Bantah Selingkuh, Kuasa Hukum DK : Ada Saksi Kunci di Lokasi

 

Merdekapost.com – Pihak kuasa hukum Dr. DK memberikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan dugaan penggerebekan perselingkuhan yang melibatkan kliennya.

Dalam pernyataan resminya, tim hukum menegaskan bahwa narasi yang beredar di media mengenai kliennya yang disebut hanya berdua dengan seorang wanita di dalam kos-kosan adalah tidak benar.

Kuasa hukum menyatakan memiliki bukti dokumentasi kuat yang menunjukkan bahwa saat peristiwa tersebut terjadi, dr. L tidak hanya berdua dengan wanita berinisial Y, melainkan terdapat orang ketiga di dalam kediaman tersebut.

"Kami memiliki dokumentasi yang membuktikan bahwa sebelum kejadian penggerebekan, klien kami tidak dalam keadaan berdua, melainkan bertiga. Ada seorang laki-laki lain yang saat itu berada di kamar mandi," ujar pihak kuasa hukum Elas Anra Dermawan dan Muhamadiyah kepada awak media, Sabtu (2/5/2026) malam di Polsek Telanaipura.

Ia menambahkan bahwa bukti video tersebut menunjukkan kesesuaian atribut yang dikenakan Dr. DK, mulai dari pakaian, topi, hingga sepatu, yang membuktikan keberadaan saksi lain di lokasi pada waktu yang sama.

"Ini adalah alibi kuat kami untuk membantah tuduhan bahwa klien kami melakukan tindakan asusila sebagaimana yang disangkarkan," tegasnya.

Meski proses hukum tetap berjalan, pihak Dr. DK mengaku sedang mengupayakan langkah damai (mediasi) dengan pihak pelapor. Langkah ini diambil dengan mempertimbangkan faktor psikologis anak dan menjaga keutuhan rumah tangga yang sudah dibina cukup lama.

Tonton videonya di bawah ini : 

KLIK DISINI

"Kami memahami situasi pelapor saat ini masih emosional, namun kami meyakini ada ruang untuk berkomunikasi. Upaya damai akan terus kami lakukan demi masa depan anak-anak dan nama baik keluarga," lanjutnya.

Sebagai tokoh yang cukup dikenal masyarakat, pihak Dr. DK juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi akibat pemberitaan ini. Kuasa hukum meminta masyarakat untuk tidak langsung menghakimi sebelum adanya keputusan hukum yang tetap.

"Kami memohon maaf kepada publik atas ketidaknyamanan dari pemberitaan yang beredar. Fokus kami saat ini adalah menjawab laporan terkait penggerebekan tersebut. Terkait isu masa lalu, kami tidak ingin berspekulasi dan hanya akan mengikuti proses hukum yang berlaku," tutupnya.

Hingga saat ini, pihak Dr. DK menyatakan siap menghadapi proses hukum lanjutan apabila titik temu melalui jalur kekeluargaan tidak tercapai. (red)

Gubernur Al Haris Sebut Program MBG Bukan Sekadar Gizi, Tapi Penggerak Ekonomi Daerah

Jambi - Gubernur Jambi Al Haris menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berkembang menjadi kekuatan baru yang tidak hanya menyasar persoalan gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah secara nyata.

Pernyataan itu disampaikan Al Haris saat menghadiri rapat konsolidasi pelaksanaan MBG yang digelar Badan Gizi Nasional (BGN) di BW Luxury Hotel Jambi, Sabtu (2/5/2026). Forum ini mempertemukan berbagai pihak, mulai dari kepala SPPG, mitra, yayasan, pengawas gizi, hingga pelaku lapangan dan juru masak.

Di hadapan peserta, Al Haris memaparkan capaian konkret program MBG di Jambi. Hingga saat ini, terdapat 205 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan rincian 173 unit telah beroperasi dan 32 unit siap operasional. Selain itu, sebanyak 302 SPPG masih dalam tahap persiapan dan survei lapangan.

Baca Juga: Kendalikan Sabu Asal Lapas Jambi, Supir Ekspedisi Diringkus Satreskrim Polres Kerinci

“Program ini menyasar anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui yang mengalami kekurangan gizi. Namun dampaknya tidak berhenti di situ, tetapi merambah ke sektor ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Al Haris menilai, kehadiran program MBG telah menciptakan perubahan pola ekonomi, khususnya di sektor pertanian, peternakan, dan usaha kecil. Produk-produk lokal kini memiliki pasar yang jelas dan berkelanjutan.

“Dulu banyak hasil produksi kita dijual keluar daerah. Sekarang, dengan adanya MBG, cukup di Jambi saja sudah terserap. Ini memberi kepastian pasar bagi petani dan pelaku usaha,” katanya.

Baca Juga: Menanam Pohon di Buku, Menebang Hutan di Realita

Ia menegaskan bahwa program ini menciptakan efek domino ekonomi, di mana rantai pasok mulai dari produksi hingga distribusi ikut bergerak.

Namun di sisi lain, Al Haris juga mengingatkan adanya tantangan serius, khususnya pada sektor pangan. Ia menyebut, saat ini Jambi baru mampu memenuhi sekitar 71 persen kebutuhan beras secara mandiri, sementara sisanya masih harus dipasok dari luar daerah.

“Kita harus meningkatkan produksi, terutama beras. Ini penting agar kebutuhan program bisa dipenuhi dari dalam daerah sendiri,” tegasnya.

Di tengah tantangan tersebut, Al Haris melihat program MBG telah membuka peluang besar dalam penyerapan tenaga kerja. Ribuan masyarakat kini terlibat dalam berbagai sektor, mulai dari dapur produksi, distribusi bahan pangan, hingga jasa pendukung lainnya.

“Kita ingin program ini membawa kebahagiaan bagi semua. Bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga pengelola, petugas lapangan, hingga pelaku usaha,” ujarnya.

Data yang dipaparkan dalam rapat menunjukkan, sebanyak 446 ribu penerima manfaat telah terdata di Jambi, dengan 545 supplier yang terlibat dalam rantai pasok program.

Setiap harinya, sekitar Rp7,2 miliar anggaran berputar di daerah. Dana tersebut mengalir ke berbagai sektor, mulai dari pekerja dapur, pemasok bahan pangan, hingga pelaku usaha kecil. Secara keseluruhan, program ini telah menyerap sekitar 9.635 tenaga kerja.

Bagi Al Haris, angka-angka tersebut bukan sekadar statistik. Ia melihatnya sebagai indikator bahwa MBG mulai membentuk ekosistem ekonomi baru di Jambi.

Bacaan Lainnya:

Oknum Dosen yang Digerebek Dikaitkan Sebagai Staf Ahli Gubernur, Kadiskominfo: Itu Hoaks!

Ini Daftar Nama Ketua DPW dan DPD PAN Provinsi Jambi yang Dilantik Ketum Zulkifli Hasan

“Ini bukan hanya soal makan bergizi, tetapi bagaimana kita membangun ekonomi dari bawah, dari dapur ke desa, dari petani ke pasar,” katanya.

Al Haris juga menegaskan pentingnya menjaga agar manfaat ekonomi dari program ini tetap berada di dalam daerah. Ia mendorong seluruh pihak untuk memperkuat rantai pasok lokal agar tidak bergantung pada daerah lain.

Dengan konsolidasi yang terus dilakukan dan dukungan lintas sektor, Al Haris optimistis program MBG akan menjadi salah satu pilar penting pembangunan Jambi ke depan.

Di tengah upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, program ini kini tidak hanya memberi makan—tetapi juga menghidupkan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan perlahan mengubah wajah kesejahteraan masyarakat di daerah. (*)

Kendalikan Sabu Asal Lapas Jambi, Supir Ekspedisi Diringkus Satreskrim Polres Kerinci

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Komitmen Polres Kerinci dalam memberantas peredaran gelap narkotika kembali dibuktikan. Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Kerinci berhasil meringkus seorang pria berinisial R-A (29), yang diduga kuat terlibat dalam jaringan pengedar narkotika jenis sabu dan ekstasi lintas kota.

​Kapolres Kerinci melalui Kasat Resnarkoba, Iptu Yandra Kusuma, mengonfirmasi bahwa penangkapan dilakukan pada hari Jumat, 1 Mei 2026, sekira pukul 18.20 WIB. Pelaku yang berprofesi sebagai sopir ekspedisi ini ditangkap di Jalan Pancasila, RT. 10, Kelurahan Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh.

Baca Juga: Oknum Dosen yang Digerebek Dikaitkan Sebagai Staf Ahli Gubernur, Kadiskominfo: Itu Hoaks!

​"Penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat mengenai adanya rencana transaksi narkotika. Tim kemudian melakukan pengintaian di lokasi dan berhasil mengamankan tersangka saat tiba dengan sepeda motornya," ujar Iptu Yandra Kusuma.

​Dalam penggeledahan badan, petugas menemukan barang bukti berupa 5 paket diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 2,9 gram, serta 1 butir pil diduga ekstasi dengan berat 0,5 gram yang disimpan di saku celana pelaku.

​Berdasarkan hasil interogasi awal, tersangka mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seorang narapidana di Lapas Kelas II A Jambi berinisial I-K. Pelaku diarahkan mengambil barang di area Asrama Haji Jambi sebelum dibawa ke wilayah Kerinci dan Sungai Penuh untuk diedarkan.

  • ​Selain narkotika, petugas juga mengamankan:
  • ​Satu unit ponsel merek Redmi (alat komunikasi transaksi).
  • ​Satu unit sepeda motor Yamaha Mio warna merah tanpa plat nomor.
  • ​Satu helai celana pendek hitam milik pelaku.

Baca Juga: Pencuri Kotak Amal Terekam CCTV di Siulak, Barang Bukti Ditemukan:Jejak Sidik Jari Buka Peluang Ungkap Pelaku

​Saat ini, tersangka R-A beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Kerinci untuk proses penyidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup.

​"Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku narkoba di wilayah hukum Polres Kerinci. Kami juga mengimbau masyarakat untuk terus proaktif memberikan informasi jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait narkotika," tutup Iptu Yandra Kusuma.


Pencuri Kotak Amal Terekam CCTV di Siulak, Barang Bukti Ditemukan:Jejak Sidik Jari Buka Peluang Ungkap Pelaku

KERINCI - Perkembangan kasus pencurian kotak amal di Konter Onex Za Cellular, Simpang Koto Rendah, Siulak, mulai menemui titik terang. Setelah aksi pelaku terekam jelas oleh kamera CCTV pada Jumat (malam) sekitar pukul 19.36 WIB, kotak amal yang sebelumnya dilaporkan hilang kini ditemukan dalam kondisi kosong di depan Kantor Kepala Desa Siulak Panjang.

Penemuan tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa pelaku merupakan orang yang cukup mengenal situasi dan kondisi di sekitar lokasi kejadian. Modus yang digunakan pun dinilai cukup rapi dan terencana, dengan memanfaatkan kelengahan saat pemilik konter berada di dalam ruangan.

Meski pelaku berupaya menyamarkan identitas dengan mengenakan masker, rekaman CCTV yang telah diamankan serta temuan barang bukti menjadi petunjuk penting dalam proses penyelidikan. Tidak hanya itu, kemungkinan adanya sidik jari yang tertinggal pada kotak amal membuka peluang besar bagi aparat penegak hukum untuk mengidentifikasi dan mengungkap pelaku.

Sebelumnya, pemilik konter sempat memberikan kesempatan kepada pelaku untuk menunjukkan itikad baik dengan mengembalikan kotak amal dalam waktu 2x24 jam. Namun, dengan ditemukannya barang bukti di lokasi lain, ruang gerak pelaku kini semakin terbatas.

Masyarakat setempat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat sistem keamanan di lingkungan masing-masing. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa setiap tindakan kriminal, sekecil apa pun, tidak akan lepas dari jejak yang pada akhirnya dapat diungkap melalui proses hukum.

Pihak berwenang diharapkan segera menindaklanjuti temuan ini secara serius, sehingga pelaku dapat segera diungkap dan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. 

(Kai/Sbr: Portalbuana.asia)

Menanam Pohon di Buku, Menebang Hutan di Realita

Menanam Pohon di Buku, Menebang Hutan di Realita

Dunia pendidikan kita hari ini sedang menghadapi paradoks yang cukup menyesakkan. Di satu sisi, kurikulum formal sudah mulai menyisipkan isu perubahan iklim dan keberlanjutan sebagai materi wajib, namun di sisi lain, realita di luar jendela kelas menunjukkan pemandangan yang bertolak belakang. Kita melihat sungai-sungai yang masih tersumbat plastik dan polusi udara yang mencekik kota-kota besar, seolah apa yang dipelajari di bangku sekolah hanya berhenti di lembar jawaban ujian tanpa pernah benar-benar mendarat dalam perilaku keseharian.

Masalah utama pendidikan lingkungan di Indonesia adalah kecenderungan kita yang terjebak pada literasi hafalan ketimbang internalisasi nilai. Berdasarkan data PISA, literasi sains siswa kita memang masih sering berada di bawah rata-rata global, yang dampaknya membuat kita gagap dalam menghubungkan teori ilmiah dengan krisis ekosistem yang nyata. Kita mungkin hafal definisi pemanasan global secara teks, tapi kita kehilangan kepekaan kritis untuk mempertanyakan mengapa pola konsumsi kita tetap destruktif. Pendidikan kita cenderung mengajarkan cara membuang sampah pada tempatnya, namun jarang sekali mengajak siswa untuk berpikir lebih jauh mengenai mengapa sampah tersebut harus diproduksi secara masif sejak awal.

Sisi kritis lainnya muncul ketika kita melihat kesenjangan antara narasi di ruang kelas dengan kebijakan publik di lapangan. Sangat sulit membangun kesadaran lingkungan yang kolektif jika anak-anak diajarkan mencintai pohon sementara mereka menyaksikan berita tentang deforestasi hutan primer yang terus berlangsung. Meski angka deforestasi sempat dilaporkan menurun, data dari Global Forest Watch tetap menunjukkan kehilangan tutupan pohon yang signifikan dalam dua dekade terakhir. Kontradiksi ini menciptakan sinisme di masyarakat; kesadaran lingkungan seolah-olah diposisikan sebagai beban moral individu, sementara pengawasan terhadap kerusakan ekologis skala besar oleh industri sering kali terasa tumpul.

Hal ini diperparah dengan krisis pengelolaan sampah yang belum menemui titik terang. Data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) menunjukkan bahwa jutaan ton sampah kita setiap tahunnya tidak terkelola dengan baik, yang akhirnya menempatkan Indonesia dalam posisi yang memprihatinkan sebagai salah satu penyumbang plastik terbesar ke lautan. Di sini pendidikan lingkungan gagal karena kurangnya dukungan infrastruktur. Sekolah mungkin sudah mengajarkan pemilahan sampah, namun ketika sampah tersebut diangkut dan dicampur kembali di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), seluruh proses edukasi tersebut menjadi sia-sia dan kehilangan kredibilitasnya di mata generasi muda.

Refleksi ini terasa semakin mendalam tepat di Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026 ini, yang mengusung tema "Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua." Jika kita bicara tentang "partisipasi semesta," maka keterlibatan kita tidak boleh lagi hanya sebatas upacara seremonial atau pameran kerajinan tangan dari barang bekas yang sering kali menjadi wajah proyek lingkungan di sekolah. Kita harus jujur bahwa pendidikan yang bermutu di tahun 2026 bukan lagi sekadar soal digitalisasi atau skor akademik, melainkan sejauh mana pendidikan mampu membentuk karakter yang resilien terhadap krisis iklim.

Tahun 2026, tantangan lingkungan kita bukan lagi prediksi masa depan, melainkan realitas harian yang mendesak—mulai dari ancaman krisis pangan akibat perubahan pola cuaca hingga target Net Zero Emission yang semakin dekat. Partisipasi semesta yang dimaksud haruslah menjadi gerakan akar rumput di mana sekolah berfungsi sebagai laboratorium hidup untuk solusi ekologis, bukan sekadar ruang kelas yang terkunci dari masalah sosial di sekitarnya.

Pada akhirnya, kita perlu mengubah paradigma agar pendidikan lingkungan tidak hanya menjadi "tempelan" kurikulum. Kita harus berani melirik kembali kearifan lokal masyarakat adat yang selama ini memiliki hubungan paling harmonis dengan alam tanpa perlu gelar formal. Kesadaran lingkungan yang sejati seharusnya lahir dari rasa empati dan keberanian untuk bersikap kritis terhadap sistem yang eksploitatif. Tanpa itu, peringatan Hardiknas tahun ini hanya akan menjadi pengulangan retorika. Kita tidak butuh lebih banyak penghafal jenis-jenis polutan; kita butuh generasi yang merasa sakit saat melihat alamnya dirusak dan memiliki daya untuk memperbaikinya.(*Randi Vitora)

Gubernur Al Haris Tinjau dan Serahkan Bantuan Korban Terdampak Banjir Sarolangun

  

Merdekapost.com - Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH, turun langsung meninjau kondisi korban terdapak banjir yang melanda sejumlah wilayah, Gubernur menyerahkan bantuan secara simbolis Desa Lubuk Resam Ilir, Kecamatan Cerminan Gedang  Kabupaten Sarolangun, Sabtu (02/05/2026).

Banjir bandang melanda Kabupaten Sarolangun, Jambi, sejak sepekan  mengakibat luapan Sungai Batang Asai naik  karena curah hujan tinggi. Sebanyak 26 desa di beberapa kecamatan terdampak, dan sebanayak  1.552 rumah  masyarakat yang terendam dengan ketinggian air mencapai 50 cm hingga lebih. Banjir juga menyebabkan satu jembatan roboh. 

Gubernur Al Haris  meninjau lokasi banjir untuk. memastikan percepatan penanganan dampak bencana dan menyerahkan bantuan darurat langsung kepada warga terdampak. Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan pokok (beras, makanan), perlengkapan sandang/selimut. Fokus utama adalah memastikan keamanan warga dan distribusi bantuan berjalan cepat dan tepat sasaran.

Gubernur Al Haris sampaikan ucapan rasa prihatin yang mendala atas musibah banjir melanda daerah disarolangun ini, " musibah seperti ini, itu Allah yang mengatur semuanya tapi juga faktor manusia juga, ada andilnya yang hutannya ditebang, sungai nya sudah mendengkal dan sebagainya, ini juga masalah kita semuanya, karena itu sekarang kita ambil langkah-langkah untuk memulihkan kondisi yang ada di lapangan," ucap gubernur Al Haris 

“Ini musibah yang tentu menjadi perhatian kita bersama. Selain faktor alam, kita juga harus menyadari adanya dampak dari aktivitas manusia, seperti kondisi sungai yang mulai rusak dan penebangan hutan,” lanjut Gubernur Al Haris 

" Mulai banjir disarolangun ini saya terus pantau , juga BPBD Provinsi Jambi dan Dinas Sosial catatan sipil provinsi Jambi sudah turun dilapangan untuk memantau dan kondisikan termasuk mengevalusi keluarga yang terdampak banjir." Sambung Gubernur Al Haris.

Dikatakan Gubernur Al Haris dalam kondisi pasca banjir adanya beberapa penyakit, itu Perlu kita waspadai, juga troma bagi kita semua apa lagi anak anak," pada saat paska banjir, kita perlu waspada dengan adanya penyakit, bersama kita atasi permasalahan , mulai dari rumah yang basah, perbaikan rumah yang hanyut, perlu kita baikan bersama sama baik pemerintah provinsi juga kabupaten Sarolangun," kata Gubernur Al Haris.

Gubernur Al Haris, mintak bupati Sarolangun untuk mendata semua rumah yang terdampak banjir juga jembatan yang roboh agar segera bisa kita tangani bersama," saya minta Bupati segera buatkan surat keprovinsi boleh segera kita tangani bersama, apalagi ada jembatan yang putus, ini bagai mana anak anak kita kesekolah, mari bersama kita kerjakan, Pinta Gubernur Al Haris. 

Pada kesempatan ini Gubernur Al Haris menyerahkan bantuan Pemerintah Provinsi Jambi   secara simbolis  Paket sembako 

1. Indomie 10 bungkus

2. Sarden 1 kaleng

3. Minyak 1 liter

4. Kecap 1 botol

5. Teh celup 1 kotak

6. Gula pasir 1 kg

Beras 600 kilo, 60 bungkus

Dari BPBD Provinsi Jambi Mei Instan 2.200 Kotak, sarden 24 Kaleng, minyak goreng 24, Gula pasir 60 bungkus, kopi 25 kotak, teh 48 kotak, makanan bayi 22 kotak, Family kit 20 Kotak dan Matras 30 lembar, Air mineral 225 dus.

Ditempat yang sama Bupati Sarolangun Hurmin menyampaikan, ucapan terima kasih kepada gubernur Al Haris, dimana kita tahu bersama begitu padat acara beliau dijambi dengan banyaknya kedatangan Mentri kejambi, beliau masih menyempatkan diri melihat secara langsung kondisi kita disini. Dengan membawa bantuan untuk masyarakat di Sarolangun. Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Al Haris, 

Hurmin menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen mencari langkah penanganan yang komprehensif pasca bencana. “Kami ingin memastikan kondisi masyarakat secara langsung, sekaligus merumuskan langkah terbaik ke depan agar penanganan banjir ini lebih efektif,” ujarnya.

Gubernur Al Haris didampingi Bupati Sarolangun Hurmin dan Forkompinda Sarolangun, Kepala Dinas Sosial catatan sipil Edi Kusmiran, Kepala BPBD Provinsi Jambi Bachyumi  Dalinasyah Kepala Dinas Diskominfo Provinsi Jambi Ariansyah, serta para tokoh masyarakat Sarolangun. (*)

Oknum Dosen yang Digerebek Dikaitkan Sebagai Staf Ahli Gubernur, Kadiskominfo: Itu Hoaks!

 

Merdekapost.com - DK seorang dosen di Lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, yang disebut-sebut sebagai Tim Ahli (TA) Gubernur Jambi, Al Haris, itu hoaks.

DK tidak memiliki hubungan kerja maupun keterikatan resmi dengan pemerintah daerah sebagaimana isu yang berkembang di tengah masyarakat.

“Perlu kami sampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi tidak ada hubungan dengan DK, karena beliau bukan Tim Ahli atau Tenaga Ahli dan juga bukan ASN Pemprov Jambi,” kata Juru Bicara Pemprov Jambi, Ariansyah, Sabtu (2/5/2026) kepada wartawan.

Penegasan yang disampaikan pihak Pemprov Jambi itu disampaikan untuk meluruskan informasi yang dinilai mulai berkembang liar di media sosial. Pemprov menilai penting memberikan penjelasan resmi agar publik tidak salah memahami posisi maupun keterkaitan antara individu yang bersangkutan dengan institusi pemerintahan daerah.

Selain menepis isu soal status tenaga ahli gubernur, Pemprov juga menegaskan bahwa persoalan yang saat ini ramai diperbincangkan merupakan ranah pribadi dan tidak berkaitan dengan aktivitas maupun struktur pemerintahan daerah.

“Jadi ini perlu diluruskan, sehingga tidak ada lagi yang menggiring opini dengan dikaitkan kepada Gubernur Jambi. Persoalan pribadi nya itu tidak ada hubungannya dengan aktivitas maupun struktur pemerintahan daerah,” ujar Ariansyah.

Sebelumnya, video penggerebekan terhadap oknum dosen tersebut viral di berbagai media sosial. Dosen itu digerbek oleh warga dan juga istri sahnya di kos-kosan di kawasan Telanaipura, Kota Jambi.

Penggerebekan itu berawal saat istri sah DK membuntuti nya hingga menuju kamar kos. Bersama Penasehat Hukumnya, istri DK kemudian melakukan pengerbekan di kosan itu dengan didampingi Ketua RT, Lurah dan pihak kepolisian dan Babinsa.

Saat penggerebekan itu, DK sedang berada didalam kamar bersama wanita muda yang disebut merupakan mahasiswi di salah satu kampus negeri ternama di Jambi (bukan UIN).

Saat ini, dalam kejadian itu pula istri sah oknum dosen juga akan melayangkan gugatan perceraian setelah perbuatan tidak pantas yang dilakukan suaminya itu.

Selain kejadian itu, UIN STS Jambi juga telah buka suara mengenai kejadian penggerebekan dosen DK tersebut. Sejauh ini, pihak UIN telah mengambil sikap tegas terhadap yang bersangkutan setelah kejadian yang viral itu.

“Sehubungan dengan hal tersebut, UIN STS Jambi sangat menyayangkan dan menyesalkan terjadinya peristiwa penggerebekan salah satu oknum dosen tersebut. Kami akan langsung melakukan penelusuran lebih mendalam untuk mengambil langkah tindakan tegas,” kata Rektor UIN STS Jambi, Prof Kasful Anwar dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (2/5/2026).

Dalam keterangan tertulis itu, Kasful menyebut bahwa pihak UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi juga telah mencermati informasi yang beredar luas di media sosial maupun sejumlah media massa terkait kasus tersebut. UIN STS Jambi menegaskan setiap sivitas akademika terikat pada kode etik, aturan disiplin, serta norma kelembagaan yang berlaku di lingkungan kampus.

“Hal ini sebagai komitmen dalam menjaga marwah institusi, integritas akademik, serta nilai-nilai etika yang menjadi landasan dalam kehidupan kampus,” ujar Prof Kasful.

Tak hanya itu, UIN STS Jambi juga menghentikan sementara keterlibatan oknum dosen tersebut dalam berbagai aktivitas yang mewakili institusi, baik di internal maupun eksternal kampus.

Aktivitas mengajar, pengabdian, hingga penelitian yang bersangkutan juga dihentikan sementara selama proses penelusuran dan verifikasi internal berlangsung.

“Atas nama pimpinan dan mewakili institusi, kami meminta maaf apabila ada pihak-pihak yang merasa tidak nyaman atas beredarnya informasi ini,” ucap Kasful dalam keterangan tertulis itu.(*)

FKKMI Sumbagtama Tegaskan Peran Koperasi Mahasiswa sebagai Pilar Ekonomi Masa Depan


Merdekapost.com - Jum'at, 1 Mei 2026, telah diselenggarakan rangkaian kegiatan yang meliputi Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil), Hari Lahir (Harlah) FKKMI, serta Pendidikan Dasar (Diksar) Koperasi Mahasiswa se-Sumatra. 

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, di antaranya Deputi Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi RI beserta rombongan, perwakilan Deputi Bidang Talenta dan Daya Saing Koperasi, Kepala Bidang Pelatihan Perkoperasian, Dinas Koperasi Sumatera Utara, unsur BA dan PMO wilayah Sumut, civitas akademika Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara (UNUSU) Medan, Wakil Dekan II, Ketua BPP FKKMI, Koordinator Wilayah BPW 1 FKKMI SUMBAGTAMA, seluruh jajaran pengurus, serta koperasi mahasiswa (Kopma) se-Sumatra dan peserta Diksar yang memenuhi ruangan.

Kegiatan yang berlangsung pada 1–3 Mei 2026 ini sukses diselenggarakan oleh BPW 1 FKKMI SUMBAGTAMA di Aula Kampus Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara, Medan. Acara tersebut dihadiri oleh delegasi koperasi mahasiswa dari berbagai provinsi di Sumatra.

Momentum ini menjadi sangat penting dalam memperkuat peran Forum Komunikasi Koperasi Mahasiswa Indonesia (FKKMI) sebagai wadah kolaborasi dan pengembangan koperasi mahasiswa di tingkat regional.

Rangkaian kegiatan meliputi Rakerwil sebagai forum strategis dalam merumuskan program kerja, peringatan Harlah FKKMI sebagai refleksi perjalanan organisasi, serta Diksar sebagai sarana mencetak kader koperasi mahasiswa yang berintegritas, profesional, dan berdaya saing.

Dalam sambutannya, Koordinator Wilayah BPW 1 FKKMI SUMBAGTAMA menegaskan bahwa koperasi mahasiswa harus mampu bertransformasi menjadi lebih adaptif dan inovatif di tengah perkembangan zaman. Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis koperasi, khususnya di wilayah Sumatra.

Sementara itu, Ketua BPP FKKMI Pusat menyampaikan bahwa koperasi mahasiswa bukan sekadar organisasi, melainkan juga sebagai laboratorium praktik ekonomi kerakyatan. Melalui Rakerwil dan Diksar ini, diharapkan lahir kader-kader unggul yang mampu membawa koperasi mahasiswa menjadi lebih maju dan profesional.

Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara dalam sambutannya turut mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada UNUSU sebagai tuan rumah. Ia berharap kegiatan ini dapat melahirkan gagasan inovatif serta memperkuat sinergi antar koperasi mahasiswa dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional.

Sebagai keynote speaker sekaligus pembuka acara secara resmi, Deputi Pengembangan Usaha Koperasi menekankan pentingnya transformasi koperasi di era digital. Dalam pidatonya, ia menyampaikan bahwa koperasi mahasiswa harus menjadi pionir dalam pengembangan usaha berbasis teknologi, memperkuat tata kelola kelembagaan, serta meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun global.

Melalui kegiatan ini, BPW 1 FKKMI SUMBAGTAMA diharapkan semakin solid dalam menjalankan perannya sebagai penggerak koperasi mahasiswa di Sumatra. Kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam mewujudkan koperasi mahasiswa sebagai pilar kemandirian ekonomi generasi muda yang tangguh, inovatif, dan berkelanjutan.(*)

Ini Daftar Nama Ketua DPW dan DPD PAN Provinsi Jambi yang Dilantik Ketum Zulkifli Hasan

PAN - Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Jambi 

JAMBI, MERDEKAPOST.COM - Daftar nama DPW dan DPD PAN Provinsi Jambi yang baru saja dilantik.

Pelantikan ketua dewan pimpinan wilayah (DPW) dan dewan pimpindan daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Jambi digelar pada Kamis (30/4/2026) di Abadi Convention Center Kota Jambi.

Pelantikan ini dihadiri Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas), Ketua MPP PAN Hatta Rajasa, Wakil Ketua Umum Eddy Soeparno, Viva Yoga serta anggota DPR RI Uya Kuya, H. Bakri dan pengurus DPP.

PAN Provinsi Jambi ditargetkan bisa meraih 3 polisi kepala daerah pada Pilkada mendatang.

Berikut nama-nama Ketua dan DPD PAN Provinsi Jambi :

Ketua DPW : Al Haris (Gubernur Jambi)

Sekretaris: Madian Saswadi

Bendahara: Pit Arzuna

Ketua DPD DPD Kabupaten dan Kota :

- Tanjab Barat: Anwar Sadat (Bupati Tanjab Barat)

- Tanjab Timur: Asnawi

- Muaro Jambi: Bambang Bayu Suseno (Bupati Muaro Jambi)

- Kota Jambi: Maulana (Wali Kota Jambi)

- Batanghari: Firdaus Fattah

- Sarolangun: Tedy Irawan

- Merangin: Al Hanim Assodiqi

- Bungo: Dedy Putra (Bupati Bungo)

- Tebo: Suryadi

- Kerinci: Monadi (Bupati Kerinci)

- Sungai Penuh: Alvin (Wali Kota Sungai Penuh). (*)

Pedagang Berhamburan Saat Pasar Teluk Nilau Terbakar, Kerugian Ditaksir Milyaran Rupiah

Pedagang Pasar Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, mencoba menyelamatkan barang. Puluhan kios hangus akibat kebakaran, Jumat (1/5/2026) sore.(iST) 

Kuala Tungkal, Merdekapost.com - Kepanikan pedagang terjadi saat kebakaran hebat melanda Pasar Tradisional Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung, Jumat (1/5/2026).

Pedagang berhamburan menyelamatkan diri, meninggalkan kios-kios mereka yang mulai dilalap api.

Di tengah kepulan asap tebal dan kobaran api yang membesar, para pedagang berusaha menyelamatkan barang dagangan seadanya. 

Beberapa terlihat mengangkut barang dengan tergesa, sementara yang lain hanya bisa pasrah menyaksikan api menghanguskan sumber penghidupan mereka. 

Warga sekitar turut membantu, bahu-membahu mengevakuasi barang yang masih bisa diselamatkan.

BACA JUGA: 2 Pria dan 4 Ton Solar Diamankan di Jambi, BBM Subsidi Dijual Harga Solar Industri

Namun, upaya tersebut terhambat oleh tiupan angin kencang yang membuat api cepat menjalar. Kobaran api membumbung tinggi ke langit, melahap kios demi kios yang ada disana.

Suasana berubah menjadi pilu ketika sejumlah pemilik kios tak kuasa menahan tangis. 

Jerit histeris terdengar di antara kerumunan, menyaksikan harta benda mereka ludes dalam hitungan menit.

Informasi sementara menyebutkan sekitar 20 kios terbakar, meski jumlah pasti masih dalam pendataan pihak pemadam kebakaran yang kini berada di lokasi.

Hingga saat ini, petugas terus berupaya memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas ke area lainnya.

Camat Pengabuan Ismail menyebut, belum diketahui pasti penyebab kebakaran hingga saat ini tim masih fokus memadamkan api.

"Belum diketahui penyebabnya, nanti kita sampaikan," ujarnya.

Ia memprediksi kebakaran tersebut lebih dari 20 kios, namun pihak nya masih melakukan pendataan. 

Kerugian Ditaksir hingga Miliaran Rupiah

Kondisi lokasi kebakaran di kawasan Pasar Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jumat (1/5/2026). Camat Pengabuan memperkirakan kerugian mencapai miliaran rupiah. 

Kerugian akibat kebakaran di kawasan Pasar Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jumat (1/5/2026) sore, mencapai miliaran rupiah.

Camat Pengabuan, Ismail, mengatakan hingga malam ini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

"Untuk penyebabnya belum diketahui. Kalau kerugian diperkirakan miliaran rupiah,” ujarnya.

Berdasarkan data sementara, sekitar 10 kios dilaporkan telah hangus terbakar.

Untuk data pastinya, pihak kecamatan masih melakukan pendataan lanjutan di lokasi kejadian.

“Data sementara sekitar 10 kios terbakar. Kami masih mendata, nanti informasi lengkap akan kami sampaikan,” kata Ismail.

Kronologi 

Kebakaran terjadi begitu cepat dengan kobaran api yang membesar dan membubung tinggi.

Kondisi tersebut diperparah oleh embusan angin kencang di lokasi.

Akibatnya, sejumlah kios di kawasan pasar tidak sempat diselamatkan.

Hingga pukul 18.20 WIB, api dilaporkan belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.

“Saat ini masih proses pemadaman,” ujar Ismail.

Petugas pemadam kebakaran bersama warga setempat terus berjibaku menjinakkan api.

Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitar pasar.

Proses pemadaman berlangsung hingga sore hari.

Sementara itu, warga berbondong-bondong memadati lokasi kejadian.

Mereka menyaksikan langsung kebakaran yang melanda pusat aktivitas ekonomi tersebut.

Pendataan kerugian dan penyebab kejadian masih terus dilakukan oleh pihak terkait. (Red)

7 Pelaku PETI Ditangkap di Merangin, Polda Jambi Buru Pemilik Alat Berat

Jambi, Merdekapost.com - Kepolisian Daerah Jambi melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) berhasil mengungkap praktik penambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Kabupaten Merangin. Dalam operasi yang dilakukan pada Rabu (29/4)

Pada kesempatan tersebut petugas mengamankan tujuh orang pelaku yang tengah melakukan aktivitas tambang ilegal menggunakan alat berat di Desa Bungo Tanjung, Kecamatan Pangkalan Jambu.

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang resah terhadap maraknya aktivitas tambang ilegal di wilayah tersebut. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Subdit IV Ditreskrimsus Polda Jambi langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan para pelaku di lokasi kejadian.

Baca Juga: 2 Pria dan 4 Ton Solar Diamankan di Jambi, BBM Subsidi Dijual Harga Solar Industri

Dari hasil pemeriksaan, diketahui enam dari tujuh pelaku merupakan warga asal Sumatera Utara yang berperan sebagai operator dan kernet alat berat. Sementara satu pelaku lainnya merupakan warga lokal yang bertugas menguras air di lubang tambang. Para pelaku saat diamankan sedang menjalankan aktivitas penambangan menggunakan excavator yang berada tidak jauh dari permukiman warga.

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol. Erlan Munaji, menjelaskan bahwa pengungkapan ini merupakan tindak lanjut dari informasi masyarakat yang diterima sehari sebelumnya.

“Pengungkapan kasus tersebut menindaklanjuti informasi masyarakat terkait adanya aktivitas PETI di Desa Bungo Tanjung, Kecamatan Pangkalan Jambu,” ujar Erlan.

Selain mengamankan tujuh tersangka, petugas juga menyita sejumlah barang bukti berupa kunci alat berat excavator yang digunakan dalam aktivitas ilegal tersebut. Seluruh tersangka beserta barang bukti kini telah diamankan di Mapolda Jambi untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Polda Jambi juga mengungkap bahwa pihak pemilik alat berat dan pemodal kegiatan tambang ilegal tersebut telah teridentifikasi dan saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Kami menegaskan bahwa Polda Jambi berkomitmen untuk terus menindak tegas segala bentuk aktivitas penambangan emas tanpa izin yang merusak lingkungan dan merugikan masyarakat. Keberhasilan pengungkapan ini merupakan bentuk respons cepat atas laporan masyarakat sekaligus wujud keseriusan kami dalam menjaga kelestarian lingkungan dan penegakan hukum di wilayah Jambi.

Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas PETI serta segera melaporkan apabila menemukan adanya praktik serupa. Sinergi antara masyarakat dan kepolisian sangat penting dalam upaya pemberantasan kejahatan yang berdampak luas seperti ini,” ujar Kabid Humas Polda Jambi mewakili Kapolda Jambi.(Tim)

2 Pria dan 4 Ton Solar Diamankan di Jambi, BBM Subsidi Dijual Harga Solar Industri

109 jerigen dengan total kapasitas 4.000 liter atau sekitar 4 ton, disita Polresta Jambi dari 2 pelaku penyalahgunaan BBM subsidi di Kota Jambi.(Ist) 

JAMBI - 109 jerigen dengan total kapasitas 4.000 liter atau sekitar 4 ton, disita Polresta Jambi dari 2 pelaku penyalahgunaan BBM subsidi di Kota Jambi.

Selain 4 ton BBM subsidi jenis solar, polisi juga menyita satu unit mobil Hino Dutro warna hijau nomor polisi BH 8374 YU.

2 pelaku ditangkap Unit Tipidter Satreskrim Polresta Jambi di di kawasan Jalan Lingkar Timur, Kecamatan Jambi Timur pada Jumat (17/4/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

Kedua pelaku yakni DES (41), warga Kecamatan Bangunrejo, sopir kendaraan berisi solar subsidi dan pemilik BBM berinisial DL (43), warga Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi.

Pengungkapan penyalahgunaan BBM subsidi ini bermula saat menghentikan mobil Hino Dutro hijau dnegan nomor polisi BH 8374 YU karena mencurigakan.

Saat diperiksa ditemukan 109 jerigen berkapasitas 35 liter, sehingga total solar yang diamankan sekira 4.000 liter.

Keterangan polisi, solar subsidi ini diduga akan dijual ke pihak industri dengan harga non subsidi.

Dua pelaku lantas dibawa ke Polresta Jambi untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Keduanya disangkakan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023  (Pasal 40 angka 9), mengatur sanksi pidana penjara maksimal 6 tahun dan denda maksimal Rp 60 miliar bagi penyalahguna pengangkutan/niaga BBM, gas bumi, atau olahan yang disubsidi pemerintah. 

(*Adz/ Sumber: Tribunjambi.com)

Membanggakan, Perempuan Kerinci Kembali Torehkan Prestasi tingkat Provinsi Jambi

Ny. Septi Malinda Murison berhasil membawa kebanggaan daerah, Dua Perempuan Kerinci Torehkan Prestasi tingkat Provinsi Jambi.(Adz)

Jambi, Merdekapost.com - Perempuan Kerinci kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Jambi dalam Peringatan Hari Kartini ke-148 yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Jambi, Rabu (30/4/2026).

Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Kerjasama Organisasi Wanita Provinsi Jambi (BKOW), Gabungan Organisasi Wanita dari Kabupaten Kerinci yang dipimpin Ny. Septi Malinda Murison berhasil membawa kebanggaan daerah.

  • Suci Mutia Ilviza menerima Penghargaan Perempuan Inisiator Bidang Sosial dan Literasi Al-Qur’an Tahun 2026.
  • Resna Amelia meraih Juara II Lomba Cerita Perjuangan Kartini di Era Digital.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa perempuan Kerinci terus hadir sebagai sosok tangguh, mandiri, dan berdaya, sejalan dengan semangat Kartini di era ekonomi digital menuju Jambi Mantap Jilid II dan Indonesia Emas 2045.

Selamat kepada para perempuan inspiratif Kerinci. Terus berkarya dan menginspirasi..!

(*Adz)

Wako Alfin Beri Kuliah Umum di Unja: Sukses Tak Instan, Kunci Utamanya Konsistensi dan Kerja Keras

Wako Alfin Beri Kuliah Umum di Unja: Sukses Tak Instan, Kunci Utamanya Konsistensi dan Kerja Keras.(mpc)

JAMBI, MERDEKAPOST.COM – Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH, memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jambi yang digelar di Auditorium UNIFAC, Kamis (3/4/26).

Kuliah umum tersebut mengangkat tema “Membangun Kota, Merawat Amanah, Seni Kepemimpinan di Tengah Dinamika Politik Modern,” yang menyoroti pentingnya kepemimpinan adaptif di era perubahan.

Dalam paparannya, Alfin membeberkan sejumlah arah kebijakan dan program strategis Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam mendorong pembangunan daerah yang lebih maju dan berdaya saing. Program tersebut antara lain “Sungai Penuh Maju, Unggul, Sehat dan Agamis,” “Sungai Penuh Melayani,” “Sungai Penuh Ilok,” serta penguatan program pemberdayaan perempuan.

BACA JUGA: Bunda Zulva Kukuhkan Ketua Relawan Rumah Bunda se-Kabupaten Batang Hari

Selain menyampaikan materi kebijakan, Alfin juga memberikan motivasi kepada mahasiswa agar terus bersemangat dalam menempuh pendidikan serta mempersiapkan diri sebagai generasi penerus bangsa yang berintegritas.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan bukanlah hasil yang instan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan kerja keras dan konsistensi.

“Tidak ada kesuksesan yang datang tiba-tiba. Semua butuh proses. Mulailah dari hal kecil, bangun kebiasaan baik, dan jaga konsistensi dalam setiap langkah,” ujarnya.

Baca Juga: Juarai JSFL Wilayah Kerinci, SMAN 6 Siap Unjuk Gigi di Level Provinsi Jambi

Dalam kesempatan tersebut, Alfin turut membagikan kisah perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan saat merantau hingga akhirnya dipercaya memimpin Kota Sungai Penuh.

Kegiatan kuliah umum ditutup dengan sesi diskusi interaktif. Mahasiswa terlihat antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar kepemimpinan, hukum, serta praktik pemerintahan di daerah, yang kemudian dijawab langsung oleh Wali Kota.

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs