Kembali Tinjau Pasar Tanjung Bajure, Pemkot Sungai Penuh Dorong Penataan dan Kesejahteraan Pedagang

Wawako Azhar dan Sekda Alfian Kembali turun meninjau Pasar Tanjung Bajure, Pemkot Sungai Penuh Dorong Penataan dan Kesejahteraan Pedagang.(Ist)

SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM – Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah bersama Sekretaris Daerah Alpian kembali melakukan peninjauan ke Pasar Tanjung Bajure, Sabtu (3/2025), guna memastikan kondisi pasar sekaligus menyerap aspirasi pedagang dan pekerja.

Dalam kunjungan tersebut, keduanya meninjau langsung aktivitas perdagangan serta berdialog dengan para pedagang. Sejumlah masukan, keluhan, hingga harapan terkait pengelolaan pasar disampaikan secara terbuka oleh para pelaku usaha.

Wawako Azhar menekankan bahwa keberadaan pasar memiliki peran strategis sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), sehingga diperlukan tata kelola yang baik dan berkelanjutan.

Selain menyerap aspirasi, Wawako Azhar dan Sekda Alpian juga melakukan pemantauan terhadap pemasangan tenda sosial di kawasan pasar. Mereka turut menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan para buruh yang bekerja di lingkungan pasar tersebut.

Kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat, sekaligus menciptakan suasana pasar yang lebih tertata, nyaman, dan produktif.

“Pemerintah daerah berharap adanya keterlibatan aktif masyarakat, khususnya para pedagang, dalam memberikan masukan demi perbaikan sektor pasar. Dengan pengelolaan yang baik, pasar tidak hanya menjadi pusat ekonomi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi optimal bagi daerah,” ujar Wawako Azhar.(Adz)

Bupati Merangin Kesal, Soroti Warga Buang Sampah Sembarangan: “Anda Tak Punya Rasa Malu”

Unggahan Facebook Bupati Merangin Muhammad Syukur yang kesal dengan warga yang buang sampah sembarangan.(Facebook)

MERANGIN, MERDEKAPOST.COM – Bupati Merangin H M Syukur Menumpahkan kekesalannya terhadap perilaku sebagian warganya. Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, orang nomor satu di Kabupaten Merangin itu melontarkan kritik keras terkait kebiasaan membuang sampah sembarangan dan merusak fasilitas umum.

Dalam status yang ditulis dengan nada emosional, bupati menyoroti masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, meski pemerintah telah berupaya memperbaiki dan mempercantik kawasan publik.

“Sekedar buang sampah ke tempatnya anda tidak mau, anda jatuhkan dari turap yang sudah dicat rapi, luar biasa perilaku yang begini… anda benar-benar tidak punya rasa malu,” tulisnya.

Pernyataan tersebut sontak menjadi perhatian warganet. Sebagian mendukung sikap tegas bupati sebagai bentuk kekecewaan yang wajar, namun tak sedikit pula yang menilai penyampaian tersebut terlalu keras untuk disampaikan di ruang publik.

Fenomena buang sampah sembarangan memang masih menjadi persoalan klasik di sejumlah titik di Merangin. Padahal, pemerintah daerah dalam beberapa waktu terakhir gencar melakukan penataan lingkungan, termasuk pengecatan turap dan perbaikan ruang publik.

Kemarahan bupati ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa persoalan kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran kolektif masyarakat.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan lanjutan dari pihak resmi pemerintah daerah terkait langkah konkret yang akan diambil menyusul pernyataan tersebut. Namun, desakan agar ada edukasi dan penegakan aturan yang lebih tegas terhadap pelanggar kebersihan mulai mengemuka di tengah masyarakat.(Adz)

Kebakaran Hebat di Semurup Kerinci, Api Melalap Tiga Rumah Warga

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Desa Koto Datuk, Semurup, Kecamatan Air Hangat Barat, Kabupaten Kerinci, Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Kebakaran melanda tiga unit rumah semi permanen. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp350 juta.

Api pertama kali diketahui sekitar pukul 15.15 WIB oleh seorang warga, Yura Sartika, yang melihat kepulan asap tebal disertai teriakan “api” dari arah rumah korban. Warga yang panik segera berhamburan menuju lokasi untuk memastikan kondisi.

Setibanya di tempat kejadian, api sudah membesar dan melahap bagian lantai dua rumah milik Jamali dan Raunah. Warga berupaya memadamkan api secara manual sembari menunggu bantuan datang, khawatir kobaran merembet ke bangunan lain yang berdekatan.

"Saat kejadian, seluruh pemilik rumah tidak berada di lokasi. Jamali dan Raunah diketahui sedang berada di sawah, sedangkan Don Porgatmi menghadiri acara syukuran," jelas Kapolsek Air Hangat Iptu Julisman kepada wartawan

Sekitar 10 menit kemudian, dua unit mobil pemadam kebakaran dari Kecamatan Air Hangat tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman. Upaya tersebut diperkuat dengan kedatangan tiga unit mobil tambahan pada pukul 16.00 WIB.

Api baru berhasil dijinakkan sekitar pukul 16.50 WIB setelah petugas pemadam dibantu personel Polsek Air Hangat dan warga melakukan pemadaman intensif.

Akibat kebakaran itu, tiga rumah mengalami kerusakan berat. Bangunan semi permanen yang sebagian besar berbahan mudah terbakar diduga mempercepat penyebaran api.

Diketahui, saat kejadian berlangsung para pemilik rumah tidak berada di tempat. Jamali dan Raunah sedang berada di sawah, sementara Don Porgetmi (48), pemilik rumah lainnya, tengah menghadiri acara syukuran.

Kepolisian telah melakukan pengamanan lokasi, memasang garis polisi, serta melakukan olah tempat kejadian perkara. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran.

Dari hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Dugaan ini diperkuat oleh tidak adanya aktivitas penghuni di dalam rumah saat api mulai muncul.

Pasca kejadian, situasi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif. Aparat kepolisian bersama pemerintah setempat kini melakukan pendataan korban serta menyiapkan langkah bantuan sosial bagi warga terdampak.(*)

Haji 2026 Dipastikan Tetap Berjalan, Saudi Jamin Keamanan Jemaah

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al-Amoudi, menegaskan kondisi keamanan di dalam negeri Saudi tetap stabil dan terkendali, Haji 2026 Dipastikan Tetap Berjalan.(iST)

JAKARTA – Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memastikan pelaksanaan ibadah haji 2026 tetap berlangsung sesuai jadwal. Kepastian ini di sampaikan untuk meredam kekhawatiran publik terkait situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al-Amoudi, menegaskan kondisi keamanan di dalam negeri Saudi tetap stabil dan terkendali. Ia memastikan seluruh rangkaian persiapan haji berjalan sesuai rencana pemerintah.

“Kami pastikan pelaksanaan haji tetap berjalan sesuai perencanaan, dan kondisi di Arab Saudi aman,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta.

Menurut Faisal, pemerintah Saudi terus melakukan koordinasi teknis guna memastikan kelancaran keberangkatan jemaah, termasuk dari Indonesia. Ia menegaskan, situasi ketegangan di kawasan tidak berdampak langsung terhadap pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

Selain itu, Arab Saudi juga terus mengintensifkan upaya diplomasi dengan sejumlah negara untuk meredakan konflik regional, khususnya yang berpotensi mengganggu jalur laut internasional dan stabilitas global.

Ia mengakui, dinamika keamanan kawasan dapat berdampak pada ekonomi dunia. Namun, Saudi bersama komunitas internasional terus mendorong langkah kolektif guna menjaga stabilitas dan keamanan global.

Pernyataan ini sekaligus memberikan kepastian bagi calon jemaah, khususnya dari Indonesia, bahwa pelaksanaan ibadah haji 2026 tetap aman dan tidak mengalami gangguan.

Sejumlah biro perjalanan haji dan umrah juga mengimbau jemaah untuk tetap tenang dan fokus mempersiapkan keberangkatan, seiring jaminan keamanan yang telah di sampaikan otoritas Arab Saudi.(*)

Kluivert Gagal Lagi, Suriname Ketularan Indonesia Gagal Lolos Piala Dunia

Kutukan Kluivert: Gagal Lagi! Suriname Ketularan Indonesia Gagal Lolos Piala Dunia

Jakarta – Legenda sepak bola Belanda, Patrick Kluivert, kembali membawa nasib buruk bagi tim merekrutnya. Setelah gagal membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026, nasib serupa kini dialami oleh Suriname.

Kluivert ditunjuk sebagai penasihat teknis dan konsultan untuk tim nasional Suriname pada Maret 2026. Ia bekerja bersama legenda timnas Belanda lain, Clarence Seedorf, untuk mendukung pelatih kepala Henk ten Cate.

Penunjukan itu merupakan bagian dari strategi memperkuat tim jelang babak playoff interkontinental Kualifikasi Piala Dunia 2026. Suriname dijadwalkan menghadapi Bolivia dalam laga penentuan.

Sayangnya, Suriname harus mengakui keunggulan Bolivia dengan skor 1-2 dalam pertandingan playoff interkontinental pada Jumat (27/3/2026) WIB. Kemenangan ini membawa Bolivia melaju ke final playoff melawan Irak, sekaligus menjaga peluang mereka tampil pada Piala Dunia untuk kedua kalinya.

Suriname sempat unggul lebih dahulu melalui gol Liam van Gelderen pada menit ke-48. Namun, Bolivia berhasil bangkit dan berbalik meraih keunggulan pada babak kedua.

Bolivia bahkan mampu membalikkan keadaan hanya dalam jeda tujuh menit pada pertengahan babak kedua. Gol penyeimbang Bolivia dicetak oleh Moises Paniagua pada menit ke-72, Miguel Terceros lantas memastikan kemenangan timnya lewat gol pada menit ke-79.

Kluivert sendiri memiliki kedekatan emosional dengan Suriname, mengingat ayahnya berasal dari negara tersebut. Sebelumnya, ia juga memiliki pengalaman sebagai pelatih tim nasional Curaçao serta pernah menjadi bagian dari staf teknis di sejumlah klub besar Eropa.

Ketika melatih skuad Garuda, Kluivert sempat membawa timnya melaju hingga putaran keempat kualifikasi Piala Dunia zona Asia. Namun, timnas Indonesia gagal meraih poin dalam laga melawan Irak dan Arab Saudi dan tersingkir.(*)

Sederet Kejanggalan dan Dugaan Rekayasa, Dibalik Kematian Dedi Putra di Jambi

Tangkapan layar video TikTok terkait Dewi (Kakak Dedi Putra) asal Jambi tuntut keadilan kasus kematian sang adik yang masih misteri. Kasus kematian misterius Dedi Putra (39), warga Kasang Kumpeh, Muaro Jambi, Provinsi Jambi.(Istimewa) 

Jambi | Merdekapost.com - Kasus kematian misterius Dedi Putra (39), warga Kasang Kumpeh, Muaro Jambi, Provinsi Jambi, kini memasuki babak baru setelah menjadi atensi khusus Polda Jambi. 

Peristiwa yang awalnya dilaporkan sebagai kecelakaan murni pada 19 Maret lalu, kini ditarik ke ranah penyelidikan mendalam guna mengungkap dugaan pembunuhan yang disuarakan pihak keluarga.

Baca Juga: Heboh Uang Palsu Rp50 Ribu dan Rp100 Ribu Beredar di Balai Hiang Kerinci

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji, menegaskan tim penyidik kini menerapkan metode scientific crime investigation untuk membedah bukti-bukti di Laboratorium Forensik. 

"Penyidik harus betul-betul teliti terutama dalam pembuktiannya," ujar Erlan pada Kamis (26/3/2026) dilansir dari Kompas.com, Jumat (27/3/2026).

Luka Benda Tumpul dan Ekshumasi

Perjuangan mencari kebenaran ini dimotori oleh kakak kandung korban, Dewi Yulianti.

Ia mencium aroma rekayasa sejak awal adiknya dinyatakan tewas kecelakaan oleh Polsek Kumpeh Ulu. 

Pasalnya, kondisi motor dan helm korban tidak mengalami kerusakan berarti, serta tidak ditemukan bekas luka seret yang lazim terjadi pada kecelakaan lalu lintas.

Baca Juga: Warga Temukan Mayat di Pinggir Jalan Sengeti Muarojambi

Kecurigaan keluarga diperkuat melalui hasil ekshumasi (bongkar makam).

Data medis menunjukkan bahwa Dedi tewas akibat hantaman benda tumpul di kepala dan mengalami luka lebam di bagian mata.

"Ini bentuk perjuangan saya untuk mencari keadilan. Adik saya dibunuh, bukan kecelakaan," tegas Dewi dengan penuh emosi saat melakukan aksi jalan kaki di depan Mapolda Jambi.

Misteri CCTV dan Hilangnya Data Ponsel

Kejanggalan lain yang disoroti Dewi adalah perbedaan persepsi mengenai barang bukti rekaman CCTV. 

Keluarga meyakini rekaman tersebut memperlihatkan Dedi dibonceng dalam kondisi lemas menggunakan motor Honda PCX. 

Namun, Dewi merasa ada upaya pengaburan jejak saat pihak kepolisian menyebut kendaraan tersebut adalah motor Vario. 

Pemilik motor misterius itu pun dikabarkan telah menjual kendaraannya setelah mangkir tiga kali dari panggilan polisi.

Tak berhenti di situ, keluarga juga mempertanyakan hilangnya data digital pada ponsel korban secara misterius. 

Baca Juga: Ini Petunjuk Fisik Temuan Kerangka di Pesisir Tanjabtim, Polisi: Jika ada yang kehilangan Keluarga, Harap Melapor!

Pihak penyidik justru melontarkan klaim bahwa tindakan keluarga mencabut kartu SIM menjadi penyebab raibnya data komunikasi tersebut.

"Katanya kenapa kami keluarkan kartu dari HP sehingga datanya hilang. Padahal kami sudah serahkan nomor telepon yang terakhir kali menghubungi adik saya," tutur Dewi heran.

Hingga saat ini, keluarga masih menunggu kejelasan pasti dari Ditreskrimum Polda Jambi. 

Meskipun surat telah dilayangkan kepada Kapolda dan Wakapolda Jambi, tabir gelap yang menyelimuti kematian Dedi Putra di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah ini masih menyisakan tanda tanya besar bagi publik.

Ringkasan Berita:

Misteri Kematian Pria Jambi

  • Polda Jambi selidiki kematian Dedi Putra lewat scientific crime investigation.
  • Keluarga duga rekayasa kasus karena minimnya kerusakan pada motor korban.
  • Hasil ekshumasi ungkap korban tewas akibat hantaman benda tumpul di kepala.
  • Muncul polemik perbedaan jenis motor pada CCTV dan data ponsel yang raib.
  • Kakak korban Dewi Yulianti lakukan aksi jalan kaki tuntut keadilan atas kematian adiknya.

 (Adz | Merdekapost.com)

Penuh Kebersamaan, Wako Alfin dan Wawako Azhar Hadiri Halal Bihalal Luhah Rio Singaro

SUNGAI PENUH — Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa kental dalam kegiatan Halal Bihalal Luhah Rio Singaro yang digelar di Desa Pondok Tinggi, Kamis (26/3/2026). Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah dan Sekretaris Daerah Alpian.

Acara tersebut juga dihadiri para tokoh masyarakat Desa Pondok Tinggi, depati ninik mamak, serta berbagai unsur masyarakat lainnya. Kehadiran para pemimpin daerah dan tokoh adat ini semakin memperkuat makna silaturahmi dalam momentum pasca-Idulfitri 1447 Hijriah.

Dalam sambutannya, Wali Kota Alfin menegaskan pentingnya menjaga tali silaturahmi sebagai fondasi utama dalam membangun kebersamaan di tengah masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mempererat persatuan demi kemajuan daerah.

“Silaturahmi seperti ini harus terus kita jaga. Dengan kebersamaan, kita bisa membangun Kota Sungai Penuh menjadi lebih baik ke depannya,” ujar Alfin.

Tak hanya itu, ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendorong pembangunan di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan halal bihalal ini berlangsung dengan tertib dan meriah. Nuansa adat dan budaya lokal yang kental menjadi ciri khas acara, mencerminkan kuatnya nilai-nilai tradisi yang terus dijaga oleh masyarakat Desa Pondok Tinggi bersama Pemerintah Kota Sungai Penuh.

Momentum ini pun menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat tetap terjalin erat, sekaligus menjadi energi positif dalam mewujudkan pembangunan daerah yang lebih maju dan harmonis.(***)

Penataan Pasar Tanjung Bajure Kian Intensif, Wawako Azhar & Sekda Alpian Turun Langsung

 

Penataan Pasar Tanjung Bajure Kian Intensif, Wawako Azhar dan Sekda Alpian Turun Langsung.(ist)

SUNGAI PENUH - Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah bersama Sekretaris Daerah Alpian, didampingi dinas terkait, kembali turun langsung memantau penertiban kawasan Pasar Tanjung Bajure.

Penertiban difokuskan pada pedagang yang masih menggunakan badan jalan di sepanjang Jalan M. Yamin. Selain itu, pemerintah juga menata bangunan toko atau ruko yang memanfaatkan bahu jalan, dengan mengimbau para pemilik untuk melakukan pembongkaran secara mandiri.

Tak hanya itu, penataan juga menyasar relokasi pedagang. Para pedagang ayam dipindahkan ke lantai dua Pasar Tanjung Bajure, sementara pedagang ikan diarahkan menempati los ikan yang telah disediakan di dalam area pasar.

Baca Juga: Heboh Uang Palsu Rp50 Ribu dan Rp100 Ribu Beredar di Balai Hiang Kerinci

Dalam pelaksanaannya, pendekatan persuasif dan humanis tetap menjadi prioritas. Pemerintah berupaya membangun komunikasi langsung dengan para pedagang agar proses penertiban berjalan kondusif tanpa menimbulkan gesekan.

Wawako Azhar Hamzah menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menata ulang wajah Pasar Tanjung Bajure agar lebih tertib, rapi, dan nyaman bagi masyarakat.

Selain penataan fisik, pemerintah juga melakukan pendataan terhadap pedagang kaki lima guna memastikan penempatan yang lebih teratur, baik dari sisi lokasi maupun administrasi ke depannya.

Melalui upaya ini, Pemerintah Kota Sungai Penuh berharap kawasan pasar dapat menjadi lebih tertib dan representatif, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat yang lebih nyaman dan berkelanjutan.(Die)

Warga Temukan Mayat di Pinggir Jalan Sengeti Muarojambi

MUARO JAMBI – Warga Kelurahan Sengeti, Kabupaten Muaro Jambi, dikejutkan oleh penemuan jasad seorang pria di area semak-semak pinggir jalan pada Kamis (26/3/2026) pagi. 

Hingga kini, pihak kepolisian masih berupaya mengungkap identitas serta penyebab pasti kematian korban.

Peristiwa yang terjadi di wilayah RT 16, Kecamatan Sekernan ini mendadak viral setelah video amatirnya beredar luas di media sosial. 

Berdasarkan rekaman yang beredar, korban ditemukan dalam posisi tergeletak dengan pakaian terakhir bagian atasan baju berwarna biru dan bawahan celana berwarna putih.

Penemuan ini pertama kali dilaporkan oleh warga setempat yang melintas, yang kemudian langsung melaporkannya ke pihak berwajib.

Baca Juga: Usai Cari Ikan, Seorang Pemuda Malah Temukan Tengkorak di Pesisir Tanjabtim Jambi

Kapolsek Sekernan, AKP Taroni Zebua, mengonfirmasi bahwa personelnya telah diterjunkan ke lokasi sesaat setelah menerima laporan untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Benar, saat ini tim masih melakukan olah TKP dan lokasi sudah dipasangi garis polisi guna kepentingan penyelidikan," ujar AKP Taroni Zebua saat dikonfirmasi media.

Untuk mengungkap tabir di balik kematian pria tersebut, jasad korban telah dievakuasi ke RSUD Bhayangkara Kota Jambi. Tim medis dan forensik akan melakukan pemeriksaan mendalam untuk mengetahui apakah terdapat tanda-tanda kekerasan atau penyebab medis lainnya.

Baca Juga: 

Ini Petunjuk Fisik Temuan Kerangka di Pesisir Tanjabtim, Polisi: Jika ada yang kehilangan Keluarga, Harap Melapor!

Heboh Uang Palsu Rp50 Ribu dan Rp100 Ribu Beredar di Balai Hiang Kerinci

Pihak kepolisian memastikan proses evakuasi berjalan lancar dengan pengamanan ketat. Namun, hingga berita ini diturunkan, identitas resmi korban belum diketahui.

Pihak Kepolisian Sektor Sekernan meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan spekulasi liar di media sosial, serta melapor ke kantor polisi terdekat jika merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri pakaian tersebut, dan menunggu hasil rilis resmi dari tim identifikasi Polri.

Kasus ini kini menjadi atensi kepolisian setempat guna memastikan apakah kejadian ini murni musibah atau terdapat indikasi tindak pidana. (adz)

Ini Petunjuk Fisik Temuan Kerangka di Pesisir Tanjabtim, Polisi: Jika ada yang kehilangan Keluarga, Harap Melapor!

Ini Petunjuk Fisik Temuan Kerangka di Pesisir Tanjab Timur, Polisi meminta Jika ada yang kehilangan Keluarga dengan ciri-ciri itu agar segera melapor.(Ist)

TANJABTIM – Warga Desa Sungai Sayang, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Timur, Jambi, mendadak gempar. Sesosok kerangka manusia tanpa identitas ditemukan tergeletak di area pesisir pantai pada Rabu (25/3/2026) sore sekitar pukul 15.30 WIB.

Penemuan kerangka manusia ini bermula saat seorang warga setempat tengah mencari kepiting di sekitar lokasi. Aroma tidak sedap yang menyengat menuntun saksi menemukan tulang-belulang yang masih terbalut pakaian lengkap.

Kapolres Tanjab Timur, AKBP Ade Candra, melalui Kasat Reskrim AKP Ahmad Soekani Daulay, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan dari Polsek Sadu.

"Saksi awalnya mencium bau bangkai saat mencari kepiting. Setelah ditelusuri, ternyata bersumber dari kerangka manusia yang berada sekitar 2 kilometer dari pemukiman warga," ujar AKP Ahmad Soekani.

Akan Dilakukan Otopsi

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi menemukan beberapa petunjuk fisik, di antaranya korban mengenakan baju lengan panjang berwarna abu-abu dengan kombinasi warna ungu pada bagian lengan, diperkirakan tinggi sekitar 154 cm, dan sudah menjadi kerangka, sehingga jenis kelamin serta wajah tidak lagi dapat dikenali secara visual.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum menerima laporan adanya warga hilang di sekitar Desa Sungai Sayang. Untuk mengungkap tabir kematian korban, kerangka tersebut telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Jambi.

Baca Juga: 

Usai Cari Ikan, Seorang Pemuda Malah Temukan Tengkorak di Pesisir Tanjabtim Jambi

Heboh Uang Palsu Rp50 Ribu dan Rp100 Ribu Beredar di Balai Hiang Kerinci

"Pihak medis akan melakukan otopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian, serta mencari tahu apakah ada indikasi tindakan kekerasan atau kriminal sebelum korban meninggal dunia," tambah Kasat Reskrim.

Polres Tanjab Timur meminta masyarakat, baik di dalam maupun di luar Provinsi Jambi, yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri pakaian tersebut untuk segera melapor.

Masyarakat dapat menghubungi Call Center: 110, Polres Tanjab Timur 0822-8215-9776 (Kasat Reskrim), dan atau unit identifikasi 0813-6085-603.

Polisi berharap kerja sama masyarakat dapat mempercepat proses identifikasi kerangka yang kini dijuluki sebagai "Mr. X" tersebut agar dapat segera diserahkan kepada pihak keluarga. (***)

Usai Cari Ikan, Seorang Pemuda Malah Temukan Tengkorak di Pesisir Tanjabtim Jambi

Tengkorak ditemukan warga Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Rabu sore (25/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.(Ist)

JAMBI, MERDEKAPOST.COM - Tengkorak yang diduga adalah nelayan asal Bangka, ditemukan warga Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Tengkorak tersebut ditemukan di wilayah Sungai Sayang, Kecamatan Sadu.

Tengkorak tersebut pertama kali ditemukan seorang pemuda yang hendak pulang usai mencari ikan di sekitar kawasan pantai pesisir timur Jambi.

Sekretaris Desa Sungai Sayang, Firdaus, menyebutkan bahwa identitas korban sementara diduga merupakan seorang nelayan asal Bangka. 

Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan pencocokan data dengan keluarga yang diduga terkait.

“Identitas sementara diduga nelayan dari Bangka, masih dalam proses pencocokan dengan pihak keluarga,” ujarnya.

Setelah ditemukan, tengkorak tersebut langsung dievakuasi oleh pihak kepolisian ke Polsek Sadu untuk penanganan awal. 

Kapolsek bersama jajaran turut berada di lokasi saat proses evakuasi.

Selanjutnya, tengkorak dibawa ke wilayah Sungai Lokan, Kecamatan Sadu, dan direncanakan akan dilakukan visum di fasilitas kesehatan setempat. 

Proses visum kemungkinan baru dilakukan pada Kamis (26/3/2026), karena penemuan terjadi menjelang malam.(*) 

Heboh Uang Palsu Rp50 Ribu dan Rp100 Ribu Beredar di Balai Hiang Kerinci

Warga di Kecamatan Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci, Jambi dihebohkan dengan dugaan peredaran uang palsu pecahan Rp50.000 dan Rp100.000 di kawasan Balai Hiang.(Facebook) 

KERINCI – Warga di Kecamatan Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci, Jambi dihebohkan dengan dugaan peredaran uang palsu pecahan Rp50.000 dan Rp100.000 di kawasan Balai Hiang. 

Informasi ini mencuat setelah sebuah unggahan di media sosial Facebook menyebut sejumlah pedagang telah menerima uang yang diduga tidak asli.

Dalam unggahan tersebut, seorang pengguna Facebook bernama S Yetri meminta pihak kepolisian setempat untuk segera turun tangan. 

Ia menyebutkan bahwa uang palsu tersebut sudah beredar luas dan meresahkan para pedagang kecil.

“Mohon kepada kepolisian Kecamatan Sitinjau Laut untuk bertindak, karena sudah banyak uang palsu beredar di Balai Hiang. Ini salah satu contohnya dan banyak pedagang lain yang mendapatkan uang palsu pecahan 100 dan 50 ribu,” tulisnya.

Dari foto yang beredar, terlihat dua lembar uang pecahan Rp50.000 dengan kondisi yang tampak mencurigakan. 

Beberapa bagian uang terlihat pudar, serta detail cetakan yang diduga tidak sesuai dengan ciri uang asli.

Sejumlah pedagang di kawasan tersebut mengaku khawatir dan berharap ada tindakan cepat dari aparat kepolisian. 

Mereka meminta adanya sosialisasi atau edukasi terkait cara membedakan uang asli dan palsu agar tidak terus menjadi korban.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kebenaran informasi tersebut. 

Namun, masyarakat diimbau untuk lebih teliti saat menerima uang tunai, terutama dengan memperhatikan ciri-ciri keaslian uang seperti bahan, warna, serta tanda pengaman lainnya.

Kasus dugaan peredaran uang palsu ini menjadi perhatian serius karena dapat merugikan masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil yang bergantung pada transaksi tunai sehari-hari. ( Adz | Ali )

Opini : Di Balik Jalan yang Tetap Fungsional, Ujian Fiskal dan Kapasitas Tata Kelola Jambi

 

Oleh: Martayadi Tajuddin *

Dalam diskursus pembangunan daerah, kualitas infrastruktur jalan kerap dijadikan indikator paling kasat mata untuk menilai kinerja pemerintah. Jalan yang mulus dianggap sebagai keberhasilan, sementara kerusakan segera diasosiasikan dengan kegagalan. Namun, cara pandang semacam ini sering kali luput mempertimbangkan satu variabel krusial: kapasitas fiskal daerah.

Dalam konteks Provinsi Jambi, membaca kondisi ruas jalan tidak bisa dilakukan secara hitam-putih. Dengan keterbatasan fiskal yang dimiliki, kemampuan pemerintah provinsi dalam menjaga sebagian besar ruas jalan tetap layak dan fungsional, terutama pada momentum krusial seperti arus mudik dan balik Lebaran, justru menjadi poin yang layak diapresiasi.

Realitasnya, tidak semua ruas jalan berada dalam kondisi sempurna. Beberapa titik masih menghadapi persoalan klasik, mulai dari penurunan kualitas aspal, lubang jalan, hingga tekanan akibat kendaraan bertonase besar. Ruas jalan Padang Lamo, misalnya, kerap menjadi sorotan karena mengalami kerusakan di beberapa segmen. Namun yang menarik, di tengah keterbatasan tersebut, ruas ini tetap "berfungsi"—arus lalu lintas tidak terputus, mobilitas tetap berlangsung, dan distribusi logistik masih berjalan.

Di sinilah letak pembeda antara sekadar “membangun” dan “mengelola”. Tidak semua daerah mampu menjaga agar infrastruktur yang belum sempurna tetap bekerja optimal. Dibutuhkan strategi prioritas yang jelas, intervensi pemeliharaan yang tepat sasaran, serta kemampuan membaca urgensi lapangan secara cepat.

Keterbatasan fiskal daerah pada dasarnya memaksa pemerintah untuk melakukan pilihan-pilihan rasional. Tidak semua ruas bisa ditingkatkan sekaligus, tidak semua kerusakan bisa ditangani secara total dalam waktu singkat. Dalam situasi ini, pendekatan yang paling masuk akal adalah memastikan bahwa jaringan jalan tetap "terhubung (connectivity)" dan "berfungsi (functionality)", meskipun belum mencapai kondisi ideal.

Apa yang terjadi di Jambi mencerminkan pendekatan tersebut. Pemerintah provinsi tampak menempatkan pemeliharaan fungsional sebagai prioritas utama—yakni memastikan jalan tetap bisa dilalui secara aman dan tidak sampai memutus arus barang maupun orang. Ini adalah pendekatan yang seringkali tidak populer secara politik, tetapi sangat penting secara teknokratis.

Lebih jauh, jika dikaitkan dengan momentum Lebaran 2026, kondisi jalan yang “cukup baik” ini terbukti mampu menopang lonjakan arus kendaraan tanpa menimbulkan kemacetan ekstrem. Ini menjadi indikator bahwa secara struktural, jaringan jalan di Jambi masih memiliki daya dukung yang memadai, meskipun belum sepenuhnya ditingkatkan.

Tentu saja, kondisi ini tidak boleh membuat kita berpuas diri. Justru sebaliknya, ia harus menjadi pijakan untuk mendorong penguatan kebijakan ke depan. Keterbatasan fiskal tidak boleh dijadikan alasan permanen, tetapi harus direspons dengan inovasi pembiayaan, penguatan sinergi dengan pemerintah pusat, serta eksplorasi skema alternatif seperti pembiayaan berbasis kemitraan.

Selain itu, penanganan kendaraan over dimension over load (ODOL) juga menjadi kunci penting. Tanpa pengendalian yang tegas, kerusakan jalan akan terus berulang, dan biaya pemeliharaan akan semakin membebani kapasitas fiskal daerah yang sudah terbatas.

Pada akhirnya, kita perlu menempatkan capaian ini secara proporsional. Jambi mungkin belum memiliki infrastruktur jalan yang sepenuhnya ideal. Namun dalam batas kemampuan fiskal yang ada, pemerintah daerah telah menunjukkan kapasitas dalam menjaga agar sistem tetap berjalan.

Ini bukan sekadar soal jalan yang mulus atau berlubang. Ini tentang bagaimana sebuah pemerintahan bekerja dalam keterbatasan, membuat prioritas, dan memastikan bahwa pelayanan dasar—dalam hal ini konektivitas wilayah—tetap terjaga.

Di tengah tuntutan publik yang semakin tinggi, pendekatan seperti ini perlu dipahami, sekaligus dikawal. Karena pembangunan bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga tentang proses, konteks, dan kemampuan mengelola realitas yang ada.

Jambi, dalam hal ini, sedang menunjukkan bahwa bahkan dengan fiskal yang terbatas, tata kelola yang tepat tetap mampu menjaga fungsi infrastruktur tetap hidup. Dan itu, dalam perspektif kebijakan publik, adalah capaian yang tidak sederhana.(***)

* Penulis ialah Pengamat Kebijakan Publik dan Pembangunan Infrastruktur

Iran Gempur Pasukan Israel di Jalur Gaza, Komando Militer Terdampak

Serangan rudal Iran ke Tel Aviv. (REUTERS)

Jakarta - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan operasi yang menargetkan pasukan Israel di Jalur Gaza, Palestina.

IRGC menyatakan gelombang serangan ke delapan True Promise 4 menargetkan aset militer Israel.

"Operasi-operasi ini adalah awal dari penargetan tempat-tempat berkumpulnya pasukan Zionis di Palestina utara dan Jalur Gaza," demikian pernyataan IRGC dikutip Middle East Monitor, Rabu (25/3).

Dalam rilis itu, IRGC juga menyebut serangan tersebut menargetkan komando militer Israel di utara kota Safed.

"Titik-titik strategis dan pusat-pusat militer [Israel] terkena dampak," lanjut mereka.

Timur Tengah membara usai Amerika Serikat dan Israel menggempur Iran habis-habisan pada 28 Februari dengan tujuan mengganti rezim dan menghancurkan nuklir mereka.

Serangan AS-Israel menyebabkan Pemimpin Tertinggi Iran kedua Ayatollah Ali Khamenei dan ribuan warga lain tewas.

Di hari pertama serangan, Iran langsung membalas. Mereka menargetkan Israel dan aset AS di negara-negara Teluk.

Iran juga menutup jalur perdagangan minyak global, Selat Hormuz, untuk menekan AS dan Israel.

Meski dibombardir AS-Israel, kepemimpinan Iran tetap kuat. Presiden Donald Trump tak berhasil melengserkan pemerintahan, dia justru tampak putus asa dan frustrasi menghadapi serangan balasan Iran.(adz)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs