Akad Massal Nava Village 5, Pemprov Jambi dan BP Tapera Dorong Hunian Berkualitas dan Terjangkau

Akad Massal Nava Village 5, Pemprov Jambi dan BP Tapera Dorong Hunian Berkualitas dan Terjangkau

 Merdekapost.com | JAMBI – Upaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau terus didorong melalui kolaborasi pemerintah, lembaga pembiayaan, perbankan, dan pengembang perumahan. Komitmen tersebut tercermin dalam Seremonial Akad Massal dan Soft Launching Nava Village 5 di kawasan Simpang Rimbo, Kenali Besar, Kota Jambi, Sabtu (7/11/2026).

Kegiatan ini dihadiri Komisioner BP Tapera, Dr. Heru Pudyo Nugroho, serta Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Jambi, Ir. Nasrul, ST., MT., yang hadir mewakili Gubernur Jambi. Akad massal tersebut diselenggarakan oleh LIP House Jambi bekerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN.

Dalam kesempatan tersebut, Nasrul menyampaikan bahwa pengembangan sektor perumahan membutuhkan sinergi dan kolaborasi berbagai pihak. Menurutnya, penyediaan hunian tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik bangunan, tetapi juga menyangkut pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terhadap tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman.

"Pengembangan sektor perumahan harus didukung kolaborasi antara pemerintah, pengembang, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang mendapatkan kesempatan untuk memiliki rumah layak huni dengan harga yang terjangkau," ungkap Nasrul.

Senada dengan hal tersebut, Komisioner BP Tapera, Dr. Heru Pudyo Nugroho, menekankan pentingnya dukungan ekosistem pembiayaan perumahan dalam memperluas kesempatan masyarakat memiliki rumah.

Menurutnya, sinergi antara BP Tapera, perbankan, pemerintah, dan pengembang menjadi bagian penting dalam mendorong akses kepemilikan rumah, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan fasilitas pembiayaan perumahan.

"Program perumahan tidak hanya berbicara tentang kepemilikan rumah, tetapi juga bagaimana menghadirkan hunian yang berkualitas dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Karena itu, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan agar akses masyarakat terhadap rumah semakin terbuka," demikian rancangan pernyataan yang perlu dikonfirmasi kepada Heru.

Sementara itu, CEO LIP House Jambi, Raymond Tanoto, menjelaskan bahwa Nava Village 5 dikembangkan dengan mengedepankan keterjangkauan harga tanpa mengesampingkan kualitas bangunan dan kenyamanan penghuni.

Nava Village 5 mengusung konsep desain Futuristic Japandi, perpaduan gaya modern dan minimalis. Rumah subsidi tersebut dirancang dengan plafon setinggi empat meter, dua kamar tidur, ruang tamu, serta carport.

Dari sisi lokasi, kawasan perumahan ini berada di Simpang Rimbo, Kenali Besar, Kota Baru, Kota Jambi, dengan jarak sekitar lima menit dari Terminal Alam Barajo.

Raymond menegaskan, pihaknya tidak hanya ingin menyediakan rumah dengan harga terjangkau, tetapi juga menghadirkan hunian yang dapat menjadi awal kehidupan baru bagi masyarakat.

"Kami tidak hanya menjual rumah, tetapi juga memberikan hunian berkualitas. Kami ingin masyarakat mendapatkan rumah yang terjangkau, nyaman, dan memiliki kualitas bangunan yang baik. Bukan sekadar tempat tinggal, tetapi tempat untuk memulai hidup baru," ujarnya.

Melalui peluncuran Nava Village 5 dan pelaksanaan akad massal ini, diharapkan kolaborasi antara pemerintah, BP Tapera, BTN, dan pengembang dapat terus diperkuat dalam mendukung pengembangan sektor perumahan serta memperluas akses kepemilikan hunian bagi masyarakat di Provinsi Jambi.(Ali)

Sejarah Baru Kerinci! 21 Puskesmas + 2 RSUD Sekaligus Jadi BLUD di Tangan Monadi-Murison

  • Dari Puskesmas Sampai RSUD, Semua Naik Kelas: 23 Faskes Kerinci Resmi BLUD.(Ist)

Kerinci – Pemerintah Kabupaten Kerinci terus memperkuat transformasi sektor kesehatan. Sebanyak 21 Puskesmas dan dua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kini resmi berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), sebuah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas, fleksibilitas, dan profesionalisme pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Kebijakan yang mulai berlaku sejak Agustus 2026 tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Kerinci dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih mudah diakses, cepat, dan berkualitas.

  • Dari Puskesmas Sampai RSUD, Semua Naik Kelas: 23 Faskes Kerinci Resmi BLUD

Bupati Kerinci, Monadi, menegaskan bahwa peningkatan pelayanan kesehatan merupakan salah satu prioritas pemerintah daerah. Menurutnya, pembenahan tidak hanya dilakukan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas pelayanan dan fasilitas kesehatan.

“Kita ingin masyarakat Kerinci mendapatkan pelayanan kesehatan yang semakin baik. Karena itu, fasilitas rumah sakit harus terus dibenahi, begitu juga dengan kualitas pelayanan, sehingga masyarakat merasa nyaman dan mendapatkan penanganan yang maksimal,” ujar Monadi.

Saat ini, pelayanan kesehatan di Kabupaten Kerinci didukung dua rumah sakit yang berada di Bukit Kerman dan Bukit Tengah, 21 Puskesmas, serta satu Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, H. Hermendizal, menjelaskan bahwa penerapan pola pengelolaan BLUD memberikan fleksibilitas lebih besar kepada fasilitas kesehatan dalam mengelola keuangan dan memenuhi kebutuhan operasional pelayanan.

Dengan pola tersebut, fasilitas kesehatan diharapkan mampu mengambil langkah lebih cepat dan responsif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, tanpa mengabaikan ketentuan pengelolaan keuangan daerah.

“Kita ingin seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Kerinci semakin profesional dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan BLUD, pengelolaan kebutuhan pelayanan bisa lebih fleksibel dan responsif,” ungkap Hermendizal.

RSUD Bukit Tengah Kembangkan Layanan Spesialistik

Selain transformasi kelembagaan melalui BLUD, Pemkab Kerinci juga melakukan pembenahan infrastruktur kesehatan.

Salah satunya melalui pembangunan gedung pelayanan baru di RSUD Kabupaten Kerinci, Bukit Tengah. Pembangunan ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan sekaligus mengantisipasi kebutuhan pasien rawat jalan maupun rawat inap yang terus berkembang.

Direktur RSUD Kabupaten Kerinci, Abdul Harpan, mengatakan pihaknya juga terus mengupayakan pengembangan layanan spesialistik, termasuk pelayanan cuci darah (hemodialisis) dan kemoterapi.

“Kami berkomitmen memberikan akses layanan kesehatan seluas-luasnya kepada masyarakat. Pengembangan fasilitas dan layanan terus diupayakan agar kebutuhan kesehatan masyarakat bisa semakin terpenuhi,” ujar Abdul Harpan.

Harapan Masyarakat, Tak Perlu Lagi Berobat ke Luar Daerah

Langkah pembenahan sektor kesehatan tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat. Reki, salah seorang warga Kerinci, berharap perubahan status BLUD dan pembangunan fasilitas kesehatan benar-benar berdampak terhadap kualitas pelayanan di lapangan.

“Kami sangat mengapresiasi pemerintah Kabupaten Kerinci yang terus memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan. Harapan kami, pembangunan rumah sakit dan penambahan fasilitas ini benar-benar diikuti dengan pelayanan yang semakin baik. Semoga ke depan masyarakat Kerinci tidak perlu lagi berobat jauh-jauh ke luar daerah,” katanya.

Transformasi 21 Puskesmas dan dua RSUD menjadi BLUD, ditambah pembangunan infrastruktur serta pengembangan layanan spesialistik, menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan di Kabupaten Kerinci.(adz)

Polres Kerinci Gelar Sertijab Wakapolres, Inilah Sosok Wakapolres Kerinci yang Baru

Polres Kerinci Gelar Sertijab Wakapolres (Humas Polres Kerinci)

KERINCI — Kepolisian Resor (Polres) Kerinci menggelar Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wakapolres Kerinci bertempat di Aula Tathya Dharaka Polres Kerinci, Sabtu (07/11/2026) pagi.

Upacara yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Kerinci, AKBP Hernawan R.Y., S.H., S.I.K., M.I.K., bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup), sementara Komandan Upacara (Danup) diemban oleh PA Binmas Polres Kerinci, IPDA Nazar.

Adapun jabatan Wakapolres Kerinci resmi diserahterimakan dari pejabat lama, Kompol Gumuntar Aritonang, S.H., M.H., kepada pejabat baru, Kompol Deni Mulyadi, S.E.

Kegiatan sakral ini turut dihadiri oleh para pejabat utama (PJU) Polres Kerinci, di antaranya Kabag Ops AKP Edi Mardi Siswoyo, S.E., Kabag SDM Kompol Safrudin Amir, S.H., Kabag Ren AKP Julisman, Kabag Log AKP Maizardi, S.H., M.H., para Kasat, para Kapolsek jajaran, para Kasi, perwira, serta diikuti oleh pasukan upacara dari unsur staf, perwira, gabungan fungsi, dan barisan Bhayangkari.

Rangkaian acara berlangsung khidmat, mulai dari pembacaan Keputusan Kapolda Jambi, penanggalan dan penyematan tanda jabatan, pengambilan sumpah jabatan didampingi rohaniwan, hingga penandatanganan berita acara sertijab, pakta integritas, serta komitmen moral dalam pelaksanaan tugas.

Dalam amanatnya, Kapolres Kerinci AKBP Hernawan R.Y. menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kompol Gumuntar Aritonang atas dedikasi serta loyalitas yang telah diberikan selama bertugas di Polres Kerinci. Kepada pejabat baru, Kompol Deni Mulyadi, Kapolres mengucapkan selamat datang dan berpesan agar dapat segera beradaptasi.

"Kepada pejabat yang baru, saya ucapkan selamat atas kepercayaan dan amanah yang diberikan. Segera menyesuaikan diri, pahami tugas dan tanggung jawab masing-masing, serta lanjutkan hal-hal positif yang telah dilakukan oleh pejabat sebelumnya. Kami juga menyadari pentingnya koordinasi lintas instansi pemerintah dalam menjaga Kamtibmas di wilayah hukum Polres Kerinci," pesan Kapolres Kerinci.

Kapolres juga berharap momentum serah terima jabatan ini dapat semakin menumbuhkan semangat baru dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

Upacara serah terima jabatan selesai pada pukul 09.45 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, dan situasi dalam keadaan aman serta kondusif. 

Bupati Kerinci Bersama Forkopimda Hadiri Kenduri Sko Tigo Luhah Semurup, Lestarikan Warisan Adat Leluhur

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Tradisi adat dan budaya masyarakat Kerinci kembali menjadi perhatian. Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri acara Kenduri Sko Tigo Luhah Pemuncak Tanah Mendapo Semurup, Kabupaten Kerinci, Sabtu (7/11/2026).

Kehadiran Bupati Kerinci Monadi bersama H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si., Alfin, S.H., Kapolres Kerinci AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro, S.H., S.I.K., M.I.K., serta sejumlah unsur Forkopimda menjadi bentuk perhatian terhadap pelestarian adat dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Kerinci.

Kenduri Sko merupakan salah satu tradisi adat masyarakat Kerinci yang memiliki nilai sejarah, kebersamaan, serta penghormatan terhadap para leluhur. Tradisi ini juga menjadi momentum mempererat hubungan antara pemangku adat, pemerintah, tokoh masyarakat, dan seluruh lapisan masyarakat.

Kapolres Kerinci saat tiba di lokasi acara.(ist)

Di tengah perkembangan zaman, keberadaan tradisi adat seperti Kenduri Sko memiliki arti penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat Kerinci agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda.

Selain Kenduri Sko, masyarakat Tigo Luhah Semurup juga memiliki tradisi Mandi Balimau yang telah berlangsung sejak ratusan tahun silam. Tradisi ini bukan sekadar ritual mandi menggunakan air limau atau jeruk, tetapi mengandung makna filosofis tentang pentingnya membersihkan diri, baik secara zahir maupun batin.

Nilai-nilai adat masyarakat Kerinci senantiasa berlandaskan falsafah:

"Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah."

Sementara itu, pepatah adat yang menjadi pedoman kehidupan masyarakat berbunyi:

"Syarak Mengato, Adat Memakai."

Falsafah tersebut menggambarkan bahwa adat dan agama merupakan dua unsur yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan masyarakat. Adat menjadi pedoman dalam kehidupan sosial, sementara syariat Islam menjadi landasan dalam menjalankan kehidupan sesuai tuntunan agama.

Melalui pelaksanaan Kenduri Sko Tigo Luhah Pemuncak Tanah Mendapo Semurup, diharapkan nilai-nilai luhur peninggalan nenek moyang terus terpelihara, sekaligus memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat.

Tradisi ini bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Semurup, tetapi juga merupakan bagian dari kekayaan budaya Kabupaten Kerinci yang patut dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.(*)

Bupati Kerinci Hadiri Kenduri Sko Tigo Luhah Pemuncak Semurup


 Merdekapost.com | Kerinci - Tradisi adat dan budaya masyarakat Kerinci kembali menjadi perhatian. Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri acara Kenduri Sko Tigo Luhah Pemuncak Tanah Mendapo Semurup, Kabupaten Kerinci, Sabtu (7/11/2026).

Kehadiran Bupati Kerinci Monadi bersama H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si., Alfin, S.H., Kapolres Kerinci AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro, S.H., S.I.K., M.I.K., serta sejumlah unsur Forkopimda menjadi bentuk perhatian terhadap pelestarian adat dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Kerinci.

Kenduri Sko merupakan salah satu tradisi adat masyarakat Kerinci yang memiliki nilai sejarah, kebersamaan, serta penghormatan terhadap para leluhur. Tradisi ini juga menjadi momentum mempererat hubungan antara pemangku adat, pemerintah, tokoh masyarakat, dan seluruh lapisan masyarakat.

Di tengah perkembangan zaman, keberadaan tradisi adat seperti Kenduri Sko memiliki arti penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat Kerinci agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda.

Selain Kenduri Sko, masyarakat Tigo Luhah Semurup juga memiliki tradisi Mandi Balimau yang telah berlangsung sejak ratusan tahun silam. Tradisi ini bukan sekadar ritual mandi menggunakan air limau atau jeruk, tetapi mengandung makna filosofis tentang pentingnya membersihkan diri, baik secara zahir maupun batin.

Nilai-nilai adat masyarakat Kerinci senantiasa berlandaskan falsafah:

"Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah."

Sementara itu, pepatah adat yang menjadi pedoman kehidupan masyarakat berbunyi:

"Syarak Mengato, Adat Memakai."

Falsafah tersebut menggambarkan bahwa adat dan agama merupakan dua unsur yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan masyarakat. Adat menjadi pedoman dalam kehidupan sosial, sementara syariat Islam menjadi landasan dalam menjalankan kehidupan sesuai tuntunan agama.

Melalui pelaksanaan Kenduri Sko Tigo Luhah Pemuncak Tanah Mendapo Semurup, diharapkan nilai-nilai luhur peninggalan nenek moyang terus terpelihara, sekaligus memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat.

Tradisi ini bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Semurup, tetapi juga merupakan bagian dari kekayaan budaya Kabupaten Kerinci yang patut dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus. (Ali)

Perumda Tirta Sakti Kebut Pemasangan Pompa, Distribusi Air Ditargetkan Normal

Perumda Tirta Sakti Kebut Pemasangan Pompa, Distribusi Air Ditargetkan Normal kembali.(ist)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Kabar baik bagi pelanggan Perumda Air Minum Tirta Sakti Kabupaten Kerinci. Upaya pemulihan distribusi air bersih terus dipercepat. Tim teknis kini mulai melakukan pemasangan pompa submersible di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Koto Petai.

Pemasangan pompa tersebut menjadi langkah penting untuk mengatasi gangguan operasional yang berdampak terhadap kelancaran distribusi air bersih kepada masyarakat.

Bahkan, Perumda Tirta Sakti menargetkan pompa tersebut dapat kembali dioperasikan pada malam hari ini, apabila seluruh tahapan pemasangan dan pemeriksaan teknis berjalan lancar tanpa kendala.

PLT Direktur Utama Perumda Tirta Sakti Kerinci, Maya Novefri Handayani, terus mendorong tim teknis agar bekerja maksimal dalam mempercepat proses penanganan.

Namun, ia menegaskan bahwa percepatan pekerjaan tetap harus memperhatikan ketelitian dan aspek keamanan, sehingga pompa dapat berfungsi optimal saat dioperasikan.

“Kami terus berupaya maksimal mempercepat penanganan gangguan pada IPA Koto Petai. Saat ini, tim teknis tengah melakukan pemasangan pompa submersible. Insyaallah, jika seluruh tahapan berjalan lancar dan tidak ada kendala teknis, malam ini kami upayakan untuk menghidupkan pompa,” ujarnya.

Menurutnya, setelah pemasangan selesai, tim teknis akan melakukan pemeriksaan terhadap komponen pendukung serta kesiapan instalasi sebelum pompa dioperasikan.

Selanjutnya, petugas juga akan memantau tekanan dan aliran air untuk memastikan proses distribusi menuju jaringan pelanggan dapat kembali berjalan secara bertahap.

Maya mengakui bahwa ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar masyarakat. Karena itu, pihaknya memahami harapan pelanggan agar gangguan distribusi segera teratasi.

“Kami sangat memahami harapan dan kebutuhan masyarakat terhadap ketersediaan air bersih. Karena itu, kami terus mendorong petugas bekerja maksimal agar proses perbaikan segera tuntas,” ungkapnya.

Ia juga meminta doa dan kesabaran seluruh pelanggan agar proses pemasangan hingga pengoperasian pompa berjalan sesuai harapan.

“Kami mohon doa dan kesabaran seluruh pelanggan. Mudah-mudahan malam ini tidak ada kendala sehingga aliran air dapat kembali normal secara bertahap ke rumah-rumah pelanggan,” tambahnya.

Dengan dimulainya pemasangan pompa submersible tersebut, Perumda Tirta Sakti berharap pelayanan air bersih melalui IPA Koto Petai segera pulih.

Meski demikian, pelanggan diharapkan memahami bahwa pemulihan distribusi ke setiap wilayah dapat berlangsung secara bertahap, bergantung pada kondisi tekanan dan jaringan perpipaan.

Perumda Tirta Sakti pun terus berupaya memberikan pelayanan terbaik agar kebutuhan air bersih masyarakat Kabupaten Kerinci dapat kembali terpenuhi.(ADZ)

5 Hari Dicari, Janal Pemancing yang Hanyut Di Sungai Dalam Sangir Akhirnya Ditemukan

EVAKUASI: Setelah 5 Hari Dicari, Janal Pemancing yang Hanyut Di Sungai Dalam Sangir Akhirnya Ditemukan.(Ist)

Solok Selatan, Merdekapost.com - Operasi pencarian pemancing yang hanyut di Sungai Dalam, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, akhirnya resmi ditutup hari ini, Jumat (6/11/2026).

Korban atas nama Pak Janal (48) adalah warga Pelompek Pasar Baru Gunung Tujuh yang sudah dilaporkan hilang sejak Senin (2/11) lalu, berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan sejauh kurang lebih 4,36 kilometer dari lokasi awal kejadian. 

Begitu ditemukan, jenazah almarhum langsung dievakuasi dan diserahkan ke pihak keluarga di rumah duka.

Baca Juga: Sudah 3 Orang Korban Hanyut di Air Terjun Sungai Dalam Sangir, Janal Korban yang Ketiga

Lima hari pencarian ini benar-benar jadi bukti solidaritas yang luar biasa dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan, hingga warga setempat yang ikutan bahu-membahu menyisir pinggiran sungai. 

Informasi yang diterima media ini, Jenazah Janal di evakuasi dan diantar  kerumah duka dan diserahkan kepada keluarga, dan tidak menunggu lama korban langsung dimakamkan.

Ucapan duka dari warga mengalir deras di media sosial, terjatuh dan hanyutnya Pak Janal telah menjadi perhatian warga dikarenakan proses pencarian yang berlangsung cukup lama yaitu sampai 5 hari

Sementara itu, pihak keluarga mengucapkan ribuan terima kasih kepada Basarnas Solok Selatan, BPBD Kerinci, TNKS, Kepolisian dan seluruh masyarakat yang telah ikut turun langsung dalam proses pencarian yang cukup panjang selama 5 hari. 

Selain itu, keluarga juga mengharapkan do'a dari seluruh masyarakat untuk almarhum serta memaafkan seandainya Almarhum pernah berbuat salah dan khilaf semasa hidup

Baca Juga: 

Pergi Mancing, Warga Pelompek Kerinci Dikabarkan Hanyut di Sungai Sangir Solok Selatan

Hari Ke-4 Pencarian Janal Warga yang Hanyut di Sungai Sangir, Basarnas: Masih Nihil

Segenap keluarga besar Merdekapost.com turut berdukacita yang mendalam. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, dan almarhum husnul khatimah.

Buat warga sekalian sekalian, selalu stay safe dan ekstra hati-hati ya kalau lagi beraktivitas di dekat arus sungai yang deras! (Adz)

Sudah Banyak Berbuat Untuk Jambi, Warga Muaro Jambi Dorong Edi Purwanto Jadi Gubernur

 

Merdekapost.com - Nama Edi Purwanto semakin diperhitungkan sebagai salah satu figur yang dinilai layak memimpin Provinsi Jambi.

Rekam jejak, pengalaman politik, serta kontribusinya selama menjabat sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jambi menjadi alasan munculnya dukungan dari sejumlah warga.

Edi Purwanto saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI Komisi V. Sebelumnya, ia juga pernah mengemban amanah sebagai Ketua DPRD Provinsi Jambi periode 2019-2024. Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memahami persoalan dan kebutuhan masyarakat Jambi.

Evi Warga Muaro Jambi menilai, Edi Purwanto bukan sosok baru dalam pembangunan daerah. Selama duduk di DPR RI, ia dinilai turut memperjuangkan berbagai program pemerintah pusat untuk dibawa ke Provinsi Jambi, mulai dari pembangunan infrastruktur jalan hingga program bedah rumah bagi masyarakat.

"Menurut kami, Pak Edi sudah punya pengalaman yang cukup. Beliau pernah menjadi Ketua DPRD Provinsi Jambi dan sekarang duduk di DPR RI. Kami melihat banyak program pembangunan yang diperjuangkan untuk Jambi. Ini menunjukkan bahwa beliau punya perhatian terhadap daerah," katanya.

Selain itu, Eko warga lainnya juga menilai, Jambi membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memiliki pengalaman pemerintahan, tetapi juga memahami langsung kondisi masyarakat hingga ke tingkat bawah.

"Sudah saatnya Pak Edi diberi kesempatan memimpin Jambi. Beliau sudah memahami persoalan daerah dan punya pengalaman memperjuangkan program pembangunan. Harapan kami, pembangunan ke depan bisa semakin merata dan masyarakat lebih sejahtera," sebut Eko.

Sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi, Edi Purwanto juga memiliki pengalaman dalam membangun komunikasi politik dan memperjuangkan berbagai aspirasi masyarakat.

Dengan rekam jejak yang dimiliki, Edi Purwanto dinilai menjadi salah satu figur yang patut diperhitungkan dalam kepemimpinan Provinsi Jambi ke depan.

"Jambi membutuhkan pemimpin yang sudah mengenal persoalan daerah dan tahu apa yang harus dikerjakan. Kami berharap ke depan Jambi dipimpin oleh sosok yang benar-benar memperjuangkan rakyat," pungkasnya.(*)

Hari Ke-4 Pencarian Janal Warga yang Hanyut di Sungai Sangir, Basarnas: Masih Nihil

Hari Ke-4 Pencarian Janal Warga yang Hanyut di Sungai Sangir, Basarnas: Masih Nihil

SOLOK SELATAN - Memasuki hari Keempat proses pencarian Janal (48) seorang warga asal Pelompek pasar Baru yang hanyut terseret arus dikawasan Air Terjun Nomor 2, Sungai Dalam, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), Senin (2/11/2026).

Proses pencarian korban hari keempat (Kamis, 5 November) belum membuahkan hasil, upaya pencarian akan dilanjutkan lagi besok, Jum'at (6/11)

"Hari ini hari keempat masih nihil, akan terus kami upayakan, jika tidak hari ini, semoga besok akan ditemukan" Ujar salah seorang tim pencari

Dalam proses pencarian pada hari keempat ini, Tim Gabungan yang terdiri dari Tim SAR Dari Solok Selatan, Tim BPBD Kerinci, TNKS, TNI-Polri serta pihak keluarga dan masyarakat dibagi menjadi 3 kelompok 

"Hari ini tim gabungan menyisir sampai beberapa kilometer dari lokasi korban jatuh, 

"mengingat medannya agak ekstrem dan disertai arus sungai yang cukup deras kami berharap kepada seluruh personil dan warga yang ikut dalam proses pencarian agar bisa menjaga diri dan ekstra hati-hati, jangan sampai nanti terjadi hal yang tidak-tidak" Ujar salah seorang tim SAR.

Selain menyusuri sungai dan juga darat, proses pencarian juga menggunakan drone 

Namun demikian, Hingga sore menjelang maghrib Korban belum juga ditemukan dan pencarian akan dilanjutkan besok (Rabu, 4 November) 

Laporan BASARNAS Padang

Sementara itu, Berdasarkan laporan Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Padang, peristiwa itu terjadi pada Senin (2/11) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, korban bersama rekannya menyeberangi sungai menggunakan tali. Namun, tali pegangan korban terputus sehingga ia terseret arus.

Satu rekan korban, Alex, 43, berhasil selamat. Sementara itu, Janal belum ditemukan.

Operasi pencarian, tim SAR gabungan mengerahkan tiga satuan pencarian (SRU) dengan luas area sekitar 17,5 kilometer. Tim melakukan penyisiran melalui jalur darat dan sungai.

Operasi SAR pada Rabu kemaren berakhir pukul 18.00 WIB dengan hasil nihil, Pencarian kembali dilanjutkan pada Kamis (5/11) mulai pukul 07.00 WIB.

Namun hingga hari keempat juga masih nihil

Pencarian melibatkan personel Unit Siaga SAR Solok Selatan, BPBD, TNI, Polri, petugas Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), serta masyarakat setempat.

(Adz / 🙇🏻 sumber Kantor SAR Padang)

Normalisasi Sungai di Siulak Diduga Asal Jadi, Tanggul Darurat Dibiarkan Hancur

Kerinci – Pengerjaan proyek normalisasi sungai di wilayah Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci, memicu sorotan tajam dari masyarakat. Meski proyek dikabarkan telah rampung, hasil akhir di lapangan justru menyisakan kondisi memprihatinkan yang dinilai dikerjakan asal jadi.

Pantauan langsung di lokasi aliran sungai di Siulak menunjukkan tanggul darurat berupa karung plastik berukuran besar (jumbo bag/geobag) kini dibiarkan hancur, robek parah, dan terbengkalai begitu saja. Ketiadaan pembersihan pasca-konstruksi (site clearance) membuat pemandangan di bantaran sungai tampak berantakan.

Robeknya anyaman karung-karung tersebut mengakibatkan material kerikil serta tanah urukan di dalamnya tumpah dan tercerai-berai. Kondisi ini membuat fungsi tanggul darurat menjadi tidak optimal, sehingga memicu kekhawatiran warga akan terjadinya erosi susulan saat debit air sungai kembali naik.

Selain masalah ancaman erosi, hamparan material karung plastik yang melapuk di dasar dan pinggiran sungai ini juga memicu masalah pencemaran lingkungan. Serat-serat plastik yang terurai berpotensi menjadi sampah mikroplastik yang merusak ekosistem perairan dan mencemari pasokan air ke wilayah hilir.

Baca Juga: Monadi dan Pahrizal Dampingi Perjuangan Kafilah Kerinci, Tujuh Peserta Lolos ke Final

Warga dan sejumlah aliansi masyarakat di Kabupaten Kerinci mendesak instansi terkait, termasuk pihak kontraktor pelaksana, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VI-memperketat fungsi pengawasan teknis dan mutu material agar anggaran negara miliaran rupiah tidak terbuang sia-sia untuk hasil yang rapuh.

Hingga berita ini diturunkan, Kamis (5/11/2026), Belum ada keterangan resmi dari BWS, masyarakat mendesak pihak kontraktor segera turun ke lapangan untuk membersihkan sampah material proyek yang terbengkalai demi menyelamatkan fungsi sungai dan kelestarian lingkungan.(ADZ/sbr: explorenews.id)

Kadis dan Sekretaris Kominfosta Beri Dukungan untuk Kafilah Kota Sungai Penuh, "Tampilkan Kemampuan Terbaik"

Jambi – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Kominfosta) Kota Sungai Penuh, H. Josrizal Helman, S.Si., Apt., bersama Sekretaris Kominfosta Gusdanir Dwinta, SE., mengunjungi Kafilah Kota Sungai Penuh di Kota Jambi, Kamis (5/11/2026).

Kunjungan berlangsung di lokasi pemondokan Kafilah Kota Sungai Penuh. H. Josrizal Helman dan Gusdanir Dwinta bertemu langsung dengan para peserta untuk melihat kondisi sekaligus kesiapan mereka menghadapi perlombaan.

Dalam kesempatan tersebut, H. Josrizal Helman memberikan dukungan dan motivasi kepada seluruh peserta. Ia meminta para peserta menjaga kesehatan, kekompakan, semangat, dan konsentrasi selama mengikuti perlombaan.

Baca Juga: 

Gebyar PAUD Kerinci 2026 Meriah! 500 Anak Unjuk Kreativitas di Danau Kerinci

Monadi dan Pahrizal Dampingi Perjuangan Kafilah Kerinci, Tujuh Peserta Lolos ke Final

“Kami hadir untuk memberikan dukungan dan semangat kepada seluruh peserta. Kami ingin memastikan kondisi mereka tetap baik dan siap mengikuti perlombaan,” kata H. Josrizal Helman.

Ia berharap seluruh peserta mampu tampil maksimal dan menunjukkan kemampuan terbaik dalam setiap perlombaan.

“Jaga semangat dan percaya diri. Tampilkan kemampuan terbaik, karena kalian membawa nama baik Kota Sungai Penuh. Kami berharap perjuangan ini membuahkan hasil yang membanggakan,” ujarnya.

Menurut H. Josrizal Helman, dukungan dari pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam menjaga semangat para peserta selama mengikuti kegiatan di Kota Jambi.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk tetap fokus dan tidak mudah terpengaruh oleh tekanan selama perlombaan.

“Kami percaya para peserta sudah mempersiapkan diri dengan baik. Tetap kompak, jaga kesehatan, dan berikan penampilan terbaik. Apa pun hasilnya nanti, kami tetap mengapresiasi perjuangan seluruh peserta,” tuturnya.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian Pemerintah Kota Sungai Penuh terhadap Kafilah Kota Sungai Penuh yang tengah berjuang dalam perlombaan di tingkat Provinsi Jambi.

Pemerintah berharap seluruh peserta mampu tampil percaya diri, meraih prestasi terbaik, serta membawa nama baik Kota Sungai Penuh.(*)

Gebyar PAUD Kerinci 2026 Meriah! 500 Anak Unjuk Kreativitas di Danau Kerinci

Gebyar PAUD Kerinci 2026 Meriah! 500 Anak Unjuk Kreativitas di Danau Kerinci.(adz)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Ratusan anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memadati kawasan Objek Wisata Danau Kerinci dalam kegiatan Gebyar PAUD Kabupaten Kerinci Tahun 2026. Mengusung semangat belajar sambil bergembira, kegiatan ini menghadirkan sekitar 500 anak dari berbagai kecamatan untuk menunjukkan kreativitas, keberanian, dan bakat mereka sejak usia dini.

Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si., secara resmi membuka Gebyar PAUD 2026. Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kerinci bersama Dinas Pendidikan terus mendorong penguatan pendidikan anak usia dini sebagai fondasi lahirnya generasi yang cerdas, kreatif, mandiri, dan berkarakter.

Baca Juga: Monadi dan Pahrizal Dampingi Perjuangan Kafilah Kerinci, Tujuh Peserta Lolos ke Final

Antusiasme anak-anak terlihat sejak awal acara. Mereka mengikuti berbagai perlombaan dengan penuh semangat, sementara guru pendamping dan orang tua turut memberikan dukungan agar setiap peserta tampil percaya diri.

Bupati Monadi Tekankan Pentingnya Pendidikan Anak Sejak Dini

Pembukaan Gebyar PAUD Kabupaten Kerinci Tahun 2026 turut menghadirkan Bunda PAUD Kabupaten Kerinci, Sekretaris Daerah Kabupaten Kerinci, Ketua Pokja Bunda PAUD, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci, serta jajaran pejabat eselon III dan IV di lingkungan Dinas Pendidikan.

Rangkaian acara diawali dengan laporan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci mengenai pelaksanaan Gebyar PAUD 2026. Selanjutnya, Bunda PAUD Kabupaten Kerinci menyampaikan sambutan sekaligus memberikan motivasi tentang pentingnya pendidikan anak usia dini.

Setelah itu, Bupati Kerinci menyampaikan arahan sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Monadi menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini memegang peranan penting dalam membangun fondasi masa depan generasi muda.

Menurutnya, anak-anak membutuhkan perhatian, pendampingan, dan ruang untuk mengembangkan potensi sejak usia dini. Sebab, pendidikan PAUD tidak hanya membantu perkembangan kecerdasan, tetapi juga membentuk karakter, kreativitas, keberanian, serta akhlak mulia.

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Kerinci terus mendorong sinergi antara pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat untuk menghadirkan pendidikan anak usia dini yang berkualitas.

500 Anak PAUD Tampilkan Bakat Lewat Lima Perlombaan

Gebyar PAUD Kerinci 2026 menghadirkan berbagai perlombaan menarik yang melibatkan sekitar 500 anak dari perwakilan PAUD setiap kecamatan dan lembaga Taman Kanak-Kanak (TK) se-Kabupaten Kerinci.

Adapun lima perlombaan yang memeriahkan kegiatan tersebut meliputi:

Lomba Mewarnai.

Lomba Fashion Show Muslim.

Lomba Doa Sehari-hari.

Lomba Senam Anak Indonesia Hebat.

Lomba Tari Kreasi Rangguk.

Melalui perlombaan tersebut, anak-anak memperoleh kesempatan untuk menyalurkan bakat sekaligus mengembangkan kemampuan diri.

Selain itu, setiap cabang lomba memiliki nilai edukasi tersendiri. Lomba mewarnai melatih kreativitas dan imajinasi, fashion show membangun keberanian, sedangkan lomba doa sehari-hari memperkenalkan nilai-nilai keagamaan.

Sementara itu, senam Anak Indonesia Hebat mengajak anak-anak membiasakan pola hidup sehat. Adapun Tari Kreasi Rangguk menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya lokal Kerinci sejak usia dini.

Dengan demikian, Gebyar PAUD tidak sekadar menghadirkan kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak.

Danau Kerinci Jadi Panggung Keceriaan, Hasil Lomba Diumumkan Hari Itu Juga

Pemilihan Objek Wisata Danau Kerinci sebagai lokasi kegiatan turut menghadirkan suasana istimewa. Keindahan alam dan panorama danau menciptakan nuansa yang asri sehingga menambah semarak Gebyar PAUD Kabupaten Kerinci Tahun 2026.

Menariknya, panitia langsung mengumumkan hasil perlombaan setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai. Dengan begitu, peserta, guru pendamping, dan orang tua dapat mengetahui hasil kompetisi pada hari yang sama.

Lebih dari sekadar ajang perlombaan, kegiatan ini juga mempertemukan berbagai lembaga PAUD dari seluruh kecamatan. Melalui momentum tersebut, para pendidik dapat mempererat silaturahmi, berbagi pengalaman, sekaligus meningkatkan semangat dalam mengembangkan kualitas pembelajaran anak usia dini.

Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci berharap Gebyar PAUD 2026 mampu memperkuat komitmen seluruh pihak dalam memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, menyenangkan, dan berorientasi pada perkembangan anak.

Pada akhirnya, investasi pendidikan sejak usia dini menjadi langkah penting untuk menyiapkan generasi penerus Kerinci yang unggul dan berdaya saing.

Gebyar PAUD Kabupaten Kerinci 2026: Berkumpul, Belajar, dan Bergembira Bersama, Wujudkan Anak Kerinci yang Cerdas Sejak Usia Dini.(adz)

Monadi dan Pahrizal Dampingi Perjuangan Kafilah Kerinci, Tujuh Peserta Lolos ke Final

JAMBI – Dukungan dan perhatian Pemerintah Kabupaten Kerinci terhadap perjuangan kafilah pada Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) ke-55 Tingkat Provinsi Jambi terus ditunjukkan.

Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si., turun langsung mengunjungi kafilah Kabupaten Kerinci di Kota Jambi, Rabu (4/11/2026). Kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan moril sekaligus motivasi bagi para peserta yang tengah berjuang mengharumkan nama Bumi Sakti Alam Kerinci.

Dalam kesempatan itu, Monadi memberikan arahan dan motivasi kepada seluruh anggota kafilah. Ia berharap para peserta tetap menjaga semangat, konsentrasi, serta kepercayaan diri dalam menghadapi setiap tahapan perlombaan, terutama bagi peserta yang berhasil melaju ke babak final.

Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Kerinci tersebut disambut antusias oleh para peserta dan pendamping kafilah.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kerinci, Herlius, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Monadi yang telah meluangkan waktu untuk memberikan dukungan secara langsung.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati Kerinci atas kunjungan, arahan, support, serta motivasi yang diberikan kepada seluruh kafilah. Kehadiran beliau menjadi penyemangat tersendiri bagi para peserta yang sedang berjuang membawa nama daerah,” ungkap Herlius.

Lebih lanjut, Herlius mengungkapkan bahwa hingga saat ini kafilah Kabupaten Kerinci berhasil meloloskan tujuh peserta ke babak final MTQH ke-55 Tingkat Provinsi Jambi.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi seluruh anggota kafilah untuk terus berjuang memberikan penampilan terbaik pada kompetisi keagamaan tingkat provinsi tersebut.

“Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Kabupaten Kerinci. Insyaallah, para peserta yang telah masuk final dapat memberikan penampilan maksimal dan meraih prestasi terbaik, sehingga mampu mengharumkan nama baik Kabupaten Kerinci,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Kerinci, Pahrizal, yang turut mendampingi kafilah selama mengikuti MTQH ke-55, juga menyampaikan dukungan dan apresiasi terhadap perjuangan para peserta.

Menurut Pahrizal, keikutsertaan kafilah Kabupaten Kerinci dalam MTQH bukan sekadar mengikuti perlombaan, tetapi juga menjadi momentum untuk menunjukkan kualitas generasi Qurani serta meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an dan Hadis.

Ia berharap seluruh peserta, khususnya tujuh orang yang telah berhasil melaju ke babak final, dapat mempersiapkan diri secara maksimal, menjaga kesehatan, serta tampil dengan penuh percaya diri.

Pahrizal juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Kerinci untuk terus memberikan doa dan dukungan agar kafilah Kerinci mampu meraih prestasi terbaik dan membawa kebanggaan bagi daerah.

Dukungan langsung dari Bupati Monadi bersama pendampingan Kementerian Agama diharapkan semakin meningkatkan semangat dan kepercayaan diri para peserta dalam menghadapi babak final.

Pemerintah Kabupaten Kerinci optimistis, melalui kerja keras, doa, dan kebersamaan seluruh pihak, kafilah Kerinci dapat menorehkan prestasi membanggakan pada MTQH ke-55 Tingkat Provinsi Jambi.(Adz)

Lebih Dekat dengan Edi Purwanto: Konflik Lahan Menjadi Disertasi untuk Keadilan di Tanah Jambi

 

Opini Oleh: Martayadi Tajuddin *

Jika ada satu persoalan yang paling banyak meninggalkan luka di Provinsi Jambi, itu bukanlah jalan rusak atau banjir musiman, melainkan konflik lahan. Konflik antara masyarakat, khususnya Suku Anak Dalam, dengan korporasi pemegang Hak Guna Usaha adalah cerita yang berulang setiap tahun, berganti nama desa, berganti nama perusahaan, tetapi polanya tetap sama. Masyarakat mengklaim tanah ulayat, perusahaan menunjukkan sertifikat dari Jakarta, negara hadir terlambat dan seringkali hadir sebagai juru sita, bukan sebagai pelindung.

Di tengah kebuntuan yang hampir menjadi takdir itulah, sebuah peristiwa akademik yang dilakukan seorang politisi menjadi relevan untuk kita bedah secara serius.

Pada tahun 2024, Edi Purwanto, yang saat itu masih menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Jambi, menyelesaikan studi doktoralnya di Universitas Jambi dengan disertasi berjudul Politik Hukum Penyelesaian Konflik Lahan yang Berkeadilan di Indonesia. Di negeri di mana banyak gelar doktor politisi diperoleh dari tema yang jauh dari kerja politiknya, pilihan tema ini adalah sebuah pernyataan politik tersendiri. Ia tidak menulis tentang strategi pemenangan pemilu atau tentang komunikasi politik. Ia menulis tentang konflik yang pernah ia coba urai saat membentuk Pansus Konflik Lahan DPRD Provinsi Jambi. Artinya, ia mengubah frustrasinya sebagai Ketua DPRD yang berhadapan dengan buntu nya penyelesaian konflik menjadi sebuah kerja intelektual.

Mengapa ini penting? Karena selama ini penyelesaian konflik lahan di Indonesia, termasuk di Jambi, selalu terjebak dalam dua jebakan. Jebakan pertama adalah penyelesaian legal-formal yang kaku, di mana siapa yang punya sertifikat dialah yang menang, tanpa pernah memeriksa bagaimana sertifikat itu diperoleh dan sejarah penguasaan lahan sebelumnya. Jebakan kedua adalah penyelesaian politik-transaksional, di mana konflik diselesaikan dengan ganti rugi yang tidak seimbang di bawah tekanan, lalu dianggap selesai, padahal bara nya masih menyala.

Disertasi Edi, jika kita baca benang merahnya, mencoba menawarkan jalan ketiga, yaitu politik hukum yang berkeadilan. Ia mencoba mengatakan bahwa hukum penyelesaian konflik lahan tidak boleh netral, ia harus berpihak pada keadilan substantif, terutama pada kelompok rentan seperti Suku Anak Dalam.

Tentu saja, sebuah disertasi tidak akan otomatis menyelesaikan satu pun konflik di lapangan. Suku Anak Dalam di Bukit Dua Belas tidak akan tiba-tiba mendapatkan kembali tanahnya hanya karena ada seorang doktor baru di Senayan. Tetapi nilai dari sebuah disertasi yang ditulis oleh seorang politisi yang sedang memegang kekuasaan bukanlah pada tebalnya naskah, melainkan pada komitmen moral yang mengikat penulisnya.

Ketika seorang politisi telah menulis secara akademik bahwa penyelesaian konflik lahan harus berkeadilan, maka ia telah mengikat dirinya sendiri pada standar yang lebih tinggi daripada janji kampanye. Janji kampanye bisa dilupakan, tetapi karya akademik akan terus ditagih oleh publik dan oleh sejarah.

Di sinilah letak ujian intelektual bagi Edi Purwanto yang kini duduk di Komisi V DPR RI. Komisi V memang membidangi infrastruktur dan perhubungan, bukan secara langsung membidangi agraria yang ada di Komisi II. Tetapi infrastruktur di Jambi tidak bisa dipisahkan dari konflik lahan. Jalan tol, jalan nasional, bendungan, dan perumahan yang menjadi mitra kerja Komisi V semuanya berdiri di atas tanah yang berpotensi konflik. Pertanyaannya adalah apakah kerangka berpikir berkeadilan yang ia tulis dalam disertasinya akan ia bawa juga saat membahas pembangunan infrastruktur? Apakah ia akan berani mengatakan bahwa pembangunan jalan tidak boleh menggusur masyarakat adat tanpa penyelesaian yang adil? Apakah ia akan berani mendorong agar setiap proyek infrastruktur yang didanai APBN di Jambi harus melewati audit konflik lahan terlebih dahulu?

Jambi membutuhkan lebih dari sekadar politisi yang bisa memadamkan api konflik. Kita sudah terlalu sering melihat politisi datang ke lokasi konflik, berfoto bersama warga, memberikan sembako, lalu pergi dan konflik kembali meletus sebulan kemudian.

Yang kita butuhkan adalah politisi yang mampu membangun sistem pencegahan konflik. Dan sistem itu hanya bisa dibangun oleh orang yang memahami anatomi konflik secara akademik dan politik sekaligus. Pengalaman membentuk Pansus memberikan pemahaman politiknya, disertasi memberikan kedalaman akademiknya. Kombinasi inilah yang membuat posisinya unik.

Namun kita juga harus jujur untuk bersikap kritis. Disertasi adalah satu hal, keberanian politik adalah hal lain. Sejarah Jambi mencatat banyak politisi yang fasih berbicara tentang keadilan agraria saat berada di daerah, tetapi menjadi bungkam saat berada di Jakarta, di mana lobi korporasi jauh lebih kuat daripada suara Suku Anak Dalam.

Ujian sesungguhnya bagi Edi bukanlah apakah ia mampu mempertahankan gelar doktornya, melainkan apakah ia mampu mempertahankan keberpihakannya ketika berhadapan dengan kepentingan modal besar yang selama ini menjadi aktor utama dalam konflik lahan di Jambi. Apakah ia akan menjadi seperti kebanyakan politisi yang disertasinya progresif tetapi tindakannya konservatif, atau ia akan menjadi pengecualian?

Opini ini sengaja ditulis bukan untuk memuji, melainkan untuk mengunci. Ketika seseorang telah memilih untuk mengikat dirinya pada tema keadilan lahan sebagai identitas intelektualnya, maka publik berhak untuk menagihnya terus-menerus. Setiap kali ada konflik baru antara SAD dan perusahaan di Batanghari, Sarolangun, atau Tebo, publik berhak bertanya, di mana politik hukum berkeadilan yang pernah ia tulis itu? Dan justru di situlah letak kekuatan branding akademis yang sesungguhnya.

Branding yang paling kuat bukanlah branding yang membuat politisi terlihat hebat, melainkan branding yang membuat politisi terikat pada janji intelektualnya sendiri.

Jika Edi Purwanto konsisten, maka disertasi itu bukan akhir dari perjalanan akademisnya, melainkan awal dari kerja politiknya yang paling substansial. Dan jika itu terjadi, maka Jambi untuk pertama kalinya akan memiliki seorang politisi yang tidak hanya menyelesaikan konflik lahan dengan cara-cara lama, tetapi mencoba menyelesaikannya dengan kerangka keadilan yang ia rumuskan sendiri. (*)

* Penulis ialah Pengamat Kebijakan Publik dan Pembangunan Daerah

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs