 |
| Presiden Prabowo saat menghadiri Plenary Session bersama para pemimpin negara ASEAN lainnya untuk merumuskan arah dan tujuan strategis Konferensi Tingkat Tinggi ke-48 ASEAN. (Ist) |
MERDEKAPOST.COM - Presiden Prabowo Subianto diperkirakan menjalani perayaan Idul Adha di Prancis, seiring tengah melakukan melakukan kunjungan kerja di sana pada Selasa, (26/5/2026).
Hal itu disampaikan oleh Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (26/5/2026).
"Bapak presiden kan semalam sudah melakukan kunjungan kerja ke luar negeri ya ke Prancis, jadi tentu akan menyesuaikan karena hari Rabu masih ada di sana, jadi tentu akan menyesuaikan situasi di sana. nanti kita tunggu aja," kata Juri.
Meskipun demikian Juri tidak membeberkan mengenai agenda Presiden di Prancis. Hal itu kata dia akan disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono.
"Pak Menlu yang akan menjelaskan," katanya.
Sumbang 1.098 ekor Sapi Kurban
Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto menyalurkan bantuan hewan kurban pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah atau tahun 2026.
Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro mengatakan jumlah sapi yang diserahkan pada Idul Adha kali ini yakni sebanyak 1.098 ekor sapi.
“Jadi kami ulangi, jadi di Hari Raya Idul Adha 1.447 Hijriah ini, Bapak Presiden berkenan menyerahkan sebanyak 1.098 ekor sapi kurban,” katanya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, (26/5/2026).
Sapi kurban tersebut diserahkan ke seluruh provinsi, kabupaten, dan kotamadya. Masing masing daerah akan menerima satu hingga dua ekor sapi tergantung bobot sapinya. Standar bobot sapi Presiden yakni 800 kilogram hingga 1,3 ton.
“Setiap daerah akan mendapatkan satu, sementara ada 46 daerah yang tidak ada sapi dengan bobot sebesar itu. Oleh karena itu ada yang mendapatkan dua sapi untuk 46 daerah. Jadi sekali lagi, seluruh provinsi dan kabupaten-kota akan menerima 598 sapi,” katanya.
Tidak hanya diserahkan kepada daerah, Sapi Kurban Presiden juga diserahkan kepada lembaga-lembaga pendidikan, pondok pesantren, kemudian juga kepada tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama dengan jumlah sebanyak 500 sapi.
“Jadi untuk daerah tadi 598, untuk lembaga-lembaga sosial, lembaga keagaman, pondok pesantren, tokoh-tokoh sebanyak 500 sapi. Jadi semuanya 1.098 ekor sapi,” pungkasnya.
Habiskan Ratusan Miliar Beli Sapi Pakai Dana Banpres dari APBN
Presiden RI Prabowo Subianto membagikan 1.098 sapi kurban untuk setiap provinsi hingga kabupaten/kota di Indonesia dan lembaga-lembaga sosial.
Sumber anggaran pembelian sapi kurban itu berasal dana Bantuan Presiden (Banpres) bersumber Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro, mengungkapkan sumber anggaran pembelian sapi kurban Presiden Prabowo Subianto.
Untuk membeli semua sapi tersebut, dana yang dihabiskan mencapai ratusan miliar.
Juri pun mengatakan dana yang dipakai itu berasal dari Dana Bantuan Presiden (Banpres) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Sumber anggarannya dari APBN ya, melalui Anggaran Bantuan Presiden, Bantuan Kemasyarakatan Presiden," kata Juri dalam konferensi pers, Selasa (26/5/2026), dikutip dari YouTube Kompas TV.
 |
| SAPI KURBAN - Sapi kurban Presiden Indonesia, Prabowo Subianto untuk tingkat Provinsi jambi dengan bobot 800 Kg dibeli dari peternak lokal Jambi. (Ist) |
Terkait dengan harga sapi, Juri mengatakan harganya bervariasi karena di setiap daerah berbeda-beda.
"Harga sapi tentu bervariasi karena bobotnya beda-beda dan lokasinya juga tentu memengaruhi harga sapi, jadi kita menyesuaikan harga sapi di setiap daerah, kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sebanyak Rp100-an miliar," papar Juri.
Sapi-sapi yang dibagikan itu, kata Juri, juga merupakan sapi premium yang sudah memiliki sertifikat kesehatan.
"Jenis-jenis sapi yang menjadi kurban adalah jenis sapi premium ya, seperti Simental, Limousin, Peranakan Ongole, Brahman, Angus, Sapi Bali, FH (Friesian Holstein), Belgian Blue, dan Carolis."
"Jadi ini sapi-sapi yang bukan saja bobotnya berat di atas 800 kilo, tapi juga sapi yang secara kesehatan sudah memiliki sertifikat atau memiliki surat keterangan kesehatan hewan, jadi sapi-sapi sehat," paparnya.
Sementara itu, terkait sumber sapi ini, Juri mengatakan berasal dari peternak lokal.
"Sumber-sumber sapi tadi semua berasal dari peternak lokal, sehingga diharapkan mereka dapat jadikan momentum untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas sapi karena mereka tahu setiap tahun Bapak Presiden akan meminta mereka untuk menyediakan sapi kurban," ucapnya.
Dibagikan ke 552 Daerah dan 500 Lembaga Sosial
Juri mengatakan bahwa sapi-sapi itu akan dibagikan ke setiap provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia.
"Jadi ada 552 daerah, yakni 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota akan menerima sebanyak 598 sapi untuk seluruh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota," ungkap Juri.
Juri menjelaskan alasan 552 daerah menerima 598 sapi karena terdapat 46 daerah yang tidak memiliki sapi dengan ukuran sesuai standar sapi presiden.
 |
| SAPI KURBAN - Sapi kurban Presiden Indonesia, Prabowo Subianto untuk tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut), kembali dibeli dari peternak Kota Binjai yang biasa dikenal dengan Bang Yanto (YT) Farm yang beralamat di Jalan Jamin Ginting, Lingkungan I, Tanah Seribu, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai, Kamis (21/5/2026).(Ist) |
"Kenapa dari 552 daerah menerima 598 sapi, jadi sapinya lebih banyak dari jumlah daerah, karena ada 46 daerah yang tidak tersedia sapi dengan ukuran standar sapi presiden, standar bobot sapi presiden adalah 800 kilo sampai 1,3 ton dan setiap daerah akan mendapatkan satu," jelasnya.
"Sementara ada 46 daerah yang tidak ada sapi dengan bobot sebesar itu, oleh karena itu ada yang mendapatkan 2 sapi untuk 46 daerah. Sekali lagi, seluruh provinsi dan kabupaten/kota akan menerima 598 sapi," tambah Juri.
Selain dibagikan ke provinsi dan kabupaten/kota, sapi kurban presiden itu juga diserahkan kepada lembaga-lembaga sosial.
"Sapi Bapak Presiden akan diserahkan kepada lembaga-lembaga pendidikan, ada juga pondok pesantren, kemudian juga kepada tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, sebanyak 500 sapi."
"Jadi untuk daerah tadi 598, untuk lembaga-lembaga sosial, lembaga keagamaan, pondok pesantren, tokoh-tokoh sebanyak 500 sapi, jadi semuanya 1.098 ekor sapi," ucap Juri.
Dalam hal ini, Juri menjelaskan pihaknya melalui Sekretariat Negara bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan Dinas-dinas di daerah yang membidangi atau mengurusi peternakan dan kesehatan hewan.
Selain itu, Juri mengatakan, Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) turut dilibatkan.
"Sehingga dalam hal pemenuhan sejumlah 1.098 sapi ini bisa kami dapatkan dengan baik atas kerja sama dengan mereka, dengan penyedia hewan kurban dan dengan pihak-pihak yang memastikan seluruh hewan kurban ini memiliki kualifikasi atau syarat-syarat untuk menjadi sapi kurban," tuturnya.
Sapi-sapi yang dipilih tersebut, kata Juri, juga sudah sesuai syariat Islam untuk menjadi hewan kurban.
"Umurnya atau usianya sudah di atas 2 tahun dan jantan, serta tidak cacat. Sapinya sapi-sapi premium dan memiliki kualitas yang sangat baik," ungkapnya.(Adz/Sbr:Tribun-Medan.com)