Kejari Jakpus Raih Penghargaan Terbaik Kategori Tipe A Anugerah Komjak RI Award 2026

Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat Dr. Antonius Despinola, SH. MH (Kiri) Saat Menerima Penghargaan dari Kejagung. (Dok Net)

JAKARTA - Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, meraih peringkat pertama kategori Kejaksaan Negeri Tipe A, dalam malam Anugerah Komisi Kejaksaan Republik Indonesia (Komjak RI), yang digelar di Balai Diklat Kejaksaan Agung, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026) malam.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kinerja, dedikasi, serta profesionalisme jajaran kejaksaan dalam menjalankan tugas penegakan hukum dan pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Dr Antonius Despinola, S.H., M.H., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas apresiasi yang diberikan Komisi Kejaksaan RI kepada institusi yang dipimpinnya.

Menurut Antonius, penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk pengakuan atas capaian kerja, melainkan apresiasi atas perjuangan seluruh insan Adhyaksa untuk terus memperbaiki diri dan bekerja lebih baik setiap hari.

Baca Juga: Jaksa Agung Ingatkan Penerima Anugerah Komjak 2026 Jaga Integritas dan Buktikan Prestasi

“Bagi kami apresiasi ini bukanlah bentuk atas kinerja yang kami lakukan atau bukan bentuk prestasi atas kinerja yang telah berhasil kami lakukan. Tapi bagi kami ini adalah bentuk apresiasi dari perjuangan kami untuk selalu menuju kepada kebaikan dalam melaksanakan kinerja kami sehari-hari,” ujar Antonius dalam sambutannya. Dilansir dari Indoposnews.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan Kejaksaan, khususnya ST Burhanuddin, yang dinilai terus memberikan dukungan kepada seluruh jajaran.

“Berkat para pimpinan kami bisa berbuat yang terbaik untuk instansi ini, bisa berkinerja dengan tulus ikhlas demi kemajuan instansi yang kita banggakan saat ini,” katanya.

Dalam penutupan sambutannya, Antonius menyampaikan pantun sebagai bentuk rasa terima kasih kepada Komisi Kejaksaan RI.

“Pada Komisi Kejaksaan kami ucapkan terima kasih atas apresiasinya, mudah-mudahan ini bagi penyemangat bagi kami untuk selalu berkinerja dan berkarya.” ujarnya. (Red)

Jaksa Agung Ingatkan Penerima Anugerah Komjak 2026 Jaga Integritas dan Buktikan Prestasi

MERDEKAPOST.COM – Malam puncak Anugerah Komisi Kejaksaan Republik Indonesia (KKRI) 2026 berlangsung meriah dan penuh makna di Aula Sasana Adhi Karyya Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin malam (25/5/2026).

Ajang penghargaan yang digelar Komisi Kejaksaan RI bekerja sama dengan Persatuan Jaksa Indonesia (Persaja) tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap dedikasi, integritas, serta capaian kinerja insan Adhyaksa dari seluruh Indonesia. Mengusung tema “Cahaya Adhyaksa Nusantara”, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat transformasi Kejaksaan menuju institusi penegak hukum yang profesional, modern, dan humanis.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Anugerah Komisi Kejaksaan RI. Menurutnya, penghargaan tersebut mampu menciptakan budaya persaingan sehat di lingkungan kejaksaan yang penting untuk mendorong kemajuan institusi.

“Ini mampu menciptakan suatu suasana persaingan, persaingan yang baik di antara kita semua. Karena saya sangat meyakini bahwa tidak akan ada kemajuan yang bisa kita capai kalau tidak ada persaingan,” ujar Djamari.

Ia menilai budaya kompetisi yang sehat perlu terus dibangun dalam tubuh Kejaksaan agar setiap insan Adhyaksa terdorong meningkatkan kualitas kerja, integritas, dan profesionalisme. Menurutnya, persaingan bukan hanya terjadi di tingkat individu, tetapi juga di tingkat institusi bahkan antarnegara.

“Bagi yang mendapat penghargaan malam ini, jangan berpuas diri. Ada tanggung jawab besar untuk menjaga nama baik pribadi maupun institusi,” tegasnya.

Sementara itu, Jaksa Agung RI ST Burhanuddin menegaskan bahwa penghargaan yang diberikan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk pengakuan nyata terhadap insan Kejaksaan yang benar-benar menunjukkan prestasi dan dedikasi.

“Pelaksanaan ini tidak hanya seremonial, tapi betul-betul merupakan penganugerahan kepada para jaksa dan ASN yang berprestasi. Jangan hanya dilihat dari luarnya saja, tetapi benar-benar memiliki kualitas dan integritas,” kata Burhanuddin.

Ia berharap penghargaan tersebut menjadi pemacu semangat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan hukum kepada masyarakat. Burhanuddin juga mengingatkan para penerima penghargaan agar mampu membuktikan prestasi mereka melalui kerja nyata setelah menerima anugerah tersebut.

“Ini bukan akhir dari prestasi, justru baru awal untuk menunjukkan kapasitas dan kualitas diri. Tunjukkan bahwa kalian memang layak menerima penghargaan ini, bukan hanya sekadar klaim,” ujarnya.

Jaksa Agung mengaku pernah mengalami kekecewaan ketika ada sosok yang sebelumnya dianggap berprestasi, namun di kemudian hari tersandung persoalan hukum. Karena itu, ia meminta seluruh insan Adhyaksa menjaga integritas dan marwah institusi.

Ketua Komisi Kejaksaan RI, Pujiyono Suwadi, mengatakan Anugerah Komisi Kejaksaan merupakan bentuk penghargaan atas kerja keras, dedikasi, dan integritas jajaran Kejaksaan di seluruh Indonesia. Menurutnya, sistem penghargaan menjadi bagian penting dalam membangun budaya kerja yang sehat dan profesional.

“Tidak hanya menegakkan disiplin, tetapi juga memberikan apresiasi atas kinerja, integritas, dan dedikasi insan Adhyaksa. Penyelenggaraan anugerah ini merupakan manifestasi kolaborasi antara Komisi Kejaksaan RI dan Persaja demi mewujudkan Kejaksaan yang profesional, berintegritas, dan dipercaya masyarakat,” kata Pujiyono.

Senada dengan itu, Ketua Umum Persaja yang juga Pelaksana Tugas Wakil Jaksa Agung RI, Prof. Asep Mulyana, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memberi penghargaan kepada jaksa maupun ASN yang berprestasi, tetapi juga membangkitkan semangat pengabdian dan inovasi di lingkungan Kejaksaan.

“Ini bukan sekadar penghargaan, tetapi bagaimana membangkitkan semangat untuk terus menjaga marwah institusi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta bangsa,” ujar Asep usai acara.

Asep menjelaskan proses penilaian dilakukan secara menyeluruh terhadap jajaran Kejaksaan di seluruh Indonesia, mulai dari Kejaksaan Tinggi, Kejaksaan Negeri, Cabang Kejaksaan Negeri, hingga unsur ASN non-jaksa. Penilaian dilakukan secara objektif, transparan, dan berjenjang mulai dari tingkat daerah hingga pusat.

Dalam malam penghargaan tersebut, sejumlah satuan kerja dan insan Adhyaksa menerima penghargaan di berbagai kategori. Penghargaan tertinggi diberikan kepada Jaksa Agung RI ST Burhanuddin atas dedikasi dan kontribusinya terhadap institusi Kejaksaan.

Berikut daftar penerima Anugerah Komisi Kejaksaan Republik Indonesia 2026:

Penghargaan Luar Biasa: ST Burhanuddin

Kejaksaan Tinggi Tipe A Berprestasi: Kejati Daerah Khusus Jakarta

Kejaksaan Tinggi Tipe B Berprestasi: Kejati Lampung

Kejaksaan Negeri Tipe A Berprestasi: Kejari Jakarta Pusat

Kejaksaan Negeri Tipe B Berprestasi: Kejari Tana Toraja

Jaksa Eselon IV Berprestasi: Didit Agung Nugroho

Jaksa Eselon V Berprestasi: I Putu Gede Sumariartha

ASN Non Jaksa Kejati Berprestasi: Dora Siska Dewi

ASN Non Jaksa Kejari Berprestasi: Suzanah

Penghargaan Posthumous: Philips David Ay, Jaksa Kejari Rote Ndao.

(Red)

Pemkab Kerinci: Jadikan Semangat Kurban sebagai Inspirasi

Pemerintah Kabupaten Kerinci mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah / 2026 Miladiyah.

Semoga semangat pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian yang diajarkan dalam Hari Raya Kurban menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus berbagi, mempererat persaudaraan, serta menjaga kebersamaan dalam membangun Kabupaten Kerinci yang kita cintai ini.

Taqabbalallahu minna wa minkum

Mohon maaf lahir dan batin.

#iduladha1447H #pemkabkerinci

Presiden Prabowo Akan Rayakan Idul Adha di Prancis, Sudah Sumbang 1.098 Sapi Pakai APBN

Presiden Prabowo saat menghadiri Plenary Session bersama para pemimpin negara ASEAN lainnya untuk merumuskan arah dan tujuan strategis Konferensi Tingkat Tinggi ke-48 ASEAN. (Ist)

MERDEKAPOST.COM - Presiden Prabowo Subianto diperkirakan menjalani perayaan Idul Adha di Prancis, seiring tengah melakukan melakukan kunjungan kerja di sana pada Selasa, (26/5/2026). 

Hal itu disampaikan oleh Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (26/5/2026).

"Bapak presiden kan semalam sudah melakukan kunjungan kerja ke luar negeri ya ke Prancis, jadi tentu akan menyesuaikan karena hari Rabu masih ada di sana, jadi tentu akan menyesuaikan situasi di sana. nanti kita tunggu aja," kata Juri.

Meskipun demikian Juri tidak membeberkan mengenai agenda Presiden di Prancis. Hal itu kata dia akan disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono.

"Pak Menlu yang akan menjelaskan," katanya.

Sumbang 1.098 ekor Sapi Kurban

Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto menyalurkan bantuan hewan kurban pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah atau tahun 2026. 

Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro mengatakan jumlah sapi yang diserahkan pada Idul Adha kali ini yakni sebanyak 1.098 ekor sapi.

“Jadi kami ulangi, jadi di Hari Raya Idul Adha 1.447 Hijriah ini, Bapak Presiden berkenan menyerahkan sebanyak 1.098 ekor sapi kurban,” katanya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, (26/5/2026).

Sapi kurban tersebut diserahkan ke seluruh provinsi, kabupaten, dan kotamadya. Masing masing daerah akan menerima satu hingga dua ekor sapi tergantung bobot sapinya. Standar bobot sapi Presiden yakni 800 kilogram hingga 1,3 ton.

“Setiap daerah akan mendapatkan satu, sementara ada 46 daerah yang tidak ada sapi dengan bobot sebesar itu. Oleh karena itu ada yang mendapatkan dua sapi untuk 46 daerah.  Jadi sekali lagi, seluruh provinsi dan kabupaten-kota akan menerima 598 sapi,” katanya.

Tidak hanya diserahkan kepada daerah, Sapi Kurban Presiden juga diserahkan kepada lembaga-lembaga pendidikan,  pondok pesantren, kemudian juga kepada tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama dengan jumlah sebanyak 500 sapi.

“Jadi untuk daerah tadi 598, untuk lembaga-lembaga sosial, lembaga keagaman, pondok pesantren, tokoh-tokoh sebanyak 500 sapi. Jadi semuanya 1.098 ekor sapi,” pungkasnya.

Habiskan Ratusan Miliar Beli Sapi Pakai Dana Banpres dari APBN

Presiden RI Prabowo Subianto membagikan 1.098 sapi kurban untuk setiap provinsi hingga kabupaten/kota di Indonesia dan lembaga-lembaga sosial.

Sumber anggaran pembelian sapi kurban itu berasal dana Bantuan Presiden (Banpres) bersumber Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro, mengungkapkan sumber anggaran pembelian sapi kurban Presiden Prabowo Subianto.

Untuk membeli semua sapi tersebut, dana yang dihabiskan mencapai ratusan miliar.

Juri pun mengatakan dana yang dipakai itu berasal dari Dana Bantuan Presiden (Banpres) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Sumber anggarannya dari APBN ya, melalui Anggaran Bantuan Presiden, Bantuan Kemasyarakatan Presiden," kata Juri dalam konferensi pers, Selasa (26/5/2026), dikutip dari YouTube Kompas TV.

SAPI KURBAN - Sapi kurban Presiden Indonesia, Prabowo Subianto untuk tingkat Provinsi jambi dengan bobot 800 Kg dibeli dari peternak lokal Jambi. (Ist)

Terkait dengan harga sapi, Juri mengatakan harganya bervariasi karena di setiap daerah berbeda-beda.

"Harga sapi tentu bervariasi karena bobotnya beda-beda dan lokasinya juga tentu memengaruhi harga sapi, jadi kita menyesuaikan harga sapi di setiap daerah, kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sebanyak Rp100-an miliar," papar Juri.

Sapi-sapi yang dibagikan itu, kata Juri, juga merupakan sapi premium yang sudah memiliki sertifikat kesehatan.

"Jenis-jenis sapi yang menjadi kurban adalah jenis sapi premium ya, seperti Simental, Limousin, Peranakan Ongole, Brahman, Angus, Sapi Bali, FH (Friesian Holstein), Belgian Blue, dan Carolis." 

"Jadi ini sapi-sapi yang bukan saja bobotnya berat di atas 800 kilo, tapi juga sapi yang secara kesehatan sudah memiliki sertifikat atau memiliki surat keterangan kesehatan hewan, jadi sapi-sapi sehat," paparnya.

Sementara itu, terkait sumber sapi ini, Juri mengatakan berasal dari peternak lokal.

"Sumber-sumber sapi tadi semua berasal dari peternak lokal, sehingga diharapkan mereka dapat jadikan momentum untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas sapi karena mereka tahu setiap tahun Bapak Presiden akan meminta mereka untuk menyediakan sapi kurban," ucapnya.

Dibagikan ke 552 Daerah dan 500 Lembaga Sosial

Juri mengatakan bahwa sapi-sapi itu akan dibagikan ke setiap provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia.

"Jadi ada 552 daerah, yakni 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota akan menerima sebanyak 598 sapi untuk seluruh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota," ungkap Juri.

Juri menjelaskan alasan 552 daerah menerima 598 sapi karena terdapat 46 daerah yang tidak memiliki sapi dengan ukuran sesuai standar sapi presiden.

SAPI KURBAN - Sapi kurban Presiden Indonesia, Prabowo Subianto untuk tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut), kembali dibeli dari peternak Kota Binjai yang biasa dikenal dengan Bang Yanto (YT) Farm yang beralamat di Jalan Jamin Ginting, Lingkungan I, Tanah Seribu, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai, Kamis (21/5/2026).(Ist)

"Kenapa dari 552 daerah menerima 598 sapi, jadi sapinya lebih banyak dari jumlah daerah, karena ada 46 daerah yang tidak tersedia sapi dengan ukuran standar sapi presiden, standar bobot sapi presiden adalah 800 kilo sampai 1,3 ton dan setiap daerah akan mendapatkan satu," jelasnya.

"Sementara ada 46 daerah yang tidak ada sapi dengan bobot sebesar itu, oleh karena itu ada yang mendapatkan 2 sapi untuk 46 daerah. Sekali lagi, seluruh provinsi dan kabupaten/kota akan menerima 598 sapi," tambah Juri.

Selain dibagikan ke provinsi dan kabupaten/kota, sapi kurban presiden itu juga diserahkan kepada lembaga-lembaga sosial.

"Sapi Bapak Presiden akan diserahkan kepada lembaga-lembaga pendidikan, ada juga pondok pesantren, kemudian juga kepada tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, sebanyak 500 sapi." 

"Jadi untuk daerah tadi 598, untuk lembaga-lembaga sosial, lembaga keagamaan, pondok pesantren, tokoh-tokoh sebanyak 500 sapi, jadi semuanya 1.098 ekor sapi," ucap Juri.

Dalam hal ini, Juri menjelaskan pihaknya melalui Sekretariat Negara bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan Dinas-dinas di daerah yang membidangi atau mengurusi peternakan dan kesehatan hewan.

Selain itu, Juri mengatakan, Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) turut dilibatkan.

"Sehingga dalam hal pemenuhan sejumlah 1.098 sapi ini bisa kami dapatkan dengan baik atas kerja sama dengan mereka, dengan penyedia hewan kurban dan dengan pihak-pihak yang memastikan seluruh hewan kurban ini memiliki kualifikasi atau syarat-syarat untuk menjadi sapi kurban," tuturnya.

Sapi-sapi yang dipilih tersebut, kata Juri, juga sudah sesuai syariat Islam untuk menjadi hewan kurban.

"Umurnya atau usianya sudah di atas 2 tahun dan jantan, serta tidak cacat. Sapinya sapi-sapi premium dan memiliki kualitas yang sangat baik," ungkapnya.(Adz/Sbr:Tribun-Medan.com)


Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Kabag Ops Polres Kerinci Pimpin Apel Kesiapsiagaan Malam Idul Adha

 

Merdekapost.com – Guna memastikan situasi kamtibmas tetap aman, kondusif, dan tertib menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha, Kepolisian Resor (Polres) Kerinci menggelar Apel Kesiapsiagaan pengamanan pada malam takbiran.

Kegiatan apel yang dilaksanakan di area terbuka pusat keramaian ini dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Kerinci, Kompol Edi Mardi Siswoyo, S.E., M.M., dan diikuti oleh jajaran personel gabungan yang terdiri dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas), Satuan Intelkam, Satuan Reskrim, Samapta, serta unsur terkait lainnya.

Dalam arahannya, Kabag Ops Polres Kerinci menekankan pentingnya kewaspadaan dini dan pelayanan prima kepada masyarakat. Personel diminta untuk mengantisipasi potensi kemacetan lalu lintas, aksi balap liar, hingga gangguan keamanan lainnya yang biasa rawan terjadi pada malam perayaan hari besar keagamaan.

"Malam ini kita melaksanakan apel kesiapsiagaan untuk memastikan seluruh personel siap mengamankan jalannya malam perayaan Idul Adha. Fokus utama kita adalah memberikan rasa aman bagi masyarakat yang merayakan, menjaga kelancaran arus lalu lintas, serta mencegah terjadinya tindak kriminalitas," ujar Kompol Edi Mardi saat memberikan instruksi kepada barisan personel.

Fokus Pengamanan dan Cara Bertindak (CB)

Untuk memaksimalkan jalannya pengamanan, Polres Kerinci menerapkan beberapa skema dan penempatan personel secara strategis:

Plotting Personel di Titik Rawan: Menempatkan anggota di persimpangan jalan utama, pusat perbelanjaan, dan area publik yang rawan kemacetan atau kerumunan.

Patroli Mobile secara Intensif: Melakukan patroli berskala besar di wilayah hukum Polres Kerinci guna menyisir potensi gangguan kamtibmas.

Himbauan Humanis: Mengajak masyarakat untuk melakukan perayaan malam Idul Adha dengan tertib, menjaga keselamatan berkendara, serta tetap mematuhi aturan yang berlaku.

Usai pelaksanaan apel, seluruh personel langsung bergerak menuju pos dan titik plotting masing-masing untuk memulai giat pengamanan malam. Pelaksanaan apel kesiapsiagaan ini berjalan dengan lancar, aman, dan tertib, memperlihatkan kesiapan penuh Polres Kerinci dalam menjaga kedamaian di malam suci Idul Adha. (*)

Tumpukan Uang Rp400 Juta di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Ternyata Pengganti Penipuan Catut Nama Al Haris

Foto tumpukan uang tunai senilai Rp400 juta di Rumah Dinas Gubernur Jambi mendadak viral di media sosial. Uang itu disebut-sebut muncul dalam proses mediasi antara korban penipuan dengan terduga pelaku Titin Marleni yang mencatut nama Gubernur Jambi, Al Haris.(Adz) 

JAMBI - Foto tumpukan uang Rp400 juta tunai senilai Rp400 juta di Rumah Dinas Gubernur Jambi mendadak viral di media sosial.

Uang tersebut disebut-sebut muncul dalam proses mediasi antara korban penipuan dengan terduga pelaku Titin Marleni yang mencatut nama Gubernur Jambi, Al Haris.

Foto tumpukan uang itu diunggah di Instageam cakapcuap.newsroom pada Selasa (27/5/2026) sekira pukul 19.00 WIB.

Dalam kasus ini, pelaku menjanjikan kelulusan ASN hingga penerimaan jaksa dengan mencatut nama Gubernur Jambi, Al Haris. Namun, setelah menyerahkan uang, korban jadi seperti yang dijanjikan pelaku.

Terkait tumpukan uang Rp400 juta tersebut, pengacara korban, Putra Tambunan, menuturkan dirinya hadir langsung dalam proses mediasi antara pelaku dan korban yang berlangsung di Rumah Dinas Gubernur Jambi pada Minggu (10/5/2026).

Baca Juga: Harga Sawit TBS Turun, Masyarakat Jambi Menjerit: Di Mana Peran Pemerintah?

Mediasi itu dilakukan setelah pihaknya menerima kuasa hukum dari korban penipuan yang dijanjikan bisa masuk sebagai jaksa.

"Benar, setelah kami menerima kuasa dari korban, tepat pada Minggu itu kami dihubungi tim Pak Gubernur Jambi dan diajak ke rumah dinas untuk proses mediasi," ujar Putra.

Menurut Putra, mediasi difasilitasi langsung oleh Gubernur Jambi Al Haris sebagai upaya penyelesaian awal antara korban dan pelaku pertama.

Seorang ibu rumah tangga di Jambi, Halatun (50) melaporkan dugaan tindak pidana penipuan yang mencatut nama Gubernur Jambi ke Polda Jambi, Jumat (22/5/2026).(Sumber foto:TribunJambi)

Dalam kesempatan itu, Putra Tambunan mengaku melihat langsung tumpukan uang tunai yang telah disiapkan.

“Saya melihat dengan mata kepala sendiri ada tumpukan uang di rumah dinas. Saya ikut menghitung, jumlahnya Rp400 juta,” kata Putra.

Putra menyebut, dari tim kuasa hukum korban hadir dua orang saat mediasi berlangsung.

Dia mengapresiasi sikap Gubernur Al Haris yang bersedia memfasilitasi pertemuan tersebut demi membantu korban mendapatkan kejelasan.

Lapor ke Polisi

Seorang ibu rumah tangga, Halatun (50) melaporkan dugaan tindak pidana penipuan yang mencatut nama Gubernur Jambike Polda Jambi, Jumat (22/5/2026).

Dalam laporannya, Halatun mengaku mengalami kerugian hingga Rp115 juta setelah diajak berinvestasi oleh terlapor bernama Titin Marleni.

Halatun datang membuat laporan didampingi kuasa hukumnya.

Ia menyebut awalnya ditawari untuk ikut dalam proyek pengadaan barang rumah dinas Ketua DPRD Merangin.

Menurut Halatun, terlapor meyakinkannya untuk menanamkan modal dengan menyebut memiliki kedekatan dengan pejabat penting di Jambi.

“Dia meyakinkan saya untuk berinvestasi kepada dia dengan membawa-bawa kedekatan dia dengan gubernur,” kata Halatun usai membuat laporan.

Halatun menjelaskan beberapa kali melakukan transfer uang kepada terlapor.

Transfer pertama dilakukan sebesar Rp50 juta, kemudian berlanjut Rp30 juta, Rp15 juta dan terakhir Rp20 juta.

“Total kerugian saya Rp115 juta,” ujarnya.

Sebelum melapor ke polisi, Halatun mengaku telah berupaya menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan agar uangnya dapat dikembalikan.

Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil sehingga ia memilih menempuh jalur hukum.

Untuk diketahui, laporan terhadap Titin Marleni disebut bukan kali pertama.

Sebelumnya, terdapat korban lain yang mengaku menjadi korban penipuan dengan modus menjanjikan kelulusan ASN hingga penerimaan jaksa.

Baca Juga: Pengusaha Cafe dan Billyard di Sungai Penuh-Kerinci di Laporkan ke Polisi, Dugaan Penipuan Berkedok Investasi

Belakangan, kasus tersebut diketahui berakhir damai setelah adanya pengembalian uang kepada korban.

Halatun berharap persoalan yang dialaminya juga dapat diselesaikan dengan pengembalian uang miliknya.

“Kami dengar bahwa ada perdamaian yang dibantu oleh bapak gubernur. Saya juga berusaha mencari keadilan. Saya berharap ada perhatian juga dari pak gubernur,” pungkasnya.

Pekan lalu, terkait penipuan itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi, Ariansyah, membantah adanya istilah "jatah gubernur" yang sempat dijanjikan TT kepada sejumlah korban.

Ia menegaskan tindakan pelaku TT merupakan perbuatan pribadi.

"Terkait perdamaian di rumah dinas, saya tidak tahu. Tempatnya saya tidak tahu, harinya saya tidak tahu. Itu urusan pribadi si TT dengan korban,” ujarnya.

Ariansyah menambahkan, Gubernur Jambi sama sekali tidak terkait dengan praktik penipuan tersebut.

Menurutnya, nama Al Haris dicatut tanpa sepengetahuan maupun persetujuan pihak Pemerintah Provinsi Jambi.(*Sumber: TribunJambi.com/doc.cakapcuap.newsroom) 

Wali Kota Sungai Penuh Luncurkan Kotak Amal Digital dengan Sistem QR Barcode

Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH didampingi Wakil Wali Kota Azhar Hamzah secara resmi melaunching Digitalisasi Legalitas Kotak Amal dengan Sistem QR Barcode.(Ist)

SUNGAI PENUH – Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH didampingi Wakil Wali Kota Azhar Hamzah secara resmi melaunching Digitalisasi Legalitas Kotak Amal dengan Sistem QR Barcode, bertempat di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Selasa (26/05/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Hutri Randa, S.Sos., M.M., unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Alpian, SE., M.M., Panit Idensos Cegah Satgaswil Jambi Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri AKP Sudiro, S.Pd.I., M.H. beserta rombongan, Ketua MUI Kota Sungai Penuh, para staf ahli, para asisten Setda, kepala perangkat daerah, kabag, serta para camat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Alfin menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital saat ini telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam tata kelola pengumpulan dan penyaluran dana sosial keagamaan.

Baca Juga: Sinergi Pemkot dan Lembaga Adat Sungaipenuh, Shalat Idul Adha 1447 H Dimatangkan

“Digitalisasi kotak amal melalui QR Barcode merupakan bentuk pemanfaatan teknologi yang sangat tepat, modern, dan menjawab kebutuhan masyarakat saat ini. Melalui program ini, masyarakat akan semakin mudah dalam bersedekah dan berinfak secara aman, cepat, dan praktis,” ujar Wali Kota.

Lebih lanjut disampaikannya, selain memberikan kemudahan bagi masyarakat, program ini juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan transparansi pengelolaan dana umat sekaligus mencegah potensi penyalahgunaan kotak amal untuk kepentingan yang tidak sesuai dengan tujuan sosial dan keagamaan.

Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH didampingi Wakil Wali Kota Azhar Hamzah secara resmi melaunching Digitalisasi Legalitas Kotak Amal dengan Sistem QR Barcode.(Ist)

“Program ini bukan hanya tentang kemudahan transaksi, tetapi juga bentuk komitmen bersama dalam menjaga akuntabilitas dan memastikan dana umat benar-benar dikelola secara amanah dan tepat sasaran,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri yang telah berkolaborasi bersama Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam menghadirkan program digitalisasi legalitas kotak amal tersebut.

Baca Juga: 7 Tahun Dipelihara, Sapi Berbobot 836 Kg Milik Warga Jambi Dipilih Jadi Kurban Presiden Prabowo

Menurutnya, sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, serta mendukung kemajuan daerah.

“Kami sangat mendukung kolaborasi ini. Sinergitas yang terjalin menjadi langkah nyata dalam menjaga keamanan sekaligus memperkuat tata kelola sosial keagamaan yang lebih baik di Kota Sungai Penuh,” ungkapnya.

Sebagai penanda dimulainya program tersebut, Wali Kota Sungai Penuh bersama Wakil Wali Kota secara resmi melaunching Digitalisasi Legalitas Kotak Amal dengan Sistem QR Barcode.

Melalui inovasi ini, Pemerintah Kota Sungai Penuh berharap pengelolaan kotak amal dapat berjalan lebih tertib, transparan, akuntabel, serta memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menyalurkan sedekah dan infak, sejalan dengan pemanfaatan teknologi digital di era modern. (Adz) 

Sinergi Pemkot dan Lembaga Adat Sungaipenuh, Shalat Idul Adha 1447 H Dimatangkan

 

Sinergi antara Pemkot dengan Lembaga Adat, Shalat Idul Adha 1447 H di Sungai Penuh Dimatangkan.(ist)

SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM – Pemerintah Kota Sungai Penuh terus mematangkan persiapan pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah. Kepastian tersebut mengemuka saat Wali Kota Sungai Penuh Alfin menerima kunjungan panitia dan petugas pelaksana Shalat Idul Adha di rumah dinas wali kota, Senin malam (25/5/2026).

Pertemuan itu menjadi bagian dari koordinasi akhir antara pemerintah daerah, unsur adat, tokoh agama, dan panitia guna memastikan pelaksanaan ibadah Idul Adha berlangsung aman, tertib, dan lancar di Lapangan Merdeka Kota Sungai Penuh.

Hadir mendampingi Wali Kota Alfin, Wakil Wali Kota Azhar Hamzah, Sekretaris Daerah, para asisten, kepala SKPD, unsur Lembaga Adat Enam Luhah Sungai Penuh, Ketua Lembaga Adat Pondok Tinggi, Ketua Adat Dusun Baru, Depati Nan Batujuh, para camat, lurah, pengurus masjid.

Baca Juga: Pimpin Upacara Gabungan ASN, Sekda Alpian Soroti Disiplin dan Kemacetan di Lingkungan Pemkot Sungai Penuh

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Kerapatan Adat Depati Nan Batujuh Aspar Nasir menyampaikan laporan kesiapan pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah kepada pemerintah daerah. Ia menyebut seluruh kebutuhan teknis dan kesiapan panitia telah dipersiapkan secara maksimal.

Sinergi antara Pemkot dengan Lembaga Adat, Shalat Idul Adha 1447 H di Sungai Penuh Dimatangkan.(ist)

Selain itu, panitia turut menyerahkan daftar petugas pelaksanaan Shalat Idul Adha yang telah ditetapkan. Hendri Candra dipercaya sebagai khatib, Muhammad sebagai imam, Endi Lukman sebagai mubaligh pertama, dan Muhammad Iqbal Mulyadi sebagai mubaligh kedua.

Wali Kota Alfin menyampaikan apresiasi atas keterlibatan seluruh unsur masyarakat dan lembaga adat dalam mendukung pelaksanaan Idul Adha tahun ini. Menurutnya, kekompakan antara pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat menjadi modal utama menjaga kekhidmatan perayaan hari besar keagamaan di Kota Sungai Penuh.

Bacaan Lainnya: 7 Tahun Dipelihara, Sapi Berbobot 836 Kg Milik Warga Jambi Dipilih Jadi Kurban Presiden Prabowo

“Pemerintah Kota Sungai Penuh berkomitmen memastikan seluruh rangkaian pelaksanaan Shalat Idul Adha berjalan baik, mulai dari persiapan hingga selesai pelaksanaan nanti,” ujar Alfin.

Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah hewan kurban pada Idul Adha 1447 Hijriah di Kota Sungai Penuh mencapai sekitar 647 ekor sapi ditambah ratusan hewan kurban kambing yang tersebar di berbagai wilayah.

Wali Kota berharap pelaksanaan Idul Adha tahun ini tidak hanya berjalan sukses, tetapi juga semakin memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat Kota Sungai Penuh. 

7 Tahun Dipelihara, Sapi Berbobot 836 Kg Milik Warga Jambi Dipilih Jadi Kurban Presiden Prabowo

Dipelihara selama 7 Tahun, Sapi Berbobot 836 Kg Milik Warga Jambi Dipilih Jadi hewan Kurban Presiden Prabowo.(Istimewa)

Jambi - Kebanggaan besar dirasakan pasangan peternak di Kota Jambi setelah sapi peliharaan mereka terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto pada Hari Raya Iduladha 2026.

Sapi jenis Brahman bernama Kucai itu memiliki bobot fantastis mencapai 836 kilogram. Hewan jumbo tersebut dipelihara oleh pasangan suami istri peternak di RT 10, Kelurahan Pinang Merah, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.

Pemilik sapi, Ida, mengaku tidak menyangka sapi yang dirawat sejak kecil itu akhirnya dipilih sebagai hewan kurban Presiden RI.

Baca Juga: Semangat Idul Adha 1447 H, DPRD Batang Hari Dorong Penguatan Solidaritas dan Kepedulian Antarwarga

“Kami sangat bangga dan bersyukur. Kucai sudah kami rawat bertahun-tahun dan akhirnya dipercaya menjadi kurban Presiden,” ujarnya.

Kucai yang kini berusia sekitar tujuh tahun dikenal memiliki postur tubuh besar dan sehat. Setiap hari sapi tersebut diberi pakan rumput segar dan ampas kedelai agar kondisinya tetap prima.

Menariknya, sapi raksasa itu merupakan hasil inseminasi buatan atau kawin suntik yang dipelihara secara intensif hingga tumbuh dengan bobot mencapai hampir satu ton.

Wali Kota Jambi Maulana mengatakan meningkatnya kebutuhan hewan kurban setiap tahun harus dibarengi dengan pengawasan kesehatan hewan yang ketat.

“Seluruh hewan kurban yang masuk ke Kota Jambi harus dipastikan sehat dan layak dipotong,” tegasnya.(Adz/Merdekapost.com)

Pimpin Upacara Gabungan ASN, Sekda Alpian Soroti Disiplin dan Kemacetan di Lingkungan Pemkot Sungai Penuh

Sekretaris Daerah (Sekda) Alpian, SE., MM., memimpin upacara gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Sungai Penuh yang digelar di lapangan Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Senin (25/5/2026).(Ist)

Sungai Penuh, Merdekapost.com - Wali Kota Sungai Penuh diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Alpian, SE., MM., memimpin upacara gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Sungai Penuh yang digelar di lapangan Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Senin (25/5/2026).

Upacara tersebut dihadiri oleh para asisten, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh.

Dalam amanatnya, Sekda Alpian menekankan pentingnya kedisiplinan ASN, khususnya dalam mengikuti apel gabungan rutin setiap hari Senin. Pada kesempatan itu, Alpian secara mendadak menginstruksikan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Sungai Penuh untuk melakukan absensi manual langsung di lapangan upacara.

Baca Juga: Kapolres Cup U-40 Resmi Dibuka, Wako Alfin: Persaudaraan Jadi Kekuatan Utama

Langkah tersebut dilakukan guna memastikan tingkat kehadiran dan kedisiplinan ASN dari masing-masing OPD yang mengikuti upacara gabungan.

Selain itu, Sekda Alpian juga menyoroti persoalan kemacetan yang kerap terjadi setiap pelaksanaan apel gabungan hari Senin. Menurutnya, ruas jalan utama menuju Kantor Wali Kota Sungai Penuh sering mengalami kepadatan panjang, sehingga banyak ASN terlambat mengikuti upacara maupun mengisi absensi “Siap Juara” yang telah dijadwalkan mulai pukul 07.00 WIB hingga 07.30 WIB.

Sekretaris Daerah (Sekda) Alpian, SE., MM., memimpin upacara gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Sungai Penuh yang digelar di lapangan Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Senin (25/5/2026).(Ist)

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Alpian menginstruksikan BKPSDM, Bagian Organisasi, dan Dinas Kominfo Kota Sungai Penuh untuk kembali membahas mekanisme pelaksanaan apel gabungan hari Senin.

Ia mengusulkan agar apel rutin hari Senin ke depan dilaksanakan di masing-masing dinas guna mengurangi kemacetan dan meningkatkan efektivitas kerja ASN. Sementara itu, apel gabungan Hari Kesadaran Nasional (HKN) setiap tanggal 17 tetap diwajibkan dilaksanakan di halaman Kantor Wali Kota Sungai Penuh.

Baca Juga: Kopi Kerinci Tembus Pasar Internasional, Pemprov Jambi Dorong Lewat Pelabuhan Daerah

Lebih lanjut, Sekda Alpian juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Sungai Penuh akan melaksanakan penyembelihan hewan kurban dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di halaman Masjid Kantor Wali Kota Sungai Penuh.

Pada akhir amanatnya, Alpian menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Sungai Penuh yang dinilai sukses melaksanakan tugas pengamanan dan pelaksanaan upacara bendera.

Ia juga memberikan apresiasi atas langkah penertiban di kawasan Pasar Tanjung Bajure menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah demi menciptakan ketertiban dan kenyamanan masyarakat.(*) 

(Aldie Prasetya / Sumber: MC Kominfo). 

Zafina Siswi SMPN 30 Kerinci Siap Harumkan nama Daerah di Jamda Pramuka Jambi 2026

Kerinci, Merdekapost.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Siswi SMPN 30 Kerinci. Di bawah kepemimpinan kepala sekolah yang baru, Liskha Nurlidya, S.Pd, salah satu siswi terbaik sekolah tersebut, Zafina Dwi Putri, dipercaya mewakili Kecamatan Gunung Raya pada ajang Jambore Daerah (Jamda) Gerakan Pramuka Jambi Tahun 2026.

Zafina Dwi Putri, atau biasa disapa Zafina, lahir di Bangko pada 19 Juni 2012 dan merupakan anak kedua dari pasangan Wenrosmadi dan Sunarti.

Dengan berbekal semangat yang tinggi, disiplin, serta kemampuan yang dimilikinya, Zafina berhasil lolos melalui proses seleksi bersama tiga siswa lainnya untuk membawa nama Kecamatan Gunung Raya pada kegiatan kepramukaan tingkat Provinsi Jambi tersebut.

Proses seleksi yang diikuti berlangsung cukup ketat dengan berbagai tahapan penilaian, mulai dari kemampuan kepramukaan, kedisiplinan, mental, kekompakan, hingga keterampilan peserta.

Keberhasilan Zafina lolos menjadi bukti kerja keras, dedikasi, dan semangatnya dalam mengikuti pembinaan kepramukaan.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi salah satu prestasi membanggakan bagi SMPN 30 Kerinci di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Liskha Nurlidya, S.Pd. Meski belum lama memimpin sekolah tersebut, berbagai pembinaan dan dukungan terus diberikan kepada para siswa guna mendorong lahirnya prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Baca Juga: Bupati Monadi Resmi Buka Jambore Pramuka Kwarcab Kerinci 2026

Kepala SMPN 30 Kerinci, Liskha Nurlidya, S.Pd, menyampaikan rasa bangga dan syukur atas capaian yang diraih salah satu siswinya tersebut.

“Alhamdulillah, ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar SMPN 30 Kerinci.

Terpilihnya Zafina melalui seleksi yang ketat menjadi bukti bahwa siswa kami memiliki kemampuan dan semangat yang luar biasa. Semoga Zafina dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik, menambah pengalaman, mempererat persaudaraan, serta membawa nama harum sekolah dan Kecamatan Gunung Raya,” ujarnya.

Rasa bangga juga disampaikan Camat Gunung Raya, Azwir, S.pd. M.Si Ia mengapresiasi semangat dan prestasi para pelajar yang mampu membawa nama Kecamatan Gunung Raya hingga ke tingkat Provinsi Jambi.

“Kami sangat bangga kepada anak-anak yang terpilih mewakili Kecamatan Gunung Raya dalam Jamda Pramuka Jambi 2026. Semoga mereka dapat memberikan yang terbaik, menjaga nama baik daerah, serta menjadi generasi muda yang berprestasi dan berkarakter,” ungkapnya.

Baca Juga: Kamabicab Kerinci Buka Jambore Cabang 2026, Kak Monadi Dorong Generasi Muda yang Tangguh dan Berkarakter

Jambore Daerah Gerakan Pramuka Jambi 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 25 Juni 2026 di Bumi Perkemahan Pramuka Abdurrahman Sayoeti Musa. Kegiatan akbar kepramukaan tersebut akan mempertemukan peserta terbaik dari seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi.

Selain menjadi ajang silaturahmi, Jamda juga menjadi wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, kreativitas, serta kemandirian generasi muda. Berbagai persiapan terus dilakukan menjelang keberangkatan peserta.

Dukungan penuh dari pihak sekolah, pemerintah kecamatan, keluarga, dan masyarakat diharapkan menjadi motivasi bagi Zafina untuk tampil maksimal dan mengharumkan nama SMPN 30 Kerinci serta Kecamatan Gunung Raya di tingkat Provinsi Jambi.(Adz)

Eksekusi Sebidang Tanah di Koto Iman Berjalan Lancar, Irawadi: Terima Kasih PN Sungai Penuh dan Polres Kerinci

LANCAR DAN AMAN: Eksekusi Sebidang Tanah di Koto Iman Berjalan Lancar, Kuasa Hukum Irawadi Uska, SH,MH ucapkan  Terima Kasih kepada PN Sungai Penuh dan Aparat dari Polres Kerinci

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Pengadilan Negeri (PN) Sungai Penuh secara resmi melaksanakan eksekusi riil terhadap sebidang tanah yang terletak di Desa Koto Iman, dulu Kecamatan Danau Kerinci sekarang Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi.

Dilansir dari Pengadilan Negeri Sungai Penuh, Pelaksanaan eksekusi ini berdasarkan Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Sungai Penuh Nomor 1/Pdt.Eks/2026/PN Spn jo Nomor 19/Pdt.G/2023/PN Spn. Jalannya proses pengosongan dan penyerahan objek sengketa tersebut dipimpin oleh tim Juru Sita PN Sungai Penuh dengan didampingi langsung oleh personel pengamanan dari Polres Kerinci.

"Eksekusi ini merupakan tindak lanjut dari putusan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht). Kehadiran personel Polres Kerinci di lokasi adalah untuk memastikan seluruh tahapan eksekusi berjalan dengan aman, tertib, dan sesuai dengan prosedur hukum," ujar perwakilan pihak otoritas di lapangan.

Baca Juga: Pengusaha Cafe dan Billyard di Sungai Penuh-Kerinci di Laporkan ke Polisi, Dugaan Penipuan Berkedok Investasi

Kuasa Hukum Penggugat (Pemohon eksekusi) Irawadi Uska, SH, MH menyebutkan, Eksekusi putusan perkara perdata nomor 19 kita menang di tingkat pertama di pengadilan negeri Sungai Penuh, ditingkat banding di pengadilan tinggi Jambi juga memenangkan pihak Penggugat dan ditingkat kasasi  di mahkamah Agung juga di menangkan pihak penggugat, dan Peninjauan Kembali (PK) di mahkamah agung RI juga di menangkan pihak Penggugat Nurdin Dkk yang diwakili kuasa hukum Irawadi Uska,S.H.M.H

"Adapun Luas tanah yang di eksekusi 30 x 182 m2". Ungkap Irawadi 

Kuasa Hukum Penggugat (Pemohon eksekusi) Irawadi Uska, SH, MH mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu proses eksekusi ini sehingga berjalan dengan lancar dan aman

"Berkat pengamanan ketat dan pendekatan humanis dari pihak Polres Kerinci bersama aparat terkait, proses pembacaan penetapan eksekusi hingga penyerahan objek eksekusi berjalan dengan aman dan kondusif tanpa adanya perlawanan berarti dari pihak termohon". 

Kini, hak penguasaan fisik tanah objek eksekusi tersebut telah resmi beralih sepenuhnya kepada pihak pemohon eksekusi Nurdin Dkk yang diwakili kuasa hukum Irawadi Uska ,S.H.M.H.(Adz) 

Pengusaha Cafe dan Billyard di Sungai Penuh-Kerinci di Laporkan ke Polisi, Dugaan Penipuan Berkedok Investasi

Pengusaha Cafe dan Billyard terbesar di Sungai Penuh-Kerinci berinisial J di Laporkan ke Polisi, kasus Dugaan Penipuan Berkedok Investasi. (Adz)

SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM - Salah seorang pengusaha Cafe dan Bilyard di Kota Sungai Penuh berinisial J dilaporkan ke Polres Kerinci atas dugaan penipuan berkedok investasi

Informasi yang diperoleh dari pelapor berinisial PA (28) menyebutkan bahwa dirinya didampingi kuasa hukumnya telah melaporkan secara resmi ke Polres Kerinci terkait dugaan penipuan yang menimpanya 

Kuasa hukumnya, Irawadi Uska, S.H, M.H menjelaskan bahwa kliennya menjadi korban dugaan penipuan berkedok Investasi, kejadian ini sudah resmi dilaporkan ke Polres Kerinci dengan nomor : STTPL/B/60/V/2026/SPKT/POLRES KERINCI/POLDA JAMBI Tertanggal 25 Mei 2026.

Kronologis Singkat Kejadian

Menurut Irawadi, Bermula pada bulan Juli 2025 saat itu Kliennya Ibu PA (28) melihat di akun Facebook JA sedang mencari orang yang mau berinvestasi ke usaha miliknya dengan profit 5% (lima persen) dari modal yang di investasikan, Ibu PA berminat dan ikut berinvestasi dengan modal sebanyak Rp 200 Juta dan profit sesuai kontrak kerja yang disepakati adalah 5% atau senilai Rp 10 Juta per-bulannya selama 6 (enam) bulan.

"Profit bulan pertama dibayarkan sebesar 10 Juta, namun untuk bulan berikutnya tidak pernah dibayarkan lagi, bahkan Si Pengusaha J menyatakan tidak bisa membayar profit tersebut dikarenakan ada permasalahan dan berbagai alasan. dan dia berjanji akan mengembalikan uang modal yang disetorkan Rp 200 Juta itu".

Dilanjutkan Irawadi, "alih-alih dapat untung, Hingga saat ini uang (Modal) yang disetorkan Kliennya PA tak kunjung dibayarkan (dikembalikan) meski sudah berkali-kali ditanyakan, namun sampai saat ini modal kami tidak pernah dikembalikan oleh Sdr J tersebut" Ujarnya. 

Atas dasar itulah dikarenakan merasa dirugikan maka PA melaporkan ke Polres Kerinci untuk ditindak lanjuti

Lanjut Irawadi, ternyata selain ibu PA, saat ini sudah ada 5 orang yang melaporkan kepada kami dan minta didampingi secara hukum, kuat dugaan masih ada beberapa orang lagi yang ikut berinvestasi, ada yang 100 juta, 90 juta macam-macam jumlahnya", Pungkas Irawadi.(Adz)

Harga Sawit TBS Turun, Masyarakat Jambi Menjerit: Di Mana Peran Pemerintah?

Merdekapost.com | Jambi - Turunnya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit saat ini kembali menjadi pukulan berat bagi masyarakat Jambi, khususnya para petani kecil yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil kebun sawit. Ironisnya, di tengah kondisi ekonomi yang semakin sulit, belum terlihat langkah nyata dan tegas dari pemerintah untuk melindungi kesejahteraan petani.

Sawit selama bertahun-tahun disebut sebagai tulang punggung ekonomi Jambi. Namun ketika harga TBS jatuh, masyarakat kecil justru menjadi pihak yang paling menderita. Pendapatan petani menurun drastis, sementara harga kebutuhan pokok tetap tinggi. Banyak keluarga petani mulai kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, membayar cicilan, hingga membiayai pendidikan anak.

Yang paling memprihatinkan adalah lemahnya pengawasan terhadap harga di tingkat pabrik dan tengkulak. Tidak sedikit petani mengeluhkan harga pembelian yang jauh di bawah ketetapan pemerintah daerah. Dalam situasi seperti ini, petani berada pada posisi yang lemah karena tidak memiliki kekuatan menentukan harga. Mereka terpaksa menjual hasil panen demi memenuhi kebutuhan hidup meskipun dengan harga rendah.

Kondisi ini menunjukkan bahwa ekonomi masyarakat Jambi terlalu bergantung pada sektor sawit tanpa adanya perlindungan ekonomi yang kuat. Ketika harga naik, pemerintah sering menjadikan sawit sebagai simbol keberhasilan ekonomi daerah. Namun saat harga turun dan masyarakat mulai tertekan, solusi yang diberikan justru lambat dan tidak menyentuh akar persoalan.

Dari sisi ekonomi moneter, penurunan harga sawit jelas berdampak besar terhadap perputaran uang di desa-desa. Daya beli masyarakat melemah, usaha kecil mulai sepi, dan aktivitas ekonomi menurun. Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin akan terjadi peningkatan pengangguran dan kemiskinan di wilayah perkebunan.

Lebih jauh lagi, pemerintah seharusnya mulai menyadari bahwa ketergantungan berlebihan terhadap sawit merupakan kebijakan ekonomi yang berisiko. Hingga hari ini, diversifikasi ekonomi daerah masih berjalan lambat. Sektor pertanian pangan, industri kecil, dan usaha produktif masyarakat belum mendapat perhatian maksimal. Akibatnya, masyarakat terus berada dalam lingkaran ketidakpastian ekonomi setiap kali harga sawit bergejolak.

Masyarakat Jambi tidak membutuhkan janji atau sekadar pernyataan prihatin. Yang dibutuhkan adalah kebijakan nyata, pengawasan harga yang ketat, keberpihakan kepada petani kecil, dan strategi ekonomi yang mampu melindungi masyarakat dari gejolak pasar. Jika tidak, maka setiap penurunan harga sawit akan terus menjadi ancaman besar bagi kestabilan ekonomi daerah dan kesejahteraan rakyat kecil.(*)

Tim Penulis : M.Hazzel Alfarizi,Nena Anggraini,Dwi Lestari,Kurnia Asa,Citra Agung,Putri Seragih,Ulfa Nurhayati (Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Jambi), Dr. Iwan Putra, S.E. M.S.Ak, Novia Sri Dwijayanti, M.Pd


Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs