Wako Alfin Apresiasi Gebrakan Kadisdik Sungai Penuh Gandeng Satpol PP, Patroli Pelajar Secara Rutin Upaya Mencegah Siswa Bolos saat Jam Belajar

Kadisdik Kota Sungai Penuh Bovi Handriyanto, S.Pd., M.M., Gandeng Satpol PP, Memantau Langsung dan Lakukan Pembinaan 'Humanis' Pelajar yang Berkeliaran saat Jam Belajar

Alfin Bakar: "Masih ada siswa / pelajar berkeliaran di waktu jam sekolah. Ini jd PR kita bersama (orang tua, sekolah dan masyarakat)"

Sungai Penuh - Kepala Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh, Bovi Handriyanto, S.Pd., M.M., bersama jajaran dan didampingi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sungai Penuh, melakukan pemantauan di sejumlah lokasi sebagai tindak lanjut atas aduan masyarakat mengenai pelajar yang berkeliaran saat jam belajar, Kamis, 22 Oktober 2026.

Dalam kegiatan tersebut, petugas menemukan sejumlah pelajar tingkat SMP dan SMA sederajat yang berada di warung dan tempat penyewaan PlayStation (PS) saat jam belajar. Para pelajar tersebut mengenakan seragam sekolah maupun pakaian tidak resmi. Kepala Dinas Pendidikan kemudian mengajak mereka berdialog dan memberikan pembinaan secara humanis untuk mengetahui alasan tidak mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

Patroli Pelajar Secara Rutin

Pembinaan ini bertujuan mengingatkan pelajar akan pentingnya kedisiplinan dan pendidikan, bukan untuk menghukum. Dinas Pendidikan juga akan memperkuat koordinasi dengan Satpol PP dan pihak sekolah serta mendorong guru bimbingan konseling (BK) dan orang tua untuk lebih aktif memantau kehadiran dan aktivitas siswa.

Ke depan, patroli pelajar secara rutin direncanakan sebagai upaya mencegah siswa bolos saat jam belajar. 

Wako Alfin dalam unggahan Facebooknya, Akun Alfin Bakar menyebtukan, "Masih ada siswa / pelajar berkeliaran di waktu jam sekolah. Ini jd PR kita bersama (orang tua, sekolah dan masyarakat)"

Sementara itu, Upaya Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh dalam menertibkan anak-anak sekolah yang berkeliaran di saat jam belajar sedang berlangsung itu mendapat dukungan penuh dari warganet

seperti dituliskan oleh akun Facebook, Abi Hafizh, "Langkah tepat dan sangat bagus sekali yg dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh Ini memang sdah sejak lama terjadi dlam dunia pendidikan kota sungai Penuh, dimana banyaknya anak2 pelajar aktif yg saat jam sekolah berkeliaran diluar sekolah tanpa alasan yg jelas, berkumpul di warung PS, mereka sdah punya titik2 tertentu yg menurut mereka nyaman, disanalah merka main game, merokok dan lain2nya, pas jam plang sekolah mereka kembali ke keluarga mereka masing2.. semoga langkah ini membawa efek positif bagi kalangan pelajar kota sungai Penuh. Amiin"

Yuda Jiwa Memang sangat penting pengawasan buat generasi muda...bahkan kadang sering terpantau nongkrong di bukit kayangan ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

Priska Armanto, menuliskan, Waaaah ini perlu pengawasan baik dari rumah maupun dari sekolah.. Pak Wako Alfin Bakar

Ummu Azmi, Di sungai Ning banyak pak dari pagi arah kepuncak depati coffe

Alfin Bakar juga membalas langsung komentar dan laporan warganet, Ummu Azmi ini laporan dari masyarakat. Sdh di razia sampai puncak & depati coffee" Tulis wako Alfin.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan pelajar, membentuk karakter yang bertanggung jawab, serta mendukung terwujudnya visi Kota Sungai Penuh JUARA (Maju, Adil, dan Sejahtera).(*)

Diduga Kualitas Material Proyek MCK PUPR Sungai Penuh Dipertanyakan, Sejumlah Pekerjaan Disebut Terbengkalai

Diduga Kualitas Material Proyek MCK PUPR Sungai Penuh Dipertanyakan, Sejumlah Pekerjaan Disebut Terbengkalai

 Merdekapost.com | Sungai Penuh - Kualitas material dan spesifikasi teknis proyek pembangunan mandi, cuci, kakus (MCK) atau WC di Kota Sungai Penuh menjadi sorotan. Kondisi bangunan yang terlihat dalam dokumentasi memunculkan pertanyaan mengenai mutu pekerjaan dan kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Berdasarkan foto yang diterima redaksi, terlihat konstruksi bangunan MCK menggunakan material batako atau beton ringan. Pasangan dinding tampak belum rapi, sementara sejumlah bagian bangunan masih dalam tahap pengerjaan dengan rangka dan penyangga yang terlihat.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian material yang digunakan dengan standar teknis serta spesifikasi dalam kontrak pekerjaan.

Selain persoalan kualitas material, informasi yang dihimpun menyebutkan masih terdapat sejumlah proyek MCK atau WC yang hingga kini belum dilanjutkan dan diduga terbengkalai. Namun, jumlah proyek, nilai anggaran, progres pekerjaan, serta penyebab terhentinya pekerjaan tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

Dugaan Pemotongan Anggaran Perlu Ditelusuri

Muncul pula dugaan di tengah masyarakat mengenai kemungkinan pemotongan anggaran yang dikhawatirkan berdampak terhadap kualitas pekerjaan. Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan perlu ditelusuri melalui dokumen anggaran, kontrak pekerjaan, laporan progres, serta pemeriksaan teknis oleh pihak berwenang.

Masyarakat berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Sungai Penuh dapat memberikan penjelasan terbuka mengenai pelaksanaan proyek MCK tersebut, mulai dari penggunaan material, spesifikasi teknis, hingga kendala yang menyebabkan sejumlah pekerjaan belum rampung.

Redaksi Minta Klarifikasi Kabid PUPR

Hingga berita ini disusun, redaksi masih membutuhkan konfirmasi dari pihak PUPR Kota Sungai Penuh, khususnya kepala bidang (Kabid) yang membidangi kegiatan tersebut.

Redaksi berharap Kabid terkait dapat meluangkan waktu untuk memberikan klarifikasi, baik melalui pertemuan tatap muka maupun melalui WhatsApp, guna menjawab sejumlah pertanyaan mengenai kualitas material, pelaksanaan pekerjaan, penggunaan anggaran, dan penyebab proyek yang disebut belum dilanjutkan.

Klarifikasi ini penting agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan berimbang serta tidak menimbulkan kesimpangsiuran terkait pelaksanaan pembangunan fasilitas sanitasi tersebut.

Apabila nantinya ditemukan ketidaksesuaian antara hasil pekerjaan dan spesifikasi kontrak, masyarakat berharap pihak terkait melakukan evaluasi serta mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku.

Transparansi dan pengawasan terhadap proyek pembangunan sangat penting untuk memastikan anggaran pemerintah digunakan sebagaimana mestinya dan menghasilkan fasilitas MCK yang layak, aman, serta bermanfaat bagi masyarakat. (Ali)

Dugaan Penipuan dan Penggelapan, Rp667,6 Juta Seret Nama Andaris Minandar ASN Setwan DPRD Sungai Penuh

Merdekapost.com - Nama Andaris Minandar, seorang aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Sungai Penuh, kembali menjadi sorotan setelah sebelumnya dikaitkan dengan sejumlah laporan dugaan penipuan dan penggelapan.

Kali ini, muncul sebuah catatan tulisan tangan yang memuat daftar 12 nama atau pihak, disertai nominal uang dan keterangan tertentu. Dalam catatan tersebut, total nominal yang tertulis mencapai Rp667,6 juta.

Namun, belum diketahui secara pasti siapa pembuat catatan tersebut, kapan transaksi yang tercatat berlangsung, serta apakah seluruh nominal itu berkaitan langsung dengan Andaris Minandar.

Kemunculan catatan tersebut menambah perhatian terhadap persoalan yang sebelumnya mencuat, termasuk dugaan pembayaran hasil panen petani yang belum diselesaikan dan laporan terkait transaksi gadai sawah.

Sejumlah pemberitaan sebelumnya menyebutkan adanya petani di Kabupaten Kerinci yang mengaku belum menerima pembayaran setelah menyerahkan hasil panen. Selain itu, seorang warga juga dilaporkan mengaku mengalami kerugian Rp40 juta dalam transaksi pegang gadai sawah yang diduga melibatkan Andaris.

Bahkan pihak kepolisian telah menerima laporan dari petani dan warga yang ditipu Rp.181.000.000,.

Untuk memastikan duduk perkara, diperlukan penjelasan dari pihak-pihak yang namanya tercantum dalam catatan tersebut, terutama mengenai asal-usul uang, bentuk transaksi, kesepakatan yang dibuat, serta apakah terdapat kewajiban pembayaran yang belum dituntaskan.

Aparat penegak hukum juga diharapkan dapat menelusuri setiap laporan yang masuk sesuai prosedur dan bukti yang tersedia.

Di sisi lain, klarifikasi dari Andaris Minandar maupun pihak Sekretariat DPRD Kota Sungai Penuh penting untuk memberikan penjelasan yang berimbang, termasuk mengenai hubungannya dengan catatan tersebut.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari Andaris Minandar dan sekretaris dewan Sungai Penuh terkait permasalahan tersebut.

Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Andaris Minandar maupun pihak lain yang disebut dalam pemberitaan ini guna memastikan informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat dan berimbang. (Tim)

Festival Budaya Kerinci 2026: Wagub Abdullah Sani Ajak Warga Lestarikan Adat Warisan Leluhur

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026: Wagub Abdullah Sani Ajak Warga Lestarikan Adat Warisan Leluhur.(Ist)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, resmi membuka Festival Budaya Kerinci 2026 di Dermaga Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci, Kamis (22/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kelestarian adat dan budaya sebagai identitas sekaligus warisan leluhur.

Festival yang mengangkat tema “Sekepal Tanah Surga Negeri Seribu Budaya” ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan kekayaan tradisi Kerinci kepada masyarakat luas, sekaligus memperkuat sektor pariwisata daerah.

Abdullah Sani mengapresiasi  Pemerintah Kabupaten Kerinci, tokoh adat, seniman, serta berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan festival tersebut.

Menurutnya, Kerinci memiliki kekayaan budaya dan alam yang harus dijaga bersama. Selain menjadi kebanggaan daerah, warisan tersebut juga perlu diteruskan kepada generasi muda agar tidak tergerus perubahan zaman.

Baca Juga: Nuansa 'Tempo Doeloe' pada Festival Kerinci, Peserta Kenakan Busana Dahin

Ia menegaskan bahwa adat istiadat bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan mengandung nilai luhur dan kearifan lokal yang relevan dalam kehidupan masyarakat.

“Adat dan budaya tidak hanya menjadi identitas dan jati diri daerah, tetapi juga berfungsi sebagai penyaring dalam menghadapi perubahan global dan pengaruh budaya luar,” ujarnya.

Wagub Jambi itu juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga tradisi, kesenian, serta nilai-nilai kehidupan yang diwariskan para pendahulu.

Kerinci Berpotensi Menjadi Beranda Budaya Jambi

Abdullah Sani menilai Kabupaten Kerinci memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai salah satu pusat kebudayaan dan pariwisata unggulan di Provinsi Jambi.

Potensi tersebut didukung oleh beragam tradisi, kesenian, kuliner khas, cerita rakyat, serta keindahan alam yang dimiliki daerah berjuluk Bumi Sakti Alam Kerinci tersebut.

Danau Kerinci dan kawasan Lembah Kerinci, misalnya, dapat menjadi daya tarik wisata yang semakin kuat apabila dipadukan dengan promosi kebudayaan dan seni tradisional.

Menurutnya, pengembangan potensi itu membutuhkan perencanaan yang matang serta kerja sama antara pemerintah dan masyarakat.

Pemerintah Provinsi Jambi, lanjut Sani, berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pemerintah kabupaten, kementerian terkait, lembaga adat, pelaku pariwisata, dan komunitas kreatif untuk mendukung pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Kerinci.

Baca Juga: Atraksi Ekstrem! Tari Hulu Saktai Desa Baru Semerah Tampil Memukau di Pembukaan Festival Kerinci

Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

Meski demikian, pengembangan pariwisata harus tetap memperhatikan nilai agama, ketentuan hukum, serta adat istiadat yang berlaku.

“Adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah. Selagi tidak bertentangan, ini tugas kita lalu kita wariskan,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari tingkat dusun, desa, kabupaten hingga provinsi, untuk memperkuat sinergi dalam melestarikan kebudayaan daerah.

Abdullah Sani Apresiasi Kualitas SDM Masyarakat Kerinci

Selain menyoroti kekayaan budaya, Abdullah Sani juga memberikan apresiasi terhadap kualitas sumber daya manusia masyarakat Kerinci, terutama kontribusinya dalam bidang pendidikan.

Ia mengenang banyaknya tenaga pengajar asal Kerinci yang telah mengabdi di berbagai wilayah Provinsi Jambi, termasuk di Tungkal, daerah tempat ia dilahirkan.

“Saya kenal namanya Kerinci dari dahulu. Di tempat tanah kelahiran saya di Tungkal, banyak sekali tenaga pengajar dari masyarakat Kerinci. Dari dulu orang Kerinci ini sudah pintar dan berada di mana-mana sebagai tenaga pengajar di Provinsi Jambi,” ungkapnya.

Menurut Sani, kualitas sumber daya manusia merupakan modal penting untuk mendukung pembangunan daerah sekaligus menjaga keberlangsungan kebudayaan.

Ia berharap Festival Budaya Kerinci dapat mempererat persatuan masyarakat dan menumbuhkan semangat bersama dalam mengembangkan potensi daerah.

Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, ia optimistis pembangunan Kerinci dapat terus berkembang tanpa meninggalkan identitas budaya yang telah diwariskan turun-temurun.

Bupati Monadi: Budaya Harus Menjadi Fondasi Pembangunan

Sementara itu, Bupati Kerinci, Monadi, menyampaikan bahwa Festival Budaya Kerinci 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga momentum untuk memperkuat identitas masyarakat dan merawat warisan leluhur.

Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Monadi juga mengajak masyarakat menjadikan kebudayaan sebagai fondasi dalam membangun karakter, menjaga keberagaman, dan memperkuat persatuan.

“Festival ini bukan sekadar kegiatan seremonial atau hiburan. Lebih dari itu, festival ini merupakan momentum untuk memperkuat jati diri, merawat warisan luhur, menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah, serta memperkenalkan kekayaan budaya Kerinci kepada masyarakat luas,” kata Monadi.

Ia menjelaskan, tema “Sekepal Tanah Surga Negeri Seribu Budaya” mencerminkan kebanggaan masyarakat terhadap kekayaan alam dan budaya Kerinci, sekaligus tanggung jawab untuk menjaganya.

Kerinci memiliki panorama alam yang beragam, mulai dari kawasan kaki Gunung Kerinci, hamparan lahan pertanian yang subur, hingga Danau Kerinci. Selain itu, daerah ini kaya akan bahasa, kesenian, tradisi, adat istiadat, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan antargenerasi.

Menurut Monadi, kekayaan tersebut memiliki nilai penting, tidak hanya bagi identitas masyarakat, tetapi juga untuk mendukung pengembangan sektor ekonomi dan pariwisata.

Melalui festival ini, Pemerintah Kabupaten Kerinci berharap promosi wisata dapat berjalan beriringan dengan upaya pelestarian adat dan budaya.

Dukungan pemerintah, tokoh adat, pelaku seni, komunitas kreatif, dan masyarakat dinilai penting agar Kerinci semakin dikenal sebagai destinasi wisata alam dan budaya unggulan di Provinsi Jambi.

Sejumlah Pejabat Hadiri Pembukaan Festival

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026 turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jambi, Ariansyah; Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi, Asraf, S.Pt., M.Si, serta perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi, Amirzan, S.H., yang menjabat Kepala Bidang Informasi Publik dan Statistik.

Festival ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap identitas lokal sekaligus memperluas pengenalan budaya Kerinci kepada wisatawan.

Dengan pelestarian tradisi dan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan, kekayaan budaya Kerinci diharapkan tetap terjaga dan memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun mendatang.(Red)

Rokok RASTA Diduga Tanpa Pita Cukai Masih Beredar di Kerinci dan Sungai Penuh, Pengawasan APH Dipertanyakan

Rokok RASTA Diduga Tanpa Pita Cukai Masih Beredar di Kerinci dan Sungai Penuh, Pengawasan APH Dipertanyakan. (Gambar ilustrasi AI)

KERINCI – SUNGAI PENUH — Peredaran rokok merek RASTA yang diduga tidak dilengkapi pita cukai resmi dilaporkan masih terpantau di wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai efektivitas pengawasan serta langkah penindakan yang telah dilakukan oleh aparat penegak hukum (APH) dan instansi terkait.

Apabila dugaan tersebut terbukti, peredaran rokok tanpa pita cukai resmi berpotensi menimbulkan kerugian terhadap penerimaan negara sekaligus menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat bagi pelaku usaha yang mematuhi ketentuan perpajakan dan cukai.

Masyarakat pun mempertanyakan sejauh mana pengawasan terhadap jalur distribusi, toko pengecer, hingga pihak-pihak yang diduga memasok produk tersebut ke pasaran.

APH dan Bea Cukai Diminta Bertindak

APH bersama Bea Cukai didorong untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap dugaan peredaran rokok tersebut. Penelusuran diharapkan tidak hanya menyasar pengecer, tetapi juga mengungkap asal barang, jalur distribusi, serta pihak yang bertanggung jawab apabila ditemukan pelanggaran.

Publik juga membutuhkan penjelasan terbuka mengenai langkah pengawasan dan penindakan yang telah dilakukan, sepanjang informasi tersebut dapat disampaikan sesuai ketentuan hukum.

Hingga terdapat hasil pemeriksaan resmi, status pelanggaran terkait produk tersebut tetap perlu dipastikan melalui verifikasi oleh instansi berwenang.

Masyarakat berharap pengawasan terhadap peredaran barang kena cukai di Kerinci dan Sungai Penuh dapat dilakukan secara konsisten, transparan, dan tanpa tebang pilih.

Catatan redaksi: Keterangan mengenai temuan di lapangan, lokasi penjualan, serta status pita cukai perlu dilengkapi bukti dan konfirmasi pihak berwenang sebelum diterbitkan.(Red)

Assesmen JPT Sungai Penuh akan Berlanjut November, dari BKAD hingga Sekwan

 

Assesmen JPT Sungai Penuh akan Berlanjut November, dari BKAD hingga Sekwan.(ist)

MERDEKAPOST.COM, SUNGAI PENUH – Pemerintah Kota (Pemkot) Sungai Penuh kembali menyiapkan seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama pada pertengahan November 2026. Kali ini, pemerintah daerah mengarahkan seleksi untuk mengisi empat posisi strategis yang membutuhkan kepemimpinan definitif.

Rencana tersebut melanjutkan proses seleksi gelombang pertama yang mencakup lima organisasi perangkat daerah (OPD). Setelah melantik lima pejabat hasil seleksi pada Rabu, 21 Oktober 2026, Pemkot Sungai Penuh kini bersiap memasuki tahap berikutnya.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Sungai Penuh, Affan, membenarkan rencana tersebut. Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah menargetkan pelaksanaan asesmen pada pertengahan November mendatang.

“Insyaalloh, pertengahan November 2026 akan assesmen lagi” ujar kepala BKPSDM Kota Sungai Penuh Affan, Rabu (21/10/2026).

BKPSDM Siapkan Seleksi untuk Empat Jabatan

Affan menjelaskan bahwa Pemkot Sungai Penuh akan memprioritaskan empat jabatan dalam asesmen JPT Pratama tahap kedua.

Dua jabatan saat ini masih menjalankan fungsi melalui pelaksana tugas (Plt.). Sementara itu, dua posisi lainnya masuk agenda pengisian karena pejabat sebelumnya memasuki masa pensiun pada November 2026.

Berikut empat jabatan yang menjadi sasaran seleksi:

1. Kepala Badan Keuangan Daerah dan Aset (BKAD).

2. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

3. Asisten III Sekretariat Daerah Kota Sungai Penuh.

4. Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Sungai Penuh.

Baca Juga : Sekda Alpian Hadiri Pembukaan Festival Kerinci 2026 di Dermaga Danau Kerinci 

Bakeuda dan Bapenda saat ini masih mengandalkan pelaksana tugas untuk menjalankan kepemimpinan organisasi. Adapun posisi Asisten III dan Sekwan menghadapi pergantian karena pejabatnya memasuki masa pensiun pada November 2026.

Empat Posisi Punya Peran Penting

Keempat jabatan tersebut memiliki tanggung jawab berbeda dalam mendukung pemerintahan Kota Sungai Penuh.

BKAD mengelola urusan keuangan daerah dan aset pemerintah. Di sisi lain, Bapenda menjalankan fungsi strategis dalam mengoptimalkan pendapatan daerah.

Sementara itu, Asisten III membantu koordinasi administrasi pemerintahan sesuai bidang tugasnya. Sekwan juga memegang peran penting dalam mendukung administrasi dan kelancaran kegiatan DPRD Kota Sungai Penuh.

Karena itu, pengisian keempat posisi tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam penataan kepemimpinan birokrasi daerah.

Pemkot Baru Melantik Lima Pejabat Hasil Seleksi

Sebelumnya, Pemkot Sungai Penuh telah menuntaskan seleksi JPT Pratama untuk lima OPD. Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, melantik lima pejabat hasil seleksi pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Pelantikan tersebut menandai penyelesaian tahap pertama pengisian sejumlah jabatan pimpinan OPD. Selanjutnya, pemerintah daerah menyiapkan seleksi gelombang kedua untuk memenuhi kebutuhan kepemimpinan pada empat posisi lainnya.

Dengan demikian, asesmen tahap kedua akan melanjutkan agenda penataan pejabat di lingkungan Pemkot Sungai Penuh. Namun, calon peserta masih perlu menunggu kepastian mengenai jadwal resmi, persyaratan, dan mekanisme pendaftaran.

Baca Juga : Wawako Azhar Hamzah Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Perkuat Akses Keuangan untuk Kesejahteraan Masyarakat 

Kapan Asesmen JPT Tahap Dua Berlangsung?

BKPSDM Kota Sungai Penuh menargetkan pelaksanaan asesmen JPT Pratama tahap kedua pada pertengahan November 2026.

Meski demikian, pemerintah daerah masih perlu menyampaikan jadwal resmi dan tahapan seleksi secara terperinci. Informasi tersebut penting agar aparatur sipil negara yang memenuhi persyaratan dapat mempersiapkan diri.

Selain jadwal, calon peserta juga perlu mencermati ketentuan administrasi dan persyaratan kompetensi yang nantinya tercantum dalam pengumuman resmi.(Red)

Wawako Azhar Hamzah Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Perkuat Akses Keuangan untuk Kesejahteraan Masyarakat

Wawako Azhar Hamzah Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Perkuat Akses Keuangan untuk Kesejahteraan Masyarakat

Jakarta, Merdekapost.com - Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Tahun 2026 yang mengusung tema "Percepatan Akses Keuangan Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia", di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Rakornas tersebut dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, kepala daerah dari seluruh Indonesia, pimpinan lembaga jasa keuangan, serta para pemangku kepentingan yang tergabung dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kesejahteraan rakyat merupakan ukuran utama keberhasilan kepemimpinan. Ia menekankan komitmen pemerintah untuk memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat, meningkatkan inklusi keuangan, serta memperkuat ekonomi kerakyatan.

Pada kesempatan tersebut, Presiden juga secara resmi mendeklarasikan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan (DNKK) sebagai wadah koordinasi nasional dalam mempercepat akses keuangan bagi masyarakat. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ditunjuk sebagai Ketua Harian DNKK.

Selain itu, pemerintah menargetkan penyaluran pembiayaan kerakyatan yang mampu menjangkau hingga 28 juta keluarga, disertai langkah penertiban konsesi tambang yang tidak produktif serta peningkatan efisiensi badan usaha milik negara (BUMN).

Usai mengikuti Rakornas, Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah mengatakan bahwa forum tersebut menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang inklusif.

Baca Juga: Sekda Alpian Hadiri Pembukaan Festival Kerinci 2026 di Dermaga Danau Kerinci

"Rakornas TPAKD ini memberikan arahan yang sangat jelas bagi pemerintah daerah dalam mempercepat inklusi keuangan. Akses terhadap layanan keuangan yang mudah dan terjangkau akan membuka peluang usaha, memperkuat UMKM, meningkatkan literasi keuangan masyarakat, serta pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," ujar Azhar Hamzah.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Sungai Penuh siap mendukung seluruh kebijakan pemerintah pusat melalui penguatan program-program TPAKD di daerah.

"Pemkot Sungai Penuh akan terus berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan, perbankan, serta seluruh pemangku kepentingan agar masyarakat semakin mudah memperoleh akses pembiayaan yang aman, produktif, dan berkelanjutan," tambahnya.

Menurut Azhar, percepatan akses keuangan bukan hanya meningkatkan inklusi keuangan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam pengentasan kemiskinan, pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mendorong pemerataan pembangunan ekonomi di daerah.

Dengan keikutsertaan dalam Rakornas TPAKD 2026, diharapkan Pemerintah Kota Sungai Penuh dapat mengimplementasikan berbagai kebijakan strategis yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui perluasan akses terhadap layanan keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.(Adz)

Angkat Cita Rasa Kopi Lokal, Anugra Andiska Pamerkan Noka Experience di Festival Kerinci

Angkat Cita Rasa Kopi Lokal, Anugra Andiska Pamerkan Noka Experience di Festival Kerinci.(Ist)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM — Semangat mengembangkan usaha kopi lokal ditunjukkan Anugra Andiska, Ketua Umum HIPMI Kerinci, melalui pembukaan stand usaha kopi Noka Experience dalam ajang Festival Kerinci.

Kehadiran Noka Experience menjadi salah satu upaya memperkenalkan produk kopi sekaligus mendorong tumbuhnya semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda, khususnya di Kabupaten Kerinci.

Dengan konsep yang mengangkat nuansa tradisional atau gaya orang dahulu, stand Noka Experience menghadirkan suasana yang unik. Atap rumbia dan sentuhan sederhana khas tempo dulu menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung festival.

Baca Juga: Nuansa 'Tempo Doeloe' pada Festival Kerinci, Peserta Kenakan Busana Dahin

Di tengah perkembangan tren kopi modern, konsep tersebut menghadirkan perpaduan antara budaya lokal, suasana klasik, dan kreativitas anak muda dalam mengembangkan bisnis kopi.

Anugra Andiska, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum HIPMI Kerinci, menunjukkan bahwa generasi muda daerah memiliki peluang besar untuk mengembangkan usaha, memperkenalkan produk unggulan, serta mengambil bagian dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.

Melalui Noka Experience, ia turut memperlihatkan bahwa usaha kopi bukan sekadar bisnis minuman, melainkan juga dapat menjadi sarana membangun identitas daerah dan memperkenalkan potensi Kerinci kepada masyarakat luas.

Baca Juga: Hari Ini, Festival Budaya Kerinci 2026 Dibuka, Dermaga Danau Kerinci Jadi Pusat Perayaan Tradisi

Festival Kerinci pun menjadi momentum bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jaringan, memperkenalkan produk, serta menjalin hubungan dengan sesama pengusaha dan pengunjung.

Kehadiran stand Noka Experience diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi generasi muda Kerinci agar berani berwirausaha, berinovasi, dan memanfaatkan potensi daerah sebagai peluang usaha yang menjanjikan.

Dengan mengusung nuansa tempo dulu, Noka Experience membawa pesan bahwa kearifan lokal tetap memiliki tempat di tengah perkembangan zaman dan dapat menjadi nilai tambah bagi bisnis anak muda Kerinci.(Red)

Sekda Alpian Hadiri Pembukaan Festival Kerinci 2026 di Dermaga Danau Kerinci

Sekda Alpian Hadiri Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026.(IST)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh, Alpian, menghadiri pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026 yang mengusung tema “Sekepal Tanah Surga Negeri Seribu Budaya”, bertempat di Dermaga Danau Kerinci, Kamis (22/10/2026).

Festival Budaya Kerinci dibuka secara langsung oleh Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum dalam menyambut Hari Budaya serta memperkuat pelestarian adat, seni, dan tradisi yang menjadi kekayaan masyarakat Kerinci.

Baca Juga:

Hari Ini, Festival Budaya Kerinci 2026 Dibuka, Dermaga Danau Kerinci Jadi Pusat Perayaan Tradisi

Atraksi Ekstrem! Tari Hulu Saktai Desa Baru Semerah Tampil Memukau di Pembukaan Festival Kerinci

Sekda Alpian menyampaikan bahwa festival budaya merupakan wadah penting untuk menjaga kelestarian warisan leluhur sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda dan masyarakat luas.

“Festival budaya ini bukan sekadar ajang pertunjukan seni dan tradisi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat identitas daerah, menjaga nilai-nilai adat istiadat, serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya yang kita miliki,” ujarnya.

Baca Juga:

Pemkot Sungai Penuh Sambut Tim Penilai Desa Antikorupsi di Aur Duri

Nuansa 'Tempo Doeloe' pada Festival Kerinci, Peserta Kenakan Busana Dahin

Festival Budaya Kerinci berlangsung selama empat hari, mulai 22 hingga 25 Oktober 2026. Berbagai atraksi dan kegiatan budaya ditampilkan, di antaranya pawai budaya Kerinci, pameran budaya, Balik Dahin, Kerinci Dimunarai, atraksi seni dan budaya, Kuliner Dahin, Mewarnai Budaya, pameran benda budaya, Kerinci Bakaritah, pacu biduk, serta Rentak Busamo Kudo Kelabu.

Suasana festival semakin meriah saat acara ditutup dengan penampilan Tari Iyo-Iyo. Masyarakat yang hadir tampak antusias dan berkerumun untuk ikut menari bersama, menciptakan suasana kebersamaan yang penuh semangat dalam melestarikan seni dan budaya daerah.

Melalui Festival Budaya Kerinci 2026, diharapkan nilai-nilai adat dan tradisi tetap terjaga, semakin dikenal luas, serta menjadi kebanggaan bersama sebagai identitas budaya masyarakat Kerinci.(Adz)

Atraksi Ekstrem! Tari Hulu Saktai Desa Baru Semerah Tampil Memukau di Pembukaan Festival Kerinci

Tari Hulu Saktai dari Desa Baru Semerah menampilkan atraksi ekstrem, mulai dari menginjak pecahan kaca (beling) hingga tebas diri, tampil memukau dalam acara Pembukaan Festival Kerinci di Dermaga Danau Kerinci, Kamis (22/10/2026).(Doc/Istimewa) 

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Penampilan Tari Hulu Saktai asal Desa Baru Semerah, Kecamatan Tanah Cogok (Tanco), Kabupaten Kerinci, sukses mencuri perhatian saat tampil dalam pembukaan Festival Kerinci di Dermaga Danau Kerinci, Kamis (22/10/2026). 

Bukan sekadar pertunjukan tari biasa, para penampil menghadirkan atraksi ekstrem yang mengundang perhatian pengunjung. 

Mulai dari menginjak pecahan kaca, atraksi bakar diri, hingga tebas diri menggunakan senjata tajam.

Atraksi tersebut menjadi bagian paling mencolok dari penampilan Tari Hulu Saktai. 

Perpaduan seni tari dan aksi yang menegangkan membuat pertunjukan ini memiliki daya tarik tersendiri di tengah kemeriahan pembukaan Festival Kerinci yang bertema sekepal tanah dari suga dan negeri seribu budaya.

Baca Juga:

Hari Ini, Festival Budaya Kerinci 2026 Dibuka, Dermaga Danau Kerinci Jadi Pusat Perayaan Tradisi

Nuansa 'Tempo Doeloe' pada Festival Kerinci, Peserta Kenakan Busana Dahin

Penampilan ini sekaligus memperkenalkan kesenian dari Desa Baru Semerah kepada masyarakat yang hadir dalam festival tahunan tersebut.

Kepala Desa Baru Semerah, Edi Januar, membawa nama desanya melalui penampilan kesenian yang menjadi salah satu kekayaan budaya lokal masyarakat Kerinci.

"Kehadiran Tari Hulu Saktai di panggung Festival Kerinci menjadi momentum untuk memperkenalkan keberagaman tradisi dan kesenian daerah kepada khalayak yang lebih luas," ujar Kades. 

Katanya, di tengah perkembangan zaman, penampilan kesenian tradisional dalam festival daerah menjadi salah satu cara untuk menjaga agar warisan budaya tetap dikenal oleh generasi muda.

Tampilnya Tari Hulu Saktai dari Desa Baru Semerah diharapkan semakin memperkenalkan kesenian khas Kecamatan Tanco (Tanah Cogok) sekaligus menambah semarak Festival Kerinci.(Adz)

Nuansa 'Tempo Doeloe' pada Festival Kerinci, Peserta Kenakan Busana Dahin

Nuansa 'Tempo Doeloe' pada Festival Kerinci, Peserta Kenakan Busana Dahin : Festival Kerinci 2026 bertema “Sekepal Tanah dari Surga dan Negeri Seribu Budaya” dibuka di Dermaga Danau Kerinci, Kamis (22/10/2026), dengan suasana tempo dulu dan pertunjukan budaya. (Istimewa)

MERDEKAPOST.COM, KERINCI - Festival Kerinci 2026 tampil dengan wajah berbeda dan penuh pesona. Mengusung tema “Sekepal Tanah dari Surga dan Negeri Seribu Budaya”, festival yang digelar di Dermaga Danau Kerinci ini dibuka oleh Wakil Gubernur Jambi yang mewakili Gubernur Jambi, Kamis (22/10/2026).

Terpantau, sejak pagi, Dermaga Danau Kerinci telah dipadati warga yang mengenakan busana khas masa lampau.

Para lelaki tampak gagah dengan baju teluk belango, celana komprang, serta destar di kepala. Sementara itu, kaum perempuan tampil anggun dengan kebaya lama, kain songket, dan perhiasan tradisional yang berkilau diterpa cahaya matahari pagi.

Baca Juga: Hari Ini, Festival Budaya Kerinci 2026 Dibuka, Dermaga Danau Kerinci Jadi Pusat Perayaan Tradisi

Arak-arakan budaya yang membuka rangkaian acara semakin menambah kemegahan suasana. Para penari, pemusik, dan pembawa panji-panji adat melintas di hadapan para hadirin, menampilkan ragam kesenian klasik Kerinci sebagaimana yang dahulu dipertunjukkan dalam helat rakyat.

Irama gendang dan gong bergaung lembut, seakan membangkitkan kenangan akan kejayaan masa silam yang penuh dengan keagungan budaya.

Ketua panitia Festival Kerinci menuturkan, festival budaya ini mengingatkan masyarakat Kerinci pada masa lalu melalui konsep balik kudahin atau kembali ke masa tempo dulu. Konsep tersebut sengaja diangkat untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap warisan leluhur.

“Kita ingin mengingatkan generasi muda bahwa adat bukan sekadar cerita. Ia adalah identitas yang harus dirawat dan dirayakan,” ujarnya.

Ia mengatakan, tema festival tahun ini adalah “Sekepal Tanah dari Surga dan Negeri Seribu Budaya”.

Penampilan Sike Rebana Kerinci menyemarakkan acara pembukaan Festifal budaya Kerinci.(Ist)

Tak hanya peserta, para pedagang kecil di sekitar arena juga turut menyesuaikan diri dengan mengenakan busana jadul. Mereka menjajakan makanan tradisional, seperti lemang, tapai, lopis, serta kopi Kerinci yang harum.

Stand-stand yang dibangun di area festival juga mengusung nuansa bangunan tempo dulu.

Banyak pengunjung menyebut festival tahun ini sebagai salah satu yang paling berkesan karena menghadirkan pengalaman budaya yang kuat dan menyentuh.

Hingga menjelang senja, keramaian tidak kunjung surut. Cahaya lampu yang temaram berpadu dengan pakaian klasik para pengunjung, menjadikan Festival Kerinci tahun ini bukan sekadar pesta rakyat, melainkan perjalanan kembali ke masa lampau yang menawan.(*)

Pemkot Sungai Penuh Sambut Tim Penilai Desa Antikorupsi di Aur Duri

SUNGAI PENUH - Pemerintah Kota Sungai Penuh menyambut kedatangan Tim Penilai Calon Percontohan Desa Antikorupsi tingkat kabupaten/kota se-Provinsi Jambi dalam kegiatan penilaian yang berlangsung di Desa Aur Duri, Kecamatan Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh, Kamis (22/10)

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Sungai Penuh yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Politik, Zahirman, S.H., M.H., perwakilan Inspektorat Provinsi Jambi, Azwardi, S.H., Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Zetria Delpi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Josrizal Helman, Camat Pondok Tinggi, serta seluruh kepala desa dan lurah di wilayah Kecamatan Pondok Tinggi.

Dalam sambutan Wali Kota Sungai Penuh yang disampaikan Zahirman, Pemerintah Kota Sungai Penuh mengucapkan selamat datang kepada Tim Penilai di Kota Sungai Penuh yang dikenal dengan semboyan Sahalun Suhak Salatuh Bdei.

Ia menyampaikan bahwa kehadiran tim penilai merupakan suatu kehormatan sekaligus menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel, mulai dari tingkat desa hingga kota.

Menurutnya, besarnya alokasi anggaran yang dikelola pemerintah desa, baik yang bersumber dari Dana Desa, bantuan keuangan dari pemerintah provinsi, maupun Alokasi Dana Desa dari pemerintah daerah, harus diiringi dengan komitmen kuat terhadap prinsip-prinsip good governance, transparansi, akuntabilitas, serta partisipasi aktif masyarakat.

Ia juga menyampaikan bahwa program Desa Antikorupsi yang diprakarsai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI merupakan langkah strategis dalam mendorong perubahan budaya dan tata kelola pemerintahan desa ke arah yang lebih baik.

Terpilihnya Desa Aur Duri sebagai salah satu calon percontohan Desa Antikorupsi tingkat kabupaten/kota se-Provinsi Jambi menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bersama. Kesempatan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen Desa Aur Duri dalam menerapkan keterbukaan informasi publik dan tata kelola pemerintahan yang baik, sekaligus menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kota Sungai Penuh.

Baca Juga: Wawako Azhar Hamzah Lantik 5 Kepala OPD Baru Hasil Seleksi JPT, Minta Tingkatkan Kinerja

Kepada kepala desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta seluruh elemen masyarakat Desa Aur Duri, Zahirman mengajak agar momentum penilaian ini dijadikan sebagai dorongan untuk membudayakan tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan berintegritas secara konsisten dan berkelanjutan.

Pemerintah Kota Sungai Penuh juga mengharapkan masukan, arahan, dan bimbingan dari tim penilai terhadap berbagai aspek yang masih perlu disempurnakan.

Masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam memperkuat pembinaan terhadap pemerintah desa secara berkesinambungan melalui perangkat daerah terkait dan Inspektorat Daerah.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Sungai Penuh berharap upaya mewujudkan desa yang bersih dari praktik korupsi dapat semakin diperkuat, sehingga pengelolaan pemerintahan dan keuangan desa benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.(Adz) 

Hari Ini, Festival Budaya Kerinci 2026 Dibuka, Dermaga Danau Kerinci Jadi Pusat Perayaan Tradisi

KERINCI – Kabupaten Kerinci bersiap menyambut kemeriahan Festival Budaya Kerinci 2026 yang dijadwalkan berlangsung mulai Kamis, 22 Oktober hingga Minggu, 25 Oktober 2026, di kawasan Dermaga Danau Kerinci.

Mengusung tema “Sekepal Tanah Surga, Negeri Seribu Budaya”, festival ini menjadi ajang untuk memperkenalkan kekayaan tradisi, seni, kuliner, serta kearifan lokal yang menjadi identitas dan kebanggaan masyarakat Kerinci.

Masyarakat diajak hadir bersama keluarga dan sahabat untuk menyaksikan beragam pertunjukan sekaligus mengenal lebih dekat warisan budaya leluhur yang masih terjaga di tengah kehidupan masyarakat.

Festival Budaya Kerinci 2026 juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah serta memperkenalkan potensi pariwisata Kerinci kepada masyarakat luas.

Hadirkan Beragam Atraksi Seni dan Budaya

Selama empat hari pelaksanaan, pengunjung akan disuguhkan berbagai kegiatan yang menampilkan keunikan budaya Kerinci. Sejumlah agenda yang dijadwalkan dalam festival ini meliputi Pameran Budaya Kerinci, Balei Dahin Kerinci, Kerinci Dimunarai, Atraksi Seni dan Budaya Kerinci, serta Pameran Benda Budaya Kerinci.

Selain itu, terdapat kegiatan yang mengangkat kekayaan kuliner dan kreativitas masyarakat, seperti Lomba Membuat Kopi Telur, Mewarnai Budaya, Kuliner Dahin Kerinci, Kerinci Blagu, dan Kerinci Bakaritah.

Festival ini juga menghadirkan kegiatan tradisional yang menjadi daya tarik tersendiri, yakni Pacu Biduk dan Rentak Busamo.

Dua pertunjukan khusus yang turut diperkenalkan dalam agenda acara adalah Rentak Busamo Kudo Kelabu dan Rentak Busamo Kudo Ping. Kehadiran atraksi tersebut diharapkan menambah semarak festival sekaligus memperlihatkan keberagaman ekspresi seni dan tradisi masyarakat Kerinci.

Momentum Melestarikan Warisan Leluhur

Festival Budaya Kerinci 2026 tidak sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat dan wisatawan. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk menjaga keberlangsungan tradisi, memperkuat identitas daerah, serta memberikan kesempatan bagi pelaku seni dan budaya untuk menampilkan karya dan keahlian mereka.

Kekayaan budaya yang diwariskan secara turun-temurun merupakan bagian penting dari jati diri masyarakat Kerinci. Melalui festival ini, nilai-nilai tradisi diharapkan semakin dikenal dan dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.

Dengan latar keindahan kawasan Danau Kerinci, festival tersebut juga berpotensi menjadi daya tarik wisata yang mendorong kunjungan wisatawan serta menggerakkan aktivitas pelaku usaha lokal, khususnya di sektor kuliner dan ekonomi kreatif.

Masyarakat pun diajak meramaikan kegiatan ini dan menjadikan festival sebagai momentum untuk menunjukkan kebanggaan terhadap budaya daerah.

“Budaya kito, jati diri kito. Kerinci Negeri Seribu Budaya!”

Festival Budaya Kerinci 2026 dijadwalkan berlangsung pada 22 sampai 25 Oktober 2026 di Dermaga Danau Kerinci. 

Masyarakat yang ingin menyaksikan rangkaian kegiatannya diimbau mencatat jadwalnya dan mengikuti informasi resmi penyelenggara mengenai agenda setiap hari. (adz)

Wawako Azhar Hamzah Lantik 5 Kepala OPD Baru Hasil Seleksi JPT, Minta Tingkatkan Kinerja

 

Wawako Azhar Hamzah Lantik 5 Kepala OPD Baru Hasil Seleksi JPT di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Rabu (21/10/2026). Wawako menekankan Pejabat baru tingkatkan Kinerja Berdampak bagi masyarakat.(Adz)

SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM - Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan lima pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh. Prosesi pelantikan berlangsung di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Rabu (21/10/2026).

Pelantikan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sungai Penuh Alpian, S.E., M.M., para Staf Ahli, Asisten, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh.

Adapun lima pejabat yang dilantik dan diambil sumpah jabatannya, yakni:

1. Bovi Handriyanto, S.Pd., M.M. sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh.

2. Desrizal, S.Pd., M.M. sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sungai Penuh.

3. Zanti Ismawan Sulti, S.Sos., M.Si. sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Sungai Penuh.

4. Sansri Harsa, S.Sos., M.Si. sebagai Kepala Dinas Perhubungan Kota Sungai Penuh.

5. Jumadil, S.E., M.Si. sebagai Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Sungai Penuh.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Azhar Hamzah menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pejabat yang baru dilantik. Ia berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, profesional, dan berintegritas.

Menurutnya, jabatan yang diemban merupakan bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta mendukung kemajuan pembangunan Kota Sungai Penuh.

"Pemerintah Kota Sungai Penuh mengucapkan selamat kepada seluruh pejabat yang telah dilantik. Jalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya serta bekerja secara maksimal dalam mewujudkan visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sungai Penuh," ujarnya.

Azhar juga menekankan agar para pejabat mampu menghadirkan inovasi, meningkatkan koordinasi, serta menciptakan kinerja yang berdampak nyata bagi organisasi perangkat daerah yang dipimpin maupun masyarakat secara luas.

Dengan pelantikan tersebut, diharapkan roda pemerintahan di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh semakin efektif, pelayanan publik terus meningkat, serta program-program pembangunan daerah dapat berjalan lebih optimal demi terwujudnya Kota Sungai Penuh yang maju, adil dan sejahtera.(Adz)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs