci dalam membangun lingkungan madrasah yang lebih baik.(*)

Bupati M Syukur Akan Selesaikan Gaji Pegawai BLUD RSUD Kol. Abundjani Bangko

MERANGIN, MERDEKAPOST.COM — Bupati Merangin H. M. Syukur, S.H., M.H. akhirnya angkat bicara terkait gaji pegawai BLUD (PPPK – PW red ) RSUD Kolonel Abundjani Bangko yang dikabarkan menunggak selama beberapa bulan terakhir.

Persoalan tersebut belakangan menjadi sorotan publik setelah muncul keluhan pegawai hingga aksi mogok sebagian tenaga kesehatan.

Ketika dikonfirmasi via telepon, Bupati Merangin menegaskan Pemerintah Kabupaten Merangin akan segera menyelesaikan persoalan tunggakan gaji tersebut.

“Insyaallah dalam waktu dekat gaji tunggakan pegawai BLUD RSUD akan kita selesaikan, dan insyaallah kami akan ke rumah sakit,” jelas Bupati Merangin.

Baca Juga: Ibu dan 2 anak Tertimbun Longsor di Tanah sepenggal Bungo, Satu Orang Dilaporkan Tewas

Ia juga memastikan pemerintah daerah tidak akan tinggal diam melihat kondisi yang dialami para pegawai rumah sakit.

“Pemerintah Kabupaten Merangin tidak akan tinggal diam,” tegasnya.

Pernyataan itu menjadi harapan baru bagi para pegawai RSUD yang selama ini tetap menjalankan pelayanan kesehatan di tengah ketidakpastian pembayaran hak mereka. Di balik aktivitas rumah sakit yang terus berjalan, para tenaga kesehatan disebut harus bertahan menghadapi tekanan ekonomi akibat gaji yang belum kunjung cair.

Persoalan ini sebelumnya turut menjadi perhatian DPRD Merangin melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang berlangsung panas beberapa waktu lalu. Dalam forum tersebut, sejumlah pihak mempertanyakan mekanisme pengelolaan anggaran hingga pembayaran hak pegawai rumah sakit.

Baca Juga: Komitmen Pejuang Petani, Bupati Kerinci Monadi Teken MoU Cetak Sawah 2026

Sebenarnya Di sisi lain, polemik tunggakan gaji pegawai BLUD RSUD bisa memanfaatkan penggunaan dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), khususnya untuk pembayaran gaji pegawai.

Penggunaan dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) untuk gaji pegawai memang diatur secara khusus guna memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan rumah sakit.Dasar

Dasar hukum utamanya mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 79 Tahun 2018 tentang Badan Layanan Umum Daerah.

Dalam aturan pengelolaan BLUD, rumah sakit daerah memiliki fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan guna mendukung pelayanan publik, termasuk dalam pemberian remunerasi atau pembayaran pegawai.

Pendapatan BLUD pada prinsipnya dapat digunakan untuk membayar gaji maupun tunjangan pegawai yang bekerja di lingkungan BLUD sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, pegawai yang bertugas di BLUD juga dimungkinkan menerima remunerasi atau insentif tambahan dari dana BLUD yang diatur dalam sistem remunerasi rumah sakit.

Bacaan lainnya :  

Longsor di Jalur Muara Siau-Jangkat Merangin, Kendaraan Melintas Bergantian

Namun demikian, penggunaan surplus atau pendapatan BLUD untuk pembayaran gaji wajib memiliki dasar hukum yang jelas, baik melalui Peraturan Kepala Daerah (Perkada) maupun aturan internal pimpinan BLUD agar tetap sesuai mekanisme dan tidak menyalahi ketentuan.

Sistem remunerasi di BLUD sendiri pada dasarnya mengedepankan prinsip profesionalisme dan kinerja, di mana pembayaran disesuaikan dengan tanggung jawab serta capaian kerja pegawai.

Fleksibilitas pengelolaan keuangan BLUD itu merupakan salah satu keistimewaan rumah sakit berstatus BLUD agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih cepat tanpa terhambat birokrasi panjang.

Baca Juga: Longsor di Bungo Telan Korban Jiwa, Gubernur Al Haris: Pemda Harus Ambil Langkah Cepat

Karena itu, penggunaan dana BLUD untuk pembayaran gaji pegawai pada dasarnya diperbolehkan sepanjang tidak bertentangan dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Kini publik menunggu langkah nyata pemerintah daerah. Sebab bagi para pegawai BLUD RSUD, persoalan ini bukan sekadar administrasi keuangan, melainkan menyangkut kepastian hak dan keberlangsungan hidup keluarga mereka di tengah tuntutan pelayanan kesehatan yang harus tetap berjalan.(Adz)

Longsor di Bungo Telan Korban Jiwa, Gubernur Al Haris: Pemda Harus Ambil Langkah Cepat

Longsor Maut di Bungo Telan Korban Jiwa, Al Haris: Pemda Harus Ambil Langkah Cepat

JAMBI, MERDEKAPOST.COM - Gubernur Jambi Al Haris angkat bicara terkait bencana longsor yang terjadi di Kabupaten Bungo hingga menelan korban jiwa. Dia menyampaikan rasa duka atas bencana longsor yang terjadi di daerah itu.

“Pertama kita menyampaikan rasa duka mendalam atas kejadian bencana longsor di Bungo yang mana sampai memakan korban jiwa dan terluka ibu dan anak. Kita akan terus mencoba menunggu data laporan nya lagi untuk kejadian bencana ini,” kata Al Haris, Rabu (13/5/2026).

Longsor yang menghantam salah satu rumah warga di Jalan Tanah Tumbuh, Kelurahan Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Bungo Jambi ini terjadi pada Rabu siang. Tim SAR juga telah turun ke lokasi untuk menyelamatkan dan membantu korban yang tertimbun.

Baca Juga: Longsor di Jalur Muara Siau-Jangkat Merangin, Kendaraan Melintas Bergantian

Al Haris mengatakan agar sementara Pemerintah daerah (Bungo) untuk bergerak cepat menangani dampak bencana itu. Dia ingin, agar pemerintah setempat lebih dulu hadir dan memastikan pertolongan keselamatan dari longsor bisa terbantu

“Yang paling utama saat ini keselamatan masyarakat kita disana dulu ya. Kita minta pemerintah daerah cepat turun membantu warga terdampak longsor ini, bagaimana misi kemanusiaan ini bisa berjalan lancar,” ujar Al Haris.

Dia juga meminta, agar Pemda setempat juga mendata kerugian dan apa saja fasilitas umum yang ikut terdampak serta bantuan yang harus diberikan.

“Nantinya kalau sudah kita mendapatkan laporan resminya baru kita Pemprov jika dibutuhkan bantuan akan kita komunikasikan. Yang pasti Pemda disana bergerak cepat dulu, bantuan juga mesti disalurkan jika itu diperlukan,” jelas dia.

Baca Juga: Komitmen Pejuang Petani, Bupati Kerinci Monadi Teken MoU Cetak Sawah 2026

Sejauh ini, longsor yang terjadi hanya merusak satu rumah warga, longsor ini menimbun bagian belakang rumah korban saat hujan deras melanda. Bahkan, tebing belakang rumah korban tak mampu menahan debit air sehingga menimbun rumah.

Pihak Basarnas Jambi juga memastikan bahwa jumlah korban tertimbun longsor ada sebanyak tiga orang yang diketahui ibu dan 2 orang anaknya. Dua korban sudah dievakuasi dari material longsor, korban ibu berhasil selamat dan satu orang anaknya meninggal dunia. Sedangkan, satu korban lagi sudah diselamatkan saat pencarian.

Al Haris juga menyebut, jika longsor juga merusak hal lainnya maka harus diupayakan perbaikan segera. Kata dia, penanganan darurat harus menjadi prioritas utama. Selain evakuasi dan pendataan korban yang merupakan satu keluarga yang terdampak.

“Jangan sampai masyarakat terlambat mendapat bantuan. Semua pihak harus bergerak cepat,” tegas dia.

Baca Juga: Ibu dan 2 anak Tertimbun Longsor di Tanah sepenggal Bungo, Satu Orang Dilaporkan Tewas

Pemerintah Provinsi Jambi, kata Al Haris, juga akan terus memantau perkembangan penanganan longsor tersebut. Ia berharap kondisi segera membaik dan warga yang terdampak dapat segera mendapatkan penanganan serta bantuan yang dibutuhkan.

“Ini harus kita utamakan persoalan bencana ini, apalagi kondisi saat ini juga masuk musim penghujan, dan kita imbau masyarakat juga terus berhati-hati, serta pihak-pihak terkait terus memberikan informasi soal cuaca dan potensi bencana supaya bisa di ketahui masyarakat,” tutup Al Haris.

Diketahui, korban satu keluarga yang terdampak longsor ini bernama Suryani (40) yang merupakan seorang ibu rumah tangga (IRT) lalu, Arya (11), dan terakhir Revita (4). Bocah Arya diketahui telah meninggal dunia saat diselamatkan dan satu lagi bocah perempuan Revita sudah diselamatkan dan dilarikan kerumah sakit.

Tim gabungan SAR sudah turun ke lokasi kejadian buat membantu proses evakuasi. Sedangkan proses bantuan lainnya Tim SAR masih menunggu langkah selanjutnya sambil membantu membersihkan tumpukan longsor di rumah korban. (adz)

Longsor di Jalur Muara Siau-Jangkat Merangin, Kendaraan Melintas Bergantian

Longsor kembali terjadi di Jalan Lintas Muara Siau-Jangkat, Kabupaten Merangin, Jambi.(Ist) 

MERANGIN, MERDEKAPOST.COM – Longsor kembali terjadi di Jalan Lintas Muara Siau-Jangkat, Kabupaten Merangin, Jambi. 

Material longsor menggerus sebagian badan jalan sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat harus melintas secara bergantian.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Tanjakan Siau, Dusun Ladang Panjang, Desa Muara Siau, Kecamatan Muara Siau, Kabupaten Merangin. Warga mengetahui adanya longsor pada Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Diduga longsor telah terjadi sejak dini hari akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah tersebut serta kondisi tanah yang labil di sekitar tebing jalan.

BACA JUGA: Komitmen Pejuang Petani, Bupati Kerinci Monadi Teken MoU Cetak Sawah 2026

Kapolsek Muara Siau, Agung Heru mengatakan titik longsor berada di tebing pinggir jalan yang menjadi jalur utama penghubung Muara Siau menuju Jangkat hingga Bangko.

“Longsor terjadi di Jalan Lintas Muara Siau-Jangkat tepatnya di Tanjakan Siau, Dusun Ladang Panjang, Desa Muara Siau. Diduga akibat tingginya curah hujan dan kondisi tanah yang labil,” ujar Agung Heru.

Ia menjelaskan terdapat satu titik longsor dengan panjang sekitar 10 hingga 20 meter. Akibat longsoran tersebut, badan jalan menyempit dan kendaraan harus antre untuk melintas satu per satu.

Meski demikian, pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Petugas dari Polsek Muara Siau juga telah memasang garis polisi di sekitar lokasi guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

BACA JUGA: Ibu dan 2 anak Tertimbun Longsor di Tanah sepenggal Bungo, Satu Orang Dilaporkan Tewas

Masyarakat yang melintasi jalur tersebut diimbau agar lebih berhati-hati, terutama saat hujan turun karena kondisi tanah di sekitar lokasi masih rawan longsor susulan.

Selain itu, Polsek Muara Siau telah berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas PUPR Kabupaten Merangin dan pihak PUPR Provinsi Jambi untuk mendatangkan alat berat ke lokasi.

Menurut Agung Heru, alat berat saat ini sedang dalam perjalanan dari Kota Jambi menuju Kabupaten Merangin. Nantinya alat tersebut akan digunakan untuk mengikis tebing di sekitar Tanjakan Siau agar badan jalan yang terdampak longsor dapat diperlebar kembali dan arus lalu lintas kembali normal.(Adz)

Komitmen Pejuang Petani, Bupati Kerinci Monadi Teken MoU Cetak Sawah 2026

KERINCI – Pemerintah Kabupaten Kerinci di bawah kepemimpinan Bupati Kerinci Monadi terus menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui Pemerintah Daerah Kabupaten Kerinci mengikuti penandatanganan nota kesepakatan (MoU) dan kontrak konstruksi program cetak sawah Tahun Anggaran 2026 yang difasilitasi Kementerian Pertanian RI melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian.

Kegiatan tersebut berlangsung Rabu, 13 Mei 2026 di Hotel The Margo, Kota Depok, Jawa Barat.

Bupati Kerinci Monadi, ke media ini menyampaikan bahwa program tersebut merupakan langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat kapasitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian di Kabupaten Kerinci.

“Penandatanganan nota kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat SDM pertanian dan mempercepat pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Kerinci,” ujar Monadi.

Ia menegaskan, sektor pertanian masih menjadi prioritas utama pembangunan daerah karena mayoritas masyarakat Kerinci menggantungkan perekonomiannya pada bidang tersebut.

Program cetak sawah melalui skema Swakelola Tipe II ini diharapkan mampu membuka lahan pertanian baru yang produktif, meningkatkan hasil produksi pangan, serta menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat.

Selain mendukung program nasional swasembada pangan, kerja sama tersebut juga menjadi bentuk sinergi nyata antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun pertanian yang modern, maju, berkelanjutan dan berdaya saing.

Pemkab Kerinci optimistis program tersebut akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani dan memperkuat posisi Kabupaten Kerinci sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Provinsi Jambi.(*)

Ibu dan 2 anak Tertimbun Longsor di Tanah sepenggal Bungo, Satu Orang Dilaporkan Tewas

Ibu dan 2 anak Tertimbun Longsor di Tanah sepenggal Bungo, Satu Orang Dilaporkan Tewas.(Ist)

Muara Bungo - Satu orang dilaporkan tewas dan dua orang terluka dalam bencana tanah longsor yang meluluhlantakkan sebuah rumah warga di Dusun (Desa) Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Rabu siang (13/5).

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bungo Zainadi, korban yang tertimbun longsor bernama Suryani, 40 tahun, dan dua anaknya Revita, 4 tahun dan Arya, 11 tahun. 

Korban tewas adalah Arya, yang saat kejadian longsor berada dalam kamar bersama adiknya Revita. Rabu sore, regu penolong berhasil mengevakuasi Revita dalam kondisi kritis dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Menurut informasi dari Kantor Basarnas Jambi, korban tertimbun longsoran tebing yang persis berada di belakang rumah permanen yang mereka huni. Penyebab longsor dipicu tingginya intensitas hujan yang mengguyur Kabupaten Bungo.(Adz)

Atlet PT SAS Jhoni Setiawan Raih 16 Besar Singkirkan Filipina Dalam Kejuaraan Biliar 9 Ball International Kapolda Cup

 

Merdekapost.com - PT SAS (Sinar Anugerah Sukses) dan group menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan olahraga di Provinsi Jambi dengan menurunkan tiga atlet terbaiknya pada ajang 9 Ball International Open Handicap Kapolda Jambi Cup 2026 yang resmi dibuka pada Selasa (5/5/2026), di Blackhawk Billiard & Cafe Kota Jambi.

Tiga atletnya yaitu Jhoni Setiawan, Andreas dan Rio Setiadi. Jhoni dalam kejuaraan kali ini berhasil mencetak posisi 16 besar setelah berhasil menyingkirkan atlet nasional dan atlet Asia asal Filipina. Sementara itu Andreas membukukan posisi di 32 besar dan Rio 64 besar. Kejuaraan ini diikuti oleh hampir 200 peserta asal Jambi, nasional dan peserta dari berbagai negara di Asia.

Keikutsertaan PT SAS kali ini menjadi bagian dari kontribusi nyata perusahaan dalam mendorong prestasi atlet lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Direktur PT SAS, Kameswara Helly usai acara pembukaan pada Selasa (5/5/2026) menyampaikan bahwa perusahaan sangat mendukung kejuaraan ini karena melihat potensi atlet-atlet Jambi yang sangat luar biasa dan patut mendapat dukungan.

Perusahaan juga melihat event ini bukan sekedar pertandingan namun sekaligus menjadi sarana dan wadah pembinaan serta peningkatan kualitas untuk para atlet biliar di Provinsi Jambi untuk mengasah kemampuan bersaing dengan atlet nasional bahkan luar negara. 

“Kami dukung kegiatan ini untuk kemajuan olahraga di Provinsi Jambi. Semoga kejuaraan seperti ini terus berlanjut dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi ke depannya, ” ujar Helly.

Pembukaan pertandingan dihadiri oleh Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar, Sekjen PB POBSI Achmad Fadil Nasution, Ketua Pengprov POBSI Jambi Hendry Attan, sejumlah pejabat utama Polda, unsur pemerintah daerah, serta pengurus KONI dan POBSI dari seluruh wilayah di Provinsi Jambi.

Dalam sambutannya, Sekjen PB POBSI Achmad Fadil Nasution menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kejuaraan tersebut, sekaligus mengingatkan para peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas selama bertanding.

Dalam sambutannya, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar menegaskan pentingnya olahraga sebagai sarana pembinaan mental dan karakter. Ia menyebut, olahraga biliar tidak hanya mengandalkan kemampuan fisik, tetapi juga membutuhkan konsentrasi tinggi, strategi, serta mentalitas yang kuat.

Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk sektor swasta seperti PT SAS dan AJC, ajang ini diharapkan mampu mendorong kemajuan olahraga biliar sekaligus mengharumkan nama Jambi di tingkat yang lebih luas. (*)

Bupati Batang Hari Pimpin Upacara Gabungan HUT Damkar, Satpol PP dan Satlinmas Tahun 2026

 

Merdekapost.com - Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief memimpin langsung upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-107 Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, HUT ke-76 Satuan Polisi Pamong Praja, serta HUT ke-64 Satuan Perlindungan Masyarakat Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Alun-alun Kabupaten Batang Hari, Rabu (13/05/26).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Mengabdi untuk Keselamatan Negeri dan Trantibumlinmas Tangguh bagi Pembangunan Berkelanjutan” sebagai bentuk komitmen aparatur dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta keselamatan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Bupati membacakan amanat Menteri Dalam Negeri yang menyoroti berbagai tantangan global saat ini, seperti perubahan iklim, perkembangan teknologi, hingga dinamika sosial yang berdampak terhadap stabilitas kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu, keberadaan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Satpol PP, serta Satlinmas dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat.

Disampaikan pula bahwa tugas ketiga institusi tersebut tidak hanya sebatas penegakan aturan, namun juga menjadi garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan, perlindungan warga, serta menjaga ketenteraman umum agar aktivitas sosial dan ekonomi dapat berjalan dengan baik.

Momentum peringatan hari jadi ini juga menjadi refleksi atas panjangnya pengabdian Damkar, Satpol PP, dan Satlinmas kepada masyarakat. Pemerintah berharap seluruh personel terus meningkatkan profesionalisme, semangat pelayanan, serta memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. (*)

Empat Pelaku Pengedar Narkoba Jaringan Riau-Jambi Terancam Hukuman Mati

Ditresnarkoba Polda Jambi menangkap empat pengedar jaringan Riau-Jambi dan menyita hampir 20 kilogram sabu serta lebih dari 20 ribu butir ekstasi di Muaro Jambi. Empat pengedar narkoba jaringan Riau-Jambi ditangkap.(Adz) 

JAMBI - Empat tersangka pengedar narkotika jaringan Riau-Jambi yang diamankan Ditresnarkoba Polda Jambi masing-masing berinisial MFR (28) dan JHM (29), warga Pekanbaru, Provinsi Riau. Sementara dua tersangka lainnya, YGN (32) dan KSA (28), merupakan warga Bengkalis, Provinsi Riau.

Para pelaku diketahui memiliki profesi yang berbeda-beda, mulai dari karyawan swasta, wiraswasta, hingga buruh harian lepas.

Adapun total barang bukti yang diamankan terdiri dari 19.940,75 gram sabu, 9.108,6 gram ekstasi atau sekitar 20.241 butir, serta 4.343 mililiter etomidate cartridge.

Kapolda Jambi menyebut, pengungkapan kasus tersebut diperkirakan berhasil menyelamatkan sekitar 424.191 jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Baca Juga: Polda Jambi Gagalkan Penyelundupan 20 Kg Sabu Jaringan Riau-Jambi

Selain itu, negara juga disebut mampu menghemat biaya rehabilitasi korban narkoba hingga lebih dari Rp596 miliar.

Saat ini, keempat tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di Ditresnarkoba Polda Jambi guna pengembangan jaringan.

“Proses penyelidikan dan penyidikan masih terus berlanjut dan akan disampaikan perkembangan kasus selanjutnya,” tutupnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun.(red)

Lubang Menganga di Jalan Jalur Tiga Bangko, Pengendara Harus Ekstra Hati-hati

LUBANG MENGANGA - Kondisi Jalan Jalur Tiga Bangko kilometer 4, Merangin, dipotret pada Senin (11/5/2026). Jalan berlubang dan tergenang air. (iST)

Merangin, merdekapost.com - Pengendara yang melintas di Jalan Jalur Tiga Bangko, Kabupaten Merangin, mengeluhkan kondisi jalan yang rusak dan dipenuhi lubang.

Kerusakan tersebut disebut kerap memicu kecelakaan, terutama bagi pengguna sepeda motor.

Pantauan media dilokasi pada Senin (11/5/2026), terlihat sejumlah titik badan jalan mengalami kerusakan parah dan berlubang.

Beberapa lubang bahkan tergenang air setelah hujan mengguyur wilayah Kabupaten Merangin sejak malam hingga pagi hari.

Kondisi itu membuat para pengendara yang melintas harus ekstra hati-hati, terutama saat melewati lubang besar dan cukup dalam di sepanjang jalan tersebut.

Sering Terjadi Kecelakaan

Seorang warga sekitar, Mursal, mengatakan kerusakan jalan di kawasan Jalur Tiga itu sudah berlangsung cukup lama tanpa adanya perbaikan.

Menurutnya, kondisi jalan yang berlubang telah berulang kali menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

"Jalan jalur tiga yang rusak di kilometer 4 yang terletak di RT 10 di Desa Sungai Ulak, lebih kurang mulai rusak dan berlubang sekira tiga bulan.

"Kondisinya sebagian besar badan jalan sudah berlubang semua, dan telah mengakibatkan kecelakaan bagi pengendara yang melintas," kata Mursal.

"Yang sering mengakibatkan kecelakaan bagi pengendara itu, di depan tempat penjualan alat berat traktor, itu kondisi lubang jalannya sudah dalam," tambahnya.

Ia menjelaskan, korban kecelakaan paling sering terjadi pada pengendara sepeda motor yang tidak mengetahui kondisi jalan berlubang, terlebih saat hujan membuat lubang tertutup genangan air.

"Sering ada ibu-ibu pagi-pagi (kecelakaan) ketika ngantar anaknya saat itu hari hujan.

"Setelah hujan kan airnya tergenang, ada mereka pengendara pendatang baru gak tahu kondisi jalan berlubang, saat melintas di jalan itu, masuk dan terbalik motornya, dengan kondisi luka-luka dan sebagainya. 

"Sudah banyak sekali pengendara kendaraan sepeda motor yang menjadi korban kecelakaan akibat jalan rusak dan berlubang di jalan jalur tiga Bangko ini," ungkap Mursal.

Warga Berharap Segera diperbaiki

Menurutnya, hingga kini kerusakan jalan tersebut belum juga mendapat penanganan meski sudah banyak pengendara menjadi korban akibat lubang yang lebar dan cukup dalam.

"Saya sebagai warga di dekat jalan rusak berlubang ini, berharap agar jalan ini segera diperbaiki, ada baiknya pemerintah sering memantau setiap jalan yang rusak dan segera memperbaikinya.

"Kalau lubang itu hanya sebesar ember itu mudah bagi kami sebagai warga untuk memperbaikinya sendiri dengan modal rendah.

"Tapi ini lubangnya sudah lebar seperti kubangan kerbau, sudah hampir seluruh badan jalan yang berlubang dan terendam air," jelas Mursal.

Ia berharap pemerintah dapat segera turun melihat kondisi jalan rusak yang berada di kawasan pusat Kota Bangko tersebut dan melakukan perbaikan secepatnya.(*adz)

Polda Jambi Gagalkan Penyelundupan 20 Kg Sabu Jaringan Riau-Jambi

 

JAMBI, MERDEKAPOST.COM – Sebuah operasi penghadangan dramatis di jalan lintas membuahkan hasil besar bagi pemberantasan narkotika di Bumi sepucuk Jambi Sembilan Lurah. 

Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jambi berhasil meringkus empat orang pengedar jaringan Riau-Jambi yang kedapatan membawa puluhan kilogram sabu dan puluhan ribu butir ekstasi di wilayah Kabupaten Muaro Jambi.

Pengungkapan kasus ini terjadi pada Selasa malam, 5 Mei 2026, sekitar pukul 22.00 WIB. 

Lokasi penangkapan berada di Jalan Lintas Sumatera KM 32, Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan tepat di depan gerbang Polres Muaro Jambi.

Aksi Kejar-kejaran Hingga ke Pemukiman Warga

Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H Siregar, mengungkapkan operasi ini bermula dari informasi akurat mengenai adanya aktivitas penjemputan narkotika yang akan melintasi wilayah hukumnya. 

Tim Opsnal segera melakukan siaga di titik-titik rawan perlintasan.

“Tim mendapatkan informasi adanya penjemputan narkotika yang akan melintasi wilayah Provinsi Jambi,” ujar Kapolda Jambi dalam konferensi pers yang digelar baru-baru ini.

Petugas mencurigai satu unit mobil Xenia putih bernomor polisi BM 1673 CI.

Saat hendak diberhentikan, pengemudi mobil tersebut justru tancap gas dan mencoba melarikan diri. 

Petugas langsung melakukan pengejaran hingga akhirnya mobil tersebut ditemukan terparkir dalam kondisi terkunci di salah satu rumah warga di RT 08 Desa Bukit Baling.

Temuan Tas Loreng Berisi Puluhan Paket Narkoba

Dengan disaksikan oleh ketua RT setempat, petugas melakukan penggeledahan paksa terhadap kendaraan yang ditinggalkan tersebut. 

Hasilnya sangat mengejutkan; petugas menemukan berbagai jenis narkotika yang disembunyikan dalam beberapa tas besar.

“Hasil penggeledahan ditemukan barang bukti narkotika dalam beberapa tas,” terang Kapolda Jambi. 

Di dalam mobil tersebut, polisi mengamankan tas motif loreng berisi 20 paket besar sabu, tas hitam berisi 10 paket besar ekstasi, serta satu tas hitam tambahan berisi 16 paket besar etomidate cartridge.

Profil Tersangka dan Barang bukti

Empat tersangka yang diamankan merupakan warga asal Provinsi Riau, yakni MFR (28) dan JHM (29) asal Pekanbaru, serta YGN (32) dan KSA (28) asal Bengkalis. 

Para pelaku yang berprofesi sebagai karyawan swasta hingga buruh harian lepas ini diduga kuat merupakan kurir jaringan antarprovinsi.

Total barang bukti yang disita secara rinci meliputi:

- Sabu: 19.940,75 gram (hampir 20 kg).

- Ekstasi: 20.241 butir (seberat 9.108,6 gram).

- Etomidate: 4.343 ml (cairan pembius yang kerap disalahgunakan).

Kapolda Jambi menegaskan bahwa penggagalan ini memiliki dampak sosial yang massif. 

Estimasi kepolisian menyebutkan sebanyak 424.191 jiwa berhasil diselamatkan dari ancaman narkoba. 

Selain itu, negara berpotensi menghemat biaya rehabilitasi hingga lebih dari Rp 596 miliar.

“Proses penyelidikan dan penyidikan masih terus berlanjut dan akan disampaikan perkembangan kasus selanjutnya,” tutup Kapolda Jambi. 

Saat ini, keempat tersangka terancam hukuman maksimal berupa pidana mati atau penjara seumur hidup sesuai UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.(*)

Tingkatkan Kedisiplinan, Direktur Baru RSU Mayjen H.A. Thalib Sidak Pelayanan Petugas

 

Merdekapost.com – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan kedisiplinan pegawai, Direktur baru Rumah Sakit Umum (RSU) Mayjen H.A. Thalib, dr. Rofi imran (terlihat dalam dokumentasi melakukan koordinasi lapangan), melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke sejumlah ruangan pelayanan pada hari ini.

Sidak ini difokuskan untuk memantau langsung kinerja tenaga medis, ketersediaan fasilitas, serta memastikan pelayanan terhadap pasien berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Poin Utama Dalam Sidak:

Pengecekan Kehadiran Pegawai: Direktur memeriksa langsung absensi dan kesiapan petugas di garda terdepan maupun di ruang rawat inap.

Interaksi Langsung dengan Pasien: Dalam kegiatannya, beliau menyempatkan diri berdialog dengan pasien dan keluarga untuk mendengar keluhan serta masukan terkait layanan rumah sakit.

Kebersihan dan Fasilitas: Area selasar, ruang tunggu, dan ruang perawatan tidak luput dari pantauan guna memastikan lingkungan yang nyaman bagi penyembuhan pasien.

Kesiapan Medis: Memastikan alat kesehatan dan stok obat-obatan dalam posisi siap digunakan.

Komitmen Pelayanan

Dalam sela-sela kegiatannya, dr,Rofi imran menegaskan bahwa sidak ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah awal untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen rumah sakit.

"Kita ingin memastikan bahwa masyarakat mendapatkan haknya untuk dilayani dengan baik, cepat, dan ramah. Kedisiplinan adalah kunci utama untuk mewujudkan rumah sakit yang dipercaya masyarakat," ujarnya di hadapan para staf.

Langkah responsif ini mendapat apresiasi dari pengunjung rumah sakit yang berharap adanya perubahan signifikan di bawah kepemimpinan direktur yang baru, terutama dalam hal efisiensi birokrasi dan keramahan pelayanan. (*)

Mengurai Kemacetan, Mendorong Investasi: Jalan Khusus Batubara sebagai Solusi Struktural Jambi

 

Oleh: Martayadi Tajuddin *

Persoalan kemacetan lalu lintas akibat aktivitas angkutan batubara di Provinsi Jambi telah lama menjadi isu yang bersifat struktural, bukan sekadar insidental. Intensitas kendaraan berat yang melintasi jalan umum, baik jalan nasional maupun jalan provinsi, telah menciptakan beban berlebih terhadap infrastruktur publik yang sejatinya tidak dirancang untuk menanggung aktivitas logistik industri ekstraktif secara masif dan berkelanjutan.

Dalam konteks kebijakan publik, kondisi ini mencerminkan adanya ketidakseimbangan antara fungsi ruang publik dan kebutuhan sektor industri. Jalan umum yang seharusnya berfungsi sebagai sarana mobilitas masyarakat justru mengalami tekanan berat akibat dominasi kendaraan angkutan komoditas tambang. Akibatnya, muncul berbagai persoalan turunan seperti kemacetan, percepatan kerusakan jalan, peningkatan biaya perawatan infrastruktur, hingga meningkatnya risiko keselamatan pengguna jalan.

Sebagai pengamat kebijakan publik dan pembangunan infrastruktur, saya memandang bahwa solusi terhadap persoalan ini tidak dapat lagi bersifat parsial atau jangka pendek. Dibutuhkan pendekatan struktural yang mampu memisahkan secara tegas antara jalur transportasi publik dan jalur logistik industri. Dalam kerangka inilah pembangunan jalan khusus angkutan batubara menjadi sangat relevan dan mendesak untuk segera direalisasikan.

Jalan khusus batubara bukan hanya proyek infrastruktur, tetapi merupakan instrumen reformasi sistem transportasi daerah. Dengan adanya jalur khusus, distribusi komoditas batubara dapat dilakukan secara lebih efisien, terukur, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat umum. Pada saat yang sama, infrastruktur publik dapat difokuskan kembali pada fungsi utamanya sebagai sarana mobilitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Dalam konteks ini, keberadaan investasi infrastruktur yang melibatkan PT SAS perlu ditempatkan dalam perspektif pembangunan ekonomi daerah yang lebih luas. Investasi tersebut berperan dalam mendukung efisiensi logistik sektor energi, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan daya saing ekonomi Jambi secara keseluruhan.

Dalam teori pembangunan ekonomi regional, efisiensi sistem transportasi merupakan salah satu variabel utama yang menentukan kualitas pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Infrastruktur yang tidak efisien akan menciptakan economic bottleneck yang menghambat arus barang, meningkatkan biaya logistik, dan menurunkan minat investasi. Sebaliknya, sistem logistik yang terintegrasi akan mempercepat perputaran ekonomi dan memperkuat struktur pertumbuhan daerah.

Oleh karena itu, percepatan pembangunan jalan khusus batubara dapat dipandang sebagai solusi struktural untuk mengurai kemacetan sekaligus memperkuat ekosistem investasi di Jambi. Dengan adanya pemisahan jalur antara angkutan industri dan transportasi publik, maka beban jalan umum dapat dikurangi secara signifikan, sementara efisiensi distribusi komoditas batubara dapat ditingkatkan.

Di sisi lain, penting untuk diakui bahwa pembangunan infrastruktur skala besar selalu membawa konsekuensi sosial dan lingkungan yang perlu dikelola secara hati-hati. Namun demikian, tantangan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menunda solusi struktural yang dibutuhkan. Justru yang diperlukan adalah penguatan tata kelola, pengawasan, serta mitigasi dampak agar pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Kritik publik terhadap proyek infrastruktur adalah bagian penting dari proses demokrasi dan kontrol sosial. Namun kritik tersebut akan lebih konstruktif apabila didasarkan pada analisis kebijakan yang komprehensif, bukan pada penolakan terhadap perubahan yang justru bertujuan memperbaiki sistem yang ada.

Dalam konteks Jambi, persoalan kemacetan akibat angkutan batubara tidak lagi dapat dipandang sebagai isu sektoral semata, melainkan telah menjadi isu pembangunan yang menyangkut kepentingan luas masyarakat. Karena itu, diperlukan keberanian kebijakan untuk mengambil langkah strategis yang mampu menyelesaikan akar masalah, bukan hanya gejalanya.

Dengan demikian, pembangunan jalan khusus batubara merupakan langkah rasional dalam upaya mengurai kemacetan, meningkatkan efisiensi logistik, dan pada saat yang sama mendorong iklim investasi yang lebih sehat di Provinsi Jambi. Ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi bagian dari transformasi sistem ekonomi daerah menuju arah yang lebih terstruktur, efisien, dan berkelanjutan.(***)

* Martayadi Tajuddin, Pengamat Kebijakan Publik dan Pembangunan Infrastruktur

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs