Bupati dan Wabup Kerinci Turun Kesawah, Dorong Pertanian Modern

Kerinci, Merdekapost.com - Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos, M.Si, didampingi Wakil Bupati Kerinci, H. Murison, S.Pd, S.Sos, M.Si, turun langsung ke sawah untuk melaksanakan penanaman padi melalui program Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) bersama ratusan masyarakat yang tergabung dalam Gapoktan Jaya Mandiri Dua, Desa Tebat Ijuk, Kecamatan Depati Tujuh, Senin (5/10/2026).

Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Kerinci dalam mendorong modernisasi sektor pertanian, meningkatkan produktivitas hasil panen, serta memperkuat ketahanan pangan daerah melalui penerapan sistem pertanian yang lebih maju, efektif, dan berkelanjutan.

Baca Juga: Bupati Kerinci Tegaskan Percepatan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK, Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik

Dengan semangat kebersamaan antara pemerintah dan petani, diharapkan penerapan PM-AAS mampu membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Kerinci sebagai salah satu daerah potensial penghasil komoditas pertanian.

Turut hadir Camat Depati Tujuh Indra Hermawan, S.STP., Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kabupaten Kerinci, Koordinator BPP Kecamatan Depati Tujuh, unsur pimpinan kecamatan, pemerintah desa, serta tokoh masyarakat setempat.

Baca Juga: Sinergitas Tanpa Batas, Kapolres Kerinci Beri Kejutan HUT ke-81 TNI di Makodim 0417/Kerinci

Bersama Petani, Membangun Pertanian Modern, Mewujudkan Kerinci yang Berdaya Saing, Maju dan Sejahtera.(Ali/Merdekapost.com)

Sinergitas Tanpa Batas, Kapolres Kerinci Beri Kejutan HUT ke-81 TNI di Makodim 0417/Kerinci

Sinergitas Tanpa Batas, Kapolres Kerinci Beri Kejutan HUT ke-81 TNI di Makodim 0417/Kerinci.(ist)

​KERINCI — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Makodim 0417/Kerinci pada Senin (5/10/2026).

​Kapolres Kerinci, AKBP Hermawan, S.H., S.I.K., M.I.K., didampingi Wakapolres Kerinci, Kompol Gumuntar Aritonang, bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Kerinci, datang menyambangi Makodim untuk memberikan kejutan spesial berupa kue ulang tahun. Kedatangan mendadak ini menjadi wujud nyata ungkapan selamat sekaligus simbol kuatnya soliditas dan sinergitas antara TNI dan Polri di wilayah hukum Kabupaten Kerinci.

Baca Juga: Kembali Menelan Korban, Warga Kerinci Sungai Penuh Menunggu Kepastian dan Tanggung Jawab Pertamina

​Rombongan pimpinan Korps Bhayangkara tersebut disambut dengan penuh kehangatan oleh Dandim 0417/Kerinci, Letkol Inf Eko Siswanto, S.Hub.Int., M.I.P., beserta jajaran perwira dan anggota Kodim. Momen sederhana yang diisi dengan penyerapan kue tart dan ramah tamah ini berlangsung akrab, mencerminkan keharmonisan dua institusi negara yang selama ini konsisten bahu-membahu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

​Komitmen Bersama Jaga Keutuhan NKRI

​Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Kerinci menyampaikan ucapan selamat ulang tahun secara langsung kepada seluruh jajaran TNI. Ia berharap sinergitas yang sudah terjalin erat dapat terus terpelihara demi mengawal stabilitas keamanan daerah maupun nasional.

​"Selamat Hari Ulang Tahun ke-81 Tentara Nasional Indonesia. Semoga TNI semakin kuat, profesional, dan senantiasa menjadi kebanggaan rakyat. TNI-Polri akan terus solid dan bersinergi dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta keutuhan NKRI," ujar AKBP Hermawan.

Baca Juga: Polemik Bimtek BPD Sungai Penuh: Ketua Forum BPD Se-Kota Sungai Penuh Tegaskan Bimtek di Jambi Berjalan Lancar dan Sesuai Ketentuan

​Sementara itu, Dandim 0417/Kerinci menyampaikan apresiasi tinggi serta ucapan terima kasih atas perhatian dan kejutan istimewa yang diberikan oleh Kapolres Kerinci beserta jajarannya. Menurutnya, kebersamaan seperti ini membuktikan bahwa sinergitas TNI-Polri bukan sekadar slogan semata, melainkan diwujudkan secara nyata melalui kekompakan di lapangan dalam setiap pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

​Peringatan HUT ke-81 TNI di Makodim 0417/Kerinci ini ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kokohnya pilar pertahanan dan keamanan di Bumi Sakti Alam Kerinci.

​(Aldie Prasetya/Sumber: Humas Polres Kerinci)

Bupati Kerinci Tegaskan Percepatan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK, Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik

Bupati Kerinci Tegaskan Percepatan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK, Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik.(Ist)

Kerinci - Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos, M.Si, menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam menindaklanjuti rekomendasi hasil pemeriksaan BPK RI dan hasil pengawasan APIP sebagai langkah nyata memperkuat tata kelola pemerintahan yang tertib, transparan, profesional, dan akuntabel.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Pemantauan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan BPK RI Perwakilan Provinsi Jambi sampai dengan Semester I Tahun 2026 serta Tindak Lanjut Hasil Pengawasan APIP, yang berlangsung di Ruang Pola Lantai II Kantor Bupati Kerinci, Senin (5/10/2026).

Bupati Monadi menekankan bahwa tindak lanjut hasil pemeriksaan merupakan tanggung jawab bersama seluruh kepala perangkat daerah. Setiap rekomendasi harus dituntaskan secara nyata, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem kerja dan mencegah terulangnya temuan yang sama.

“Temuan harus diselesaikan, rekomendasi harus ditindaklanjuti, kelemahan harus diperbaiki, dan kesalahan yang sama jangan sampai terulang kembali,” tegas Bupati Monadi.

Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Kerinci berkomitmen membangun birokrasi yang berintegritas, memperkuat pengawasan internal, serta memastikan pengelolaan keuangan dan aset daerah berjalan sesuai ketentuan, dengan hasil pembangunan dan pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Kerja benar sejak awal, tertib dalam proses, tuntas dalam pertanggungjawaban, dan nyata manfaatnya bagi masyarakat.(Adz)

Polemik Bimtek BPD Sungai Penuh: Ketua Forum BPD Se-Kota Sungai Penuh Tegaskan Bimtek di Jambi Berjalan Lancar dan Sesuai Ketentuan

JAMBI – Pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kota Sungai Penuh yang digelar pada 23–26 September 2026 di Grand Hotel Jambi dinyatakan berjalan lancar, tertib, dan sesuai dengan jadwal serta ketentuan yang telah ditetapkan.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Forum BPD dari delapan kecamatan se-Kota Sungai Penuh bersama sejumlah anggota BPD yang mengikuti langsung kegiatan tersebut.

Kegiatan Bimtek tersebut turut dihadiri Kepala BPSDM Provinsi Jambi, Pembina Lembaga Pelatihan Indonesia, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kota Sungai Penuh, panitia pelaksana serta sejumlah tamu undangan.

Bimtek diikuti oleh para anggota BPD se-Kota Sungai Penuh sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas, wawasan dan kompetensi dalam menjalankan tugas, fungsi serta kewenangan BPD dalam penyelenggaraan  pemerintahan desa. 

Ketua Forum BPD se-Kota Sungai Penuh menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia dan pihak penyelenggara yang telah memberikan pelayanan selama kegiatan berlangsung.

“Kami mengucapkan terima kasih atas pelayanan selama pelaksanaan Bimtek. Kami merasa terlayani dengan baik, mulai dari penginapan, konsumsi hingga pelaksanaan kegiatan yang berjalan sesuai jadwal dan ketentuan yang ada. Kami juga bersyukur kegiatan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan, khususnya mengenai tugas dan fungsi kami sebagai BPD,” ujarnya.

Menurutnya, materi yang diberikan selama Bimtek diharapkan tidak hanya menjadi pengetahuan bagi peserta, tetapi juga dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas di masing-masing desa.

Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan ilmu dan materi yang diperoleh untuk menjadi bahan diskusi serta solusi dalam menghadapi berbagai persoalan penyelenggaraan pemerintahan desa.

“Semoga hasil dari Bimtek ini nantinya dapat menjadi bekal bagi seluruh anggota BPD dalam menjalankan tugas sekaligus menjadi forum diskusi dalam menyikapi berbagai persoalan penyelenggaraan pemerintahan desa,” katanya.

Lebih lanjut, ia menilai peningkatan kemampuan dan keterampilan anggota BPD menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan desa yang semakin baik.

Namun demikian, menurutnya, peningkatan kapasitas harus diiringi dengan kemauan dan komitmen dari masing-masing anggota BPD serta dukungan dari kepala desa dan tokoh masyarakat.

“Memiliki kemampuan dan keterampilan saja tentu tidak cukup. Harus ada kemauan dan komitmen dari masing-masing anggota BPD, serta dukungan yang kuat dari kepala desa dan tokoh masyarakat dalam melaksanakan program yang telah direncanakan, terutama program yang telah dituangkan dalam dokumen perencanaan desa,” jelasnya.

Ia juga mengimbau seluruh peserta agar terus meningkatkan pemahaman terhadap tugas dan fungsi BPD sehingga ilmu yang diperoleh melalui Bimtek dapat benar-benar diterapkan di lembaga masing-masing.

Peserta BPD: Kegiatan Berjalan Sesuai Prosedur

Hal senada disampaikan sejumlah peserta Bimtek yang merupakan anggota BPD se-Kota Sungai Penuh. Mereka menyatakan kegiatan yang diikuti telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Para peserta juga mempertanyakan adanya pemberitaan atau informasi yang menyebut kegiatan Bimtek BPD tersebut bermasalah atau melanggar aturan.

“Kami sebagai BPD memiliki anggaran tersendiri dan tentu berhak melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas untuk menambah ilmu dan wawasan. Sepanjang yang kami ikuti, seluruh rangkaian kegiatan ini telah dilaksanakan sesuai prosedur dan aturan yang ada,” ujar salah seorang peserta.Pemerintah Pusat & Daerah

Ia juga menyebut kegiatan tersebut mendapat dukungan dari sejumlah pihak terkait. Bahkan, menurutnya, terdapat perwakilan anggota DPRD Kota Sungai Penuh yang hadir dalam kegiatan dan memberikan arahan kepada para peserta Bimtek.(Adz)

Sudaryono Respons Mitra MBG yang Keberatan Insentif Rp 6 Juta/Hari Ganti Skema

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyampaikan paparan saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.(ANTARA) 

MERDEKAPOST.COM - Kepala BGN, Sudaryono, merespons mitra dapur SPPG yang keberatan dengan penghapusan insentif Rp 6 juta per hari yang diganti dengan insentif Rp 2.000 per porsi. Adapun skema baru itu menurutnya sudah menjadi opsi yang paling benar karena dan justru hasil perhitungannya sama saja.

Sebelumnya, BGN mengubah skema pemberian insentif untuk SPPG yang menjalankan program MBG. Mulai 5 Oktober 2026, insentif tidak lagi diberikan secara flat sebesar Rp 6 juta per hari.

“Ya, begini. Tapi yang benar begini, yang benar adalah ini. Jadi kan Rp 6 juta itu kan (diganti) Rp 2.000 dikali 3000 porsi. Maksud saya kan Rp 6 juta itu sebenarnya hitung-hitungannya kan. Satu dapur porsinya 3000 kali Rp 2.000 jadi Rp 6 juta,” kata Sudaryono di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta pada Senin (5/10).

Adapun langkah tersebut dilakukan agar program MBG dapat dilakukan dengan lebih efisien. Skema insentif juga sudah diperhitungkan baik oleh BPK maupun BPKP.

“Nah, kalau sedikit dan banyak kemudian dibayar sama itu kita sudah ada reviewnya dari BPK, dari BPKP kita sudah cek. Ya itu namanya kan ada pemborosan anggaran negara. Tentu saja kita kan ingin efisien. Jadi setiap rupiah anggaran, setiap rupiah APBN kita Harus betul-betul dikelola dengan benar dan kemudian dikonversi dengan benar sehingga jadi MBG nya bagus,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa dengan insentif Rp 2.000 per porsi MBG, investasi para mitra SPPG itu tetap bisa terjamin untuk kembali. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa mitra SPPG memang tidak bisa meraup untung secara besar-besaran.

“Jadi mitra itu tidak mungkin rugi. Tapi tidak bisa kemudian untung gede-gedean gitu. Ini kan bisa dibilang kan MBG ini kan kalau kata kalah semacam kegiatan utilitas. Utilitas itu rutin, harian tapi kemudian untungnya enggak gede, tapi volume mainnya dan main panjang,” kata Sudaryono.

Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung juga sudah buka suara soal perubahan skema insentif bagi SPPB program MBG. Menurutnya, besaran insentif perlu disesuaikan dengan kapasitas layanan masing-masing SPPG.

Juda menilai SPPG yang melayani ratusan porsi tidak seharusnya mendapatkan insentif dengan nominal yang sama dengan SPPG yang melayani ribuan porsi.

“Ya masa, ya, kalau 500 (porsi) versus yang satunya, 3 ribu (porsi) insentifnya sama? Mestinya tidak,” kata Juda Agung di Rancamaya Bogor, dikutip Jumat (2/3).

Selain skema insentif, pemerintah juga melakukan perbaikan pada operasional dapur MBG. Dapur yang memiliki kondisi sanitasi kurang baik akan ditutup dan diwajibkan memenuhi sertifikasi yang telah ditetapkan.

Juda mengatakan perbaikan tersebut merupakan bagian dari reformasi yang terus dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pelaksanaan program MBG.

“We are moving on the right direction, kita bergerak ke arah yang benar, semakin terus perbaikan-perbaikan dilakukan,” ujarnya.

(ADZ/SOUCE: KUMPARAN)

Kembali Menelan Korban, Warga Kerinci Sungai Penuh Menunggu Kepastian dan Tanggung Jawab Pertamina


Kerinci, Merdekapost.com – Pengendara mobil di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh mengaku trauma mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah SPBU.

Keluhan tersebut mencuat setelah beberapa pengendara mengaku mengalami kendaraan kehilangan tenaga hingga harus masuk bengkel setelah melakukan pengisian BBM.

Dilansir dari Explore News, Informasi yang dihimpun menyebutkan, keluhan serupa dialami sejumlah pengendara yang mengisi Pertalite di beberapa SPBU, di antaranya SPBU Kumun, SPBU Pelayang Raya dan SPBU Sungai Liuk.

Sejumlah warga bahkan mengaku mengalami masalah ketika kendaraan digunakan untuk perjalanan ke luar daerah.

Baca Juga: Selamatkan Aset Negara, Kejari dan BKAD Sungai Penuh Tarik 11 Kendaraan Dinas dari Mantan Pejabat

Salah seorang pengendara mengaku kendaraannya tiba-tiba kehilangan tenaga saat perjalanan dari Kerinci menuju Jambi. Kondisi tersebut terjadi ketika dirinya telah sampai di wilayah Sarolangun.

“Dari Kerinci hendak ke Jambi, sampai Sarolangun mobil habis tenaga. Kami terpaksa mencari bengkel terdekat untuk membersihkan tangki dan bagian mesin,” ungkapnya, Minggu (4/10/2026).

Salah seorang pegawai RSUD Kabupaten Kerinci kembali harus menelan pil pahit akibat mengisi BBM jenis Pertalite di SPBU Sungai Liuk.

Bacaan Lainnya: Wujud Nyata Kepedulian Sosial, Bupati dan Wabup Kerinci Serahkan Bantuan Sosial dari Baznas dan Perumda Tirta Sakti

“Kami dari kerinci ke Jambi, sampai Pauh mobil mulai terasa kehilangan tenaga,”ujarnya.

Pagi ini Senin (5/10/2026), Lanjut dia, mobil harus masuk bengkel.

“Kami saat ini ragu untuk mengisi BBM jenis Pertalite di SPBU-SPBU yang ada di Kerinci Sungai Penuh, dan berharap ada kepastian dari pihak Pertamina kapan BBM jenis Pertalite aman kembali,”pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPBU dan Pertamina terkait banyaknya korban dari BBM jenis Pertalite.(adz)

Selamatkan Aset Negara, Kejari dan BKAD Sungai Penuh Tarik 11 Kendaraan Dinas dari Mantan Pejabat

Kejari dan BKAD Sungai Penuh Tarik 11 Kendaraan Dinas dari Mantan Pejabat yang yidak berhak.(Ist/AI)

Sungai Penuh, Merdekapost.com - 11 Kendaraan Dinas Yang Masih Dikuasai Mantan Pejabat Kota Sungai Penuh Diamankan Kejaksaan Negeri Sungai Penuh

 Dijelaskan oleh Kajari Sungai Penuh, Robi Harianto S., S.H., M.H, "11 Kendaraan Dinas yang diamankan tersebut saat ini dikuasai oleh Mantan Pejabat yakni Wako-Wawako, Kepala Dinas dan pejabat lainnya".

"Dari 11 kendaraan, 5 Mobil Dinas, 5 Sepeda Motor Dinas dan 1 Motor roda tiga dengan total nilai Rp 1,5 Milyar". jelasnya

"Aset-aset ini dikuasai oleh orang-orang yang tidak berhak lagi atau tidak menjabat lagi". Ujar Kajari Romi

Plt Kepala BKAD Kota Sungai Penuh Reno Harmoni, S.E., M,M. menjelaskan,  bahwa sebenarnya masalah ini sudah cukup lama, namun Baru sekarang bisa terwujud berkat kerjasama dengan pihak Kejari Sungai Penuh.

Proses penarikan kembali kendaraan dinas pemkab sungai penuh yang selama ini dikuasai oleh orang yang sudah tidak berhak, Senin, 5/010/2026). (Adz)

"Kita melakukan inventarisir aset-aset tersebut dan sekitar Juli 2026 yang lalu kita menyurati pihak Kejaksaan Sungai Penuh untuk berkerjasama dalam proses penertiban atau penarikan aset-aset dinas itu, dan Alhamdulillah diawal Oktober ini bisa terlaksana". Ujar Roni

"Kedepan, selain kendaraan-kendaraan dinas, kami juga akan menertibkan aset-aset daerah berupa tanah dan inventaris yang masih dikuasai oleh yang tidak berhak" Jelas Roni lagi

"Tidak menutup kemungkinan jika aset-aset yang masih dikuasai oleh orang yang tidak berhak atau bukan lagi pejabat, ASN Kota Sungai Penuh, maka akan kami Pidanakan" Tegasnya

Penyitaan Aset Pemko Sungai penuh tersebut berdasarkan kerjasama Kejaksaan Sungaipenuh bidang Datun dan Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD).(Adz)

Wujud Nyata Kepedulian Sosial, Bupati dan Wabup Kerinci Serahkan Bantuan Sosial dari Baznas dan Perumda Tirta Sakti

Bupati Monadi dan Wabup Kerinci Murison Serahkan Bantuan Sosial dari Baznas dan Perumda Tirta Sakti, Bantuan yang diserahkan adalah bentuk kepedulian sosisal dan Program Kerinci Peduli Baznas.(Ist)

Merdekapost.com - Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si, memimpin upacara bendera sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-36 Perumda Tirta Sakti Kabupaten Kerinci, di Halaman Kantor Bupati Kerinci, Bukit Tengah, Siulak, Senin (5/10/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Kerinci H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si., Sekda Kerinci Zainal Efendi, SP., M.Si., Direktur Perumda Tirta Sakti Ir. Maya Novefry Handayani, ST., para kepala OPD, jajaran ASN, serta karyawan Perumda Tirta Sakti Kabupaten Kerinci.

Dalam momentum istimewa ini, Bupati Monadi menegaskan pentingnya transformasi pelayanan air minum yang semakin profesional, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Peningkatan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas air menjadi komitmen bersama demi menghadirkan pelayanan yang semakin baik dan berkelanjutan.

Wujud Nyata Kepedulian untuk Masyarakat

  • Rp245 Juta untuk Rehab Rumah warga Miskin (Baznas)

Peringatan HUT ke-36 ini juga diwarnai aksi kepedulian sosial melalui Penyerahan bantuan Program Kerinci Peduli dari Baznas Kabupaten Kerinci untuk rehabilitasi 7 unit rumah tidak layak huni bagi mustahik miskin, dengan total bantuan Rp245 juta. 

  • Rp 15 Juta untuk 3 Panti Asuhan (Perumda Tirta Sakti) 

Penyerahan santunan dari Perumda Tirta Sakti kepada tiga panti asuhan, masing-masing sebesar Rp5 juta, yaitu Panti Asuhan Khairunnas Semerap, Panti Asuhan Muhammadiyah Semurup, dan Panti Asuhan Muhammadiyah Sebukar. Total santunan mencapai Rp15 juta.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan 36 tahun pengabdian Perumda Tirta Sakti bagi masyarakat Kabupaten Kerinci.

Semoga di usia ke-36, Perumda Tirta Sakti semakin maju, semakin profesional, dan terus memberikan pelayanan air minum yang berkualitas sekaligus memperkuat kepedulian sosial bagi masyarakat.

Dirgahayu ke-36 Perumda Tirta Sakti Kabupaten Kerinci. 

Tirta Sakti Semakin Profesional, Semakin Inovatif, dan Semakin Dekat Melayani Masyarakat.(Adz)

Semangat Kebersamaan Warnai HUT ke-36 Perumda Tirta Sakti Kerinci

Semangat Kebersamaan Warnai HUT ke-36 Perumda Tirta Sakti Kerinci

Kerinci - Penuh semangat dan kebersamaan. Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si, bersama masyarakat turut memeriahkan HUT ke-36 Perumda Tirta Sakti Kabupaten Kerinci, Minggu (4/10/2026), di Tugu PKK, Jalur Dua Bukit Tengah.

Melalui kegiatan jalan santai, senam bersama, dan pembagian doorprize menarik, peringatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi, membangun pola hidup sehat, serta memperkuat semangat kebersamaan antara pemerintah daerah, Perumda Tirta Sakti, dan masyarakat.

Lebih dari sekadar perayaan hari jadi, momentum ini menjadi pengingat akan pentingnya komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat Kerinci.

Selamat HUT ke-36 Perumda Tirta Sakti Kabupaten Kerinci

Terus berinovasi, tingkatkan pelayanan, dan hadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Terus Mengalir untuk Kehidupan. Bersama Mengalirkan Kebaikan.

(Adz/Merdekapost)

Nilam Dibawah Kayu Manis, Peluang Baru untuk Kesejahteraan Petani Kerinci

Nilam Dibawah Kayu Manis, Peluang Baru untuk Kesejahteraan Petani Kerinci.(Ist)

KERINCI - Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si., bersama buyer PT Natraco meninjau lokasi uji coba budidaya nilam di wilayah Renah Pemetik, Minggu (4/10/2026).

Melalui konsep penanaman nilam di bawah tegakan kulit manis, petani diharapkan dapat memanfaatkan lahan secara lebih produktif dan memperoleh tambahan penghasilan sembari menunggu masa panen kulit manis.

Potensi besar, peluang semakin terbuka. Sejak 2024, sebanyak 157 petani di Kabupaten Kerinci telah membudidayakan nilam dengan kualitas yang mampu bersaing dengan daerah lain.

Kehadiran buyer PT Natraco juga membuka peluang pemasaran hasil panen secara langsung, sehingga komoditas nilam diharapkan semakin berkembang dan memberikan nilai tambah bagi petani.

Dari lahan produktif, tumbuh harapan baru. Pemerintah Kabupaten Kerinci terus mendorong diversifikasi komoditas perkebunan sebagai langkah nyata memperkuat ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Bersama membangun pertanian Kerinci yang maju, produktif, dan sejahtera. (Adz)

Tampil Gemilang! Tiga Personel Fighter Polres Kerinci Sapu Bersih Kemenangan di Kapolda Fighter Match 2026

Tampil Gemilang! Tiga Personel Fighter Polres Kerinci Sapu Bersih Kemenangan di Kapolda Fighter Match 2026

 Merdekapost.com | Jambi — Semangat juang dan mental petarung tiga personel fighter Polres Kerinci membuahkan hasil membanggakan. Turun dalam ajang Kapolda Fighter Match 2026 yang digelar di GOR Kota Baru, Jambi, Jumat (3/10/2026), ketiganya sukses meraih kemenangan dan mengharumkan nama Polres Kerinci di arena olahraga bela diri.

Prestasi tersebut diraih melalui persiapan matang, latihan intensif, serta keberanian dan disiplin tinggi yang ditunjukkan para fighter saat menghadapi lawan di atas ring.

Tim Fighter Polres Kerinci dikomandoi langsung oleh Kasi Propam Polres Kerinci AKP Feisal, S.H., M.H. selaku Manajer Tim, didampingi Katim Fighter Polres Kerinci Bripka Addy Aswara.

Dalam kejuaraan bergengsi tersebut, Polres Kerinci menurunkan tiga personel terbaiknya, yakni:

  • Bripda Muhammad Fadil
  • Bripda Ram Depar Yanto
  • Bripda Agus Tri Nanda

Sejak pertandingan dimulai, ketiganya tampil penuh percaya diri dan pantang menyerah. Setiap ronde dilalui dengan semangat juang tinggi, teknik yang terukur, serta mental bertanding yang kuat. Kerja keras dan latihan yang selama ini dijalani akhirnya membuahkan hasil manis dengan keberhasilan mereka meraih kemenangan.

Bukan sekadar bertanding, mereka membawa nama Polres Kerinci dan menunjukkan bahwa semangat, disiplin, latihan, serta keberanian mampu mengantarkan seorang petarung menuju kemenangan.

Manajemen Tim Fighter Polres Kerinci memberikan apresiasi atas perjuangan dan dedikasi ketiga personel tersebut. Sportivitas, semangat pantang menyerah, serta keberanian yang ditunjukkan di atas ring menjadi nilai penting dalam prestasi yang diraih.

Capaian ini diharapkan semakin memotivasi personel Polres Kerinci lainnya untuk mengembangkan potensi dan kemampuan di berbagai bidang. Prestasi di arena pertandingan menjadi bagian dari semangat untuk terus memberikan yang terbaik bagi institusi dan masyarakat.(Ali)

Kabar Gembira! PPPK Paruh Waktu di Jambi Mulai November 2026 Akan Dapat Insentif Rp500 Ribu

JAMBI, MERDEKAPOST.COM – Pemerintah Provinsi Jambi menyiapkan skema baru penghasilan bagi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu yang belum memiliki sertifikat pendidik.

Mulai November 2026, guru yang masuk dalam kriteria penerima akan mendapatkan insentif tetap sebesar Rp500.000 per bulan. Kebijakan tersebut di siapkan melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jambi sebagai bagian dari dukungan terhadap kesejahteraan tenaga pendidik.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, M. Umar, mengatakan pemberian insentif tetap tersebut akan menjadi salah satu komponen penghasilan bagi guru PPPK paruh waktu yang belum memiliki sertifikasi.

Baca Juga: Bupati Monadi Dorong Nilam Jadi Komoditas Unggulan, Pemkab Siapkan Usulan Indikasi Geografis

“Mulai bulan November nanti, itu sudah ada modal semacam insentif tetap Rp500.000 per orang bagi P3K paruh waktu yang belum ada sertifikasi,” ujar Umar.

Skema Penghasilan Berubah

Sebelum kebijakan baru diterapkan, pembayaran bagi guru PPPK paruh waktu di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi di hitung berdasarkan jumlah jam pelajaran.

Tarif yang di gunakan sebelumnya sebesar Rp17.500 per jam pelajaran. Dengan pola tersebut, besaran penghasilan masing-masing guru dapat berbeda tergantung jumlah jam mengajar.

Mulai November, pemerintah menambahkan komponen insentif tetap sebesar Rp500.000 per bulan bagi guru PPPK paruh waktu yang belum memiliki sertifikat pendidik.

Selain insentif tetap tersebut, guru yang memenuhi ketentuan jam mengajar juga dapat memperoleh tambahan penghasilan. Berdasarkan penjelasan Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, tambahan tersebut mencapai Rp490.000.

Dengan demikian, guru yang memenuhi seluruh persyaratan dapat menerima total penghasilan hingga Rp990.000 per bulan dari kedua komponen tersebut.

Rinciannya yakni:

Insentif tetap: Rp500.000 per bulan

Tambahan berdasarkan ketentuan jam mengajar: Rp490.000

Total potensial: Rp990.000 per bulan

Namun, angka Rp990.000 tersebut merupakan total apabila guru memenuhi persyaratan untuk mendapatkan kedua komponen. Tidak semua guru otomatis menerima nominal tersebut secara penuh.

Guru PPPK paruh waktu tetap perlu memastikan ketentuan mengenai jam mengajar, data penerima, serta mekanisme pembayaran kepada pihak sekolah atau Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.

Berlaku Mulai November

Dinas Pendidikan Provinsi Jambi menargetkan skema baru tersebut mulai di terapkan pada November 2026.

Penerapan kebijakan tidak serta-merta berarti dana akan masuk ke rekening pada awal bulan. Proses pencairan tetap mengikuti administrasi dan mekanisme penganggaran yang berlaku.

Karena itu, guru di sarankan mengikuti informasi resmi dari Dinas Pendidikan Provinsi Jambi maupun sekolah masing-masing terkait jadwal pencairan dan persyaratan administrasi.

Pemprov Jambi Siapkan Anggaran Rp1 Miliar

Untuk mendukung pelaksanaan kebijakan tersebut, Pemerintah Provinsi Jambi menyiapkan tambahan anggaran sekitar Rp1 miliar.

Anggaran itu di alokasikan untuk kebutuhan pembayaran selama dua bulan, yakni November dan Desember 2026.

Besaran tersebut merupakan alokasi untuk periode dua bulan pada akhir 2026, bukan anggaran tahunan. Penggunaannya akan di arahkan kepada guru yang sesuai dengan kriteria penerima program.

Insentif Khusus Guru, Bukan Tenaga Kependidikan

Dinas Pendidikan Provinsi Jambi juga menegaskan bahwa insentif Rp500.000 tersebut tidak di berikan kepada seluruh PPPK paruh waktu di lingkungan pendidikan.

Kebijakan tersebut secara khusus menyasar guru PPPK paruh waktu yang belum memiliki sertifikat pendidik.

Umar menjelaskan, data yang dimiliki sebelumnya mencatat sekitar 1.659 guru PPPK paruh waktu, tetapi angka tersebut masih mencakup tenaga kependidikan.

“Kami juga sudah ada (data), guru yang PW (paruh waktu). Kalau yang dulu terdata di kita jumlah guru PW itu 1.659 orang, tapi di antaranya ada yang tenaga kependidikan. Nah, yang kita tambah Rp500.000 ini yang guru, bukan tenaga kependidikan,” jelas Umar.

Dengan demikian, tenaga administrasi, staf tata usaha, maupun tenaga kependidikan lainnya tidak otomatis menjadi penerima insentif khusus tersebut hanya karena berstatus PPPK paruh waktu.

Menyasar Guru yang Belum Bersertifikat

Program ini di arahkan kepada guru PPPK paruh waktu yang belum memiliki sertifikat pendidik.

Insentif tersebut merupakan dukungan penghasilan dari pemerintah daerah dan perlu di bedakan dari tunjangan profesi guru maupun komponen penghasilan lain yang memiliki persyaratan tersendiri.

Guru yang menjadi sasaran program perlu memastikan status kepegawaian, jabatan, status sertifikasi, serta data penerima sebelum mengandalkan nominal insentif tersebut.

Didukung dalam Penganggaran

M. Umar juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang mendukung penyediaan anggaran untuk program tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada DPRD khususnya Banggar, TAPD, dan Bapak Gubernur,” pungkasnya.

Selanjutnya, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi perlu memastikan data penerima dan mekanisme pembayaran berjalan sesuai ketentuan.

Guru Di Minta Memastikan Status dan Persyaratan

Dengan rencana penerapan mulai November 2026, guru PPPK paruh waktu perlu memastikan beberapa hal sebelum pencairan.

Pertama, memastikan status jabatan tercatat sebagai guru, bukan tenaga kependidikan. Kedua, memastikan status sertifikasi sesuai dengan kriteria program.

Guru juga perlu mengetahui persyaratan untuk memperoleh tambahan penghasilan Rp490.000, termasuk ketentuan mengenai jam mengajar dan mekanisme penghitungannya.

Selain itu, informasi mengenai jadwal pencairan sebaiknya dikonfirmasi melalui sekolah atau Dinas Pendidikan Provinsi Jambi agar tidak terjadi kesalahpahaman akibat informasi yang beredar di media sosial.Data Demografi

Dengan skema baru tersebut, pemerintah daerah menyiapkan komponen penghasilan tetap bagi guru PPPK paruh waktu yang belum memiliki sertifikat pendidik, sementara tambahan pembayaran tetap dikaitkan dengan ketentuan mengajar yang berlaku.(*)

Tags: Dinas Pendidikan JambiGaji Guru PPPKGuru Nonsertifikasiguru PPPKInsentif Guru JambiInsentif Rp500 RibuPemprov JambiPPPK Jambi 2026PPPK paruh waktu.(Adz)

Bupati Monadi Dorong Nilam Jadi Komoditas Unggulan, Pemkab Siapkan Usulan Indikasi Geografis

Bupati Kerinci Dorong Nilam Jadi Komoditas Unggulan, Pemkab Siapkan Usulan Indikasi Geografis.(Ist)

KERINCI – Pemerintah Kabupaten Kerinci terus mendorong pengembangan tanaman nilam sebagai salah satu komoditas perkebunan yang memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan budidaya, peningkatan kualitas hasil olahan hingga perluasan akses pasar.

Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., didampingi Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kerinci Osra Yandi, S.Pi., M.M., meninjau langsung kegiatan budidaya dan pengolahan nilam di sejumlah wilayah, yakni Desa Tambak Tinggi, Desa Sekungkung, dan Desa Belui Tinggi.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Kerinci turut bersama buyer dari PT Natraco untuk melihat secara langsung kondisi komoditas nilam yang dikembangkan masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mempertemukan potensi produksi daerah dengan kebutuhan pasar.

Peninjauan dilakukan mulai dari proses budidaya tanaman, pengolahan hasil, kualitas produksi hingga peluang pemasaran. Pemerintah daerah juga melihat secara langsung berbagai upaya petani dalam meningkatkan nilai tambah komoditas nilam.

Baca Juga: Gudang Percetakan MKM di Tanjung Pauh Hilir Ludes Terbakar, Kerugian Rp500 Juta Lebih

Kehadiran buyer dari PT Natraco diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara petani dengan pasar. Dengan adanya keterhubungan tersebut, hasil produksi nilam Kerinci diharapkan tidak hanya memiliki kualitas yang baik, tetapi juga memperoleh akses pemasaran yang lebih luas.

Menurut pemerintah daerah, nilam Kerinci memiliki karakteristik dan potensi yang dapat dikembangkan sebagai komoditas bernilai ekonomi. Karena itu, penguatan sektor hulu hingga hilir menjadi bagian penting dalam mendorong pengembangan komoditas tersebut.

Dorong Nilam Kerinci Mendapat Indikasi Geografis

Selain penguatan budidaya dan pemasaran, Pemerintah Kabupaten Kerinci juga menyiapkan langkah untuk memperkuat identitas nilam sebagai produk khas daerah.

Pemkab Kerinci berencana mengusulkan Nilam Kerinci sebagai produk Indikasi Geografis (IG). Langkah tersebut diarahkan untuk memberikan pengakuan dan perlindungan terhadap produk yang memiliki keterkaitan dengan karakteristik, kualitas maupun reputasinya berdasarkan wilayah asal.

Jika proses tersebut dapat diwujudkan, Indikasi Geografis diharapkan dapat memperkuat identitas Nilam Kerinci sekaligus menjaga kualitas dan reputasinya. Status tersebut juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah serta mendukung perluasan pemasaran produk.

Pengembangan Nilam Kerinci tidak hanya membutuhkan peningkatan produksi, tetapi juga konsistensi dalam menjaga kualitas bahan baku dan hasil pengolahan. Karena itu, keterlibatan petani, pemerintah, pelaku usaha serta pihak pembeli menjadi bagian penting dalam membangun rantai usaha nilam yang berkelanjutan.

Baca Juga: Wako Alfin Serahkan Bantuan Alsintan dan Bibit Kopi  

Pemerintah Kabupaten Kerinci mendorong agar pengembangan komoditas tersebut dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari perbaikan teknik budidaya, pengolahan yang memenuhi standar, hingga penguatan kemitraan dan pemasaran.

Dengan potensi yang dimiliki, Nilam Kerinci diharapkan mampu menjadi salah satu sumber nilai tambah bagi sektor perkebunan sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.

Dari lahan petani di Kerinci, komoditas nilam diharapkan dapat terus berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas, dengan tetap mempertahankan kualitas serta karakteristik yang menjadi identitas daerah. (Adz)

Gudang Percetakan MKM di Tanjung Pauh Hilir Ludes Terbakar, Kerugian Rp500 Juta Lebih

KERINCI – Musibah kebakaran melanda Gudang Percetakan Muda Karya Mandiri (MKM) di Desa Tanjung Pauh Hilir, Kecamatan Danau Kerinci Barat Kabupaten Kerinci, Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.

Kebakaran tersebut menyisakan duka bagi Owner MKM, Roma Arusty, setelah bangunan gudang beserta berbagai mesin dan peralatan percetakan di dalamnya ludes dilalap api.

Gudang percetakan MKM tersebut berada dalam satu bangunan dengan bekas tempat penggilingan padi milik mertua Roma Arusty. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, aktivitas penggilingan padi di lokasi tersebut telah lama tidak beroperasi.

Baca Juga: Kebakaran Hanguskan Satu Bangunan di Deretan Kantor Kades Pasar Baru Sungai Penuh

Di dalam gudang justru terdapat berbagai mesin, alat dan perlengkapan percetakan milik MKM. Bahkan, sekitar satu bulan sebelum kejadian, disebutkan terdapat penambahan barang dan peralatan percetakan dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah.

Seluruh barang dan bangunan gudang tersebut dilaporkan tidak dapat diselamatkan dalam peristiwa kebakaran.

Kerugian material sementara diperkirakan mencapai Rp500 juta lebih. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai nilai kerugian maupun penyebab pasti kebakaran.

Tiga Kali Kebakaran

Informasi lain yang dihimpun menyebutkan bahwa kebakaran kali ini bukan kejadian pertama yang terjadi di lokasi tersebut.

Gudang MKM disebut telah mengalami kebakaran sebanyak tiga kali. Dua kejadian sebelumnya dikabarkan terjadi pada siang hari dan berhasil diatasi setelah diketahui adanya dugaan tindakan sengaja membakar.

Kondisi tersebut kemudian memunculkan kecurigaan di tengah masyarakat mengenai penyebab kebakaran yang terjadi pada Kamis malam.

“Wajar saja ada kecurigaan gudang percetakan MKM sengaja dibakar oleh orang tak dikenal,” ungkap sumber yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Namun, dugaan tersebut masih sebatas informasi dan kecurigaan masyarakat. Kepastian mengenai penyebab kebakaran sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan di lapangan.

Tiga Unit Damkar Dikerahkan

Saat malam kejadian, sedikitnya tiga unit mobil pemadam kebakaran terlihat berada di lokasi.

Meskipun petugas tiba ketika bangunan gudang sudah dalam kondisi terbakar hebat, personel pemadam tetap melakukan upaya pemadaman dan pendinginan untuk memastikan api tidak kembali membesar maupun merembet ke bangunan sekitar.

Sejumlah anggota Polres Kerinci juga terlihat berada di lokasi hingga proses pemasangan police line selesai dilakukan.

Langkah tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga lokasi agar tetap steril dan memungkinkan proses pemeriksaan lebih lanjut terkait penyebab kebakaran.

Polisi Diminta Usut Tuntas

Munculnya dugaan bahwa kebakaran bukan semata-mata akibat kecelakaan membuat kepolisian diharapkan melakukan penyelidikan secara menyeluruh.

Apalagi, beredar berbagai informasi dan opini di tengah masyarakat mengenai bangunan yang terbakar. Salah satunya menyebut lokasi tersebut sebagai tempat penggilingan padi atau heler.

Padahal, menurut sumber, bangunan tersebut memang merupakan bekas tempat penggilingan padi milik mertua Roma Arusty, namun aktivitas tersebut telah lama berhenti.

Baca Juga: Kapolri Mutasi Pejabat Polri, Irjen Widodo Ditunjuk Jadi Kapolda Jambi, Ini Rekam Jejaknya

“Heler sudah lama tidak beroperasi. Yang ada di situ adalah gudang percetakan MKM, mesin bingkai dan peralatan percetakan,” ungkap sumber.

Karena itu, masyarakat berharap kepolisian tidak hanya memastikan titik awal api, tetapi juga menelusuri seluruh kemungkinan penyebab kebakaran, termasuk apabila ditemukan indikasi adanya unsur kesengajaan.

Hasil penyelidikan kepolisian nantinya diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab kebakaran Gudang Percetakan MKM serta menjawab berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.(Adz)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs